Tampilkan postingan dengan label Rumput Liar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Rumput Liar. Tampilkan semua postingan

3 Jan 2013

Maaf (?)

Rintih hujan menari perlahan
Sebuah pesan berderai lembut menyentuh
"Maaf", sepagi ini?
Untuk alasan yang tak kutahu.
Lalu hujan di langitku
Deras sekali,
Kita hanya tengah berjuang
Meski remuk sendi tubuh.

3.1.13

29 Des 2012

T.E.G.A.R

Berjalan perlahan, setelah berlari dan kelelahan
Mengumpul bekal pulang
Yang kan disandang menghadap Ilahi Rabbi.
Taukah kau kawan?
Perjuangan ini masih belum berhenti
Meski peluh membasahi
Meski lelah menghampiri
Meski sakit menjamahi
Meski luka menodai
Meski penat menyelimuti
Meski hampir patahpatah langkah kaki
Meski caci maki dihadiri
Meski sumpah serapah menghakimi
Meski, meski dan meski yang lainnya.
Kau hanya perlu terus berjuang
Melawan aral dan rintangan.
Melawan berat yang kau pikul
Melawan hingga akhirnya menang.
Kau hanya perlu terus berjuang
Dengan kesabaran
Dengan kesyukuran
Dengan kemaafan
Dengan keteguhan
Dengan kesungguhan
Agar jadi pemenang
Hingga akhirnya kau menang
Menyaksikan senyumannya di Telaga Kautsar.

*Shollu 'alaik
Allaahuma sholli 'ala Muhammad

3 Okt 2012

#Bersabar dan Bersyukur



Bagai buih ombak bergelayut diantara arus air. Memecah karang lewat emosi angin. Menyapu dedaun dan semerbak pasir dalam genggaman. Malam berselimut halimun gelap. Sedang pagi masih ada di ujung mimpi insani. Seolah semua terkubur, oleh hiburan-hiburan semu yang berkulit sendu. Pilu seolah terbenam dalam tawa yang berdusta. Tak sebenarnya pulih dalam kebaikan, meski berpura-pura adalah jawaban. Pun hidup bukan hanya perasaan. Sebab logika berperan dalam perjalanan jauh kehidupan, apapun itu. Tertawa bersama, namun bayangan berurai air mata. Belajar sederhana, belajar menerima. Ini hidup kawan. Jika kau tak mampu bertahan maka kau kan terjatuh. Jika kau tak mampu berdiri, maka mereka akan menginjakmu bagai sampah. Tanpa peduli apa kalian pernah berdiri bersama dalam suka atau cita, tapi mungkin tidak untuk duka. Orang-orang akan meninggalkanmu saat sulitmu menguasai. Namun mereka kan kembali saat kayamu menghampiri. Kebaikanmu kan berbalas kebaikan jua, bila orang yang kau tuju menyadari akan hal itu. Allaah akan membisikkan langsung ke hatinya tentang kebaikanmu, tanpa perlu kau poles dengan kepalsuan apapun.

Beginilah hidup kawan, kau harus bertahan. Jika yang baik telah kau temukan, maka kebaikan itu kan selalu menyertaimu, kan selalu mengawasimu, menyelamatimu dari sisi-sisi jahat orang-orang disekitarmu. Jika kau baik dan masih saja ada orang yang menjahatimu maka percayalah, itu sunnatullaah. Kelak lewat kesabaranmu, meraka pula akan berbuat baik. Atau bisa saja itu uji bagimu. Dan percayalah, yakinlah. . . sesakit apapun yang kau rasakan sekarang, sepedih apapun yang kau rasakan saat ini kelak kau kan berterimakasih dengannya. Melalui kesakitan kau belajar kesabaran dan kesyukuran. Lalu diantara keduanya adalah keikhlasan. Kau kan belajar untuk itu. Karna beginilah hidup kawan, keikhlasan kan mengobrak abrik emosimu, menekan amarahmu, memberaikan airmatamu, menyesakkan dadamu. Keikhlasan kan tertanam jika kau mampu bersabar dan bersyukur atas nikmat yang kau jalani. Entah itu nikmat senang ataupun nikmat susah.

Hidup itu sederhana, sesederhana mengeja hujan yang jatuh membasahi bumi.


~Di ujung malam menuju Pagi

29 Agu 2012

#Kehilangan


Kehilangan itu rasanya seperti ini. Kau tau?! seperti puzzle yang tertata rapi, namun satu persatu puzzle itu terlepas hingga menyisakan ruang hampa dalam kotaknya. Kita merasa kehilangan karena kita merasa pernah memilikinya. Dari rasa kehilangan itu kita belajar untuk menerima, penerimaan yang tulus. Belajar untuk ikhlas, keihklasan yang lurus. Kita belajar bahwa sesuatu yang kita miliki bukanlah sesungguhnya milik kita. Kita menginginkan sesuatu, meminta dengan rengekan kepada Allaah, namun Allaah tak memberi, bukan berarti Allaah tak mengabulkan doa-doa kita. Tapi Allaah punya sesuatu yang lebih indah daripada yang kita minta pada-Nya. Allaah tau apa yang terbaik buat kita hamba-Nya. Dan kewajiban kita adalah menerima itu semua dengan berprasangka baik pada-Nya. 

Mungkin kan ada raut wajah cemberut, atau bahkan tangisan air mata ketika apa yg kita dapatkan tak sesuai dengan apa yang kita harapkan. Percayalah bahwa Allaah selalu punya rencana indah untukmu, untuk kebaikan hidupmu. Dia lebih tau dari siapapun, karna hanya Dialah yang berhak mengatur hidupmu.

Cukup kau yakin akan janji-Nya. Hal Jazaa ul ihsan illal ihsan, "Tiada balasan kebaikan melainkan dengan kebaikan juga", begitupun sebaliknya. 
Dan Allaah akan menggantikan setiap kehilangan kita dengan ganti yang lebih baik.

Dont be afraid, Innallaaha ma'ashobirin

*Selalu ada doa bagimu yang tulus dalam kesederhanaannya

27 Nov 2010

Rumput liar itu..




Anggap saja aku tak ada
Anggap saja tak ada cerita
Anggap saja kata adalah fatamorgana
Rumput liar tetaplah rumput liar
yang tak mungkin berubah jadi mawar
Rumput liar hanyalah penawar
yang mencoba tegar
ditengah kegersangan ladang yang terhampar.

Batam, 27112010

Dua beda

 Terkadang luka ada baiknya datang diawal. Agar kau tau bahwa hidup tak hanya tentang cinta.  Gemerlap dunia hanya persinggahan yg fana.  Me...