Tampilkan postingan dengan label inspirasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label inspirasi. Tampilkan semua postingan

26 Mar 2013

Antara Dua Wanita (Berkelana Dalam Pilihan 2nd)

Bahwa ada pilihan-pilihan dalam menyusun cita dan langkah di jalan cinta para pejuang, biarlah kali ini dua orang wanita mengajari kita. Wanita pertama bernama Habibah binti Sahl, istri Tsabit ibn Qais. Suatu masa ia datang kepada Rasulallah saw. Ia berkata, ”... Aku tidak mengingkari kebagusan akhlaq dan agamanya, Ya Rasulallah. Tetapi aku takut menjadi kufur jika tak bercerai darinya. Aku takut jika terus menerus bermaksiat padanya karena ketidaktaatan pada suami, dan aku tahu itu menyalahi perintah Allah...”
Rasulallah bersabda, ”Maukah engkau mengembalikan kebun-kebunnya?” Habibah menjawab, ”Ya...!” Maka Rasulallah bersabda kepada Tsabit, ”Ambil kembali kebun itu, dan thalaq-lah istrimu satu kali!” 
Habibah begitu mengerti akan potensi dirinya. Ia tahu resiko yang kemungkinan besar terjadi sebagai konsekuensi dari bertemunya realita kondisi yang ia hadapi dengan watak, sifat dan karakter dirinya. Maka ia bicara tentang sebuah hak yang memang semestinya ia peroleh. 
Ia tidak tercela. Bagaimanapun ada harapan-harapan tersendiri bagi seorang wanita untuk mendapatkan suami yang begini dan begitu. Siapapun tidak berhak mengatakan Habibah berselera rendah karena menolak Tsabit ibn Qais semata karena alasan fisik. Dan sebenarnya alasannya lebih pada dirinya sendiri yang khawatir kufur kepada Allah atas kondisi suaminya. Ada hal yang lebih besar yang ia takutkan, yakni kufur pada nikmat Allah, dan durhaka pada suami. Habibah memilih untuk bertaqwa pada Allah dengan meminta cerai dari seorang suami yang sulit diterima oleh perasaannya. 
Selalu ada ruang dan ruang itu berisi pilihan-pilihan. Tetapi, bicara tentang kemuliaan, tentu lebih dari sekedar bicara tentang hak.
Inilah kisah tentang wanita kedua. Dengarlah, dalam riwayat Imam An Nasa’i, ’Aisyah bercerita dalam perasaan yang senada. ”Ada seorang gadis remaja dinikahkan dengan seorang laki-laki. Ia kemudian berkata padaku, ”Sesungguhnya ayah telah menikahkanku dengan putera saudaranya agar martabatnya dapat terangkat melalui diriku. Tetapi aku tidak menyukainya...!”
’Aisyah lalu mengajaknya bertemu dengan Rasulallah. Kemudian Rasulallah mengutus seseorang untuk memanggil ayahnya agar hadir ke rumah beliau. Ketika sang ayah hadir, Rasulallah menyerahkan kembali urusan hal pernikahan kepada sang gadis. Dan gadis itu berkata’ ”Ya Rasulallah, sebenarnya aku telah ridha akan apa yang dilakukan ayah kepadaku. Hanya saja, aku berkeinginan untuk memberitahukan kepada para wanita, bahwa mereka memiliki hak dalam masalah ini.” 
Ada hak dalam menolak pernikahan yang digagas orang tua. Tapi ada kemuliaan dalam mentaati orang tua dan berbakti pada mereka. Wanita agung ini memilih yang kedua. Bukanya tanpa resiko. Karena dalam pernikahan ini ianya harus membangun cinta, mengatur perasaannya dari titik tidak suka. Menarik. Karena gadis ini mengungkap satu pelajaran besar tentang hak wanita untuk menentukan pilihan. Ia memperjuangkan hak saudari-saudarinya agar mendapat ketegasan pengakuan dari Allah dan RasulNya. Dan jauh lebih menarik, karena ia mengungkap kemuliaan sebuah kata ridha kepada orang tua, dan keagungan kata shabar atas ujian.
Begitulah. Selalu ada ruang diantara rangsangan dan tanggapan. Dan ruang itu berisi pilihan-pilihan. Maka itulah gunanya misteri takdir. Agar kita memilih diantara bermacam tawaran.
Sumber: Web In RZ

12 Mar 2013

Cinta itu Sebentuk Hati Rasa Coklat

"Menurut kamu, cinta itu apa?"
"Eh? Apa ya.... Aku juga gak tau apa. Mungkin sebentuk hati rasa coklat. :D"
"Coklat? Kenapa coklat?"
"Karna coklat itu manis."
"Tapi, Kenapa coklat yang kumakan ini pahit?"
"Itu mungkin karena coklatnya belum diolah."
"Diolah bagaimana?"
"Coklat yang kamu makan itu masih mentah. Kalau kamu olah, misal ditambah tepung, telur, gula, dan sebagainya. Maka jadilah kue rasa coklat."
"Maksud kamu?"
"Semua butuh proses. Sama halnya seperti cinta. Ya, seperti coklat yang kamu makan sekarang lah. Coklat kamu itu masih butuh proses lagi agar rasanya menjadi lebih enak, bentuknya menjadi menarik dan sebagainya lah."
"Proses?"
"Iya. Proses. Cinta gak bisa terjadi gitu aja. Cinta butuh proses. Butuh disiram dan dipupuk seperti pohon. Pohon tumbuh tidak tergesa-gesa. Dimulai dari menanam benih, kemudian jadilah kecambah. Lalu pohon kecil, perlahan-lahan tumbuh, menjelma jadi pohon remaja. lalu seiring berjalannya waktu dimana pohon tersebut pun tumbuh menjadi pohon dewasa yang kokoh. Yang akarnya kuat mencengkrambumi, daunnya hijau, berbunga juga berbuah."
"Bagaimana dengan kaktus?"
"Kaktus memang berduri. Tapi dari batangnya yang buruk dan berduri itu bisa tumbuh bunga yang cantik. Dan dari ulat yang terselubung, telah menjelma menjadi kupu-kupu yang indah."
"Apakah cinta itu hak?"
"Bukan hanya hak, tapi juga kewajiban."
"Kewajiban?"
"Ya. Hak adalah sesuatu yang harus kita terima bukan?! Dan kewajiban adalah sesuatu yang harus kita lakukan untuk memperoleh hak itu. Simpulannya, ada keseimbangan antara memberi dan menerima. Kamu gak bisa menerima apa-apa jika kamu tidak memberi sesuatu. Itu kausalitas hidup. Jadi, jika ingin dicintai maka belajarlah mencintai."
"Seperti cinta Rabb kepada hamba-Nya?"
"Ya. Allaah selalu memberi banyak kemudahan pada kita hamba-Nya. Tapi kita yang tak tau diri ini malah mempersulitnya. Allaah selalu memberi banyak karunia dan nikmat-Nya tapi kita tak tau bagaimana mensyukuri tiap nikmat yang diberi-Nya untuk kita. Lisa kita sering mengaku mencintai Allaah dan rasul-Nya. Tapi apa yang dilarang oleh-Nya malah banyak yang kita lakukan, sedangkan apa-apa yang diperintah-Nya justru kita abaikan."
"Sederhana, tapi benar-benar menyindir. Fuuh...."
" :) "


*Buku Harian Langit Senja
Selasa, 1 September 2009

10 Mar 2013

Anak Perempuan Harus Gesit

Pernah baca kutipan ini  
"Anak cewek itu harus gesit, cekatan, bisa mengerjakan banyak hal tanpa harus disuruh2, anak cewek itu bukan cuma soal imut. Kalau cuma soal imut, lucu, nggegamasin, lebih baik lihat boneka. Setidaknya boneka nggak ngerepotin.
Yup, kutipan tersebut diambil dari novel 'Eliana'--Tere Liye. Awal baca kutipan ini di FP beliau, saya agak gak mudeng. Dua alis beradu, berkerut, mencoba membacanya dengan perlahan. Hehe . . . waktu itu efek kerja sambil ngeFB, jadilah semacam tak tuntas membacanya. Baiklah, mari kita ke inti persoalan . . . Lets Cekidot.

Kok anak cewek harus gesit? cekatan? Kenapa?--- hm, saya bicara atas sudut pandang saya saat ini ya kawan --- Jaman udah terbalik kan? iya gak sih?! Ah retorik lagii . . . contoh kasus aja deh ya. Saya anak perempuan paling bungsu di rumah, namun bukan berarti saya anak manja yang apa-apa minta sama orangtua. Malah saya malu kalau orangtua masih ngasih duitt, malu kalii lah. Hihihi. . . .
Kenapa anak perempuan harus gesit? --- biar para perempuan itu mandiri. Tidak bergantung sama orang lain. Sama hal kondisinya seperti saya di rumah. Saya berusaha keras supaya bisa bawa kereta (motor) supaya ketika saya butuh sesuatu yang memerlukan kendaraan, saya tidak merepotkan orang lain. Kalau saya gak gesit dan cekatan?! lah bisa-bisa bergantung terus sama orang lain. Sama saudara laki-laki saya tentunya. Terlebih yah, sekarang juga udah gak ada Bang Aan, Papa juga udah gak bisa bawa kereta (motor) jauh-jauh. Banteran paling cuma sampe simpang jalan aja.


Suatu kali saya pernah ngobrol ringan dengan teman saya yang belum mahir bawa kereta (motor) agar dia belajar lagi, belajar bawa kereta ke jalan-jalan besar. Karna kenapa? supaya lebih mandiri, supaya kalau ada kejadian hal-hal yang urgent akan lebih mudah menghadapinya. Misal nih ada kasus pengendara motor, satu nyetir, satu duduk dibelakang. Jika terjadi sesuatu dijalan, yang jalanannya sepi gak ada orang, dan tiba-tiba kecelakaan, si supirnya luka-luka gak bisa bawa kereta. Trus yang dibonceng tidak mengalami cedera apa-apa. Sementara kondisi jalanan sepi, gak ada orang sekitar yang bisa dimintai tolong. Solusi gimana dong? sementara yg dibonceng gak bisa bawa kereta. Ribet kan yah . . . ( nah, itu tadi contoh kasus yang agak ekstremnya). Kalau untuk diri sendiri misalnya, kita mau ke suatu tempat yang sifatnya sangat-sangat urgent, misal terjadi kecelakaan pada orang terdekat kita, mau membeli sesuatu, dsb. Kalau kita bisa naik motor kan jadi efisien kan ya. Lebih cepat sampai ke tujuan yang ingin kita capai.

Lalu, kenapa anak cewek harus gesit dan cekatan? -- Mohon maaf sebelumnya ya untuk kaum lelaki ^^ --- ini adalah karna anak cowok yang lembek melambai, pemalas, dsb. Sudahlah akui sajaa . . . (Eh, ini bukan feminis lho ya. Saya cuma gak respect sama kaum lelaki yang cuma jadi sampah dan menyampah di masyarakat. Menghasilkan enggak, bermanfaat juga enggak, ibarat sampah yang gak bisa di daur ulang lah --- pernyataan ini khusus bagi mereka2 si pemalas ulung!!)

Hemm . . . cukup. . . cukup sebel-sebelannya. Intinya yg namanya perempuan harus gesit, cekatan dan bisa mengerjakan banyak hal. Karena hal ini kelak juga akan bermanfaat untuk kita kedepannya. Karena setiap perempuan adalah calon istri juga calon ibu. Kelak ini berguna untuk menjalankan perannya sebagai ratu sejagad raya dalam istana rumah tangga. :)

Nah, untuk urusan cekatan dan gesit, sepertinya aku masih lebih unggul dibanding Lastri dalam hal mengendarai motor. Hihihi . . . sama2 Yamaha kan yah, tapi aku pake Jupiter loh Las, Selalu terdepan pokoknya. Selalu enak diajak lari-lari. ^^ ( hihihi . . . yang ini Out of Topic)

1 Mar 2013

Melukis Rindu


Aku menulis dan inspirasi tulisanku adalah "Rindu". Rindu adalah tarikan nafas yang mengalun lembut dalam tiap dawai hembusan kata. Kau . . . Rinduku. Rindu yang menjadi tulang punggung tiap ritme kata yang mengalun syahdu di atas kertas putih buku-buku. Kau adalah rinduku yang menjadi derapan bisu nan memompa kata-kata mesra lewat bilik jantungku. Menelusup masuk perlahan tanpa sadar arti kiasan dibalik bangsku yang memaku.

Saat semua tlah jelas membekas diatas bentangan-bentangan kertas, tiada satu katapun yang tak mengarah padamu.
 ---- Rindu.

29 Des 2012

Lembayung

Menjejak, berdendang
Hadir dipenghujung badai
Saat kesedihan yang paling kerak menjamah
Saat kesakitan berdekit dipenghujung kematian
;selalu ada pengganti dari apa yang hilang
Datang pergi hilang kembali
Seperti mimpi
Tapi inilah hidup yang harus dijalani.
Siapapun, mengharapkan hadirnya pelangi diujung badai.
Mungkin sama seperti Firman-Nya, "Bersama kesulitan ada kemudahan"
Dan Lembayung Jingga akan terus menawan di Langit-Nya yang terserak.

Sudahkah kita bersyukur akan tarikan nafas hari ini?
"Maka nikmat Rabb yang manakah yang mampu kita dustakan?!"

:)

27 Des 2012

Simfony Kehidupan

Kita masih akan terus berjuang
Dengan sisasisa keyakinan yang terpancang kuat di hati
Dengan sisasisa keberanian yang kita miliki
Dengan sisasisa usia yang kita miliki

Kita masih akan terus berjuang
Dengan tekad semangat yang membara di jiwa
Dengan keteguhan sanubari di dada
Dengan kekuatan dari Sang Raja Semesta

Kita masih akan terus berjuang
Bersama menjadi pemenang


*Bulan Tiga Bulan

25 Des 2012

Imagination


Imagination is not a talent of some people. But is the health of Every person.

-Ralph Waldo Emerson-



Sumber Gambar: Google Image

Mengapa Menulis?


Mengapa menulis? ---Karna ingin menjadi penulis. BUKAN. Itu lain cerita.
Kau tau?! Menulis itu menyenangkan :) Bagiku menulis adalah kegiatan yang paling menyenangkan diantara kegiatanku yang lain. Bahkan bisa mengabaikan makan kalau sudah menjadi begitu autis menulis sesuatu, apapun itu. Seperti yang pernah kuungkapkan sebelumnya, menulis bagiku adalah seperti pelarian ketika kata tak mampu tersampaikan secara verbal. Melampiaskan kata lewat tulisan juga bisa membuat kemahiran menulis kian terasah. Secara natural, membiarkannya mengalir begitu saja. Benar-benar dibaca dan dipahami bahkan setelah tulisan itu sendiri selesai.

Mengapa menulis? --- Ali Radhiallahu'anhu pernah mengatakan "Ikatlah ilmu dengan menuliskannya", Sebab kita manusia itu fitrahnya selalu khilaf/ lupa, tak terkecuali saya :)
Tulisan-tulisan saya di blog ini pun masih selalu saya buka (red: baca), jangankan diwaktu luang, diwaktu sempitpun saya upayakan untuk membacanya ulang.
Karna benarlah apa yang dikatakan oleh Imam 'Ali yang diatas, dengan menuliskannya lalu kita membaca kembali apa yang pernah kita tuliskan, itu menjadi pengingat bagi diri sendiri.

Ketika saya kehilangan motivasi, saya kembali membuka tulisan-tulisan saya yang dulu. Ada di Tag "Motivasi, Motivasyifa, Inspirasi, Hope, SOH, Semangat, dsb". ^^
Tentu saja yang memberikan motivasi terbesar bagi kita adalah diri kita sendiri. Itu juga yang selalu saya sampaikan kepada sahabat-sahabat saya. Karna peran orang lain hanyalah sebagai pendorong.
Saya pernah mengatakan kepada sahabat saya, "Sebanyak apapun saya memberikan motivasi pada kamu, tapi kalau dari diri kamunya gak berubah (red: tidak memotivasi diri sendiri) maka motivasi yang saya berikan, bahkan sampai mulut saya berbusa sekalipun, tidak akan ada apa-apanya, tidak akan merubah apapun untuk kamu dan hidupmu.

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang mengubah apa apa yang pada diri mereka ” [QS Ar Ra'd:11]

Mengapa Menulis? --- Menulis itu bagian dari jiwa saya. Saya bukan termasuk orang yang "Vocal" dalam bicara, saya bukan ahli debat (karna saya menghindari perdebatan), saya juga bukan pembicara yang baik. Karena itulah segala apa yang ada dalam gagasan dan pemikiran saya, saya tuangkan kedalam bentuk tulisan. Saya sendiri mulai menulis itu sejak dibangku SMP. Awalnya hanya tulisan-tulisan biasa, curhat tentang perasaan saya, meskipun tidak selalu. Ketika SMP pulalah untuk pertama kali saya membuat puisi. Tapi, awal mula saya menulis itu justru sebenarnya saat dibangku SD. Saat SD, saya terbiasa surat menyurat. Entah itu dengan teman-teman, guru (tentu saja saat momen tertentu), juga untuk Bapak saya yang saat itu merantau ke Negeri Jiran untuk mencari sesuap nasi. Untuk membiayai kehidupan kami keluarganya :')

Dahulu, saya terinspirasi dari kakak saya yang pertama. Tulisan-tulisannya bagus-bagus. Apalagi kalau dia buat puisi. Lantas saya pun menjadi sebegitu tertariknya untuk ikutan menulis juga. Sebagai penulis pemula, tentu saja tulisan saya masih acak adut. Bahasa tulisan saya masih "anak bawang", gak ada sastranya sama sekali. Tapi, hal itu tidak menyurutkan saya untuk menulis. Saya terus saja menulis dan menulis. Saya juga mulai rajin membaca puisi-puisi dari berbagai media. Saat saya SMA, saya rajin membaca puisi yang ada di majalah Islam Sabili. Sudah jadi bacaan rutin saya kalau puisi di majalah itu, tapi tidak untuk yang bagian Politiknya yaa ^^ (Karna politik, bukan dunia saya).
Saya juga menargetkan berapa puisi yang saya tuliskan perbulannya. Intinya terus mengasah tulisan, masalah bagus enggaknya tulisan saya, itu urusan belakangan. Bukankah jika terus diasah, maka pisau yang tumpul sekalipun bisa menjadi tajam?! :) *Retorik kurasa. Bahkan parang/ pedang yang berkarat sekalipun mampu membelah kayu jika kita melakukannya dengan sungguh-sungguh.
Ingat . . ."MAN JADDA WA JADA"!! ^^9

Jika dahulu saya begitu kesulitan untuk menulis, lihatlah sekarang, jemari saya begitu lihai melompat-lompat dari kata yang satu ke kata yang lainnya hingga membentuk sebuah cerita. Namun, tentu saja semua itu dilalui lewat berbagai tahap. Karna "Pohon tumbuh tidak tergesa-gesa", semuanya berproses. Dan sampai sekarangpun saya masih menjalani proses itu. Terus mengasah dan mengasah.

Mengapa menulis? --- Saya bukan si Kutu Buku yang begitu autisnya melahap bacaan-bacaan apapun. Saya ini si "Pemilih", saya memilih buku apa saja yang ingin saya baca. Karna saya tau dengan baik siapa diri saya, maka saya pun memilih apa apa yang saya baca. Demi kebaikan pemikiran saya tentunya. Hehehe . . .
Sebab saya lebih cenderung banyak mendengar, banyak mendengarkan cerita orang-orang disekitar saya. Mereka lah yang memberikan inspirasi yang begitu besarnya terhadap saya. Saya lebih cenderung untuk menuliskan apa yang saya lihat, dengar dan juga rasakan. Karna dengan begitu, saya mampu menulis dengan natural, mengalir begitu saja dengan tanpa paksaan atau tekanan. Karna menulis itu menyenangkan, menyenangkan bisa berbagi lewat tulisan, menyenangkan karna sadar bahwa tulisan ini hadir karna diri sendiri bukan karna "faktor lain", sebab diri kitalah yang memgang kendali atas apa-apa yang kita ingini.

Mengapa menulis? --- Hem . . . Agar blog ini terisi semakin penuh sesak, lalu pengunjung blog ini terus membaca tulisan-tulisan aneh saya, lalu mengambil manfaat yang ada didalamnya :)

Mengapa menulis? --- Udah ah nanyanya, yang penting ambil yang baik dan buang yang gak baik ^_^
dan teruslah menulis, Karna menulis itu menyenangkan

24 Des 2012

Pelangi Pagi

Rinai hujan basahi bumiku pagi itu. Setelah sebelumnya aku begitu kelelahan menjalani hari-hari yang kulewati. Pada-Nya aku mohonkan kebahagian, meski hanya secuil untuk menghapus butiran-butiran keringat lelahku. Aku teramat lelah malam itu, dan langit-Nya sudah cukup mewakili perasaan lelahku. Di luar langit hujan.

Pagi. Sempat aku merasa kehilanganmu, saat tubuhku benar-benar kaku dipenghujung senja-Nya. Saat aku harus bertemankan malam dipenghujung aktivitasku. Malam, lagi-lagi kau yang membersamaiku. Dinginmu benar-benar menusuk hingga ke tulang-tulangku. Dan benarlah tubuhku menjadi remuk.

Pagi. Hujan mulai reda perlahan. Pelangi sehabis hujan, batinku. Ini masih pagi, hujan tlah diakhiri dengan rintikan-rintikan kecil. Firasatku diluar ada pelangi. Secara tak sengaja memandang ke langit, meski lagi-lagi aku telat menyaksikannya. Pelangi itu tak lagi separuh lingkaran, tapi tetap saja warnanya masih begitu indahnya. Siapapun tak menolak untuk meyakini bahwa warna-warni pelangi memang begitu indah. Mejikuhibiniu~

Pelangi Pagi. Pelangi kedua yang kusaksikan di kotaku setelah sekian lama :)
Allaah menghadiahkannya untuk menghibur lelahku semalam.

O Allah, I wanna thank you
I wanna thank you for all the things that you've done
You've done for me through all my years I've been lost
You guided me from all the ways that were wrong
I wanna thank you for bringing me home

Pelangi Pagi
(Tiang antenanya miring, jadi agak merusak pemandangan gambar ^^)

11 Des 2012

Filosopi Kepompong

Alangkah Syahdu menjadi kepompong ,, berkarya dalam diam.,,bertahan dalam kesempitan. tetapi bila tiba waktu untuk menjadi kupu-kupu tidak ada pilihan selain terbang menari melantunkan kebaikan diantara bunga2,menebarkan keindahan pada dunia. dan anginpun memeluknya dalam sejuk dan wangi surga.. :)

Salim A Fillah-

10 Des 2012

Becoz of Allaah


Bicara, dengan kata percuma
Mencoba hadir hangatkan suasana yang beku
Mencairkannya agar tetap terlihat biasa
Mestinya tetap seperti biasa
Namun luka itu membuat perjalanan panjang kehidupan kian berbeda
Mungkin bukan jalan ini yang harus dilalui
Atau mungkin pun bukan pintu ini yang harus dimasuki
Di Bumi-Nya terhampar begitu luas pandangan hijau membentang
Dan kan selalu ada harapan baru disebalik pupusnya sebuah harapan
Mungkin bukan saat ini waktu yang harus ditempuh dengan bekal yang telah ditempa sebelumnya
Rabbuna masih memberi jeda sejenak, untuk melakukan perbaikan-perbaikan baru
untuk berpijak pada belahan bumi yang lain
Memilih apa yang bisa dipilih
Atau mengabaikannya dengan resiko ataupun kejutan-kejutan baru yang kan mengelilingi.
Ya, semua berpilin pada prosesnya.
Bahkan diam pun adalah proses . . .
Proses menentukan pilihan, antara bicara atau tetap teguh memegang prinsip yang selama ini ditanam.
Anggaplah lalu ketika penilaian orang-orang tak sejalan dengan roda kehidupan yang dijalani, Meski isyarat mereka jelas menghakimi.
Cukup pahami bahwa hidup ini tidak sendiri, ada Allaah yang menemani.
Bila pun lelah memenuhi, yakini selalu ada kebaikan disebaliknya. Allaah telah mempersiapkan segalanya untuk kita manusia. Tiada pernah meleset satu pun yang telah ditetapkan oleh-Nya. Sebab takdir berada di ujung ikhtiar kita manusia, Sebab takdir pun dapat berubah oleh doa-doa khusyuk kita kepada Rabbuna.
Proses kehidupan, serumit apapun, sesulit apapun, sekalut apapun kita dibuatnya, tetaplah harus terus kita jalani, suka tidak suka, terima tidak terima, sebab dari sanalah kita terus belajar, belajar menjadi insan yang sempurna, yang hidupnya selalu dialiri dengan kesyukuran, yang hidupnya selalu diliputi kesabaran, meski keduanya lebih sering alpa ketimbang hadirnya.
Hanya satu, Allaah! Dia-lah Allaah Yang Esa. Kembalikanlah segala pada-Nya, sebab segala hanyalah milik-Nya. Sang Penggenggam Arsy, Sang Penguasa Alam semesta. Jika bukan pada Dia, lalu pada siapa lagi kita sandarkan segala pinta dan resah?

Rabbana Atina fiddunya hasanah wafil akhiroti hasanah waqina adzabannar . . .


*Menulis dengan tanpa aba-aba, tenpa editan kata, membiarkannya mengalir begitu saja hingga terangkai irama nada bahasa.
Semua ini jelas karena-Mu ya Rabb, tanpa-Mu tiadalah daya kami membuat suatu perkara. :)

Jenis Cinta Yang Mengagumkan

Saya berkali-kali menulis di page ini: "cinta datang dari banyak pintu; sebagian besar dari kita datangnya lewat pintu mata, atau pintu telinga; sebagian lagi yang paham, menggunakan pintu berbeda, pintu hatinya." Kalian suka quote ini, bukan? Setiap saya mempostingnya, maka berentet-tet-tet, like, komen, cepat sekali. Kalau bisa teriak, maka jangan2 ada yang bakal b
ilang, "gue banget." Ini jenis postingan yang renyah, laris manis.

Saya juga berkali2 menulis di page ini: "cinta tidak membutuhkan mata untuk melihatnya. sama sekali tidak." Mirip dengan quote sebelumnya, dan juga mirip responnya dari kalian. Hanya berbeda redaksinya saja.

Terus terang, saya menyukai dua quote ini, bahkan saya tulis juga di novel2, di buku2. Saya carikan konteksnya--meskipun lebih sering konteksnya ya gitu deh, cerita roman populer kontemporer. Seolah-olah quote ini memang didesain untuk cerita yang begitu saja, kisah cinta-cintaan. Bukan untuk hal yang lain. Seolah memang sedangkal itu hakikat quote tersebut.

Tapi apa memang demikian? Tidak, my dear anggota page, quote ini jelas-jelas didesain untuk keperluan lain, yang malam ini akan saya sampaikan saja kepada kalian. Semoga dengan begitu ada yang mau mengembangkan puluhan quote cinta di page/buku2 ini, sehingga bisa mengambil hikmah yang lebih mendalam--bukan cuma dari kaca mata cerita cinta.

Quote itu sungguh benar. Kita sama sekali tidak membutuhkan mata untuk mencintai seseorang. Kita tidak perlu melihat wajahnya, kita tidak perlu melihat betapa tampan, tinggi, atau gagah perawakannya. Tidak perlu. Kita juga tidak membutuhkan telinga untuk mencintai seseorang. Kita tidak perlu mendengar suaranya yang empuk menenangkan, tidak perlu mendengar secara langsung betapa bijak dan santun tutur katanya, dan betapa benar semua perkataannya. Tidak perlu. Kita tetap bisa mencintainya dengan amat sangat.

Inilah jenis cinta yang amat mengagumkan. Amat mengharukan.

Duhai, yang maha menggenggam seluruh perasaan, yang maha menyaksikan banyak hal, itulah jenis cinta kami kepada Rasul Allah. Kami sungguh tidak pernah melihat sehelai foto beliau. Kami bahkan tidak pernah menatap sedetik gambar beliau. Bagaimana rupawannya beliau. Bagaimana eloknya beliau. Tapi kami tetap mencintainya. Terisak saat menyadari besarnya cinta itu. Apalagi dalam urusan mendengar suaranya, mendengar wasiatnya secara langsung, tidak sama sekali, membayangkannya saja kami tak kuasa, tapi bukan berarti kami tidak bisa menumbuhkan cinta yang besar itu.

Inilah jenis cinta yang amat mengagumkan.

Maka ijinkanlah kami, menunjukkan rasa cinta itu secara benar. Bukan cuma gombal, basa-basa saja. Ijinkanlah kami menambah ilmu, meneladani semua wasiatnya, lantas menegakkan semua teladannya. Rasul kami amat menyayangi anak yatim, maka kami juga akan demikian. Rasul kami amat menyantuni fakir miskin, maka kami juga demikian. Rasul kami mewariskan begitu banyak contoh akhlak terpuji, maka kami juga akan demikian. Dan terakhir--meskipun ini bukan benar2 terakhirnya, Rasul kami amat sederhana hidupnya. Maka kami akan meneladaninya.

Inilah jenis cinta yang amat mengagumkan.
 
----Tere Liye

7 Nov 2012

~Kita

Kita bicara, 
dalam ruang yang berbeda. 
Berbahasa, dengan bahasa sederhana. 
Saling sapa dengan kata yang bersahaja. 
Mengolah kata, menjadikannya bernada. 
Tanpa suara, tapi sarat kan makna.

Kita bicara, 
dalam gulita menuju cahaya. 
Pekatnya menuntun cerita kita kian berirama. 
Menjadikan satu diantara berjuta kisah sandiwara kehidupan. Perlahan menguntai rajutan kata, meninggalkan jejak diantara jiwa-jiwa yang merindu.

Masih. 
Akan kemanakah kaki melangkah? 
Sedang jelas kaki mungil itu berlari, 
mengitari lorong-lorong kecil disekitarnya. 
Mengeja setiap bait rintikan hujan.
Lewat melodi senja kala tersibak senandung jingga
Diantara biru pujangga.

Aku, Kamu, dan Cerita kita :)

15 Okt 2012

Hari Ini Milik Anda

Jika kamu berada di pagi hari, janganlah menungggu sore tiba. Hari inilah yang akan Anda jalani, bukan hari kemarin yang telah berlalu dengan segala kebaikan dan keburukannya, dan juga bukan esok hari yang belum tentu datang. Hari yang saat ini mataharinya menyinari Anda, dan siangnya menyapa Anda inilah hari Anda.
 
Umur Anda, mungkin tinggal hari ini. Maka, anggaplah masa hidup Anda hnya hari ini, atau seakan-akan Anda dilahirkan hari ini an akan mati hari ini juga. Dengan begitu, hidup Anda tak akan tercabik-cabik duantara gumpalan keresahan, kesedihan dan duka masa lalu dengan bayangan masa depan yang penuh ketidakpastian dan acap kali menakutkan.
 
Pada hari ini pula, sebaiknya Anda mencurahkan seluruh perhatian, kepedulian dan kerja keras. Dan pada hari inilah, Anda harus bertekad mempersembahkan kualitas shalat yang paling khusyu’, bacaan al-Qur’an yang sarat tadabbur, dzikir dengan sepenuh hati, keseimbangan dalam segala hal, keindahan dalam akhlak, kerelaan dengan semua yang Allah berikan, perhatian terhadap keadaan sekitar, perhatian terhadap kesehatan jiwa dan raga, serta perbuatan baik terhadap sesama.
 
Pada hari dimana Anda hidup saat inilah sebaiknya Anda membagi waktu dengan bijak. Jadikanlah setiap menitnya laksana ribuan tahun dan detiknya laksan ratusan bulan. Tanamlah kebaikan sebanyak-banyaknya pada hari itu. Dan, persembahkanlah sesuatu yang paling indah untuk hari itu. Ber-istighfar-lah atas semua dosa, ingatlah selalu kepada-Nya, bersiap-siaplah untuk sebuah perjalanan menuju alam keabadian, dan nikmatilah hari ini dengan segala kesenangan dan kebahagiaan! Terimalah rezeki, isteri, suami, anak-anak, tugas-tugas, rumah, ilmu, dan jabatan Anda hari dengan penuh keridhaan.
 
{Maka berpegangteguhlah dengan apa yang Aku berikan kepadamu dan hendaklah kamu termasuk orang yang bersyukur. }
(QS. AL-A’râf: I44)
 
Hiduplah hari ini tanpa kesedihan, kegalauan, kemarahan, kedengkian dan kebencian.
 
Jangan lupa, hendaklah Anda goreskan pada dinding hati Anda satu kalimat (bila perlu Anda tulis pula di atas meja kerja Anda ) : Harimau adalah hari ini. Yakni, bila hari ini Anda dapat memakan nasi hangat yan harum baunya, maka apakah nasi basi yang telah Anda makan kemarin atau nasi hangat esok hari (yang belum tentu ada) itu akan merugikan Anda?
 
Jika Anda dapat minum air jernih dan segar hari ini, maka mengapa Anda harus bersedih atas air asin yang Anda minum kemarin, atu mengkhawatirkan air hambar dan panas esok hari yang belum tentu terjadi?
 
Jika Anda percaya pada diri sendiri, dengan semangat dan tekad yang kuat Anda, maka akan dapat menundukkan diri untuk berpegang pada prinsip: aku hanya akan hidup hari ini. Prinsip inilah yang akan menyibukkan diri Anda setiap detik untuk selalu memperbaiki keadaan, mengembangkan semua potensi, dan mensucikan setiap amalan.
 
Dan itu, akan membuat Anda berkata dalam hati, “Hanya hari ini aku berkesempatan untu mengatakan yang baik-baik saja. Tak berucap kotor dan jorok yang menjijikkan, tidak akn pernah mencela, menghardik dan juga membicarakan kejelekan orang lain. Hanya hari ini aku berkesempatan menertibkan rumah dan kantor agar tidak semrawut dan berantakan. Dan karena  hanya ini saja aku akan hidup, maka aku akan memperhatikan kebersihan tubuhku, kerapian penampilanku, kebaikan tutur kata dan tindak tandukku.”
 
Karena hanya akan hidup hari ini, maka aku akan berusaha sekuat tenaga untuk taat kepada Rabb, mengerjakan shalat sesempurna mungkin, membekali diri dengan shalat-shalat sunah nafilah, berpegang teguh pada al-Qur’an, mangkaji dan mencatat segalayang bermanfaat.
 
Aku hanya akan hidup hari ini, karenanya aku akan menanam dalam hatiku semua nilai keutamaan dan mencabut darinya pohon-pohon kejahatan berikut ranting-rantingnya berduri, baik sifat takabur, ujub, riya’, dan buruk sangka.
 
Hanya hari ini aku akan dapat menghirup udara kehidupan, maka aku akan berbuat baik kepada orang lain dan mengulurkan tangan kepada siapapun. Aku akan menjenguk mereka yang sakit, mengantarkan jenazah, menunjukan jalan yang benar bagi yang tersesat, memberi makan orang kelaparan, menolong orang yang sedang kesulitan, membantu yang orang dizalimi, meringankan penderitaan orang yang lemah, mangasihi mereka yang menderita, menghormati orang-orang alim, menyayangi anak kecil, dan berbakti kepada orang tua.
 
Aku hanya akan hidup hari ini, maka aku akn mengucapakan, “Wahai masa lalu yang telah berlalu dan selesai, tenggelamlah seperti mataharimu. Aku tak akan pernah menangisi kepergiannmu, dan kamu tidak akn pernah melihatku termenung sedetik pun untuk mengingatmu. Kamu telah meninggalkan kami semua, pergi dan tak pernah kembali lagi.”
 
“Wahai masa depan, engkau masih dalam kegaiban. Maka, aku tidak akan pernah bermain dengan khayalan dan menjual diri hanya untuk sebuah dugaan. Aku pun tak bakal memburu sesuatu yang belum tentu ada, karena esok hari mungkin tidak ada sesuatu. Esok hari adalah sesuatu yang belum diciptakan dan tidak ada satu pun darinya yang dapat disebutkan.”
 
“Hari ini mili Anda”, adalah ungkapan yang paling indah dalam “kamus kebahagiaan“. Kamus bagi mereka yang menginginkan kehidupanyang paling indah dan menyenangkan.

Sumber: Buku La Tahzaan "Aidh Al Qarni"

8 Okt 2012

#Komik Lastri *Edisi Narsis


Hello Dear. . . .
Dalam rangka memenuhi keinginanku buat komik tentang kamu ke aku, jadilah foto2 sahabatku yang satu ini habis aku otak atik. Edit sana sini. Comot sana comot sini.

Untukmu yang tulus bersahabat denganku tanpa kepentingan apapun
Untukmu yang mau menerima segala lebih dan kurangku
Untukmu yang peka terhadap segala rasa yang kuterima
Untukmu yang bisa membaca setiap cuaca yang menyelimuti ruang qalbuku
Untukmu, . .
Seorang sahabat yang begitu kuhargai persahabatan diantara kita
Ukhuwah ini selamanya,
Hingga ke Syurga
Aamiin
:)


~Lulu Asy Syifa
8 Oktober 2012
*One Years Ago -Together We could
Thank's for Everything :)

5 Okt 2012

Behind the Heart

Nyatanya kesibukan-kesibukan itu tak pernah membunuh perasaanmu dengan benar, tak pernah sungguh-sungguh mematikannya seperti yang kau harapkan. Kau hanya memalingkan muka dari wujud yang ada didepanmu. Tak selamanya bisa seperti itu. Menghindar adalah bukan jalan terbaik. Namun kau terus melakukannya, berharap ia luruh begitu saja tanpa meninggalkan jejak dalam perjalananmu. Begitupun kau tak pernah puas dengan pencapaian kehebatanmu yang sekarang, mereka mengenalmu dengan sangat baik. Tapi, selalu ada yang tersembunyi dibalik itu semua yang tak mereka lihat.

Lalu saat waktu sejenak buatmu membisu, saat isyarat lagu lama terlantun perlahan, kau tersekat dalam bayangmu. Seakan merengek pada Tuhan, berharap kemungkinan-kemungkinan yang ada dalam benakmu dulu tercapaikan. Anganmu membenak pada jutaan detik silam, "Jika masih mungkin, akan kuperbaiki". Kembali kau berandai meski kau tau itu tak bisa.
Dan masih kau tak menyadari, dibalik kerapuhanmu itu justru tersimpan kekuatan terbesarmu. Hanya saja kesombonganmu terlalu angkuh, hingga kau benar-benar terjatuh.
Dan Rabbuna Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. . . .

20 Sep 2012

Mari bicara tentang Alam (Bag. 1)

Rabb Yang Maha menciptakan telah menyajikan kita dengan pandangan yang sungguh "Subhanallaah" indahnya, Betapa kita akan sangat kagum ketika melihatnya. Tiada yang mampu sesiapapun yang menandingi ciptaan-Nya tersebut. Bahkan diantara kita manusia, sangkin kagumnya dengan karya-karya Allaah tersebut, lantas kita pun menggunakannya menjadi jati diri kita. Dan tak terkecuali saya :) Hehe . . .

Senja,
Entah sejak kapan kata "Senja" itu melekat pada diri saya. Bermula dari blog ini sepertinya atau karena saya dilahirkan pada saat senja, 24 tahun yang lalu. hehe.
Hem . . . jika dirunut kebelakang, saya memang pengagum senja. Sejak kecil saya menjadi pemerhati senja. Dan hal itu baru saya sadari semenjak saya kuliah malah. Semenjak menyadari hal ini, saya pun selalu mengabadikan tiap-tiap senja yang saya saksikan dengan kamera Hp yang selalu saya bawa kemana-mana. (Smoga suatu saat bisa punya kamera DSLR^^)
Banyak filosopi yang terangkum oleh kata "Senja". Bagi saya dan semua orang penikmat senja lainnya, Senja itu "Istimewa". Ya, tentu saja dia istimewa. Keistimewaannya membawakan kedamaian bagi yang menatap keteduhan jingganya. Bagaimana menurutmu? :)

Bintang
Ketika masih duduk di bangku Sekolah Dasar, saya paling antusias kalau sudah membicarakan tentang bintang. "Gubuk Peceng dan Layang-layang", itu rasi bintang yang paling saya hapal. Dan sewaktu itu pun, guru saya tidak terlalu sulit untuk menjelaskan bentuknya. Sama seperti senja, saya terbiasa menatap bintang sejak saya masih kecil. Sinarnya berkilauan, bertabur dilangit hitam, anak kecil mana yang tidak terpesona melihatnya? Bagi saya menatap bintang itu menenangkan. Dahulu, ketika dimarahi ayah kalau saya berbuat salah, saya langsung lari kebelakang, hanya untuk melihat bintang. Memperbaiki mood yang saat itu sedang tak enak. Dan kilauannya memang cukup menenangkan. Perhatian saya tersedot menatap sinarnya.

Rembulan
Untuk rembulan, saya sangat suka pada Bulan Purnama atau Bulan Sabit. Pantulan cahaya matahari membuntuk siluet indah pada lingkaran rembulan. Namun menatap rembulan tak semudah menatap bebintang. Sebab rembulan selalunya bersembunyi dibalik awan, atau bahkan ketika cuaca hujan bahkan tak bisa sama sekali menatapnya dengan penuh kehangatan. Bagiku, teduhnya rembulan menyampaikan pesan kesederhanaan.

Embun
Sebening embun dipagi hari tentu saja membuat daun-daun setiap tanaman menjadi begitu hijau dan adem untuk dipandang. Bagaimana tidak? tetesan-tetesan embun justru membuat setiap tanaman menjadi begitu lebih indah. Embun ibarat perhiasan yang berkilauan diantara genggaman daun. Teringat ketika dahulu masih duduk dibangku sekolah dasar, saat guru saya memperkenalkan ciptaan Allaah tentang embun. Pagi-pagi sekali saya sudah disibukkan untuk keluar rumah hanya untuk melihat tetesan-tetesan embun diatas daun. Menyejukkan bukan? Tapi sayangnya saya belum pernah berhasil mengambil "Foto" Embun dengan kamera Hp saya. Butuh kamera DSLR nih untuk mendapatkannya :D (*maunyaa...)
Yak . . . Sama seperti senja, kecintaan saya pada embun akhir-akhir ini saya jadikan sebuah nama di blog saya ini "Qotrunnada" yang artinya tetesan embun. Filosopinya, ibarat tetesan embun dipagi hari, Menyejukkan sekaligus lambang keoptimisan juga keikhlasan. Seperti hari-hari yang dijalani, akan lenyap bagai embun yang menguap dalam genggaman daun. Tapi kehadirannya esok hari slalu saja dinanti :)

Pelangi
Mejikuhibiniu. Itulah bias warna dari spektrum cahaya. Kenal pelangi yah sejak kecil. Anak kecil mana coba yang gak tau lagu "Pelangi"? Inget banget ketika dahulu lagi dirumah nenek bareng kakak, kita ngeliat pelangi. Selagi ngeliat Pelangi, kita nyanyiin bareng-bareng itu lagu. Sampai akhirnya pelangi itu hilang sendiri. Pelangi melengkung paling indah yang pernah lu liat itu ketika masih SD, sekitar tahun 1999. Sewaktu itu ngeliatnya bareng-bareng teman-teman di madrasah sekitar pukul jam 3 sore. Kita melihatnya dari depan kelas kita yang di lantai 2. Nah, sekarang jadi sering berburu pelangi. Hanya untuk mendapatkan foto terbaik :) (*Secara saya hobby sama dunia fotography, meski masih amatiran ^^). Untuk saat ini bagi saya negeri Pelangi itu adanya di Batam. Karena sudah berulang kali saya menyaksikan pelangi disana. Nah, pelangi tercantik yang pernah saya lihat itu sewaktu saya berada di Bayah, Banten. Waktu itu masih pagi banget, dan kita lagi jalan-jalan ke Pantai.


Sekian dulu uraian sederhana ini. Sebenarnya masih ada beberapa yang lainnya lagi. Tapi akan saya paparkan lain waktu.
Bicara tentang alam memang tiada akan pernah habisnya bukan?! Sebab karya Allaah ini adalah Inspirasi yang tak berbatas :)
"Maka nikmat Rabb kamu yg manakah yang kamu dustakan"? - Q.S Ar Rahmaan

14 Sep 2012

~Terkadang . . .

Terkadang dalam hidup ini, ada hal yang tak perlu kau tau. Dan biarkan ia menjadi misteri dalam hidupmu.
Terkadang pun dalam hidup ini, ada hal yang tak bisa kau mengerti. Dan biarkan waktu mengiringmu kepada proses dimana hingga akhirnya kau pun mengerti dengan pemahaman yang benar. Bukan lewat dugaan semata, tapi lewat realita yang lebih nyata. Yang memberikan kejelasan serta penjelasan lewat alur kata yang indah. Hingga tiada sesiapa yang merasa dirugikan olehnya.
Terkadang dalam hidup ini, mengalah adalah suatu keharusan. Agar kita tetap terus mampu bertahan menghadapi segala coba dan ujian Rabb yang Maha Kuasa atas segala sesuatu dalam tiap-tiap kehidupan.

Ishbir, . . . . Innallaaha ma'ashobirin.

4 Sep 2012

~Ge

Aku mengenalmu lewat tulisan, lewat irama kata dalam nada-nda tanpa suara. Mengenalmu adalah suatu keberuntungan. Mengenalmu adalah suatu keniscayaan takdir Allaah yang tak bisa kuelakkan. Mengenalmu, mengantarkanku untuk mengenal yang lainnya, hingga kami bersahabat begitu dekat.

Jika menurutmu perpisahan yang terjadi adalah keinginanku, maka kau salah berpikir begitu. Inilah takdir dari Dia Yang Mahamenentukan. Takkan aku sesalkan tiap kejadian karena setiap peristiwa dalam kehidupan mengajarkanku akan arti perjalanan kehidupan itu sendiri. Kau tentu tau, bahwa harapan tanpa iman hanyalah kekecewaan.

Dan keikhlasan kan mengajarkan kita arti maaf yang sesungguhnya. Bukan hanya dalam kata, tapi meyakini dalam hati. Tak perlu kata mengucapkan "Aku memaafkanmu", tapi iringilah, ajarkanlah hatimu untuk mengungkapkan itu. Keikhlasan itu memang tidak mudah, pun ia juga bukan hal yang sulit.

Dan tiap-tiap orang pasti punya alasan ketika melakukan sesuatu, meski tanpa penjelasan yang membuatmu mengerti akan "hal" itu.

Ge ~GudLuck
Ge ~GudBye

*Sapaku beberapa hari lalu hanya ingin mengabarkan bahwa aku baru saja kehilangan salah satu orang yang paling aku sayangi dalam hidupku. Yaitu abangku, namun maaf jika sapa itu justru membuatmu risih. Tiada sedikitpun maksud utk hal yang lain. Ketenaranmu sekarang pun aku baru tahu akhir-akhir ini. Selamat untukmu, atas impian yang telah kau capai. Dan kabar duka itu pun kurasa tak perlu kusampaikan padamu.

25 Jul 2012

Dibalik Kalimat Dzikir Laailaahaillalloh.

Berikut saya Share terkait dzikir, yang saya copas dari seorang sahabat saya di FBnya. Karena ceritanya menarik, maka saya pun berinisiatif untuk mempostingnya diblog saya ini.
Lets Cekidot ^^
 
Ketika Saya Berbincang-bincang dengan seorang Sufi yang berthoriqoh Qodiriyyah dirumahnya mengenai hukum Dzikir dan Hal-hal yang berkaitan dengannya. Diantaranya adalah: Masalah melafazhkan dzikir dengan suara pelan dan keras, Kalimat Laa-Ilaa-Ha-Illalloh dan lain-lain. Maka, suatu saat tibalah berbicara masalah dzikir kalimat Laailaahaillalloh dan Dia berkata kepada Saya: Almadaniy, Apakah anda tahu kenapa Saya selalu berdzikir kalimat Laailaahaillalloh?
Saya: Tidak tahu.
Dia: Sungguh, Aku sangat mencintai dzikir Laailaahaillalloh.

Lalu Dia berkata lagi: Almadaniy, Kenapa Saya melafazhkan dzikir '' Laailaahaillalloh '' sebanyak 165 x?
Saya: Tidak tahu.
Dia: Bahwa jumlah 165 itu terdiri dari Ihsan, Iman dan Islam.
Saya: Kok bisa?
Dia: Angka 1 disitu adalah Ihsan, 6 adalah Iman karna rukun iman itu ada 6, Dan 5 adalah Islam karna rukun islam itu ada 5.
Saya: Kenapa 165? Klo dibalik bisa ga tuh? Seperti 561 atau 516 atau 651 atau 615?
Dia: Tidak bisa, Karna sesuai dengan urutannya bahwa Ihsan itu tingkatan pertama dan lebih tinggi derajatnya daripada Iman dan Islam, Begitu juga Iman itu tingkatan kedua dan lebih tinggi dari Islam, Dan terakhir adalah Islam sebagai tingkatan ketiga karna kedudukannnya dibawah Ihsan dan Iman.
Saya: Ohhh.....begitu yah, Terus apa lagi selain itu?
Dia: Laailaahaillalloh adalah sebaik-baik dzikir, Karna Alloh Subhanahu wa Ta'ala berfirman: ( Fa'lam Annahu Laailaahaillalloh ), Tapi tidak Fa'lam Annahu Subhanalloh atau Alhamdulillah atau Allohu Akbar dan lain-lainnya. Menurut Anda gimana Almadaniy tentang dzikir Laailaahaillalloh?
Saya: Yang Saya tahu diantaranya adalah sebagaimana dijelaskan dalam hadits bahwa Sebaik-baik dzikir adalah kalimat Laailaahaillalloh.
Dia: Trus apa lagi?
Saya: Apa yah? Banyak sih, diantaranya adalah Dzikir Laailaahaillalloh mengandung Tauhid Uluhiyyah dan Asma wa Shifat.
Dia: Okelah kalau begitu, Sebelum dilanjutkan lagi sebaiknya Kita makan terlebih dahulu dan Perbincangan Kita lanjutkan setelah makan nanti.
Saya: Baiklah dan Saya sambil tersenyum. Lalu Saya menikmati hidangan makanan bersama Dia.

( Pengalaman Ngobrol-ngobrol dengan seorang Sufi berthoriqoh Qodiriyyah dan Ketika Saya sampai dirumah, Saya langsung menghitung jumlah dzikir kalimat Laailaahaillalloh dengan selembar kertas dan pulpen, Ehh ternyata huruf hijaiyyah yang ada di kalimat '' Laailaahaillalloh '' tersebut setelah Saya hitung berjumlah 165 ).
Sumber: https://www.facebook.com/almadaniy

Dua beda

 Terkadang luka ada baiknya datang diawal. Agar kau tau bahwa hidup tak hanya tentang cinta.  Gemerlap dunia hanya persinggahan yg fana.  Me...