Tampilkan postingan dengan label ArTikeL. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ArTikeL. Tampilkan semua postingan

26 Mar 2013

Antara Dua Wanita (Berkelana Dalam Pilihan 2nd)

Bahwa ada pilihan-pilihan dalam menyusun cita dan langkah di jalan cinta para pejuang, biarlah kali ini dua orang wanita mengajari kita. Wanita pertama bernama Habibah binti Sahl, istri Tsabit ibn Qais. Suatu masa ia datang kepada Rasulallah saw. Ia berkata, ”... Aku tidak mengingkari kebagusan akhlaq dan agamanya, Ya Rasulallah. Tetapi aku takut menjadi kufur jika tak bercerai darinya. Aku takut jika terus menerus bermaksiat padanya karena ketidaktaatan pada suami, dan aku tahu itu menyalahi perintah Allah...”
Rasulallah bersabda, ”Maukah engkau mengembalikan kebun-kebunnya?” Habibah menjawab, ”Ya...!” Maka Rasulallah bersabda kepada Tsabit, ”Ambil kembali kebun itu, dan thalaq-lah istrimu satu kali!” 
Habibah begitu mengerti akan potensi dirinya. Ia tahu resiko yang kemungkinan besar terjadi sebagai konsekuensi dari bertemunya realita kondisi yang ia hadapi dengan watak, sifat dan karakter dirinya. Maka ia bicara tentang sebuah hak yang memang semestinya ia peroleh. 
Ia tidak tercela. Bagaimanapun ada harapan-harapan tersendiri bagi seorang wanita untuk mendapatkan suami yang begini dan begitu. Siapapun tidak berhak mengatakan Habibah berselera rendah karena menolak Tsabit ibn Qais semata karena alasan fisik. Dan sebenarnya alasannya lebih pada dirinya sendiri yang khawatir kufur kepada Allah atas kondisi suaminya. Ada hal yang lebih besar yang ia takutkan, yakni kufur pada nikmat Allah, dan durhaka pada suami. Habibah memilih untuk bertaqwa pada Allah dengan meminta cerai dari seorang suami yang sulit diterima oleh perasaannya. 
Selalu ada ruang dan ruang itu berisi pilihan-pilihan. Tetapi, bicara tentang kemuliaan, tentu lebih dari sekedar bicara tentang hak.
Inilah kisah tentang wanita kedua. Dengarlah, dalam riwayat Imam An Nasa’i, ’Aisyah bercerita dalam perasaan yang senada. ”Ada seorang gadis remaja dinikahkan dengan seorang laki-laki. Ia kemudian berkata padaku, ”Sesungguhnya ayah telah menikahkanku dengan putera saudaranya agar martabatnya dapat terangkat melalui diriku. Tetapi aku tidak menyukainya...!”
’Aisyah lalu mengajaknya bertemu dengan Rasulallah. Kemudian Rasulallah mengutus seseorang untuk memanggil ayahnya agar hadir ke rumah beliau. Ketika sang ayah hadir, Rasulallah menyerahkan kembali urusan hal pernikahan kepada sang gadis. Dan gadis itu berkata’ ”Ya Rasulallah, sebenarnya aku telah ridha akan apa yang dilakukan ayah kepadaku. Hanya saja, aku berkeinginan untuk memberitahukan kepada para wanita, bahwa mereka memiliki hak dalam masalah ini.” 
Ada hak dalam menolak pernikahan yang digagas orang tua. Tapi ada kemuliaan dalam mentaati orang tua dan berbakti pada mereka. Wanita agung ini memilih yang kedua. Bukanya tanpa resiko. Karena dalam pernikahan ini ianya harus membangun cinta, mengatur perasaannya dari titik tidak suka. Menarik. Karena gadis ini mengungkap satu pelajaran besar tentang hak wanita untuk menentukan pilihan. Ia memperjuangkan hak saudari-saudarinya agar mendapat ketegasan pengakuan dari Allah dan RasulNya. Dan jauh lebih menarik, karena ia mengungkap kemuliaan sebuah kata ridha kepada orang tua, dan keagungan kata shabar atas ujian.
Begitulah. Selalu ada ruang diantara rangsangan dan tanggapan. Dan ruang itu berisi pilihan-pilihan. Maka itulah gunanya misteri takdir. Agar kita memilih diantara bermacam tawaran.
Sumber: Web In RZ

13 Mar 2013

Seorang Laki-laki dan Anjing Kehausan

Seorang laki-laki tampak kehausan. Ketika di kejauhan terlihat sumur, dia bersegera mendatanginya. Karena tidak ada timba dan tali, dia turun ke dasar sumur itu, dan minum di dalamnya sampai hilang dahaganya.
Sampai di atas sumur, terlihat seekor anjing yang menjulurkan lidahnya karena sangat haus.
Orang ini berkata,"Dia mengalami haus sebagaimana yang kualami"
Dia mengambil keputusan untuk turun ke dasar lagi dan menjadikan sepatunya sebagai tempat air serta menggigitnya dengan gigi.
Dia memberi anjing itu minum, karena sifat kasih sayangnya kepada makhluk Allah.
Allah pun bersyukur atas perbuatan laki-laki itu dan Dia mengampuninya.
(Para shahabat bertanya, "Wahai Rasulullah, apakah kami mendapatkan pahala pada setiap (perbuatan baik kami kepada) hewan? Beliau menjawab, "ya, pada setiap hewan yang hidup (kalian mendapatkan pahala") HR. Bukhari Muslim

Di antara faidah kisah ini:
1. Anjuran untuk berbuat baik kepada hewan yang tidak diperintahkan untuk dibunuh secara syara',
2. Allah tetap menerima amal kebaikan dari pelaku dosa besar
3. Hamba yang penyayang akan disayangi oleh Allah Yang Maha Penyayang
4. Allah tidak menyia-nyiakan amal kebaikan sedikitpun

Sebagian faidah diambil dari 'Aunul Ma'bud, 'Azhim al-Abady
(Qishshah Saqyi al-Kalb al-'Uthsyaan, Syaikh Falih ash-Shughayyir)
Kisah Tauladan bagi Ananda, Istiqomah Publishing

Sumber: Fanpage Status Nasehat

Mereka Berkata Tentang Cinta

Anas radhiallahu anhu berkata, "Nabi shallallahu alaihi wasallam berkata,

ما تحابا الرجلان إلا كان أفضلهما أشدهما حبا لصاحبه
'Dua orang saling mencintai (karena Allah) maka yang paling baik di antara keduanya adalah yang paling kuat cintanya kepada temannya."'

[Shahih, di dalam kitab Ash-Shahihah (450). [lihat kitab Shahih Adabul Mufrad]

Dari Ubaid al-Kindi berkata:

سَمِعْتُ عَلِيًّا يَقُوْلُ لاِبْنِ الْكَوَّاءِ هَلْ تَدْرِي مَا قَالَ اْلأَوَّلُ ؟ أَحْبِبْ حَبِيْبَكَ هَوْنًا مَا عَسَى أَنْ يَكُوْنَ بَغِيْضَكَ يَوْمًا مَا وَأَبْغِضْ بَغِيْضَكَ هَوْنًا مَا عَسَى أَنْ يَكُوْنَ حَبِيْبَكَ يَوْمَا مَا

“Aku mendengar Ali berkata kepada Ibnul Kawwa, “Apakah engakau tahu apa yang dikatakan pertama?” “Cintailah orang yang engkau cintai dengan sewajarnya, karena mungkin ia akan menjadi orang yang engkau benci suatu hari nanti. Bencilah orang yang engkau benci dengan sewajarnya, mungkin ia akan menjadi kecintaanmu suatu hari nanti.”

[Hasan lighairihi, diriwayatkan dengan riwayat yang mauquf, telah di shahihkan dengan riwayat marfu' di dalam kitab Ghaayatul-Maram (272), (Lihat Shahih Adabul Mufrad Imam Bukhari) oleh Syaikh Albani)]

Dari Aslam, dari Umar bin Khaththab radhiallahu anhu berkata:

لاَ يَكُنْ حُبُّكَ كَلَفًا وَلاَ بَغُضُكَ تَلَفًا فَقُلْتُ كَيْفَ ذَاكَ ؟ قَالَ إِذَا أَحْبَبْتَ كَلِفْتَ كَلَفَ الصَّبِيِّ وَإِذَا أَبْغَضْتَ أَحْبَبْتَ لِصَاحِبِكَ التَّلَف

“Janganlah cintamu menjadikan keterlenaan bagimu, dan jangan pula kebencianmu menjadikan kehancuran bagimu. Aku berkata, “Bagaimanakah itu?” Ia berkata, “Bila engkau mencintainya, maka engkau mencitainya sampai engkau terlena seperti layaknya seorang anak kecil, dan bila engkau membenci, engkau menginginkan kehancuran baginya.”

Shahih sanadnya (Lihat Shahih Adabul Mufad Imam Bukhari oleh Syaikh Albani)

Mu’adz bin Jabal radhi'allahu 'anhu berkata:

إذا أحببت أخا فلا تماره ولا تشاره ولا تسأل عنه فعسى أن توافى له عدوا فيخبرك بما ليس فيه فيفرق بينك وبينه

"Apabila engkau mencintai seseorang, maka janganlah engkau berdebat dengan dia. Janganlah engkau membicarakannya, janganlah engkau bertanya tentang dia, karena barangkali engkau bertemu dengan musuhnya lalu dia memberitahukanmu tentang sesuatu yang tidak terdapat pada dia sehingga menyebabkan perpecahan antara dia denganmu."

Shahih, sanadnya yang mauquf dan hadits tersebut diriwayatkan dengan periwayatan yang marfu' di dalam kitab Adh-Dha'ifah (1420).

http://www.khayla.net/

Sumber: FanPage Muslimah.or.id

Iblis Berkhutbah

Iblis berkhutbah…??,
benar…
ia berkhutbah…
bahkan khutbah yang paling menyentuh hati…
tidak ada khutbah yang menyentuh hati
sebagaimana khutbah Iblis ini.

Al-Hasan Al-Bashri rahimahullah
berkata :

"Tatkala hari kiamat
Iblis berdiri di atas sebuah mimbar dari api
lalu berkhutbah seraya berkata,

"Sesungguhnya
Allah telah menjanjikan kepadamu janji yang benar,
dan akupun telah menjanjikan kepadamu
tetapi aku menyalahinya…"

(Tafsiir At-Thobari 16/563)

--

Al-Haafizh Ibnu Katsiir rahimahullah
berkata :

"Allah mengabarkan tentang khutbah yang disampaikan oleh Iblis kepada para pengikutnya,
yaitu setelah Allah memutuskan/menghisab para hambaNya,

lalu Allah memasukan kaum mukminin ke surga,

dan Allah menempatkan orang-orang kafir ke dalam neraka jahannam.

Maka Iblispun tatkala itu berdiri dan berkhutbah kepada para pengikutnya
agar semakin menambah kesedihan di atas kesedihan mereka,
kerugian di atas kerugian,
serta penyesalan di atas penyesalan…."

(Tafsiir Al-Qur'an Al-'Adziim 4/489)

--

Khutbah tersebut disampaikan oleh Iblis kepada para pengikutnya pada saat yang sangat menegangkan…
tatkala mereka pertama kali dimasukkan ke dalam neraka jahannam…
tatkala mereka telah melihat api yang menyala-nyala
yang siap membakar mereka…!!!

--

Khutbah tersebut…

Benar-benar masuk ke dalam hati para pengikut Iblis…,

Khutbah yang mengalirkan air mata mereka…

khutbah yang benar-benar telah menyadarkan mereka akan kesalahan-kesalahan mereka…

Khutbah yang menyadarkan mereka
bahwasanya selama ini
mereka hanya terpedaya oleh sang pemimpin…
sang khotiib
Iblis la’natullah 'alaihi

--

Allah menyebutkan khutbah Iblis yang sangat menyentuh tersebut:

"Dan berkatalah syaitan
tatkala perkara (hisab) telah diselesaikan:

"Sesungguhnya
Allah telah menjanjikan kepada kalian janji yang benar,
dan
akupun telah menjanjikan kepada kalian
tetapi aku menyalahinya.

sekali-kali tidak ada kekuasaan bagiku terhadap kalian,
melainkan (sekedar) aku menyeru kalian
lalu kalian mematuhi seruanku,

oleh sebab itu
janganlah kalian mencerca aku
akan tetapi
cercalah diri kalian sendiri.

Aku sekali-kali
tidak dapat menolong kalian
dan kalian pun sekali-kali tidak dapat menolongku.

Sesungguhnya
aku tidak membenarkan perbuatan kalian
yang mempersekutukan aku (dengan Allah)
sejak dahulu".

Sesungguhnya
orang-orang yang zalim itu mendapat siksaan yang pedih".

Dan dimasukkanlah orang-orang yang beriman dan beramal saleh
ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai,
mereka kekal di dalamnya
dengan seizin Tuhan mereka"

(QS Ibrahim : 22-23)

--

Demikianlah khutbah Iblis tersebut….
setelah ia menggoda manusia…
setelah menipu mereka…
setelah menjerumuskan mereka
dalam neraka…
setelah tercapai cita-citanya…
lalu…

Iapun berlepas diri
dari para pengikutnya.

Ia sama sekali tidak mau bertanggung jawab atas godaan-godaannya…

Bahkan ia sama sekali tidak mau disalahkan dan dicela…

akan tetapi
ia menyuruh mereka (para pengikutnya)
untuk mencela diri mereka sendiri…

Bahkan ia mengaku
sejak dulu kufur/ingkar
terhadap kesyirikan yang dilakukan oleh pengikutnya…

--

Yang lebih menjadikan para pengikutnya tersentuh,
Iblis menutup khutbahnya dengan menyatakan bahwa

"Sesungguhnya orang-orang zalim
mendapatkan siksaan yang pedih"…

lalu Iblis menyebutkan
tentang kenikmatan penduduk surga,
yaitu
orang-orang yang tidak mau menjadi pengikut Iblis…!!!

--

Sungguh kehinaan dan kesedihan yang tidak bisa terbayangkan
dalam hati para penghuni neraka
tatkala mendengar khutbah
dari sang pemimpin…

Semoga Allah menjaga kita dari rayuan Iblis…

jangan sampai kita termasuk dari orang-orang yang tersentuh karena kutbah Iblis ini….

orang-orang yang tatkala di dunia
tidak tersentuh oleh nasehat-nasehat,
tidak tergerak hati mereka
tatkala mendengar pengajian-pengajian
dan khutbah-khutbah…

hati mereka hanyalah
tergerak dan tersentuh
tatkala mendengar khutbah Iblis….

wal'iyaadzu billah.

Kota Nabi -shallallahu 'alaihi wa sallam-, 14-02-1434 H / 27 Desember2012 M
Abu Abdilmuhsin Firanda Andirja
www.firanda.com

1 Mar 2013

Kapan Wanita Mulai Shalat Dzuhur di hari Jumat?

Mumpung ini hari jum'at, saya ingin nge-share artikel menarik tentang bilamana wanita melaksanakan sholat zuhur dihari jum'at. Semoga bermanfaat . . . :)
 

Pertanyaan:
Sebaiknya sebagai perempuan apabila setelah adzan zuhur di hari Jumat apakah bisa langsung shalat zuhur ataukah harus menunggu selesainya shalat Jumat baru melaksanakan shalat zuhur.
Terima kasih.
Dari: Hamba Allah


Sebaiknya sebagai perempuan apabila setelah adzan zuhur di hari Jumat apakah bisa langsung shalat zuhur ataukah harus menunggu selesainya shalat Jumat baru melaksanakan shalat zuhur.
Terima kasih.
Dari: Hamba Allah

Jawaban:
Alhamdulillah was shalatu was salamu ‘ala rasulillah, wa ba’du,
Shalat termasuk ibadah yang telah ditetapkan waktunya.
Allah berfirman,

إِنَّ الصَّلَاةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ كِتَابًا مَوْقُوتًا

“Sesungguhnya shalat adalah kewajiban bagi kaum mukminin yang telah ditetapkan waktunya.” (QS. An-Nisa: 103).

Ibnu Mas’ud mengatakan: “Sesungguhnya shalat memiliki waktu khusus, sebagaimana haji juga memiliki waktu khusus.” (Tafsir Ibn Katsir, 2:403)

Waktu zuhur dimulai sejak zawal (matahari tergelicir ke arah Barat) sampai bayangan benda sama dengan tinggi bendanya. Dari Abdullah bin Amr radhiyallahu ‘anhuma, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

وقت الظهر إِذا زالت الشمس، وكان ظلّ الرجل كطوله، ما لم يحضُر العصر

“Waktu zuhur, sejak matahari tergelincir sampai bayangan orang sama dengan tingginya, sebelum masuk waktu asar.” (HR. Muslim no. 612).

Dari keterangan di atas, para wanita dan orang yang tidak wajib jumatan, seperti orang sakit atau musafir, mereka bisa memulai shalat zuhur setelah masuk waktu zuhur, meskipun bisa jadi jumatan belum selesai. Terlebih, di beberapa daerah semacam Jogjakarta, jumatan disepakati untuk dimulai tepat jam 12.00. padahal terkadang zuhur dimulai sebelum jam 12.00.
Untuk mengetahui kapan masuk waktu zuhur, Anda bisa menggunakan acuan bayangan benda. Jika bayangan sudah bergeser ke Timur meskipun sedikit, yang itu artinya matahari telah bergeser ke Barat maka sudah masuk waktu zuhur. Atau jika cara ini tidak memungkinkan untuk dilakukan, Anda bisa mengacu pada jadwal shalat yang diterbitkan departemen Agama.
Allahu a’lam.

22 Feb 2013

Allah berada di atas Arsy

Allah berada di atas Arsy, BUKAN dmana2 ......
HATI-HATI dengan pemahaman yang mngatakan bahwa Allah ada dmana2 !!!

---

Dalil Sifat Istiwa’

Sifat istiwa’ adalah salah satu sifat Allah yang telah Allah Ta’ala tetapkan untuk diriNya dalam tujuh ayat Al-Quran, yaitu :
Surat Al-A’raf: 54,
Yunus: 3,
Ar-Ra’d: 2,
Al-Furqan: 59,
As-Sajdah: 4 dan
Al-Hadid: 4, semuanya dengan lafazh:

ثُمَّ اسْتَوَى عَلَى الْعَرْشِ

Artinya:

“Kemudian Dia berada di atas ‘Arsy (singgasana).”

Dan dalam Surat Thaha 5 dengan lafazh:

الرَّحْمَنُ عَلَى الْعَرْشِ اسْتَوَى

Artinya:

“Yang Maha Penyayang di atas ‘Arsy (singgasana) berada.”

Rasulullah shollallahu’alaihiwasallam juga telah menetapkan sifat ini untuk Allah dalam beberapa hadits, diantaranya:

1. Hadits Abu Hurairah rodiallahu’anhu, ia berkata: Aku mendengar Rasulullah bersabda:

لَمَّا قَضَى اللَّهُ الْخَلْقَ كَتَبَ فِي كِتَابِهِ -فَهُوَ عِنْدَهُ فَوْقَ الْعَرْشِ- إِنَّ رَحْمَتِي غَلَبَتْ غَضَبِي

“Ketika Allah menciptakan makhluk (maksudnya menciptakan jenis makhluk), Dia menuliskan di kitab-Nya (Al-Lauh Al-Mahfuzh) – dan kitab itu bersama-Nya di atas ‘Arsy (singgasana) – : “Sesungguhnya rahmat-Ku mengalahkan kemarahan-Ku.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

2. Hadits Abu Hurairah rodiallahu’anhu bahwa Nabi shollallahu’alaihiwasallam memegang tangannya (Abu Hurairah) dan berkata:

يَا أَبَا هُرَيْرَةَ، إِنَّ اللهَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرَضِيْنَ وَمَا بَيْنَهُمَا فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ، ثُمَّ اسْتَوَى عَلَى الْعَرْشِ

“Wahai Abu Hurairah, sesungguhnya Allah menciptakan langit dan bumi serta apa-apa yang ada diantara keduanya dalam enam hari, kemudian Dia berada di atas ‘Arsy (singgasana).” (HR. An-Nasai dalam As-Sunan Al-Kubra, dishahihkan Al-Albani dalam Mukhtasharul ‘Uluw)

3. Hadits Qatadah bin An-Nu’man rodiallahu’anhu bahwa ia berkata: Aku mendengar Rasulullah shollallahu’alaihiwasallam bersabda:

لَمَّا فَرَغَ اللهُ مِنْ خَلْقِهِ اسْتَوَى عَلَى عَرْشِهِ.

“Ketika Allah selesai mencipta, Dia berada di atas ‘Arsy singgasana-Nya.” (Diriwayatkan oleh Al-Khallal dalam As-Sunnah, dishahihkan oleh Ibnul Qayyim dan Adz-Dzahabi berkata: Para perawinya tsiqah)

Dari artikel 'Sifat Istiwa’ Allah di Atas ‘Arsy — Muslim.Or.Id'

17 Des 2012

Karena Aku Ingin Menjadi Lebih Baik

Setiap kita pasti merindukan perubahan diri ke arah yang jauuh lebih baik. Banyak target dan rencana yang sudah dibuat, tapi mengapa perubahan itu tak jua terjadi. Masalahnya terkadang kita selalu menunggu momentum terbaik untuk berubah. Ada yang menunggu pergantian tahun, ada yang menunggu momen milad, bahkan ada yang menunggu hingga ramadhan berikutnya dan berbagai momentum lainnya.

Tapi ketika momentum itu hadir pun, kadang perubahan yang kita idamkan tak kunjung terjadi. Mengapa hal ini terjadi?
Sebenarnya tidak salah memanfaatkan suatu momentum tertentu untuk berubah. Misalnya seorang wanita yang ingin berjilbab, karena malu kalau mendadak berjilbab takut dikatakan sok sholeh, maka dia pergi dulu ke luar kota, sepulangnya dari sana dia sudah berjilbab. Diharapkan orang lain pun akan memakluminya. Atau seorang pemuda yang ingin merutinkan sholat berjamaah di masjid memanfaatkan momentum ramadhan, karena di bulan ramadhan sudah lumrah masyarakat sholat berjama’ah di masjid.

Tapi sobat, tahukah bahwa sebetulnya momentum terbaik untuk berubah selalu ada setiap hari. Bahkan di depan mata kita. Perubahan malam menjadi siang, siang berganti malam, itulah momentum terindah yang disediakan Allah SWT untuk hamba-hamba-Nya yang berniat memperbaiki diri secara terus menerus dan berkesinambungan (tidak mendadak berubah seperti Power Ranger: Berubah!!^_^).

“Dan Dia (pula) yang menjadikan malam dan siang silih berganti bagi orang yang ingin mengambil pelajaran atau orang yang ingin bersyukur.” (Al Furqan: 62)

Subhanallah, telah berapa kali kita berkesempatan untuk berjumpa siang dan malam? Tentu sepanjang Allah memberi kita waktu di dunia ini. Ketika kita menjumpai pagi hari, tidak ada yang menjamin kita bertemu sore hari. Maka segeralah beramal selagi kita mempunyai kesempatan itu. Perubahan yang kita idamkan akan segera terwujud bila kita segera melaksanakannya setahap demi setahap pada setiap pergantian waktu siang dan malam yang Allah SWT sediakan untuk kita.

Ibnu Umar ra. berkata, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam memegang pundakku dan bersabda, "Didunia ini, jadilah kamu seperti orang asing atau penyebrang jalan." Ibnu Umar ra berkata, 'Jika kamu di sore hari, jangan menunggu pagi hari; dan jika kamu di pagi hari, jangan menunggu sore hari. Manfaatkan waktu sehatmu sebelum kamu sakit, dan waktu hidupmu sebelum kamu mati." (H.R. Bukhari)

Sahabat,
Hidup sekali, hiduplah yang berarti
Tiada waktu berlalu kan kusesali
Karena kuingin kita menjadi lebih baik

Oleh: Budi Riana, Web In Rumah Zakat

14 Des 2012

Adab dan Akhlaq Penuntut Ilmu


Berikut saya uraikan ringkasan dauroh terkait adab dan akhlak penuntut ilmu.
-------- ^^

Banyak orang (manusia) tertipu dengan dua nikmat, yaitu nikmat sehat dan nikmat waktu luang.
Yang selalu terabaikan oleh kita manusia adalah
1. Berdzikir
2. Melakukan apa yang Allaah sukai
3. Mengerjakan Sunnah
4. Tholibul ‘ilmi syar’iyah

1.  Barangsiapa yang melapangkan urusan seorang mukmin, maka Allaah akan memudahklan urusan dunia dan akhirat.
2. Barangsiapa yang memudahkan orang yang kesulitan dalam hutang, maka Allaah akan memudahkan urusannya dunia dan akhirat
3. Dan barangsiapa yang menutup aib seorang mukmin, maka Allaah akan menutup aibnya dunia akhirat
4. Allaah akan menolongmu selama kamu menolong saudaramu (Yang kudu diingat adalah, jangan pernah sekalipun menyebut-nyebut apa yang sudah kita berikan) 

“Sebaik-baik sedekah adalah yang diberi kepada saudara (famili) yang bermusuhan dengan kita”
5. Barangsiapa yang menuntut ilmu, maka Allaah akan memudahkan jalannya ke Syurga. Jika kita menuntut ilmu dengan sungguh-sungguh maka Allaah berikan ia pemahaman.
6. Barangsiapa berkumpul dimesjid-mesjid Allaah untuk membaca kitabullah (menuntut ilmu), ikhlas karena Allaah maka Allaah akan memberikan ketenangan dalam hati.

“Orang yang paling bahagia didunia ini adalah orang yang menuntut ilmu-ilmu syar’i.”
“Allaah memberikan rahmat kepada orang-orang yang menuntut ilmu, mereka dikelilingi oleh para Malaikat. Malaikat mengepakkan sayapnya dan ridho kepada orang-orang yang menuntut ilmu.”
7. Barangsiapa yang lambat amalnya, tidak dapat dikejar nasabnya. (Yang penting Iman dan Amal sholih ^^)
Ustadz juga menyampaikan,
“Semakin baik akhlak seseorang, semakin sempurna imannya.” Subhanallaah . . . :D

Adab Menuntut Ilmu
1. Ikhlas (Mengikhlaskan ibadah karena Allaah)
Syarat diterimanya amal ada dua, yaitu Ikhlas dan i’tiba ( Mencontoh Rasul). Selain itu juga menghindarkan diri kita dari riya
Ada 3 golongan pertama yang akan merasakan lebih dulu dipanaskan di neraka, hal ini disebabkan karena mereka tidak ikhlas karena Allaah dalam melakukan amalan dibawah ini, yaitu:

a. Belajar ilmu syar’i
b. Orang-orang yang berjihad
c. Orang-orang yang shodaqoh

Nah. . . . jika kita tidak ingin merasakan panasnya api neraka lebih dahulu karena ketidakikhlasan kita dalam beribadah, maka perbaikilah selalu niat kita karena Allaah setiap melakukan sesuatu, apapun itu :)
2. Memohonkan ilmu yang bermanfaat kepada Allaah
3. Sungguh-sungguh dalam tholibul ilmi, agar mendapatkan ilmu yang bermanfaat. Karena tanpa kesungguhan, kita tidak akan mendapatkan ilmu.
Membaca – menghapal ~ juga kudu sungguh-sungguh. Sebagai hamba, minta tolonglah pada Allaah, Rabb Yang Maha pemberi. Dan janganlah kita bersikap lemah :)
4. Menjauhkan diri dari perbuatan dosa dan maksiat.
Dosa besar yang paling besar adalah durhaka pada orangtua. Dan dosa yang selalunya dianggap remeh adalah “Ghibah”
5. Tidak boleh sombong
6.  Memperhatikan apa yang disampaikan oleh ustadz/ Syaikh/ Guru, dsb.
7. Mendengarkan dengan baik, diam/ tidak ribut, Hp di silentkan, dsb.
8. Berusaha memahami apa yang disampaikan
9. Berusaha untuk menghapal apa yang disampaikan
10. Mencatat ilmu tersebut. “Ikatlah ilmu dengan menuliskannya”
11.  Mengamalkannya.

“Tidak akan beranjak kedua kaki seorang hamba pada hari kiamat hingga ia ditanya tentang umurnya untuk apa ia habiskan; tentang ilmunya, apa yang telah diamalkan; tentang hartanya dari mana ia peroleh dan kemana ia habiskan; dan tentang tubuhnya – capek dan letihnya- untuk apa ia gunakan.” (Hadits Shohih, HR. Tirmidzi no. 2417, ad Darimi [1/135] dan Abu Ya’la dalam Musnadnya no. 7397 dari sahabat Abu Barzah . . .)


12. Da’wah
Setelah diamalkan, maka dida’wahkan. Minimal untuk diri kita dan keluarga kita sendiri.


“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan” (QS. At Tahrim: 6)

“Katakanlah: "Inilah jalan (agama) ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujjah yang nyata, Maha Suci Allah, dan aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik". (QS. Yusuf: 108)

Adab terhadap Rasul
1. Mengimani beliau sebagai Nabi dan Rasul, sebagai pemberi peringatan
2. Wajib mencintai Rasul lebih dari lkecintaan kepada diri sendiri, orangtua, anak, dll
3. Menaati Rasul
4. Meneladani Rasul
5. Wajib i’ttiba hanya kepada Rasul
6.  Banyak bersholawat kepada Rasul
7.  Tidak boleh bersholawat dengan yang tidak dicontohkan oleh Rasul


Adab terhadap Orangtua
1. Berbakti dan menaati keduanya
2. Merendahkan diri dihadapan keduanya
3. Berdoa untuk keduanya
4. Memenuhi segala kebutuhannya
5. Berbakti dan menyambung kekerabatan

Adab terhadap Diri sendiri
1. Harus meyakini bahwa menuntut ilmu adalah Ibadah

“Mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Sesungguhnya di sisi Allah-lah pahala yang besar” (QS. At Taubah: 22)


2.  Harus memperhatikan penyucian jiwa yang membawanya kepada ketaatan dan menjauhkannya dari maksiat (Tadzkiatunnufs)

    “Dan apa yang menimpa kamu pada hari bertemunya dua pasukan, maka (kekalahan) itu adalah dengan izin (takdir) Allah, dan agar Allah, mengetahui  siapa orang-orang yang beriman.  (QS. Ali Imran: 166)

3.  Mengikuti dan meneladani para sahabat
4.  Menghiasi diri dengan adab yang baik
5.  Selalu mengintrospeksi diri
6.  Menghiasi diri dengan rasa takut kepada Allaah secara lahir dan bathin, menjaga syari’at-syariat islam.
“
Inti Ilmu adalah rasa takut kepada Allaah”
7. Hiasilah dirimu dengan merasa selalu diawasi oleh Allaah Subahanwata’ala.
8. Bersikap qana’ah dan Zuhud.
!!! Jangan jadi beban orang lain!!! :D



Adab kepada karib kerabat
1. Mengetahui hak-hak kekerabatan, yaitu kewajiban menyambung silaturrahim
2.  Mengunjungi mereka, memberi hadiah, berkata yang baik
3.  Bersabar atas gangguan mereka dan memaafkan
4.  Membantu kebutuhan mereka dan bersedekahlah
5.  Memperhatikan petunjuk islam dalam tingkatan prioritas menyambung kekerabatan


Adab terhadap tetangga dan masyarakat
1. Mengetahui hak-hak mereka dan melaksanakannya
2. Beretika dengan adab-adab islam ketika bertemu dengan mengucapkan salam, wajah berseri, dll
3. Menghormati mereka berbuat kebaikan
4. Membimbing mereka dengan lemah lembut
5. Tidak boleh mengganggu mereka, tidak menyakiti mereka dengan lisan
6. Sabar atas sikap ketidaktahuan mereka dan gangguan mereka
7.  Berusaha menghadapi sikap buruk mereka dengan kebaikan.

“Dan tidaklah sama kebaikan dan kejahatan. Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang yang antaramu dan antara dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia.”


Adab terhadap Guru
1. Sebelum menuntut ilmu hendaklah seorang pelajar melihat dan beristikharah kepada Allaah tentang orang yang akan dijadikannya sebagai seorang guru
2. Menghormati dan memuliakan kedudukannya
3. Memulai dengan mengucapkan salam, meminta izin ketika akan duduk atau pergi dari majelis ilmu karena ada keperluan
4. Hendaklah ia duduk di majelis ilmu dengan cara duduk seorang pelajar, dengan penuh adab
5. Berbaik sangka apabila guru memberikan hukuman kepadanya
6. Tidak boleh sombong/ malu untuk bertanya kepada gurunya
7. Mengikuti akhlak baik, perilaku yang terpuji
8. Mendatangi majelis ilmu lebih awal daripada gurunya
9. Seorang penuntut ilmu harus berusaha memperhatikan apa yang disampaikan guru
10. Seorang penuntut ilmu (murid) harus membalas kebaikan gurunya.

“Tidak ada balasan kebaikan kecuali kebaikan (pula).” (QS. Ar Rahman: 60)

11 Des 2012

Ruang Hati


Jika Hati adalah sebuah rasa. Maka izinkan saya menguraikannya menjadi tiga buah ruangan didalamnya.
  1. Sebuah pintu untuk masa lalu
  2. Sebuah pintu untuk masa sekarang, dan
  3. Sebuah pintu untuk masa yang akan datang

Jika aku ada dalam bagian hatimu, diruang yang manakah kau meletakkanku?
Jika di pintu yang pertama, maka segera padamkan cahaya yang ada didalamnya. Karna aku hanyalah sebuah masa lalu dalam hidupmu. Sebuah masa yang sudah tak berlaku lagi untuk hidupmu yang sekarang. Karna masa lalu hanyalah sesuatu yang sangat jauh dan takkan mungkin lagi untuk kita rengkuh. Ingat..!!! kau harus memadamkannya. Karna jika tidak, kau takkan mampu menyalakan lampu masa depanmu dipintu yang ke-3.

Jika di pintu yang kedua, maka biarkanlah ruang itu bercahaya. Jadikanlah aku sebagai temanmu bercerita, berbagi rasa, berbagi pengalaman, saling bertukar pikiran, berpetualang bersama kehidupan. Karna pintu untuk masa sekarang memang takkan bisa kau padamkan. Pintu inilah yang cahayanya senantiasa menyala.

Jika dipintu yang ketiga, maka jangan nyalakan dulu cahayanya. Tunggulah waktu pada saatnya nanti kan tiba. Sebab jika lampu masa depan ini dinyalakan sekarang, maka akan merusak system pencahayaan pada ruangan-ruangan yang ada didalam hatimu.

Pernahkah kamu mendengar tentang ini,
“Banyak manusia menangis. Karena mereka mengira akan kelaparan dihari esok. Mereka merasa akan tertimpa penyakit tahun depan. Mereka berpendapat, dunia akan berakhir seratus tahun lagi. Sesungguhnya orang yang umurnya bukan ditangannya, tidak boleh menggadaikan sesuatu dengan sesuatu yang tidak dipunyainya. Orang yang tidak tau kapan ia akan wafat, tidak boleh menyibukkan diri dengan memikirkan sesuatu yang belum datang. Tinggalkanlah urusan besok, hingga datang waktu yang tepat. Jangan Tanya kabarnya, dan jangan tunggu kehadirannya. Lakukan yang terbaik. SEKARANG!”

“Yang lalu telah berlalu, dan yang telah pergi telah mati. Jangan dipikirkan yang telah lalu karena telah pergi dan selesai.
Dalam satu rentang waktu bernama zaman hanya ada satu kata: SEKARANG!
Biarkan masa depan itu hingga dia datang sendiri, dan jangan terlalu berkepentingan dengan hari esok. Karen jika anda melakukan yang terbaik dihari ini maka hari esok juga akan baik.”
( Aidh Al Qarni- Laa Tahzan)




-Langit Senja-
25 January 2010

Menjaga Hati


Seorang sahabat bertanya kepada saya tentang "Menjaga Hati".
"Lu, emangnya kita wajib ya jaga hati? Dosa ya kalau kita menyukai seseorang secara diam-diam?"
Pertanyaan polos ini bukan berarti nggak berlandasan sama sekali. justru pertanyaan ini keluar setelah kata2 "Susah menjaga hati..!!!"-ini keluar dari lisan saya.
Menjaga hati, tentu saja wajib. (Menurut saya Lho ya...) dan alasannya tentu saja beragam (tapi, mikir sendiri aja ya, saya lagi males nulis panjang2 apa alasannya- durasi tulisannya nanti bakalan nggak cukup)^,^v
kita ke pertanyaan selanjutnya, "Dosa ya, kalau kita menyukai seseorang secara diam2?"
Uups...
Ehm..(Serius nih!) ketika kita menyukai seseorang secara diam2, menurut saya sih nggak dosa. Namanya juga manusia. sudah fitrahnya mencintai dan dicintai. (Ya khan..!!)
jika kita mencintai seseorang secara diam2, mintalah pada Allah agar menjaga cinta itu tetap dengan berlandaskan bahwa kita mencintainya karna Allah. Mungkin karna faktor ketaatan seseorang tersebut dalam agama dan lain sebagainya. Yang kudu diingat, mencintai seseorang adalah dengan tidak mengganggu kehormatannya. Lalu senantiasa lah mendoakannya agar orang yang kita cintai itu selalu diberi kebaikan oleh Allah. Yang kudu diwaspadai, jangan sampai cinta itu membawa kita kejurang kemaksiatan. Sebab, masalah hati ini sangat Urgent. Setan kapan aja bisa nyelinap didalamnya. Jika kita tidak pandai menjaganya, maka setanlah yang akan menguasai diri kita.
Nggak gampang memang-urusan menjaga hati ini. Karna kita adalah manusia biasa yang mempunyai kelemahan. Mintalah pada Allah agar tetap menyelimuti dan menjaga hati kita dengan Cinta-NYA. Niscaya kita kan merasakan manisnya iman.
Seperti Fathimah dan 'Ali, saling mencintai dalam kerahasiaan yang paling rapat, kepasrahan paling kuat, dan ikhtiyar suci yang menemukan jalannya..Dengan karunia Allah! Jika kita Husnuzhzhon pada-NYA..
Oia, berikut saya paparkan juga pendapat dari sahabat saya tentang "Menjaga Hati"
Ukhty An-Nur :"Ups..jaga hati- Harus! Suka ma orang tu nggak salah. Malah normal tu. Kayak makan ikan trus kena durinya itu wajar. Karna ada tulang ikan!
Yang salah itu kita, membiarkan duri tersebut nancap ditenggorokan. Nanti bsa infeksi. Hati juga gitu, nanti bisa terkotori jika ada yang disimpan didalamnya. Gitu mungkin kira2.."
Sekali lagi, Urusan menjaga hati itu memang nggak Gampang. Penuh Perjuangan Bung!
Karna tiap manusia punya kelemahan. Ada saatnya ke-Imanan seseorang berada diatas dan ada saatnya juga berada dibawah (futur). Ujian terkadang justru datang pada saat ImTaq (Iman dan Taqwa) kita lagi kuat2nya, lagi semangat2nya. Bahkan bentuk ujian itupun bisa lebih dahsyat dari yang biasanya. Namanya juga ujian keimanan..saat kita berhasil melewai suatu ujian, maka kita akan naik ketingkatan yang lebih tinggi lagi tentunya..
"Jagalah Allah, maka Allah akan Menjagamu"
Jika dihubung2kan dengan masalah hati, maksud dari kalimat diatas adalah jagalah hatimu dengan selalu mengingat Allah.[ Hal ini terdapat dalam firman-NYA di QS. Ar Ra'du Ayat 28: "Alla bidzdzikrillahi tathma'innul Qulb"-Hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tentram-]. kemudian, selain dengan mengingat Allah kita bisa juga menjaga hati kita dengan mengukir nama Allah dalam pusara Qalbu kita, memenuhi segala ruang yang ada dihati kita dengan "Allah". Maka jika sudah begitu, Allah-lah yang akan menjaga hati kita, menyelimuti hati kita. Jika hati kita telah terpenuhi dan tercukupi dengan segala tentang Allah-maka kita akan menjadi hamba yang tidak bergantung kepada siapapun selain kepada-NYA, kita menjadi hamba yang Qana'ah atas apa yang diberikan-NYA pada kita, merasa ridho, ikhlas dan lain sebagainya.
Allah berkata dalam firman-NYA dalam Surat Al Baqarash ayat 153:
"Yaa Ayyuhalladziina amanusta'inu bishshobri washsholaati innallaha ma'ashshobiriin"
-Hai orang2 yang beriman, mintalah pertolongan Allah dengan sabar dan sholat, sesungguhnya Allah bersama orang2 yang sabar-
Jadi..ketika datang ujian melanda hati, maka bersabarlah atas ujian itu, sholatlah! persibuklah diri dengan mengingat Allah. Lakukan amalan2 sunnah secara berkala. Karna, suatu amalan kecil yang dilakukan secara berkala dan terus menerus lebih dicintai Allah dan Rasul-NYA dari pada suatu amalan besar yang dilakukan sekali saja (tanpa adanya kesinambungan)
Terlepas dari ini semua, saya juga hanya manusia biasa. Hamba-NYA yang Dhoif. Yang masih belajar mencari makna hidup-hakikat penghambaan kepada-NYa.
Saya juga bukanlah orang yang ahli dalam hal menjaga hati. Masih belajar. Masih perlu banyak belajar!
Semoga Allah menjaga Hati saya dan hati kita semua, agar terhindar dari segala fitnah ataupun maksiat.
Hanya tulisan biasa dari seorang hamba yang masih terus mengharap cinta-NYA.
Sebagai pengingat bagi diri sendiri (yang terutama) dan mungkin juga bagi anda semua.
Semoga yang sedikit bermanfaat bagi yang banyak=)
*Ikatlah Ilmu Dengan Menuliskannya (Umar bin Khatab)

Semangaaadddhh...!!!
(Hari ini harus lebih baik dari kemarin, Hari esok harus lebih baik dari hari ini)
YooQ...sama2 menjaga Hati(^,^)


Renungan Malam 11/12 Jan 2010

-Langit Senja-

 *Mungkin ini Repost ^^, coz nemu catatan ini di Flashdisk

Dua beda

 Terkadang luka ada baiknya datang diawal. Agar kau tau bahwa hidup tak hanya tentang cinta.  Gemerlap dunia hanya persinggahan yg fana.  Me...