Tampilkan postingan dengan label Galaksi Kinanthi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Galaksi Kinanthi. Tampilkan semua postingan

6 Okt 2011

Sekali Mencintai sesudah itu mati (part 10)

Galaksi itu ada sejak manusia pertama tercipta. Di sana hidup para hati yang terjebak dalam ruang tunggu tanpa tepi waktu. Bersemadi, menanti bagian jiwa yang terbelah sejak lama. Mereka yang menyusun saf semesta, bertawaf dalam lingkaran purba bernama...

Galaksi Cinta...

Sekali Mencintai sesudah itu mati (part 9)

Setiap petang di bulan Juni, para penghuni galaksi itu berkumpul menikmati ekor cahaya matahari. Sejak ledakan besar dahulu, Galaksi Cinta ditaburi sejuta matahari yang terangnya 1000 kali lipat lebih cemerlang dibanding matahari milik Bima Sakti.

Sekali Mencintai sesudah itu mati (part 9)

Bulan Juni yang istimewa. Setahun penuh mereka takzim dalam rotasi planet-planet dan tawaf berjamaah yang diikuti seluruh penduduk angkasa. Tawaf raksasa yang menghabiskan waktu begitu lama. Kemudian, mereka beristirahat pada Bulan Juni.

Sekali Mencintai sesudah itu mati (part 8)

Juni yang ditunggu-tunggu. Saat itu, para penghuni Galaksi Cinta akan duduk bergerombol di atas bukit yang ditumbuhi ilalang berbulu lembut. Angin memainkan musik yang menabuh sepi dan kerinduan yang kronis. Mereka lalu saling bercerita tentang kisah yang sama. Diulang-ulang, tapi tak pernah mendatangkan rasa bosan.

Sekali Mencintai sesudah itu mati (part 8)

Ada yang tersenyum sambil membisikkan dendang langka. Lagu yang sudah tak dikenali generasi masa kini. Punah dikunyah masa. Bibirnya tersenyum, tetapi matanya melelehkan air mata. Ia teringat tatapan mata belahan hatinya.

Sekali Mencintai sesudah itu mati (part 7)

Jika engkau cinta, tatapan seperti itu tidak mungkin dusta. Tatapan yang tidak mampu kautukar dengan gunung emas. Tatapan kasih yang tak terbatas. Seolah tak cukup engkau serahkan seluruh hidup. Tatapan yang telah tertinggal oleh waktu, mustahil diulang. Sebab, belahan jiwanya terlanjur mengangkasa.
Meninggalkan dia di Galaksi Cinta.
Membiarkannya menunggu tanpa tenggat waktu.
Rasanya, melanjutkan hidup sekadar menghitung mundur menuju hari kematian. Namun, dia rela. Engkau mengatainya bodoh. Namun, dia rela.

Sekali Mencintai sesudah itu mati (part 6)

Ada yang menyendiri sambil menatap langit. Baginya, menarik napas pun seolah membuat nyawanya terampas. Rindu yang menyesakkan. Pada titik tertentu seperti mengosongkan paru-paru. No Air...no air.
Rasa yang sudah begitu renta, tapi tak pernah menjadi kata-kata. Dia kini terlalu tua untuk merangkai kalimat mesra. Bagimu tak ada kata terlambat untuk mencintai, baginya tidak pernah ada waktu untuk mengatakan, "setelah Tuhan, kaulah yang mampu mematikan matahari."

Sekali Mencintai sesudah itu mati (part 5)

Dahulu, ketika jiwanya belum terbelah, ketika kebersamaan masih begitu mudah, dia menyemai bibit dalam hati. Begitu asyiknya hingga saat setengah jiwanya pergi, sudah terlambat untuk mematikan tanaman hati ini.

Sekali Mencintai sesudah itu mati (part 4)

Hingga kini, menunggu baginya tak berarti harus bertemu. Ia melarikkan bait puisi tanpa berharap setengah jiwanya kembali. Kepada temaram petang, dia melengkungkan perasaannya yang berumur selamanya. Terkadang, hasratnya menggejolak, menghasutnya untuk melakukan sebuah perjalanan. Meniti jejak di permukaan pelangi. Barangkali, setengah jiwanya berada di sana.

Sekali Mencintai sesudah itu mati (part 3)

Jika waktu adalah kupu-kupu, sudah lelah hatinya melanglang setiap sudut bumi. Sampai waktunya untuk berhenti. Tetap menunggu, namun tak berharap untuk bertemu. Dia menyadari, tidak semua cinta layak diperjuangkan. Maka, yang tertinggal adalah jejak kasih yang mulai memburam. Ia bersihkan setiap debu yang membuat jejak itu tak gemintang. Mencoba bergembira dengan apa yang yang pernah terjadi. Menyimpannya bagai sekotak perhiasan. Engkau mengatainya sia-sia. Namun, dia tetap cinta...

Sekali Mencintai sesudah itu mati (part 2)

“….. Sama denganmu, bagiku, Galaksi Cinta tidak akan pernah tiada. Ketika malam tak terlalu purnama, lalu kausaksikan bintang-bintang membentuk rasi menurut keinginan-Nya, cari aku di Galaksi Cinta. Aku akan tetap ada di sana. Tersenyumlah… Allah mencintaimu lebih dari yang kamu perlu.” (Ajuj)

Sekali Mencintai sesudah itu mati.

"Beginilah cara kerja sesuatu yang engkau sebut cinta; Engkau bertemu seseorang lalu perlahan-lahan merasa nyaman berada disekitarnya. Jika dia dekat, engkau akan merasa utuh dan terbelah ketika dia menjauh. keindahan adalah ketika engkau merasa ia memerhatikanmu tanpa engkau tahu. Sewaktu kemenyerahan itu meringkusmu, mendengar namanya disebut pun menggigilkan akalmu. Engkau mulai tersenyum, dan menangis tanpa mau disebut gila."

Barisan Pagi...

Kelak, akan kuberi tahu engkau jika sudah ada sesuatu yang pasti. Atau, jika pada suatu pagi gerimis, bau tanah basah mengurai penciumanmu dengan romantisme dan engkau bertemu dengan keduanya di suatu tempat, tolong kabari aku segera. Aku sungguh ingin tahu.

Dua beda

 Terkadang luka ada baiknya datang diawal. Agar kau tau bahwa hidup tak hanya tentang cinta.  Gemerlap dunia hanya persinggahan yg fana.  Me...