Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan
13 Mar 2013
Mereka Berkata Tentang Cinta
Anas radhiallahu anhu berkata, "Nabi shallallahu alaihi wasallam berkata,
ما تحابا الرجلان إلا كان أفضلهما أشدهما حبا لصاحبه
'Dua orang saling mencintai (karena Allah) maka yang paling baik di
antara keduanya adalah yang paling kuat cintanya kepada temannya."'
[Shahih, di dalam kitab Ash-Shahihah (450). [lihat kitab Shahih Adabul Mufrad]
Dari Ubaid al-Kindi berkata:
سَمِعْتُ عَلِيًّا يَقُوْلُ لاِبْنِ الْكَوَّاءِ هَلْ تَدْرِي مَا قَالَ
اْلأَوَّلُ ؟ أَحْبِبْ حَبِيْبَكَ هَوْنًا مَا عَسَى أَنْ يَكُوْنَ
بَغِيْضَكَ يَوْمًا مَا وَأَبْغِضْ بَغِيْضَكَ هَوْنًا مَا عَسَى أَنْ
يَكُوْنَ حَبِيْبَكَ يَوْمَا مَا
“Aku mendengar Ali berkata
kepada Ibnul Kawwa, “Apakah engakau tahu apa yang dikatakan pertama?”
“Cintailah orang yang engkau cintai dengan sewajarnya, karena mungkin ia
akan menjadi orang yang engkau benci suatu hari nanti. Bencilah orang
yang engkau benci dengan sewajarnya, mungkin ia akan menjadi kecintaanmu
suatu hari nanti.”
[Hasan lighairihi, diriwayatkan dengan
riwayat yang mauquf, telah di shahihkan dengan riwayat marfu' di dalam
kitab Ghaayatul-Maram (272), (Lihat Shahih Adabul Mufrad Imam Bukhari)
oleh Syaikh Albani)]
Dari Aslam, dari Umar bin Khaththab radhiallahu anhu berkata:
لاَ يَكُنْ حُبُّكَ كَلَفًا وَلاَ بَغُضُكَ تَلَفًا فَقُلْتُ كَيْفَ ذَاكَ
؟ قَالَ إِذَا أَحْبَبْتَ كَلِفْتَ كَلَفَ الصَّبِيِّ وَإِذَا أَبْغَضْتَ
أَحْبَبْتَ لِصَاحِبِكَ التَّلَف
“Janganlah cintamu menjadikan
keterlenaan bagimu, dan jangan pula kebencianmu menjadikan kehancuran
bagimu. Aku berkata, “Bagaimanakah itu?” Ia berkata, “Bila engkau
mencintainya, maka engkau mencitainya sampai engkau terlena seperti
layaknya seorang anak kecil, dan bila engkau membenci, engkau
menginginkan kehancuran baginya.”
Shahih sanadnya (Lihat Shahih Adabul Mufad Imam Bukhari oleh Syaikh Albani)
Mu’adz bin Jabal radhi'allahu 'anhu berkata:
إذا أحببت أخا فلا تماره ولا تشاره ولا تسأل عنه فعسى أن توافى له عدوا فيخبرك بما ليس فيه فيفرق بينك وبينه
"Apabila engkau mencintai seseorang, maka janganlah engkau berdebat
dengan dia. Janganlah engkau membicarakannya, janganlah engkau bertanya
tentang dia, karena barangkali engkau bertemu dengan musuhnya lalu dia
memberitahukanmu tentang sesuatu yang tidak terdapat pada dia sehingga
menyebabkan perpecahan antara dia denganmu."
Shahih, sanadnya
yang mauquf dan hadits tersebut diriwayatkan dengan periwayatan yang
marfu' di dalam kitab Adh-Dha'ifah (1420).
http://www.khayla.net/
Sumber: FanPage Muslimah.or.id
Iblis Berkhutbah
Iblis berkhutbah…??,
benar…
ia berkhutbah…
bahkan khutbah yang paling menyentuh hati…
tidak ada khutbah yang menyentuh hati
sebagaimana khutbah Iblis ini.
Al-Hasan Al-Bashri rahimahullah
berkata :
"Tatkala hari kiamat
Iblis berdiri di atas sebuah mimbar dari api
lalu berkhutbah seraya berkata,
"Sesungguhnya
Allah telah menjanjikan kepadamu janji yang benar,
dan akupun telah menjanjikan kepadamu
tetapi aku menyalahinya…"
(Tafsiir At-Thobari 16/563)
--
Al-Haafizh Ibnu Katsiir rahimahullah
berkata :
"Allah mengabarkan tentang khutbah yang disampaikan oleh Iblis kepada para pengikutnya,
yaitu setelah Allah memutuskan/menghisab para hambaNya,
lalu Allah memasukan kaum mukminin ke surga,
dan Allah menempatkan orang-orang kafir ke dalam neraka jahannam.
Maka Iblispun tatkala itu berdiri dan berkhutbah kepada para pengikutnya
agar semakin menambah kesedihan di atas kesedihan mereka,
kerugian di atas kerugian,
serta penyesalan di atas penyesalan…."
(Tafsiir Al-Qur'an Al-'Adziim 4/489)
--
Khutbah tersebut disampaikan oleh Iblis kepada para pengikutnya pada saat yang sangat menegangkan…
tatkala mereka pertama kali dimasukkan ke dalam neraka jahannam…
tatkala mereka telah melihat api yang menyala-nyala
yang siap membakar mereka…!!!
--
Khutbah tersebut…
Benar-benar masuk ke dalam hati para pengikut Iblis…,
Khutbah yang mengalirkan air mata mereka…
khutbah yang benar-benar telah menyadarkan mereka akan kesalahan-kesalahan mereka…
Khutbah yang menyadarkan mereka
bahwasanya selama ini
mereka hanya terpedaya oleh sang pemimpin…
sang khotiib
Iblis la’natullah 'alaihi
--
Allah menyebutkan khutbah Iblis yang sangat menyentuh tersebut:
"Dan berkatalah syaitan
tatkala perkara (hisab) telah diselesaikan:
"Sesungguhnya
Allah telah menjanjikan kepada kalian janji yang benar,
dan
akupun telah menjanjikan kepada kalian
tetapi aku menyalahinya.
sekali-kali tidak ada kekuasaan bagiku terhadap kalian,
melainkan (sekedar) aku menyeru kalian
lalu kalian mematuhi seruanku,
oleh sebab itu
janganlah kalian mencerca aku
akan tetapi
cercalah diri kalian sendiri.
Aku sekali-kali
tidak dapat menolong kalian
dan kalian pun sekali-kali tidak dapat menolongku.
Sesungguhnya
aku tidak membenarkan perbuatan kalian
yang mempersekutukan aku (dengan Allah)
sejak dahulu".
Sesungguhnya
orang-orang yang zalim itu mendapat siksaan yang pedih".
Dan dimasukkanlah orang-orang yang beriman dan beramal saleh
ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai,
mereka kekal di dalamnya
dengan seizin Tuhan mereka"
(QS Ibrahim : 22-23)
--
Demikianlah khutbah Iblis tersebut….
setelah ia menggoda manusia…
setelah menipu mereka…
setelah menjerumuskan mereka
dalam neraka…
setelah tercapai cita-citanya…
lalu…
Iapun berlepas diri
dari para pengikutnya.
Ia sama sekali tidak mau bertanggung jawab atas godaan-godaannya…
Bahkan ia sama sekali tidak mau disalahkan dan dicela…
akan tetapi
ia menyuruh mereka (para pengikutnya)
untuk mencela diri mereka sendiri…
Bahkan ia mengaku
sejak dulu kufur/ingkar
terhadap kesyirikan yang dilakukan oleh pengikutnya…
--
Yang lebih menjadikan para pengikutnya tersentuh,
Iblis menutup khutbahnya dengan menyatakan bahwa
"Sesungguhnya orang-orang zalim
mendapatkan siksaan yang pedih"…
lalu Iblis menyebutkan
tentang kenikmatan penduduk surga,
yaitu
orang-orang yang tidak mau menjadi pengikut Iblis…!!!
--
Sungguh kehinaan dan kesedihan yang tidak bisa terbayangkan
dalam hati para penghuni neraka
tatkala mendengar khutbah
dari sang pemimpin…
Semoga Allah menjaga kita dari rayuan Iblis…
jangan sampai kita termasuk dari orang-orang yang tersentuh karena kutbah Iblis ini….
orang-orang yang tatkala di dunia
tidak tersentuh oleh nasehat-nasehat,
tidak tergerak hati mereka
tatkala mendengar pengajian-pengajian
dan khutbah-khutbah…
hati mereka hanyalah
tergerak dan tersentuh
tatkala mendengar khutbah Iblis….
wal'iyaadzu billah.
Kota Nabi -shallallahu 'alaihi wa sallam-, 14-02-1434 H / 27 Desember2012 M
Abu Abdilmuhsin Firanda Andirja
www.firanda.com
22 Jan 2013
Keelokan dan Keburukan Amalan Hati
Keelokan dan kecantikan yang berasal dari amal shalih di dalam hati
akan berimbas kepada keindahan wajah. Demikian juga dengan keburukan dan
kenistaan yang berasal dari amalan rusak di dalam hati akan berimbas
kepada kegelapan wajah.
Selanjutnya, efek pada wajah tersebut semakin kuat seiring dengan
kuatnya amal shalih maupun amal yang rusak. Semakin banyak kebajikan dan
ketakwaan, maka semakin kuatlah keelokan dan keindahan. Sebaliknya,
semakin kuat dosa dan permusuhan, maka semakin kuatlah keburukan dan
kenistaan. Sampai-sampai fenomena seperti ini bisa menghapus keindahan
dan juga keburukan fisik. Berapa banyak orang yang tidak memiliki bentuk
fisik yang indah, tapi ia memiliki amal shalih yang memancarkan
keindahan dan kecantikan luar biasa, hingga membias pada keindahan
fisiknya.
Karena itulah, bias pada fisik ini begitu nyata
terlihat pada kontinyuitas keburukan di akhir-akhir usia menjelang
kematian. Sehingga Anda bisa melihat wajah Ahlussunnah dan ahli
ketaatan, semakin mereka tua semakin bertambah keindahan dan
kewibawaannya. Bahkan, salah seorang dari mereka ketika tua memiliki
wajah lebih indah dan lebih tampan dibanding wajahnya ketika muda.
Sebaliknya, Anda melihat wajah ahli bid’ah dan maksiat, semakin mereka
tua semakin gelap dan kelam wajah-wajahnya. Sampai-sampai orang yang
dahulu mengenalnya ketika muda, tidak bisa lagi mengenali wajahnya…
(Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah, al Istiqamah, I/365)
19 Jan 2013
Asas kebaikan dan keburukan
Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan, ”Asas seluruh kebaikan adalah
pengetahuanmu bahwa apa saja yang Allah kehendaki pasti terjadi, dan apa
saja yang tidak Dia kehendaki pasti tidak akan terjadi. Ketika itulah
akan tampak, bahwa semua kebaikan adalah berasal dari nikmat-Nya, maka
sudah semestinya kamu pun bersyukur kepada-Nya atas nikmat itu, dan kamu
memohon dengan sangat kepada-Nya agar nikmat itu tidak terputus darimu.
Dan akan tampak pula, bahwa seluruh keburukan adalah akibat (manusia)
dibiarkan bersandar kepada dirinya sendiri dan bentuk hukuman dari-Nya,
maka sudah semestinya kamu bersungguh-sungguh berdoa kepada-Nya agar
menghalangimu dari keburukan-keburukan itu. Mintalah kepada-Nya supaya
kamu tidak dibiarkan bersandar pada dirimu sendiri (tanpa ada bantuan
dari-Nya) dalam mengerjakan kebaikan-kebaikan dan meninggalkan
keburukan-keburukan.”
Beliau melanjutkan, ”Seluruh ahli ma’rifat pun telah sepakat bahwa
segala kebaikan bersumber dari taufik yang Allah karuniakan kepada
hamba. Dan semua bentuk keburukan bersumber dari penelantaran Allah
terhadap hamba-Nya. Mereka pun telah sepakat, bahwa hakekat taufik
adalah ketika Allah tidak menyerahkan urusanmu kepada dirimu sendiri.
Sedangkan hakekat al-khudzlan (ditelantarkan) yaitu ketika Allah
membiarkan kamu bersandar kepada kemampuanmu semata (tanpa bantuan-Nya)
dalam mengatasi masalahmu. Kalau ternyata segala kebaikan bersumber dari
taufik, sedangkan ia berada di tangan Allah bukan di tangan hamba, maka
kunci untuk mendapatkannya adalah do’a, perasaan sangat membutuhkan,
ketergantungan hati yang penuh kepada-Nya, serta harapan dan rasa takut
kepada-Nya…” (al-Fawa’id, hal. 94).
25 Des 2012
Luangkanlah Sejenak
Sejenak saja, hingga akhirnya kita benar-benar merasakan kedamaian itu. Kau tau Rindu? Betapa aku dulu begitu merinduimu. Hingga akhirnya perlahan kau merangkul rinduku, dan erat memeluknya. Aku percaya bahwa kau akan kembali menjumpaiku. Seperti semalam, saat ini, dan esok serta lusa, aku ingin terus membersamaimu dalam kedamaian harmoni-Nya. Dan kita akan terus bersama dibawah kanopi-Nya. Tanpa penghalang, tiada rintangan. Namun tetaplah membutuhkan perjuangan dan kesungguhan. Aku ingin mencintaimu dengan perlahan, agar semakin lama semakin kuat kita bertahan, bersua dipenghujung malam, menjelujurkan doadoa dan pengharapan pada Yang Memiliki Kehidupan. Hingga kita menjadi satu kesatuan tak terpisahkan, meskipun kematian. Karena kau akan membersamaiku di singgasana persaksian.
Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam bersabda: “Di antara doa
Nabi Daud ’alihis-salaam ialah: “Ya Allah, sesungguhnya aku memohon
kepadaMu cintaMu dan cinta orang-orang yang mencintaiMu dan aku memohon
kepadaMu perbuatan yang dapat mengantarku kepada cintaMu. Ya Allah,
jadikanlah cintaMu lebih kucintai daripada diriku dan keluargaku serta
air dingin.” Dan bila Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam mengingat
Nabi Daud ’alihis-salaam beliau menggelarinya sebaik-baik manusia
dalam beribadah kepada Allah.”
(HR Tirmidzi 3412)
24 Des 2012
Prasangka dalam Dusta
Seringkali orang2 sama sekali tidak sedang membicarakan kita. Orang2 sedang membicarakan diri sendirinya.
Tetapi kenapa kita tiba-tiba merasa orang2 sedang membicarakan kita? Lantas kita berseru hanya untuk 'membela diri'. Membuat orang2 yang sedang bicara menoleh bingung, 'eh, ini siapa yang tiba-tiba marah2?'
Pernah mengalaminya bukan?
Kalian tahu, inilah salah-satu tabiat orang2 yang pengin tahu urusan orang lain, suka bergunjing dan suka membuka aib. Mereka amat ingin tahu urusan orang lain, tapi ternyata justeru 'amat sensitif' saat orang lain bicara. Semoga dengan terus menjaga diri, pandai meng-hisab diri sendiri, kita bisa terus berlatih menjauh dari hal-hal berdaya rusak tersebut.
~Tere Liye
*Tabayyun terlebih dahulu sebelum membuat prasangka-prasangka negative ke orang lain, ini terpenting. Jika tabayyun tak memungkinkan untuk dilakukan, maka berprasangka baiklah. Singkirkan ego dan kebencian. Sesungguhnya kita umat muslim adalah bersaudara :)
Tetapi kenapa kita tiba-tiba merasa orang2 sedang membicarakan kita? Lantas kita berseru hanya untuk 'membela diri'. Membuat orang2 yang sedang bicara menoleh bingung, 'eh, ini siapa yang tiba-tiba marah2?'
Pernah mengalaminya bukan?
Kalian tahu, inilah salah-satu tabiat orang2 yang pengin tahu urusan orang lain, suka bergunjing dan suka membuka aib. Mereka amat ingin tahu urusan orang lain, tapi ternyata justeru 'amat sensitif' saat orang lain bicara. Semoga dengan terus menjaga diri, pandai meng-hisab diri sendiri, kita bisa terus berlatih menjauh dari hal-hal berdaya rusak tersebut.
~Tere Liye
*Tabayyun terlebih dahulu sebelum membuat prasangka-prasangka negative ke orang lain, ini terpenting. Jika tabayyun tak memungkinkan untuk dilakukan, maka berprasangka baiklah. Singkirkan ego dan kebencian. Sesungguhnya kita umat muslim adalah bersaudara :)
Menangis Untuk Si(apa) ?
Berapa banyak air mata yang sudah kita
tumpahkan untuk seseorang, benda, atau sesuatu di atas dunia ini? Dan
berapa banyak lagi yang akan kita tumpahkan esok lusa?
My dear anggota page. Bukankah kalimat itu nyata? "Seseorang yang mengingat Allah di kala sendirian sehingga kedua matanya mengalirkan air mata (menangis), maka Allah akan menolongnya saat tidak ada lagi pertolongan yg tersisa kecuali pertolonganNya."
Lantas, setelah mengetahui kalimat ini, apakah kita masih memilih menangis ber-ember-ember untuk seseorang, yang jangankan ngasih pertolongan, boleh jadi dia nyadar juga nggak, tahu juga nggak kita sedang menangis untuknya.
Ayo, lebih baik kita menangis untuk Yang Maha mendengar. Janji itu valid, pasti terbukti. Janji itu sungguh hebat, pertolongan saat tidak ada lagi yang bisa menolong. Allah sungguh tahu kita menangis untukNya atau bukan. Maka jangan sia-siakan air mata kita.
~Tere Liye
My dear anggota page. Bukankah kalimat itu nyata? "Seseorang yang mengingat Allah di kala sendirian sehingga kedua matanya mengalirkan air mata (menangis), maka Allah akan menolongnya saat tidak ada lagi pertolongan yg tersisa kecuali pertolonganNya."
Lantas, setelah mengetahui kalimat ini, apakah kita masih memilih menangis ber-ember-ember untuk seseorang, yang jangankan ngasih pertolongan, boleh jadi dia nyadar juga nggak, tahu juga nggak kita sedang menangis untuknya.
Ayo, lebih baik kita menangis untuk Yang Maha mendengar. Janji itu valid, pasti terbukti. Janji itu sungguh hebat, pertolongan saat tidak ada lagi yang bisa menolong. Allah sungguh tahu kita menangis untukNya atau bukan. Maka jangan sia-siakan air mata kita.
~Tere Liye
19 Des 2012
( RENUNGAN ) TEGURAN BAGI KAUM WANITA DAN TEGURAN KITA BERSAMA
Maafkan
bukan bermaksud kasar apalagi kepada saudari yang berhati sensitif,
Rasulullah SAW adalah manusia penyayang nomor satu, kalo ada yang klaim
bukan beliau, mendingan gak usah didengarkan. Diantaranya sifat
penyayangnya, beliau pun mengabarkan kepada kita sekalian, bahwa Nabi
hanyalah pemberi peringatan kepada umatnya, kenapa ? agar kita selamat
dari derita abadi dan azab yg pedih, kalo disimpen dalilnya karena
enggak enak, ntar malah berabe ketemu Rosulullah SAW diakhirat,
salah-salah kita ikutan dosa karena gak bilangin sesama sodara seiman.
Na'udzubillah. Marilah kita simak pemaparannya sbb :
Wahai para wanita...tahukah anda bahwa:
(1) Semakin banyak pandangan lelaki yang tergiur denganmu semakin bertumpuk pula dosa-dosamu
2) Semakin sang lelaki menghayalkanmu...semakin berhasrat denganmu maka semakin bertumpuk pula dosa-dosamu
(3) Janganlah anda menyangka senyumanmu yang kau tebarkan secara
sembarangan tidak akan ada pertanggungjawabannya kelak..!. Bisa jadi
senyumanmu sekejap menjadi bahan lamunan seorang lelaki yang tidak halal
bagimu selama berhari-hari..
(4) Bayangkanlah... betapa
bertumpuk dosa-dosa para artis dan penyanyi yang aurotnya diumbar di
hadapan ribuan...bahkan jutaan para lelaki??
(5) Jika anda
menjaga kecantikanmu dan kemolekan tubuhmu hanya untuk suamimu...maka
anda kelak akan semakin cantik dan semakin molek di surga Allah...
(6) Akan tetapi jika anda umbar kecantikanmu dan kemolekanmu maka
ingatlah itu semua akan sirna dan akan lebur di dalam liang lahad
menjadi santapan cacing dan ulat...dan di akhirat kelak...bisa jadi
berubah menjadi bahan bakar neraka ! Naudzubillah
Allah
Subhannahu wa Ta'ala Berfirman, Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan
Rasul-Nya, maka sungguh dia telah sesat, sesat yang nyata. (Al-Ahzab
:36).
Nabi Shallallaahu alaihi wa Salam bersabda, Setiap umatku
yang bersalah akan dimaafkan, kecuali orang yang secara terang-terangan
berbuat maksiat ( HR-Bukhari Dan Muslim )
Dari Abu Musa
al-Asyari berkata: Rasulullah Saw bersabda: Siapa saja wanita yang
memakai wangi-wangian kemudian keluar rumah dan berjalan melewati satu
kaum sehingga mereka dapat mencium baunya, maka ia adalah wanita PEZINA.
(H.R. an-NasaI)
Rasulullah Saw bersabda: Perempuan yang
berpakaian tetapi TELANJANG, berlenggang-lenggok waktu berjalan.
Menghayun-hayunkan bahu. Kepala mereka bagaikan bonggol unta yang
senget. Golongan ini TIDAK AKAN masuk syurga dan tidak akan dapat
mencium bau wanginya. Sesungguhnya bau wangi syurga itu sudah dapat
dicium dari perjalanan yang sangat jauh daripadanya. (HR-Muslim)
Semoga mereka saudari kita yang belum berjilbab, dibukain pintu hatinya
dan mau kejalan yang benar dengan berjilbab, sama-sama kita doain
dengan kesungguhan hati.
Dunia mah gak sampe 100th, sedangkan
diakhirat saja bediri dipengadilan Allah bisa sampe 50.000 tahun. Mari
kita upayakan kesungguhan kita dan terus berdoa memohon pertolongan-Nya
Sumber: Fanpage FB Yusuf Mansur Network
17 Des 2012
Renungan Kita
Seperti semuanya ditadirkan sedemikian rupa. Hnh . . . sahabat, maafkan aku yang belum mampu menjangkau semua luka dan sedih kalian, maafkan aku yang tak selalu memiliki waktu untuk sekedar mendengar keluh kesah kalian, maafkan aku yang tak mampu membaca gurat luka yang kalian hadirkan lewat isyarat.
Aku menyayangi kalian, Jangan lagi ada duka. Sebab dukamu adalah dukaku. Bahagiamu adalah bahagiaku. Aku ingin kita tersenyum bersama, ceria, merona, merekah, bahagia. Usia kita sudah teramat cukup tua untuk melakukan hal-hal gila yang tak wajar.
Sahabat, ini ukhuwah . . . jika cinta, cukuplah kita bicara tentang Allaah dan Rasul-Nya. Sebab merekalah sejatinya cinta, karena cinta kita kepada antara keduanyalah menyala cinta kita pada sesama, keluarga, orang-orang yang berjuang dijalan-Nya.
Allaah . . . sampaikah kami hingga ke Jannah-Mu? sedang lalai begitu lebih sering menemani raga :(
*Astaghfirullaah ...
Aku menyayangi kalian, Jangan lagi ada duka. Sebab dukamu adalah dukaku. Bahagiamu adalah bahagiaku. Aku ingin kita tersenyum bersama, ceria, merona, merekah, bahagia. Usia kita sudah teramat cukup tua untuk melakukan hal-hal gila yang tak wajar.
Sahabat, ini ukhuwah . . . jika cinta, cukuplah kita bicara tentang Allaah dan Rasul-Nya. Sebab merekalah sejatinya cinta, karena cinta kita kepada antara keduanyalah menyala cinta kita pada sesama, keluarga, orang-orang yang berjuang dijalan-Nya.
Allaah . . . sampaikah kami hingga ke Jannah-Mu? sedang lalai begitu lebih sering menemani raga :(
*Astaghfirullaah ...
~Luka
Terkadang, tak hanya cukup satu luka untuk membuat kita benar-benar mengerti dan menyadari bahwa bukan itu seharusnya jalan yang kita pilih. Ada banyak keberagaman dalam hidup, dan kita masih bisa memilih selama yang dihadirkan adalah pilihan. Tetap bertahan ataukah membuat rencana-rencana baru yang lebih matang dengan sedikit resiko didalamnya.
Jika kita cerdas, maka cukup sekali ujian itu mampu kita lewati. Dan kalaupun hasilnya remedial, maka haruslah pula kita mengulang ujian kembali. Dan harusnya pula kita belajar dari kesalahan yang lalu, belajar dari ujian yang sebelumnya. Memahami dimana letak kekurangan serta kesalahan yang kita lakukan. Keledai tidak akan jatuh di lubang yang sama bukan?!
Adalah belajar dari kesalahan, adalah belajar dari pengalaman kisah silam, adalah belajar menemukan kebenaran, bukan pembenaran. Hidup adalah belajar dan terus belajar. Meski luka, tapi kita tau, bahwa luka adalah bagian dari pelajaran kehidupan yang kita lalui.
*Semoga selalu menjadi pribadi yang baru, dengan semangat menantang menyeru ^^9
Jika kita cerdas, maka cukup sekali ujian itu mampu kita lewati. Dan kalaupun hasilnya remedial, maka haruslah pula kita mengulang ujian kembali. Dan harusnya pula kita belajar dari kesalahan yang lalu, belajar dari ujian yang sebelumnya. Memahami dimana letak kekurangan serta kesalahan yang kita lakukan. Keledai tidak akan jatuh di lubang yang sama bukan?!
Adalah belajar dari kesalahan, adalah belajar dari pengalaman kisah silam, adalah belajar menemukan kebenaran, bukan pembenaran. Hidup adalah belajar dan terus belajar. Meski luka, tapi kita tau, bahwa luka adalah bagian dari pelajaran kehidupan yang kita lalui.
*Semoga selalu menjadi pribadi yang baru, dengan semangat menantang menyeru ^^9
Karena Aku Ingin Menjadi Lebih Baik
Setiap
kita pasti merindukan perubahan diri ke arah yang jauuh lebih baik.
Banyak target dan rencana yang sudah dibuat, tapi mengapa perubahan itu
tak jua terjadi. Masalahnya terkadang kita selalu menunggu momentum
terbaik untuk berubah. Ada yang menunggu pergantian tahun, ada yang
menunggu momen milad, bahkan ada yang menunggu hingga ramadhan
berikutnya dan berbagai momentum lainnya.
Tapi ketika momentum itu hadir pun, kadang perubahan yang kita idamkan tak kunjung terjadi. Mengapa hal ini terjadi?
Sebenarnya
tidak salah memanfaatkan suatu momentum tertentu untuk berubah.
Misalnya seorang wanita yang ingin berjilbab, karena malu kalau mendadak
berjilbab takut dikatakan sok sholeh, maka dia pergi dulu ke luar kota,
sepulangnya dari sana dia sudah berjilbab. Diharapkan orang lain pun
akan memakluminya. Atau seorang pemuda yang ingin merutinkan sholat
berjamaah di masjid memanfaatkan momentum ramadhan, karena di bulan
ramadhan sudah lumrah masyarakat sholat berjama’ah di masjid.
Tapi
sobat, tahukah bahwa sebetulnya momentum terbaik untuk berubah selalu
ada setiap hari. Bahkan di depan mata kita. Perubahan malam menjadi
siang, siang berganti malam, itulah momentum terindah yang disediakan
Allah SWT untuk hamba-hamba-Nya yang berniat memperbaiki diri secara
terus menerus dan berkesinambungan (tidak mendadak berubah seperti Power
Ranger: Berubah!!^_^).
“Dan
Dia (pula) yang menjadikan malam dan siang silih berganti bagi orang
yang ingin mengambil pelajaran atau orang yang ingin bersyukur.” (Al
Furqan: 62)
Subhanallah,
telah berapa kali kita berkesempatan untuk berjumpa siang dan malam?
Tentu sepanjang Allah memberi kita waktu di dunia ini. Ketika kita
menjumpai pagi hari, tidak ada yang menjamin kita bertemu sore hari.
Maka segeralah beramal selagi kita mempunyai kesempatan itu. Perubahan
yang kita idamkan akan segera terwujud bila kita segera melaksanakannya
setahap demi setahap pada setiap pergantian waktu siang dan malam yang
Allah SWT sediakan untuk kita.
Ibnu
Umar ra. berkata, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam memegang
pundakku dan bersabda, "Didunia ini, jadilah kamu seperti orang asing
atau penyebrang jalan." Ibnu Umar ra berkata, 'Jika kamu di sore hari,
jangan menunggu pagi hari; dan jika kamu di pagi hari, jangan menunggu
sore hari. Manfaatkan waktu sehatmu sebelum kamu sakit, dan waktu
hidupmu sebelum kamu mati." (H.R. Bukhari)
Sahabat,
Hidup sekali, hiduplah yang berarti
Tiada waktu berlalu kan kusesali
Karena kuingin kita menjadi lebih baik
Hidup sekali, hiduplah yang berarti
Tiada waktu berlalu kan kusesali
Karena kuingin kita menjadi lebih baik
Oleh: Budi Riana, Web In Rumah Zakat
Wanita dan Jaman Modern
Di jaman modern saat ini, boleh jadi wanita tidak butuh perlindungan siapapun, mereka bisa menjaga diri.
Kalau mereka memang butuh, maka boleh jadi dia butuh perlindungan justeru dari ketidakpastian, berlama-lama, plintat-plintut, ragu-ragu, ketidaksiapan, ketidakberanian dari laki-laki yang mengaku mencintainya. Mereka butuh perlindungan dari laki-laki yang hanya berani pacaran saja, tidak jelas tujuannya, kecuali asyik dekat2 pada gerbang pergaulan bebas.
*pahami dan camkan.
~Tere Liye
16 Des 2012
Menembus Batas Kehidupan
Kita menari, diantara dua bayangan. Hitam putih. Kau aku. Kita. Terus menari, mencari nada yang bersesuaian. Berkali berhenti atau mungkin terhenti, lalu kita pergi dan kembali membersamai hari. Menyapa lewat misykat qalbu, berkata lewat sajak yang patah, menepi lewat mimpi, berbagi, menginspirasi, bertukar pendapat, sesekali beradu argumentasi, lalu diam atau mungkin mendiamkan.
Kadang kekesalan itu hadir, ketika jelas berbuat kesalahan tiada gerak sapa untuk mengajukan kata maaf. Hanya butuh sapa kata, meski dihati, jauh dilubuk sebenarnya telah lebih dulu memberi maaf. Hanya mencari kepedulian diantara bekunya suasana bagai batu, seperti tak pernah menyatu sebelumnya.
Dan kadang diam untuk menghindar adalah kebaikan. Agar tiada celah amarah yang sejak kemarin tertahan terlampiaskan. Dan adakalanya pun diabaikan adalah sebuah kebaikan, ketika yang mencari-cari perhatian menjadi begitu ingin terus diperhatikan.
Hidup ini begitu, hidupmu, hidupku, hidup kita semua manusia. Berjalan sesuai dengan garis edarnya. Sesuai dengan apa yang menjadi kehendak-Nya. Yang telah terjadi, kita tak bisa lagi memilih. Yang akan terjadi nanti ada diantara kesempatan dan pilihan, atau jua ketentuan takdir Allaah.
Maka bersabarlah, ketika segala keinginan tak terwujud dengan segera. Allaah lebih tau apa yang terbaik bagi hamba-Nya.
Maka bersyukurlah, ketika memiliki segala yang telah ia beri meski kita begitu menginginkan yang lainnya.
Sebab Allaah tak pernah main-main dengan janji-Nya.
"Dan tiadalah kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan senda gurau belaka. Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertaqwa. Maka tidakkah kamu memahaminya?"
Kadang kekesalan itu hadir, ketika jelas berbuat kesalahan tiada gerak sapa untuk mengajukan kata maaf. Hanya butuh sapa kata, meski dihati, jauh dilubuk sebenarnya telah lebih dulu memberi maaf. Hanya mencari kepedulian diantara bekunya suasana bagai batu, seperti tak pernah menyatu sebelumnya.
Dan kadang diam untuk menghindar adalah kebaikan. Agar tiada celah amarah yang sejak kemarin tertahan terlampiaskan. Dan adakalanya pun diabaikan adalah sebuah kebaikan, ketika yang mencari-cari perhatian menjadi begitu ingin terus diperhatikan.
Hidup ini begitu, hidupmu, hidupku, hidup kita semua manusia. Berjalan sesuai dengan garis edarnya. Sesuai dengan apa yang menjadi kehendak-Nya. Yang telah terjadi, kita tak bisa lagi memilih. Yang akan terjadi nanti ada diantara kesempatan dan pilihan, atau jua ketentuan takdir Allaah.
Maka bersabarlah, ketika segala keinginan tak terwujud dengan segera. Allaah lebih tau apa yang terbaik bagi hamba-Nya.
Maka bersyukurlah, ketika memiliki segala yang telah ia beri meski kita begitu menginginkan yang lainnya.
Sebab Allaah tak pernah main-main dengan janji-Nya.
"Dan tiadalah kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan senda gurau belaka. Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertaqwa. Maka tidakkah kamu memahaminya?"
[ QS. Al-An'aam (Al-An'am) [6] : 32]
#SangPembelajar
11 Des 2012
Ruang Hati
Jika Hati adalah sebuah rasa.
Maka izinkan saya menguraikannya menjadi tiga buah ruangan didalamnya.
- Sebuah pintu untuk masa lalu
- Sebuah pintu untuk masa sekarang, dan
- Sebuah pintu untuk masa yang akan datang
Jika aku ada dalam bagian hatimu,
diruang yang manakah kau meletakkanku?
Jika di pintu yang pertama, maka
segera padamkan cahaya yang ada didalamnya. Karna aku hanyalah sebuah masa lalu
dalam hidupmu. Sebuah masa yang sudah tak berlaku lagi untuk hidupmu yang
sekarang. Karna masa lalu hanyalah sesuatu yang sangat jauh dan takkan mungkin
lagi untuk kita rengkuh. Ingat..!!! kau harus memadamkannya. Karna jika tidak,
kau takkan mampu menyalakan lampu masa depanmu dipintu yang ke-3.
Jika di pintu yang kedua, maka
biarkanlah ruang itu bercahaya. Jadikanlah aku sebagai temanmu bercerita,
berbagi rasa, berbagi pengalaman, saling bertukar pikiran, berpetualang bersama
kehidupan. Karna pintu untuk masa sekarang memang takkan bisa kau padamkan.
Pintu inilah yang cahayanya senantiasa menyala.
Jika dipintu yang ketiga, maka
jangan nyalakan dulu cahayanya. Tunggulah waktu pada saatnya nanti kan tiba.
Sebab jika lampu masa depan ini dinyalakan sekarang, maka akan merusak system
pencahayaan pada ruangan-ruangan yang ada didalam hatimu.
Pernahkah kamu mendengar tentang
ini,
“Banyak manusia menangis. Karena
mereka mengira akan kelaparan dihari esok. Mereka merasa akan tertimpa penyakit
tahun depan. Mereka berpendapat, dunia akan berakhir seratus tahun lagi.
Sesungguhnya orang yang umurnya bukan ditangannya, tidak boleh menggadaikan
sesuatu dengan sesuatu yang tidak dipunyainya. Orang yang tidak tau kapan ia
akan wafat, tidak boleh menyibukkan diri dengan memikirkan sesuatu yang belum
datang. Tinggalkanlah urusan besok, hingga datang waktu yang tepat. Jangan
Tanya kabarnya, dan jangan tunggu kehadirannya. Lakukan yang terbaik. SEKARANG!”
“Yang lalu telah berlalu, dan yang telah pergi telah mati. Jangan
dipikirkan yang telah lalu karena telah pergi dan selesai.
Dalam satu rentang waktu bernama zaman hanya ada satu kata: SEKARANG!
Biarkan masa depan itu hingga dia datang sendiri, dan jangan terlalu
berkepentingan dengan hari esok. Karen jika anda melakukan yang terbaik dihari
ini maka hari esok juga akan baik.”
( Aidh Al Qarni- Laa Tahzan)
-Langit Senja-
25 January 2010
Menjaga Hati
Seorang sahabat bertanya kepada
saya tentang "Menjaga Hati".
"Lu, emangnya kita wajib ya
jaga hati? Dosa ya kalau kita menyukai seseorang secara diam-diam?"
Pertanyaan polos ini bukan
berarti nggak berlandasan sama sekali. justru pertanyaan ini keluar setelah
kata2 "Susah menjaga hati..!!!"-ini keluar dari lisan saya.
Menjaga hati, tentu saja wajib.
(Menurut saya Lho ya...) dan alasannya tentu saja beragam (tapi, mikir sendiri
aja ya, saya lagi males nulis panjang2 apa alasannya- durasi tulisannya nanti
bakalan nggak cukup)^,^v
kita ke pertanyaan selanjutnya,
"Dosa ya, kalau kita menyukai seseorang secara diam2?"
Uups...
Ehm..(Serius nih!) ketika kita
menyukai seseorang secara diam2, menurut saya sih nggak dosa. Namanya juga
manusia. sudah fitrahnya mencintai dan dicintai. (Ya khan..!!)
jika kita mencintai seseorang
secara diam2, mintalah pada Allah agar menjaga cinta itu tetap dengan berlandaskan
bahwa kita mencintainya karna Allah. Mungkin karna faktor ketaatan seseorang
tersebut dalam agama dan lain sebagainya. Yang kudu diingat, mencintai
seseorang adalah dengan tidak mengganggu kehormatannya. Lalu senantiasa lah
mendoakannya agar orang yang kita cintai itu selalu diberi kebaikan oleh Allah.
Yang kudu diwaspadai, jangan sampai cinta itu membawa kita kejurang
kemaksiatan. Sebab, masalah hati ini sangat Urgent. Setan kapan aja bisa
nyelinap didalamnya. Jika kita tidak pandai menjaganya, maka setanlah yang akan
menguasai diri kita.
Nggak gampang memang-urusan
menjaga hati ini. Karna kita adalah manusia biasa yang mempunyai kelemahan. Mintalah
pada Allah agar tetap menyelimuti dan menjaga hati kita dengan Cinta-NYA.
Niscaya kita kan merasakan manisnya iman.
Seperti Fathimah dan 'Ali, saling
mencintai dalam kerahasiaan yang paling rapat, kepasrahan paling kuat, dan
ikhtiyar suci yang menemukan jalannya..Dengan karunia Allah! Jika kita
Husnuzhzhon pada-NYA..
Oia, berikut saya paparkan juga
pendapat dari sahabat saya tentang "Menjaga Hati"
Ukhty An-Nur :"Ups..jaga
hati- Harus! Suka ma orang tu nggak salah. Malah normal tu. Kayak makan ikan
trus kena durinya itu wajar. Karna ada tulang ikan!
Yang salah itu kita, membiarkan
duri tersebut nancap ditenggorokan. Nanti bsa infeksi. Hati juga gitu, nanti
bisa terkotori jika ada yang disimpan didalamnya. Gitu mungkin kira2.."
Sekali lagi, Urusan menjaga hati
itu memang nggak Gampang. Penuh Perjuangan Bung!
Karna tiap manusia punya
kelemahan. Ada saatnya ke-Imanan seseorang berada diatas dan ada saatnya juga
berada dibawah (futur). Ujian terkadang justru datang pada saat ImTaq (Iman dan
Taqwa) kita lagi kuat2nya, lagi semangat2nya. Bahkan bentuk ujian itupun bisa
lebih dahsyat dari yang biasanya. Namanya juga ujian keimanan..saat kita
berhasil melewai suatu ujian, maka kita akan naik ketingkatan yang lebih tinggi
lagi tentunya..
"Jagalah Allah, maka Allah
akan Menjagamu"
Jika dihubung2kan dengan masalah
hati, maksud dari kalimat diatas adalah jagalah hatimu dengan selalu mengingat
Allah.[ Hal ini terdapat dalam firman-NYA di QS. Ar Ra'du Ayat 28: "Alla
bidzdzikrillahi tathma'innul Qulb"-Hanya dengan mengingat Allah-lah hati
menjadi tentram-]. kemudian, selain dengan mengingat Allah kita bisa juga
menjaga hati kita dengan mengukir nama Allah dalam pusara Qalbu kita, memenuhi
segala ruang yang ada dihati kita dengan "Allah". Maka jika sudah
begitu, Allah-lah yang akan menjaga hati kita, menyelimuti hati kita. Jika hati
kita telah terpenuhi dan tercukupi dengan segala tentang Allah-maka kita akan
menjadi hamba yang tidak bergantung kepada siapapun selain kepada-NYA, kita
menjadi hamba yang Qana'ah atas apa yang diberikan-NYA pada kita, merasa ridho,
ikhlas dan lain sebagainya.
Allah berkata dalam firman-NYA
dalam Surat Al Baqarash ayat 153:
"Yaa Ayyuhalladziina
amanusta'inu bishshobri washsholaati innallaha ma'ashshobiriin"
-Hai orang2 yang beriman,
mintalah pertolongan Allah dengan sabar dan sholat, sesungguhnya Allah bersama
orang2 yang sabar-
Jadi..ketika datang ujian melanda
hati, maka bersabarlah atas ujian itu, sholatlah! persibuklah diri dengan
mengingat Allah. Lakukan amalan2 sunnah secara berkala. Karna, suatu amalan
kecil yang dilakukan secara berkala dan terus menerus lebih dicintai Allah dan
Rasul-NYA dari pada suatu amalan besar yang dilakukan sekali saja (tanpa adanya
kesinambungan)
Terlepas dari ini semua, saya
juga hanya manusia biasa. Hamba-NYA yang Dhoif. Yang masih belajar mencari
makna hidup-hakikat penghambaan kepada-NYa.
Saya juga bukanlah orang yang
ahli dalam hal menjaga hati. Masih belajar. Masih perlu banyak belajar!
Semoga Allah menjaga Hati saya
dan hati kita semua, agar terhindar dari segala fitnah ataupun maksiat.
Hanya tulisan biasa dari seorang
hamba yang masih terus mengharap cinta-NYA.
Sebagai pengingat bagi diri
sendiri (yang terutama) dan mungkin juga bagi anda semua.
Semoga yang sedikit bermanfaat
bagi yang banyak=)
*Ikatlah Ilmu Dengan
Menuliskannya (Umar bin Khatab)
Semangaaadddhh...!!!
(Hari ini harus lebih baik dari
kemarin, Hari esok harus lebih baik dari hari ini)
YooQ...sama2 menjaga Hati(^,^)
Renungan Malam 11/12 Jan 2010
-Langit
Senja-
*Mungkin ini Repost ^^, coz nemu catatan ini di Flashdisk
10 Des 2012
Becoz of Allaah
Bicara, dengan kata percuma
Mencoba hadir hangatkan suasana yang beku
Mencairkannya agar tetap terlihat biasa
Mestinya tetap seperti biasa
Namun luka itu membuat perjalanan panjang kehidupan kian berbeda
Mungkin bukan jalan ini yang harus dilalui
Atau mungkin pun bukan pintu ini yang harus dimasuki
Di Bumi-Nya terhampar begitu luas pandangan hijau membentang
Dan kan selalu ada harapan baru disebalik pupusnya sebuah harapan
Mungkin bukan saat ini waktu yang harus ditempuh dengan bekal yang telah ditempa sebelumnya
Rabbuna masih memberi jeda sejenak, untuk melakukan perbaikan-perbaikan baru
untuk berpijak pada belahan bumi yang lain
Memilih apa yang bisa dipilih
Atau mengabaikannya dengan resiko ataupun kejutan-kejutan baru yang kan mengelilingi.
Ya, semua berpilin pada prosesnya.
Bahkan diam pun adalah proses . . .
Proses menentukan pilihan, antara bicara atau tetap teguh memegang prinsip yang selama ini ditanam.
Anggaplah lalu ketika penilaian orang-orang tak sejalan dengan roda kehidupan yang dijalani, Meski isyarat mereka jelas menghakimi.
Cukup pahami bahwa hidup ini tidak sendiri, ada Allaah yang menemani.
Bila pun lelah memenuhi, yakini selalu ada kebaikan disebaliknya. Allaah telah mempersiapkan segalanya untuk kita manusia. Tiada pernah meleset satu pun yang telah ditetapkan oleh-Nya. Sebab takdir berada di ujung ikhtiar kita manusia, Sebab takdir pun dapat berubah oleh doa-doa khusyuk kita kepada Rabbuna.
Proses kehidupan, serumit apapun, sesulit apapun, sekalut apapun kita dibuatnya, tetaplah harus terus kita jalani, suka tidak suka, terima tidak terima, sebab dari sanalah kita terus belajar, belajar menjadi insan yang sempurna, yang hidupnya selalu dialiri dengan kesyukuran, yang hidupnya selalu diliputi kesabaran, meski keduanya lebih sering alpa ketimbang hadirnya.
Hanya satu, Allaah! Dia-lah Allaah Yang Esa. Kembalikanlah segala pada-Nya, sebab segala hanyalah milik-Nya. Sang Penggenggam Arsy, Sang Penguasa Alam semesta. Jika bukan pada Dia, lalu pada siapa lagi kita sandarkan segala pinta dan resah?
Rabbana Atina fiddunya hasanah wafil akhiroti hasanah waqina adzabannar . . .
*Menulis dengan tanpa aba-aba, tenpa editan kata, membiarkannya mengalir begitu saja hingga terangkai irama nada bahasa.
Semua ini jelas karena-Mu ya Rabb, tanpa-Mu tiadalah daya kami membuat suatu perkara. :)
Jenis Cinta Yang Mengagumkan
Saya
berkali-kali menulis di page ini: "cinta datang dari banyak pintu;
sebagian besar dari kita datangnya lewat pintu mata, atau pintu telinga;
sebagian lagi yang paham, menggunakan pintu berbeda, pintu hatinya."
Kalian suka quote ini, bukan? Setiap saya mempostingnya, maka
berentet-tet-tet, like, komen, cepat sekali. Kalau bisa teriak, maka
jangan2 ada yang bakal b
ilang, "gue banget." Ini jenis postingan yang renyah, laris manis.
Saya juga berkali2 menulis di page ini: "cinta tidak membutuhkan mata untuk melihatnya. sama sekali tidak." Mirip dengan quote sebelumnya, dan juga mirip responnya dari kalian. Hanya berbeda redaksinya saja.
Terus terang, saya menyukai dua quote ini, bahkan saya tulis juga di novel2, di buku2. Saya carikan konteksnya--meskipun lebih sering konteksnya ya gitu deh, cerita roman populer kontemporer. Seolah-olah quote ini memang didesain untuk cerita yang begitu saja, kisah cinta-cintaan. Bukan untuk hal yang lain. Seolah memang sedangkal itu hakikat quote tersebut.
Tapi apa memang demikian? Tidak, my dear anggota page, quote ini jelas-jelas didesain untuk keperluan lain, yang malam ini akan saya sampaikan saja kepada kalian. Semoga dengan begitu ada yang mau mengembangkan puluhan quote cinta di page/buku2 ini, sehingga bisa mengambil hikmah yang lebih mendalam--bukan cuma dari kaca mata cerita cinta.
Quote itu sungguh benar. Kita sama sekali tidak membutuhkan mata untuk mencintai seseorang. Kita tidak perlu melihat wajahnya, kita tidak perlu melihat betapa tampan, tinggi, atau gagah perawakannya. Tidak perlu. Kita juga tidak membutuhkan telinga untuk mencintai seseorang. Kita tidak perlu mendengar suaranya yang empuk menenangkan, tidak perlu mendengar secara langsung betapa bijak dan santun tutur katanya, dan betapa benar semua perkataannya. Tidak perlu. Kita tetap bisa mencintainya dengan amat sangat.
Inilah jenis cinta yang amat mengagumkan. Amat mengharukan.
Duhai, yang maha menggenggam seluruh perasaan, yang maha menyaksikan banyak hal, itulah jenis cinta kami kepada Rasul Allah. Kami sungguh tidak pernah melihat sehelai foto beliau. Kami bahkan tidak pernah menatap sedetik gambar beliau. Bagaimana rupawannya beliau. Bagaimana eloknya beliau. Tapi kami tetap mencintainya. Terisak saat menyadari besarnya cinta itu. Apalagi dalam urusan mendengar suaranya, mendengar wasiatnya secara langsung, tidak sama sekali, membayangkannya saja kami tak kuasa, tapi bukan berarti kami tidak bisa menumbuhkan cinta yang besar itu.
Inilah jenis cinta yang amat mengagumkan.
Maka ijinkanlah kami, menunjukkan rasa cinta itu secara benar. Bukan cuma gombal, basa-basa saja. Ijinkanlah kami menambah ilmu, meneladani semua wasiatnya, lantas menegakkan semua teladannya. Rasul kami amat menyayangi anak yatim, maka kami juga akan demikian. Rasul kami amat menyantuni fakir miskin, maka kami juga demikian. Rasul kami mewariskan begitu banyak contoh akhlak terpuji, maka kami juga akan demikian. Dan terakhir--meskipun ini bukan benar2 terakhirnya, Rasul kami amat sederhana hidupnya. Maka kami akan meneladaninya.
Inilah jenis cinta yang amat mengagumkan.
Saya juga berkali2 menulis di page ini: "cinta tidak membutuhkan mata untuk melihatnya. sama sekali tidak." Mirip dengan quote sebelumnya, dan juga mirip responnya dari kalian. Hanya berbeda redaksinya saja.
Terus terang, saya menyukai dua quote ini, bahkan saya tulis juga di novel2, di buku2. Saya carikan konteksnya--meskipun lebih sering konteksnya ya gitu deh, cerita roman populer kontemporer. Seolah-olah quote ini memang didesain untuk cerita yang begitu saja, kisah cinta-cintaan. Bukan untuk hal yang lain. Seolah memang sedangkal itu hakikat quote tersebut.
Tapi apa memang demikian? Tidak, my dear anggota page, quote ini jelas-jelas didesain untuk keperluan lain, yang malam ini akan saya sampaikan saja kepada kalian. Semoga dengan begitu ada yang mau mengembangkan puluhan quote cinta di page/buku2 ini, sehingga bisa mengambil hikmah yang lebih mendalam--bukan cuma dari kaca mata cerita cinta.
Quote itu sungguh benar. Kita sama sekali tidak membutuhkan mata untuk mencintai seseorang. Kita tidak perlu melihat wajahnya, kita tidak perlu melihat betapa tampan, tinggi, atau gagah perawakannya. Tidak perlu. Kita juga tidak membutuhkan telinga untuk mencintai seseorang. Kita tidak perlu mendengar suaranya yang empuk menenangkan, tidak perlu mendengar secara langsung betapa bijak dan santun tutur katanya, dan betapa benar semua perkataannya. Tidak perlu. Kita tetap bisa mencintainya dengan amat sangat.
Inilah jenis cinta yang amat mengagumkan. Amat mengharukan.
Duhai, yang maha menggenggam seluruh perasaan, yang maha menyaksikan banyak hal, itulah jenis cinta kami kepada Rasul Allah. Kami sungguh tidak pernah melihat sehelai foto beliau. Kami bahkan tidak pernah menatap sedetik gambar beliau. Bagaimana rupawannya beliau. Bagaimana eloknya beliau. Tapi kami tetap mencintainya. Terisak saat menyadari besarnya cinta itu. Apalagi dalam urusan mendengar suaranya, mendengar wasiatnya secara langsung, tidak sama sekali, membayangkannya saja kami tak kuasa, tapi bukan berarti kami tidak bisa menumbuhkan cinta yang besar itu.
Inilah jenis cinta yang amat mengagumkan.
Maka ijinkanlah kami, menunjukkan rasa cinta itu secara benar. Bukan cuma gombal, basa-basa saja. Ijinkanlah kami menambah ilmu, meneladani semua wasiatnya, lantas menegakkan semua teladannya. Rasul kami amat menyayangi anak yatim, maka kami juga akan demikian. Rasul kami amat menyantuni fakir miskin, maka kami juga demikian. Rasul kami mewariskan begitu banyak contoh akhlak terpuji, maka kami juga akan demikian. Dan terakhir--meskipun ini bukan benar2 terakhirnya, Rasul kami amat sederhana hidupnya. Maka kami akan meneladaninya.
Inilah jenis cinta yang amat mengagumkan.
----Tere Liye
15 Okt 2012
#UdahPutusinAja (3)
1.
pacaran itu penjajakan pra-nikah? | yang bener penjajakan pra-putus |
karena kebanyakan pacaran berakhir putus ketimbang nikah
2. mending cuma putus aja, penjajakannya itu loh yg nggak nahan | begitulah kalo penjajakan nggak ada mahram, kebablasan
3. ya memang nggak pake mahram pas pacaran, malah kalo bisa backstreet, biar nggak ketahuan bapaknya | indikasi nggak serius
4. kenapa pacar selalu males datangi wali? | takut ditanya tentang
niatannya serius | karena memang pacaran baginya cuma "have fun"
5. yang parah wanita nih | udah tau dijadiin objek have fun, penjajakan tanpa keseriusan | eee... masih diladenin
6. udah tau bahwa sebagaian besar pacaran berakhir putus | masih ngempanin kehormatan diri | alamak
7. yang udah jadi suami aja belum jamin dia bakal terus sama kamu | lha
ini, malah jadi korban dunia-akhirat sama yang belum pasti? aduuuh
8. dia itu baik, karena ada maunya aja | kalo dia bener2 baik, nggak
akan pacarin kamu | dia akan jaga kehormatanmu, jaga masa depanmu
9.
pikir deh, kalo dia memang "sayang kamu", memang "serius dan nggak
main-main" | lalu apa yang menghalanginya untuk ucap akad?
10. nggak ada serius kalo nggak ada hitam diatas putih | nggak ada serius kalo belum akad nikah
11. ibarat bisnis, yg sering banyak janji itu biasanya yg nipu, iya
nggak? | yang bisnis serius, tanda tangan kontrak dulu, baaru ngomong
12. cari nafkah belum bisa, duit masih nadah emak, urus diri belum |
ngomong cinta dan tanggung jawab? | come on.. yg begini dipercaya?
13. hidup bukan sinema korea, seolah cinta segalanya | hidup ada akhirat mbak, ada halal haramnya
14. bangga digandeng sesaat, nanggung malu seumur-umur | seneng sebentar, beban moral sepanjang usia | ckckck..
15. #UdahPutusinAja | perbaiki diri deh | hijab sempurnakan, kaji
Islam, baca Al-Qur'an benerin | persiapan jadi ibunya anak-anak :D
(Ustadz Felix Xiau)
Catetan: Adalagi nih yg parah juga, "Yang Terselubung". Yaa . . . ngakunya gak pacaran, tapi. . . . . . .(*tau sendirilah, gak perlu saya sebutkan.)
*semoga saya dan orang2 terdekat saya selalu berada dalam lindungan Allaah, dan dijauhkan dari mushlihat syaithon. Aamiin. . .
7. yang udah jadi suami aja belum jamin dia bakal terus sama kamu | lha ini, malah jadi korban dunia-akhirat sama yang belum pasti? aduuuh
8. dia itu baik, karena ada maunya aja | kalo dia bener2 baik, nggak akan pacarin kamu | dia akan jaga kehormatanmu, jaga masa depanmu
9. pikir deh, kalo dia memang "sayang kamu", memang "serius dan nggak main-main" | lalu apa yang menghalanginya untuk ucap akad?
10. nggak ada serius kalo nggak ada hitam diatas putih | nggak ada serius kalo belum akad nikah
11. ibarat bisnis, yg sering banyak janji itu biasanya yg nipu, iya nggak? | yang bisnis serius, tanda tangan kontrak dulu, baaru ngomong
12. cari nafkah belum bisa, duit masih nadah emak, urus diri belum | ngomong cinta dan tanggung jawab? | come on.. yg begini dipercaya?
13. hidup bukan sinema korea, seolah cinta segalanya | hidup ada akhirat mbak, ada halal haramnya
14. bangga digandeng sesaat, nanggung malu seumur-umur | seneng sebentar, beban moral sepanjang usia | ckckck..
15. #UdahPutusinAja | perbaiki diri deh | hijab sempurnakan, kaji Islam, baca Al-Qur'an benerin | persiapan jadi ibunya anak-anak :D
(Ustadz Felix Xiau)
Catetan: Adalagi nih yg parah juga, "Yang Terselubung". Yaa . . . ngakunya gak pacaran, tapi. . . . . . .(*tau sendirilah, gak perlu saya sebutkan.)
~Hadits Qudsi
Demi kemuliaan dan kebesaran-Ku juga demi kemurahan dan ketinggian kedudukan-Ku di atas arsy. Aku akan mematahkan harapan orang yang berharap selain Aku dengan kekecewaan.
Akan aku pakaikan kepadanya pakaian kehinaan di mata manusia.
Aku singkirkan ia dari dekat-Ku, lalu Kuputuskan hubungan-Ku dgnya.
Mengapa ia berharap kepada selain Aku ketika dirinya sedang berada dalam kesulitan itu berada ditangan-Ku dan hanya Aku yang dapat menyingkirkannya?
Mengapa ia berharap kepada selain Aku dengan mengetuk pintu-pintu lain padahal pintu-pintu itu tertutup?
Padahal hanya pintu-Ku yang terbuka bagi siapapun yang berdo’a memohon pertolongan dari-Ku.
Siapakah yang pernah mengharapkan Aku untuk menghalau kesulitannya lalu Aku kecewakan?
Siapakah yang pernah mengharapkan aku karena dosa-dosanya yang besar, lalu Aku putuskan harapannya?
Siapakah pula yang pernah mengetuk pintu-Ku lalu tidak Aku bukakan?
Aku telah mengadakan hubungan yang langsung antara Aku dengan angan-angan dan harapan seluruh makhluk-Ku. Akan tetapi mengapa mereka telah bersandar kepada selain Aku?
Aku telah menyediakan semua harapan hamba-hamba-Ku, tetapi mengapa mereka tidak puas dengan perlindungan-Ku. Dan Aku pun telah memenuhi langit-Ku dengan para malaikat yang tiada pernah jemu bertasbih kepada-Ku. aku perintahkan mereka supaya tidk menutup pintu antara Aku dan hamba-Ku.
Tapi mengapa mereka tidak percaya kepada firman-firman-Ku. Tidakah mereka mengetahui bahwa siapapun yg ditimpa oleh bencana yg Aku turunkan tiada yg dpt menyingkirkannya kecuali Aku?
Tapi mengapa Aku melihat ia dengan segala angan2 dan harapannya itu slalu berpaling dari-Ku?
Mengapa ia sampai tertipu oleh selain Aku? Aku telah memberikan kepadanya dengan segala kemurahan-Ku apa-apa yang tidak sampai harus ia minta.
Ketika semua itu Aku cabut kembali darinya lalu mengapa ia tidak lagi memintanya kepadaKu untuk segera mengembalikannya?
Apakah Aku yang memberi sebelum diminta, lalu ketika dimintai tidak Aku berikan?
Tetapi malah meminta pertolongan kepada selain Aku?
Apakah Aku ini bakhil, sehingga dianggap bakhil oleh hamba-Ku? Tidakkah dunia dan akhirat itu semua milik-Ku? Tidakkah semua rahmat dan karunia itu berada ditangan-Ku?
Tidakkah dermawan dan kemurahan itu adalah sifat-Ku? Tidakkah hanya Aku tempat bermuaranya semua harapan?
Dengan demikian siapakah yang dapat memutuskannya. Apa pula yg diharapkan oleh orang-orang yg berharap, andaikan Aku berkata kepada semua penduduk langit dan bumi, “mintalah kepada-Ku! Akupun lalu memberikan kepada masing-masing orang, pikiran apa yang terpikir pada semuanya. Dan semua yang kuberikan itu tidak akan mengurangi kekayaan-Ku meskipun sebesar debu.
Bagaimana mungkin kekayaan yang begitu sempurna akan berkurang, sedangkan Aku mengawasinya? Sungguh celakanya, orang yg terputus dari rahmat-Ku. Alangkah kecewanya orang yg berlaku maksiat kepada-Ku dan tidak memperhatikan Aku. . serta tetap melakukan perbuatan-perbuatan yang haram seraya tiada yang malu kepada-Ku.
Siapakah yang pernah mengharapkan Aku untuk menghalau kesulitannya lalu Aku kecewakan?
Siapakah yang pernah mengharapkan aku karena dosa-dosanya yang besar, lalu Aku putuskan harapannya?
Siapakah pula yang pernah mengetuk pintu-Ku lalu tidak Aku bukakan?
Aku telah mengadakan hubungan yang langsung antara Aku dengan angan-angan dan harapan seluruh makhluk-Ku. Akan tetapi mengapa mereka telah bersandar kepada selain Aku?
Aku telah menyediakan semua harapan hamba-hamba-Ku, tetapi mengapa mereka tidak puas dengan perlindungan-Ku. Dan Aku pun telah memenuhi langit-Ku dengan para malaikat yang tiada pernah jemu bertasbih kepada-Ku. aku perintahkan mereka supaya tidk menutup pintu antara Aku dan hamba-Ku.
Tapi mengapa mereka tidak percaya kepada firman-firman-Ku. Tidakah mereka mengetahui bahwa siapapun yg ditimpa oleh bencana yg Aku turunkan tiada yg dpt menyingkirkannya kecuali Aku?
Tapi mengapa Aku melihat ia dengan segala angan2 dan harapannya itu slalu berpaling dari-Ku?
Mengapa ia sampai tertipu oleh selain Aku? Aku telah memberikan kepadanya dengan segala kemurahan-Ku apa-apa yang tidak sampai harus ia minta.
Ketika semua itu Aku cabut kembali darinya lalu mengapa ia tidak lagi memintanya kepadaKu untuk segera mengembalikannya?
Apakah Aku yang memberi sebelum diminta, lalu ketika dimintai tidak Aku berikan?
Tetapi malah meminta pertolongan kepada selain Aku?
Apakah Aku ini bakhil, sehingga dianggap bakhil oleh hamba-Ku? Tidakkah dunia dan akhirat itu semua milik-Ku? Tidakkah semua rahmat dan karunia itu berada ditangan-Ku?
Tidakkah dermawan dan kemurahan itu adalah sifat-Ku? Tidakkah hanya Aku tempat bermuaranya semua harapan?
Dengan demikian siapakah yang dapat memutuskannya. Apa pula yg diharapkan oleh orang-orang yg berharap, andaikan Aku berkata kepada semua penduduk langit dan bumi, “mintalah kepada-Ku! Akupun lalu memberikan kepada masing-masing orang, pikiran apa yang terpikir pada semuanya. Dan semua yang kuberikan itu tidak akan mengurangi kekayaan-Ku meskipun sebesar debu.
Bagaimana mungkin kekayaan yang begitu sempurna akan berkurang, sedangkan Aku mengawasinya? Sungguh celakanya, orang yg terputus dari rahmat-Ku. Alangkah kecewanya orang yg berlaku maksiat kepada-Ku dan tidak memperhatikan Aku. . serta tetap melakukan perbuatan-perbuatan yang haram seraya tiada yang malu kepada-Ku.
Langganan:
Postingan (Atom)
Dua beda
Terkadang luka ada baiknya datang diawal. Agar kau tau bahwa hidup tak hanya tentang cinta. Gemerlap dunia hanya persinggahan yg fana. Me...
-
Aku cemburu… Pada hatimu yang tak lagi satu Pada mata air bahagiamu yang tak lagi karenaku Pada bulir-bulir kesejukanmu yang tak lagi...
-
Just wanna say I miss You so much Maaf aku menangis lagi. Aku hanya merindukanmu,
-
Seperti semuanya ditadirkan sedemikian rupa. Hnh . . . sahabat, maafkan aku yang belum mampu menjangkau semua luka dan sedih kalian, maafkan...



