Tampilkan postingan dengan label Kata Mutiara. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kata Mutiara. Tampilkan semua postingan
20 Mar 2013
19 Mar 2013
Menjalani Sebab
Syaikh Abdul Qodir al Jailani berkata:
"Rasakanlah pahitnya obat, dan berdirilah di depan pintu pekerjaan
untuk memasukinya, sehingga engkau dapat bersungguh-sungguh dengannya.
Jangan sekali-kali hanya duduk di atas tempat pembaringan, atau tidur
di balik selimut, atau bersembunyi di balik pintu kemudian engkau
meminta pekerjaan. Itu suatu hal yang mustahil.
[al Fathu Rabbani wal Faidhu Rahmani]
[Dikutip dari buku 'Nasehat Syaikh Abdul Qadir Jailani, Oleh: Syaikh Shalih Ahmad Syami]
17 Mar 2013
4 Rahasia Ketenangan Hidup
1. Aku yakin bahwa rezekiku tidak tertukar, karena itu hatiku tenang.
2. Aku yakin amalku tidak mungkin digantikan oleh yang lain, karena itu aku semangat beribadah.
3. Aku yakin bahwa Allah mengawasiku, karena itu aku malu bermaksiat.
4. Aku yakin bahwa mati selalu membuntutiku, karena itu aku selalu siap menghadapinya.
(Hasan Al-Bashri)
4 Mar 2013
Perilaku Muslim
Yahya bin Mu’adz Ar-Razi rahimahullah bekata: “Hendaknya orang mukmin mendapatkan tiga perlakuan darimu: bila engkau tidak memberikan manfaat kepadanya, jangan mendatangkan mudharat kepadanya, bila engkau tidak membahagiakannya, maka jangan membuatnya sedih; dan jika engkau tidak menyanjungnya, maka engkau jangan mencelanya.”(Shifatush Shafwah 4/91)
19 Jan 2013
Memiliki Hati
Ibnu Al-Qayyim berkata:
Carilah hatimu pada 3 tempat:
1. Pada waktu mendengarkan al-Qur'an.
2. Pada waktu di majlis ilmu.
3. Pada waktu menyendiri (beribadah/mengingat dosa)
Seandainya engkau tidak mendapatkan hatimu di 3 tempat ini, maka mintalah kepada Alloh hati karena engkau belum memiliki hati.
Carilah hatimu pada 3 tempat:
1. Pada waktu mendengarkan al-Qur'an.
2. Pada waktu di majlis ilmu.
3. Pada waktu menyendiri (beribadah/mengingat dosa)
Seandainya engkau tidak mendapatkan hatimu di 3 tempat ini, maka mintalah kepada Alloh hati karena engkau belum memiliki hati.
10 Jan 2013
Bahagia Itu Sederhana
Bahagia itu sederhana,
Cukup selalu tersenyum dan selalu bersyukur
Namun yang tak sederhana adalah ketika harus selalu tersenyum ketika suasana duka menyelimuti, ketika asa amarah menguasai, ketika airmata terendap-endap mengikuti.
Namun yang tak sederhana adalah ketika harus selalu bersyukur ketika kondisi sempit menghampiri, ketika harapan pupus mengecewai, ketika keinginan tak terpenuhi.
Bahagia itu sederhana,
Cukup selalu tersenyum dan selalu bersyukur
Meski duka menyelimuti, meski amarah menguasai, meski air mata terendap-endap mengikuti.
Meski kondisi sempit menghampiri, meski harapan pupus mengecewai, meski keinginan tak terpenuhi.
Bahagia itu sederhana,
Cukup mengatakan pada dunia, Ya aku Bahagia. Bahagia membersamaimu disisa-sisa usiaku.
Cukup selalu tersenyum dan selalu bersyukur
Namun yang tak sederhana adalah ketika harus selalu tersenyum ketika suasana duka menyelimuti, ketika asa amarah menguasai, ketika airmata terendap-endap mengikuti.
Namun yang tak sederhana adalah ketika harus selalu bersyukur ketika kondisi sempit menghampiri, ketika harapan pupus mengecewai, ketika keinginan tak terpenuhi.
Bahagia itu sederhana,
Cukup selalu tersenyum dan selalu bersyukur
Meski duka menyelimuti, meski amarah menguasai, meski air mata terendap-endap mengikuti.
Meski kondisi sempit menghampiri, meski harapan pupus mengecewai, meski keinginan tak terpenuhi.
Bahagia itu sederhana,
Cukup mengatakan pada dunia, Ya aku Bahagia. Bahagia membersamaimu disisa-sisa usiaku.
7 Des 2012
Menjaga Batin
Al-Hafizh Ibnul Jauzi rahimahullah berkata : “Barangsiapa yang memperbaiki batinnya, maka akan tersebarlah keutamaannya yang banyak dan hati akan terus menebarkan kebaikannya. Maka hati-hatilah, jagalah batin kalian, karena jika batin telah rusak maka tidak akan bermanfaat lagi kebaikan amaliah yang tampak.” (Shaidul Khathir I/206)
15 Okt 2012
Hari Ini Milik Anda
Jika kamu berada di pagi hari, janganlah
menungggu sore tiba. Hari inilah yang akan Anda jalani, bukan hari kemarin yang
telah berlalu dengan segala kebaikan dan keburukannya, dan juga bukan esok hari
yang belum tentu datang. Hari yang saat ini mataharinya menyinari Anda, dan
siangnya menyapa Anda inilah hari Anda.
Umur Anda, mungkin tinggal hari ini. Maka,
anggaplah masa hidup Anda hnya hari ini, atau seakan-akan Anda dilahirkan hari
ini an akan mati hari ini juga. Dengan begitu, hidup Anda tak akan
tercabik-cabik duantara gumpalan keresahan, kesedihan dan duka masa lalu dengan
bayangan masa depan yang penuh ketidakpastian dan acap kali menakutkan.
Pada hari ini pula, sebaiknya Anda
mencurahkan seluruh perhatian, kepedulian dan kerja keras. Dan pada hari
inilah, Anda harus bertekad mempersembahkan kualitas shalat yang paling
khusyu’, bacaan al-Qur’an yang sarat tadabbur,
dzikir dengan sepenuh hati, keseimbangan dalam segala hal, keindahan dalam
akhlak, kerelaan dengan semua yang Allah berikan, perhatian terhadap keadaan
sekitar, perhatian terhadap kesehatan jiwa dan raga, serta perbuatan baik
terhadap sesama.
Pada hari dimana Anda hidup saat inilah
sebaiknya Anda membagi waktu dengan bijak. Jadikanlah setiap menitnya laksana
ribuan tahun dan detiknya laksan ratusan bulan. Tanamlah kebaikan
sebanyak-banyaknya pada hari itu. Dan, persembahkanlah sesuatu yang paling
indah untuk hari itu. Ber-istighfar-lah
atas semua dosa, ingatlah selalu kepada-Nya, bersiap-siaplah untuk sebuah
perjalanan menuju alam keabadian, dan nikmatilah hari ini dengan segala
kesenangan dan kebahagiaan! Terimalah rezeki, isteri, suami, anak-anak,
tugas-tugas, rumah, ilmu, dan jabatan Anda hari dengan penuh keridhaan.
{Maka
berpegangteguhlah dengan apa yang Aku berikan kepadamu dan hendaklah kamu
termasuk orang yang bersyukur. }
(QS. AL-A’râf: I44)
Hiduplah hari ini tanpa kesedihan, kegalauan,
kemarahan, kedengkian dan kebencian.
Jangan lupa, hendaklah Anda goreskan pada dinding hati
Anda satu kalimat (bila perlu Anda tulis pula di atas meja kerja Anda ) : Harimau adalah hari ini. Yakni, bila
hari ini Anda dapat memakan nasi hangat yan harum baunya, maka apakah nasi basi
yang telah Anda makan kemarin atau nasi hangat esok hari (yang belum tentu ada) itu akan merugikan Anda?
Jika Anda dapat minum air jernih dan segar hari ini,
maka mengapa Anda harus bersedih atas air asin yang Anda minum kemarin, atu
mengkhawatirkan air hambar dan panas esok hari yang belum tentu terjadi?
Jika Anda percaya pada diri sendiri, dengan semangat
dan tekad yang kuat Anda, maka akan dapat menundukkan diri untuk berpegang pada
prinsip: aku hanya akan hidup hari ini. Prinsip inilah yang akan menyibukkan
diri Anda setiap detik untuk selalu memperbaiki keadaan, mengembangkan semua
potensi, dan mensucikan setiap amalan.
Dan itu, akan membuat Anda berkata dalam hati, “Hanya
hari ini aku berkesempatan untu mengatakan yang baik-baik saja. Tak berucap
kotor dan jorok yang menjijikkan, tidak akn pernah mencela, menghardik dan juga
membicarakan kejelekan orang lain. Hanya hari ini aku berkesempatan menertibkan
rumah dan kantor agar tidak semrawut dan berantakan. Dan karena hanya ini saja aku akan hidup, maka aku akan
memperhatikan kebersihan tubuhku, kerapian penampilanku, kebaikan tutur kata
dan tindak tandukku.”
Karena hanya akan hidup hari ini, maka aku akan
berusaha sekuat tenaga untuk taat kepada Rabb,
mengerjakan shalat sesempurna mungkin, membekali diri dengan shalat-shalat
sunah nafilah, berpegang teguh pada
al-Qur’an, mangkaji dan mencatat segalayang bermanfaat.
Aku hanya akan hidup hari ini, karenanya aku akan
menanam dalam hatiku semua nilai keutamaan dan mencabut darinya pohon-pohon
kejahatan berikut ranting-rantingnya berduri, baik sifat takabur, ujub, riya’, dan buruk sangka.
Hanya hari ini aku akan dapat menghirup udara
kehidupan, maka aku akan berbuat baik kepada orang lain dan mengulurkan tangan
kepada siapapun. Aku akan menjenguk mereka yang sakit, mengantarkan jenazah,
menunjukan jalan yang benar bagi yang tersesat, memberi makan orang kelaparan,
menolong orang yang sedang kesulitan, membantu yang orang dizalimi, meringankan
penderitaan orang yang lemah, mangasihi mereka yang menderita, menghormati
orang-orang alim, menyayangi anak kecil, dan berbakti kepada orang tua.
Aku hanya akan hidup hari ini, maka aku akn
mengucapakan, “Wahai masa lalu yang telah berlalu dan selesai, tenggelamlah
seperti mataharimu. Aku tak akan pernah menangisi kepergiannmu, dan kamu tidak
akn pernah melihatku termenung sedetik pun untuk mengingatmu. Kamu telah
meninggalkan kami semua, pergi dan tak pernah kembali lagi.”
“Wahai masa depan, engkau masih dalam kegaiban. Maka,
aku tidak akan pernah bermain dengan khayalan dan menjual diri hanya untuk
sebuah dugaan. Aku pun tak bakal memburu sesuatu yang belum tentu ada, karena
esok hari mungkin tidak ada sesuatu. Esok hari adalah sesuatu yang belum
diciptakan dan tidak ada satu pun darinya yang dapat disebutkan.”
10 Agu 2012
~Daun yang jatuh tak pernah membenci angin
Daun yang jatuh tak pernah membenci angin, dia membiarkan dirinya jatuh begitu saja. Tak melawan, mengikhlaskan semuanya. Bahwa hidup harus menerima, penerimaan yang indah. Bahwa hidup harus mengerti, pengertian yang benar. Bahwa hidup harus memahami, pemahaman yang tulus. Tak peduli lewat apa penerimaan, pengertian, pemahaman itu datang. Tak masalah meski lewat kejadian yang sedih dan menyakitkan. Biarkan dia jatuh sebagaimana mestinya. Biarkan angin merengkuhnya, membawa pergi entah kemana.
~Tere Liye
9 Agu 2012
Rencanamu Rencana-Nya
Saat hati berkata "INGIN", namun qadar Allâh Azza Wa Jalla berkata "TUNGGU"...
Saat air mata "MENETES",namun qadar Allâh berkata.. "TERSENYUMLAH"
Saat segalanya terasa.."MEMBOSANKAN",namun qadar Allâh berkata "TERUSLAH MELANGKAH"...
Biidznillaah...Kita merancang sesuatu,Allah Azza Wa Jalla juga
merancang sesuatu yang dirahasiakan-NYA buat kita.Namun,Rancangan Allah
Azza Wa Jalla itu LEBIH baik. . .yang PALING baik. . .dan yang TERBAIK
daripada rancangan kita.
Karena ALLAHU Yaa 'Aliimu Yaa HAKAM (Yang Maha Mengetahui dan Yang Maha Menetapkan)! ! !
Jadi,kita sebagai hamba-NYA. . Jangan pernah PROTES atau PUTUS ASA.
Yakinlah...Allah Azza Wa Jalla ada untukku,untukmu,dan untuk kita semua.
Mungkin rencana kita telah baik,namun harus di ingat bahwa rencana
Allah lebih baik lagi.Belum tentu apa yang kita anggap baik di mata
kita baik pula di mata Allah
Allah telah Mempersiapkan yang jauh lebih baik untuk kita yang sesuai dengan Akhlak serta Perangai Kita..
Ikhlaskanlah segalanya pada Allah Azza Wa Jalla dan Yakinlah akan
janji-Nya...Apapun yang di berikan kepada Kita itulah yang terbaik buat
Kita....(QS.Al-Baqoroh:216)
*Pesan Lastri via status di FB
Biidznillaah...Kita merancang sesuatu,Allah Azza Wa Jalla juga merancang sesuatu yang dirahasiakan-NYA buat kita.Namun,Rancangan Allah Azza Wa Jalla itu LEBIH baik. . .yang PALING baik. . .dan yang TERBAIK daripada rancangan kita.
Karena ALLAHU Yaa 'Aliimu Yaa HAKAM (Yang Maha Mengetahui dan Yang Maha Menetapkan)! ! !
Jadi,kita sebagai hamba-NYA. . Jangan pernah PROTES atau PUTUS ASA.
Yakinlah...Allah Azza Wa Jalla ada untukku,untukmu,dan untuk kita semua.
Mungkin rencana kita telah baik,namun harus di ingat bahwa rencana Allah lebih baik lagi.Belum tentu apa yang kita anggap baik di mata kita baik pula di mata Allah
Allah telah Mempersiapkan yang jauh lebih baik untuk kita yang sesuai dengan Akhlak serta Perangai Kita..
Ikhlaskanlah segalanya pada Allah Azza Wa Jalla dan Yakinlah akan janji-Nya...Apapun yang di berikan kepada Kita itulah yang terbaik buat Kita....(QS.Al-Baqoroh:216)
*Pesan Lastri via status di FB
12 Apr 2012
Duhai Jiwa, Bersyukurlah...!!!

Bersyukurlah kau tak memiliki semua yang kau inginkan,
Karna jika kau memiliki semuanya, lalu apa lagi yang kau cari?
Bersyukurlah kau tak mengetahui segala sesuatu,
Karna hal itu memberi kesempatan padamu untuk belajar dengan bersungguh-sungguh
Bersyukurlah atas masa-masa sulit yang kau hadapi,
Karna itulah guru terbaik kehidupan ini.
Bersyukurlah dan bersyukurlah karena selalu ada keindahan dibalik setiap rasa syukur.
"Maka nikmat Rabbmu yang manakah yang kamu dustakan?"
(QS. Ar Rahmaan)
*Sms from dek Cima a.k.a "Risma Anggraini"
Jazakillah Ukhty sayang :)
Saling mengingatkan dalam kebaikan n fastabiqul Khairat (^,^)/"
9 Apr 2012
Mutiara Islam

Wahai para pengemban al-Qur'an, apa yang ditanamkan al-Qur'an di dalam hatimu? Sesungguhnya al-Qur'an adalah penyejuk hati orang mukmin, sebagaimana halnya hujan menjadi penyejuk bumi. Sesungguhnya Allah menurunkan hujan dari langit ke bumi lalu jatuh di tempat yang baik. Di tempat itu pula ada biji, sehingga kebusukan tanahnya tidak menghalangi biji tersebut untuk berkembang, menghijau dan menjadi bagus. Wahai para pengemban al-Qur'an, apa yang ditanamkan al-Qur'an di dalam hatimu? Mana orang yang memiliki (menghafal) satu surat? Mana orang yang menghafal dua surat? Apa yang sudah Anda amalkan darinya?
(Malik bin Dinar)
2 Jan 2008
"HIKMAH"
- Ikhlas dan tauhid adalah pohon yang ditanam di taman hati, Amal perbuatan adalah cabang-cabangnya, sedangkan buah-buahnya adalah kehidupan yang baik di dunia dan kenikmatan abadi di alam akhirat. (Ibnul-Qayyim)
"Jika Allah menahan pemberian-Nya padamu, maka pahamilah bahwa itu adalah suatu (kemuliaan) untukmu selama kau pertahankan keislaman dan keimananmu, higga segenap apa yang dilakukan Allah kepada dirimu menjadi karunia pula kepadamu".(Ibnu Athaillah)
- Sahabat itu adalah dorongan ketika engkau hampir berhenti, petunjuk jalan ketika engkau tersesat, membiaskan senyum sabar ketika engkau berduka, memapahmu saat engkau hampir tergelincir, dan mengalungkan butir2 mutiara doa pada dada mu
"Do'a seorang muslim untuk saudaranya yang dilakukan tanpa sepengetahuan orang yang didoakannya adalah do'a yang akan dikabulkan. Pada kepalanya ada seorang malaikat yang menjadi wakilnya, setiap kali dia berdoa untuk saudaranya dengan sebuah kebaikan, maka malaikat tsb berkata aamin dan engkaupun mendapatkan apa yang dia dapatkan"(HR Muslim)
- "Maka apakah kamu mengira bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami? Maka Maha Tinggi Allah raja yang sebenarnya". (QS. Al-Mu'minuun:115-116)
"Ketika satu pintu kebahagiaan tertutup, pintu kebahagiaan yg lain akan terbuka. tetapi acapkali kita hanya terpaku terutama pada pintu yg tertutup sehingga kita tidak melihat pintu lain yg dibukakan untuk kita".(Anonymous)
'yang disebut bijaksana adalah yang mengingati pengalaman, sebaik-baik pengalaman adalah yang senantiasa menjadi peringatan bagimu.' [wasiat Imam Ali]
- "Wahai anak manusia, setiap kali engkau meminta kepada-Ku dan mengharap dari-Ku, maka Aku akan ampunkan bagimu apa yang telah lalu dan Aku tidak peduli betapapun besar dan banyaknya dosamu. Wahai anak manusia, seandainya dosa-dosamu mencapai setinggi langit, kemudian engkau meminta ampun kepada-Ku, maka Aku akan mengampunimu dan Aku tidak peduli. Wahai anak manusia, seandainya engkau datang kepada-Ku dengan membawa setumpuk dosa sebesar bumi, kemudian engkau berjumpa dengan-Ku tanpa menyekutukan Aku dengan sesuatu apapun, maka Aku akan memberikan ampunan sebesar bumi itu pula" (Hadits Qudsi Riwayat Turmudzi)
- Rasulullah saw. bersabda, " Satu hukum Allah yang benar-benar diterapkan di muka bumi adalah lebih baik bagi penduduk bumi dari pada mereka diberi hujan selama empat puluh pagi." (HR Ibnu Majah, Ahmad, an-Nasa)
"Sebaik-baik pemimpinmu ialah mereka yang kamu kasihi dan mereka mengasihimu. Kamu mendoakan mereka dan mereka mendoakanmu. Dan sejahat-jahat pemimpinmu ialah kamu membenci mereka dan mereka membencimu. Kamu mengutuk mereka dan mereka mengutuk mu. Sahabat-sahabat berkata: "Bolehkah kami menentang mereka?" Jawab Nabi: "Tidak, selama mereka tetap menegakkan sembahyang." (HR. Muslim)
- Sesungguhnya Allah jika mnghendaki mbinasakan seorang hamba, mk Dia mncabut dari orang itu rasa malu. Jika telah tercabut darinya rasa malu, engkau tidak menjumpai orang itu kecuali bergelimang dosa. Jika engkau tidak menjumpai kecuali bergelimang dosa, dicabut (pula) dari dirinya amanah. Apabila telah dicabut darinya amanah, engkau tidak menjumpainya kecuali sebagai orang yang berkhianat dan dikhianati. Jika engkau tidak menjumpainya kecuali dalam keadaan berkhianat dan dikhianati, maka dicabut darinya rahmat (Allah). Apabila telah dicabut darinya rahmat (Allah), engkau tidak menjumpainya kecuali dalam keadaan terkutuk dan terlaknat. Jika engkau tidak menjumpainya kecuali dalam keadaan terkutuk dan terlaknat, maka dicabut darinya ikatan dengan Islam�. (HR. Ibnu Majah)
- Mata adalah penuntun, dan hati adalah pendorong dan penuntut. Mata memiliki kenikmatan pandangan dan hati memiliki kenikmatan pencapaian. Keduanya merupakan sekutu yang mesra dalam setiap tindakan dan amal perbuatan manusia, dan tidak bisa dipisahkan antara satu dengan yang lain.
Langganan:
Komentar (Atom)
Dua beda
Terkadang luka ada baiknya datang diawal. Agar kau tau bahwa hidup tak hanya tentang cinta. Gemerlap dunia hanya persinggahan yg fana. Me...
-
Aku cemburu… Pada hatimu yang tak lagi satu Pada mata air bahagiamu yang tak lagi karenaku Pada bulir-bulir kesejukanmu yang tak lagi...
-
PERAYAAN TAHUN BARU ITU SYIAR KAUM KUFFÂR Oleh : Mu h ammad Abū Salmâ “ Tet Tet Tet”, saya mendengar bising suara anak-anak kecil me...
-
Jam mu tertuju angka sepuluh Lelaki muda itu yang duduk didepanku Memandang lusuh keluar jalanan berdebu. Sesekali matanya sayu, mem...
