Tampilkan postingan dengan label muhasabah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label muhasabah. Tampilkan semua postingan

14 Jan 2013

Sang Penjaga

Kan ku jaga ruang ini tetap kosong
Sampai benar ada yang layak untukku dan aku layak untuknya
Kuharap begitu juga denganmu teman.

”Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal sholih dan saling menasihati supaya menaati kebenaran dan saling menasihati supaya menetapi kesabaran” (QS. Al ‘Ashr).

cc: +Lastri Smart

1 Jan 2013

Senja ~ diantara Pagi dan Malam

Adakah pagi kan kujelang, jika malammu selalu menyelinap datang ke paru-paru oksigenku?
Adakah senja kan ku tempuh, jika pagimu selalu meluruh lewat embun daun yang menguap karna cahaya?
Adakah rindu kan berlabuh, pada dermaga-dermaga tua yang penuh kekosongan ilmu?
Adakah malu menguasa jiwa, pada raga-raga yang lalai pada Tuannya?
Adakah rumah tempat berteduh, pada jiwa-jiwa yang ingin singgah sejenak sebab lelahnya?
Adakah kau aamiin-kan tiap asamu, di tujuh masa yang kau serak doa-doa?
Adakah istiqomah terjaga, di relung-relung jiwa penikmat nafsu dunia?

Cabarkan padaku maknamu, Agar kukoyak belatiku lewat bait kata teriakan langit
Ranumkan padaku derumu, Agar tercabik kanvas lukisan qalbuku lewat nadanada melegit

Sudah bolehkah aku redakan sekarang? jika bait hujan saja masih kau eja dengan rintik-rintik pelangi.
Belum bolehkah aku jedakan sekarang? jika awan hitam masih saja menjuntai gelebat menutup diri

Kepada siapa lagikah hendak kusinggahkan lukisan kata ini, jika warnanya pun tertutup kafan putih yang kapan saja siap menghampiri?
Kepada siapa sajakah hendak kusingkirkan rona luka ini, jika pengobatnya pun adalah keyakinan yang telah ternodai sihir bumi?

Atau kusibakkan saja segala rasa yang datang mengulang, menikamnya dengan belati tajam yang baru kuasah tadi siang.
Menerjang-nerjang bagai angin keblingsatan menerpa pepohonan dan bangunan bersama badai di tanah lapang.
Ruang-ruang yang kau masuki pun berbatas dimensi waktu, melongok kesempatan, berjejal berjuta peluang.
Tinggal kau usap-usap bagian yang kau senang
Tinggal kau teriak-teriak dalam hening doamu kepada Sang Penyayang.
Lalu tunggulah barang sejenak, menarilah bersama doa-doa pengharpanmu dengan riang.
Dan akan jelas terlihat pada sengat mentari yang masuk lewat celah jendela kayu.
Pagi adalah kepastian, dan malam adalah keharusan.
Keduanya berada diantara senja.


“Dan suatu tanda (kekuasaan Allah yang besar) bagi mereka adalah malam; kami tanggalkan siang dari malam itu, Maka dengan serta merta mereka berada dalam kegelapan. Dan matahari berjalan ditempat peredarannya. Demikianlah ketetapan yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui. Dan Telah kami tetapkan bagi bulan manzilah-manzilah, sehingga (Setelah dia sampai ke manzilah yang terakhir) kembalilah dia sebagai bentuk tandan yang tua. Tidaklah mungkin bagi matahari mendapatkan bulan dan malampun tidak dapat mendahului siang. dan masing-masing beredar pada garis edarnya”. (QS. Yasin:37-40)

24 Des 2012

Prasangka dalam Dusta

Seringkali orang2 sama sekali tidak sedang membicarakan kita. Orang2 sedang membicarakan diri sendirinya.

Tetapi kenapa kita tiba-tiba merasa orang2 sedang membicarakan kita? Lantas kita berseru hanya untuk 'membela diri'. Membuat orang2 yang sedang bicara menoleh bingung, 'eh, ini siapa yang tiba-tiba marah2?'

Pernah mengalaminya bukan?

Kalian tahu, inilah salah-satu tabiat orang2 yang pengin tahu urusan orang lain, suka bergunjing dan suka membuka aib. Mereka amat ingin tahu urusan orang lain, tapi ternyata justeru 'amat sensitif' saat orang lain bicara. Semoga dengan terus menjaga diri, pandai meng-hisab diri sendiri, kita bisa terus berlatih menjauh dari hal-hal berdaya rusak tersebut.

~Tere Liye


*Tabayyun terlebih dahulu sebelum membuat prasangka-prasangka negative ke orang lain, ini terpenting. Jika tabayyun tak memungkinkan untuk dilakukan, maka berprasangka baiklah. Singkirkan ego dan kebencian. Sesungguhnya kita umat muslim adalah bersaudara :)

Menangis Untuk Si(apa) ?

Berapa banyak air mata yang sudah kita tumpahkan untuk seseorang, benda, atau sesuatu di atas dunia ini? Dan berapa banyak lagi yang akan kita tumpahkan esok lusa?

My dear anggota page. Bukankah kalimat itu nyata? "Seseorang yang mengingat Allah di kala sendirian sehingga kedua matanya mengalirkan air mata (menangis), maka Allah akan menolongnya saat tidak ada lagi pertolongan yg tersisa kecuali pertolonganNya."

Lantas, setelah mengetahui kalimat ini, apakah kita masih memilih menangis ber-ember-ember untuk seseorang, yang jangankan ngasih pertolongan, boleh jadi dia nyadar juga nggak, tahu juga nggak kita sedang menangis untuknya.

Ayo, lebih baik kita menangis untuk Yang Maha mendengar. Janji itu valid, pasti terbukti. Janji itu sungguh hebat, pertolongan saat tidak ada lagi yang bisa menolong. Allah sungguh tahu kita menangis untukNya atau bukan. Maka jangan sia-siakan air mata kita.

~Tere Liye

20 Des 2012

Qolbu

'Yaa Muqallibal Quluub, Tsabbit Qalbi ‘Ala Diinik'

“Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, teguhkan hati kami di atas agama-Mu.”

19 Des 2012

( RENUNGAN ) TEGURAN BAGI KAUM WANITA DAN TEGURAN KITA BERSAMA

Maafkan bukan bermaksud kasar apalagi kepada saudari yang berhati sensitif, Rasulullah SAW adalah manusia penyayang nomor satu, kalo ada yang klaim bukan beliau, mendingan gak usah didengarkan. Diantaranya sifat penyayangnya, beliau pun mengabarkan kepada kita sekalian, bahwa Nabi hanyalah pemberi peringatan kepada umatnya, kenapa ? agar kita selamat dari derita abadi dan azab yg pedih, kalo disimpen dalilnya karena enggak enak, ntar malah berabe ketemu Rosulullah SAW diakhirat, salah-salah kita ikutan dosa karena gak bilangin sesama sodara seiman. Na'udzubillah. Marilah kita simak pemaparannya sbb :

Wahai para wanita...tahukah anda bahwa:

(1) Semakin banyak pandangan lelaki yang tergiur denganmu semakin bertumpuk pula dosa-dosamu

2) Semakin sang lelaki menghayalkanmu...semakin berhasrat denganmu maka semakin bertumpuk pula dosa-dosamu

(3) Janganlah anda menyangka senyumanmu yang kau tebarkan secara sembarangan tidak akan ada pertanggungjawabannya kelak..!. Bisa jadi senyumanmu sekejap menjadi bahan lamunan seorang lelaki yang tidak halal bagimu selama berhari-hari..

(4) Bayangkanlah... betapa bertumpuk dosa-dosa para artis dan penyanyi yang aurotnya diumbar di hadapan ribuan...bahkan jutaan para lelaki??

(5) Jika anda menjaga kecantikanmu dan kemolekan tubuhmu hanya untuk suamimu...maka anda kelak akan semakin cantik dan semakin molek di surga Allah...

(6) Akan tetapi jika anda umbar kecantikanmu dan kemolekanmu maka ingatlah itu semua akan sirna dan akan lebur di dalam liang lahad menjadi santapan cacing dan ulat...dan di akhirat kelak...bisa jadi berubah menjadi bahan bakar neraka ! Naudzubillah

Allah Subhannahu wa Ta'ala Berfirman, Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya, maka sungguh dia telah sesat, sesat yang nyata. (Al-Ahzab :36).

Nabi Shallallaahu alaihi wa Salam bersabda, Setiap umatku yang bersalah akan dimaafkan, kecuali orang yang secara terang-terangan berbuat maksiat ( HR-Bukhari Dan Muslim )

Dari Abu Musa al-Asyari berkata: Rasulullah Saw bersabda: Siapa saja wanita yang memakai wangi-wangian kemudian keluar rumah dan berjalan melewati satu kaum sehingga mereka dapat mencium baunya, maka ia adalah wanita PEZINA. (H.R. an-NasaI)

Rasulullah Saw bersabda: Perempuan yang berpakaian tetapi TELANJANG, berlenggang-lenggok waktu berjalan. Menghayun-hayunkan bahu. Kepala mereka bagaikan bonggol unta yang senget. Golongan ini TIDAK AKAN masuk syurga dan tidak akan dapat mencium bau wanginya. Sesungguhnya bau wangi syurga itu sudah dapat dicium dari perjalanan yang sangat jauh daripadanya. (HR-Muslim)

Semoga mereka saudari kita yang belum berjilbab, dibukain pintu hatinya dan mau kejalan yang benar dengan berjilbab, sama-sama kita doain dengan kesungguhan hati.

Dunia mah gak sampe 100th, sedangkan diakhirat saja bediri dipengadilan Allah bisa sampe 50.000 tahun. Mari kita upayakan kesungguhan kita dan terus berdoa memohon pertolongan-Nya

Sumber: Fanpage FB Yusuf Mansur Network

16 Nov 2012

Jodoh Terbaik

Ada seorang atlet dunia yang mengagumkan. Saat ditanya, apa rahasia terbesarnya hingga dia berkali-kali memecahkan rekor dunia? Jawabannya pendek: saya bertanding melawan diri sendiri, saya berusaha terus menerus mengalahkan diri sendiri. Ini sesungguhnya jawaban yang super, menjelaskan banyak hal. Tapi bagaimana bisa dia jadi juara dunia jika dia hanya sibuk melawan dirinya sendiri? Bukankah dia harus peduli dengan catatan waktu pesaingnya? Bagaimana pesaingnya berlatih? Kemajuan pesaingnya. Tidak, dia tidak peduli. Baginya, setiap hari menjadi lebih baik, setiap hari memperbaiki rekor sendiri, jauh lebih penting dibanding memikirkan orang lain. Maka itulah yang terjadi, resep ini berhasil, berkali-kali dunia menyaksikan atlet hebat ini memecahkan rekor dunia, rekor yang tercatat atas nama dirinya sendiri. Jika dia hanya sibuk memikirkan orang lain, boleh jadi dia hanya berhasil memecahkan rekor itu sekali, lantas berpuas diri, merasa cukup. Game over.

Logika memperbaiki diri sendiri dan terus melakukan yang terbaik ini sangat efektif dalam banyak hal. Sekolah misalnya. Kita tidak perlu peduli kita ranking berapa, kita lulusan terbaik atau bukan, sekolah terbaik atau bukan, pokoknya belajar yang terbaik, maka lihat saja besok lusa, ternyata semua hal datang dengan sendirinya, termasuk ranking dan kesempatan melanjutkan di tempat lebih baik. Juga pekerjaan. Kita tidak perlu peduli siapa pesaing di sekitar, siapa yang akan menyalip dsbgnya, posisi dsbgnya, pokoknya bekerjalah yang terbaik, memperbaiki diri sendiri secara terus menerus. Maka, lihat saja besok lusa, semua pintu2 kesempatan akan terbuka dengan sendirinya.

Nah, termasuk mencari jodoh. Rumus ini juga berlaku sama sederhananya. Teruslah memperbaiki diri, maka besok lusa, jodoh terbaik akan datang.

Banyak orang yang berpikir sebaliknya, sibuk pacaran, sibuk cari2 perhatian, sibuk jatuh hati, sibuk 'mencari jodoh'--di usia dini sekali. Itu benar, kita boleh jadi segera mendapatkan yang diinginkan tersebut, tapi hanya sebatas itulah definisi jodoh terbaik yang kita dapatkan. Berbeda jika dengan sibuk memperbaiki diri. Terus sekolah dengan baik misalnya, belajar apa saja. Termasuk belajar ilmu agama, semakin bermanfaat bagi sekitar, mencemerlangkan akhlak, maka jalinan silaturahmi akan semakin luas, membuat kesempatan bertemu dengan jodoh terbaik lebih lebar. Dengan terus memperbaiki diri, kita bisa mengenal banyak orang, paham banyak karakter, memiliki prinsip2 yang baik, dan itu lagi-lagi membuka lebih lebar kesempatan bertemu dengan jodoh terbaik.

Bayangkan saja seseorang yang hanya tinggal di sebuah kampung, sibuk pacaran di kampung itu saja, menikah. Selesai. Itulah ruang lingkup jodoh terbaiknya. Sebaliknya seorang remaja puteri, yg memilih terus belajar memperbaiki diri sendiri, bodo amat teman2nya sudah pacaran, dengan terus belajar dia bisa membuka pintu sekolah di kota lain, bertemu dengan banyak orang, dengan belajar agama dia memiliki prinsip2 hidup yg baik, bisa memilih teman bergaul yang baik, hingga akhirnya bertemu dengan jodoh terbaiknya. Dia berhasil meningkatkan berkali-kali lipat kesempatan jodoh terbaiknya. Bukan cuma si cowok paling ganteng di kampung tersebut--yang ditaksir gadis sekampung.

Nah, apakah dengan terus memperbaiki diri menjamin mendapatkan jodoh terbaik? Tidak. Memang tidak. Tapi rasa-rasanya, jika proses terus memperbaiki diri itu dilakukan dengan baik, kalian akan berbahagia dengan apapun situasi yang akan dihadapi. Jadi kalaupun dia gagal memberikan jodoh tampan macam anggota boyband korea, atau baik hati pol macam poh si kungfu panda, dia sukses memberikan sesuatu: pemahaman yg baik, bekal hidup yang baik. Dan kalian siap dengan takdir apapun dari Tuhan.
 
 ~Tere Liye

15 Okt 2012

#UdahPutusinAja (3)

1. pacaran itu penjajakan pra-nikah? | yang bener penjajakan pra-putus | karena kebanyakan pacaran berakhir putus ketimbang nikah

2. mending cuma putus aja, penjajakannya itu loh yg nggak nahan | begitulah kalo penjajakan nggak ada mahram, kebablasan

3. ya memang nggak pake mahram pas pacaran, malah kalo bisa backstreet, biar nggak ketahuan bapaknya | indikasi nggak serius

4. kenapa pacar selalu males datangi wali? | takut ditanya tentang niatannya serius | karena memang pacaran baginya cuma "have fun"

5. yang parah wanita nih | udah tau dijadiin objek have fun, penjajakan tanpa keseriusan | eee... masih diladenin

6. udah tau bahwa sebagaian besar pacaran berakhir putus | masih ngempanin kehormatan diri | alamak

7. yang udah jadi suami aja belum jamin dia bakal terus sama kamu | lha ini, malah jadi korban dunia-akhirat sama yang belum pasti? aduuuh

8. dia itu baik, karena ada maunya aja | kalo dia bener2 baik, nggak akan pacarin kamu | dia akan jaga kehormatanmu, jaga masa depanmu

9. pikir deh, kalo dia memang "sayang kamu", memang "serius dan nggak main-main" | lalu apa yang menghalanginya untuk ucap akad?

10. nggak ada serius kalo nggak ada hitam diatas putih | nggak ada serius kalo belum akad nikah

11. ibarat bisnis, yg sering banyak janji itu biasanya yg nipu, iya nggak? | yang bisnis serius, tanda tangan kontrak dulu, baaru ngomong

12. cari nafkah belum bisa, duit masih nadah emak, urus diri belum | ngomong cinta dan tanggung jawab? | come on.. yg begini dipercaya?

13. hidup bukan sinema korea, seolah cinta segalanya | hidup ada akhirat mbak, ada halal haramnya

14. bangga digandeng sesaat, nanggung malu seumur-umur | seneng sebentar, beban moral sepanjang usia | ckckck..

15. #UdahPutusinAja | perbaiki diri deh | hijab sempurnakan, kaji Islam, baca Al-Qur'an benerin | persiapan jadi ibunya anak-anak :D

(Ustadz Felix Xiau)

Catetan: Adalagi nih yg parah juga, "Yang Terselubung". Yaa . . . ngakunya gak pacaran, tapi. . . . . . .(*tau sendirilah, gak perlu saya sebutkan.)
 
*semoga saya dan orang2 terdekat saya selalu berada dalam lindungan Allaah, dan dijauhkan dari mushlihat syaithon. Aamiin. . .

~Hadits Qudsi

Demi kemuliaan dan kebesaran-Ku juga demi kemurahan dan ketinggian kedudukan-Ku di atas arsy. Aku akan mematahkan harapan orang yang berharap selain Aku dengan kekecewaan. 
Akan aku pakaikan kepadanya pakaian kehinaan di mata manusia.
Aku singkirkan ia dari dekat-Ku, lalu Kuputuskan hubungan-Ku dgnya. 
Mengapa ia berharap kepada selain Aku ketika dirinya sedang berada dalam kesulitan itu berada ditangan-Ku dan hanya Aku yang dapat menyingkirkannya? 
Mengapa ia berharap kepada selain Aku dengan mengetuk pintu-pintu lain padahal pintu-pintu itu tertutup? 
Padahal hanya pintu-Ku yang terbuka bagi siapapun yang berdo’a memohon pertolongan dari-Ku.
Siapakah yang pernah mengharapkan Aku untuk menghalau kesulitannya lalu Aku kecewakan?
Siapakah yang pernah mengharapkan aku karena dosa-dosanya yang besar, lalu Aku putuskan harapannya?
Siapakah pula yang pernah mengetuk pintu-Ku lalu tidak Aku bukakan?
Aku telah mengadakan hubungan yang langsung antara Aku dengan angan-angan dan harapan seluruh makhluk-Ku. Akan tetapi mengapa mereka telah bersandar kepada selain Aku?
Aku telah menyediakan semua harapan hamba-hamba-Ku, tetapi mengapa mereka tidak puas dengan perlindungan-Ku. Dan Aku pun telah memenuhi langit-Ku dengan para malaikat yang tiada pernah jemu bertasbih kepada-Ku. aku perintahkan mereka supaya tidk menutup pintu antara Aku dan hamba-Ku.
Tapi mengapa mereka tidak percaya kepada firman-firman-Ku. Tidakah mereka mengetahui bahwa siapapun yg ditimpa oleh bencana yg Aku turunkan tiada yg dpt menyingkirkannya kecuali Aku?
Tapi mengapa Aku melihat ia dengan segala angan2 dan harapannya itu slalu berpaling dari-Ku?
Mengapa ia sampai tertipu oleh selain Aku? Aku telah memberikan kepadanya dengan segala kemurahan-Ku apa-apa yang tidak sampai harus ia minta.
Ketika semua itu Aku cabut kembali darinya lalu mengapa ia tidak lagi memintanya kepadaKu untuk segera mengembalikannya?
Apakah Aku yang memberi sebelum diminta, lalu ketika dimintai tidak Aku berikan?
Tetapi malah meminta pertolongan kepada selain Aku?
Apakah Aku ini bakhil, sehingga dianggap bakhil oleh hamba-Ku? Tidakkah dunia dan akhirat itu semua milik-Ku? Tidakkah semua rahmat dan karunia itu berada ditangan-Ku?
Tidakkah dermawan dan kemurahan itu adalah sifat-Ku? Tidakkah hanya Aku tempat bermuaranya semua harapan?
Dengan demikian siapakah yang dapat memutuskannya. Apa pula yg diharapkan oleh orang-orang yg berharap, andaikan Aku berkata kepada semua penduduk langit dan bumi, “mintalah kepada-Ku! Akupun lalu memberikan kepada masing-masing orang, pikiran apa yang terpikir pada semuanya. Dan semua yang kuberikan itu tidak akan mengurangi kekayaan-Ku meskipun sebesar debu.
Bagaimana mungkin kekayaan yang begitu sempurna akan berkurang, sedangkan Aku mengawasinya? Sungguh celakanya, orang yg terputus dari rahmat-Ku. Alangkah kecewanya orang yg berlaku maksiat kepada-Ku dan tidak memperhatikan Aku. . serta tetap melakukan perbuatan-perbuatan yang haram seraya tiada yang malu kepada-Ku.

#HaditsQudsi (HR Ibnu Husain).

Hari Ini Milik Anda

Jika kamu berada di pagi hari, janganlah menungggu sore tiba. Hari inilah yang akan Anda jalani, bukan hari kemarin yang telah berlalu dengan segala kebaikan dan keburukannya, dan juga bukan esok hari yang belum tentu datang. Hari yang saat ini mataharinya menyinari Anda, dan siangnya menyapa Anda inilah hari Anda.
 
Umur Anda, mungkin tinggal hari ini. Maka, anggaplah masa hidup Anda hnya hari ini, atau seakan-akan Anda dilahirkan hari ini an akan mati hari ini juga. Dengan begitu, hidup Anda tak akan tercabik-cabik duantara gumpalan keresahan, kesedihan dan duka masa lalu dengan bayangan masa depan yang penuh ketidakpastian dan acap kali menakutkan.
 
Pada hari ini pula, sebaiknya Anda mencurahkan seluruh perhatian, kepedulian dan kerja keras. Dan pada hari inilah, Anda harus bertekad mempersembahkan kualitas shalat yang paling khusyu’, bacaan al-Qur’an yang sarat tadabbur, dzikir dengan sepenuh hati, keseimbangan dalam segala hal, keindahan dalam akhlak, kerelaan dengan semua yang Allah berikan, perhatian terhadap keadaan sekitar, perhatian terhadap kesehatan jiwa dan raga, serta perbuatan baik terhadap sesama.
 
Pada hari dimana Anda hidup saat inilah sebaiknya Anda membagi waktu dengan bijak. Jadikanlah setiap menitnya laksana ribuan tahun dan detiknya laksan ratusan bulan. Tanamlah kebaikan sebanyak-banyaknya pada hari itu. Dan, persembahkanlah sesuatu yang paling indah untuk hari itu. Ber-istighfar-lah atas semua dosa, ingatlah selalu kepada-Nya, bersiap-siaplah untuk sebuah perjalanan menuju alam keabadian, dan nikmatilah hari ini dengan segala kesenangan dan kebahagiaan! Terimalah rezeki, isteri, suami, anak-anak, tugas-tugas, rumah, ilmu, dan jabatan Anda hari dengan penuh keridhaan.
 
{Maka berpegangteguhlah dengan apa yang Aku berikan kepadamu dan hendaklah kamu termasuk orang yang bersyukur. }
(QS. AL-A’râf: I44)
 
Hiduplah hari ini tanpa kesedihan, kegalauan, kemarahan, kedengkian dan kebencian.
 
Jangan lupa, hendaklah Anda goreskan pada dinding hati Anda satu kalimat (bila perlu Anda tulis pula di atas meja kerja Anda ) : Harimau adalah hari ini. Yakni, bila hari ini Anda dapat memakan nasi hangat yan harum baunya, maka apakah nasi basi yang telah Anda makan kemarin atau nasi hangat esok hari (yang belum tentu ada) itu akan merugikan Anda?
 
Jika Anda dapat minum air jernih dan segar hari ini, maka mengapa Anda harus bersedih atas air asin yang Anda minum kemarin, atu mengkhawatirkan air hambar dan panas esok hari yang belum tentu terjadi?
 
Jika Anda percaya pada diri sendiri, dengan semangat dan tekad yang kuat Anda, maka akan dapat menundukkan diri untuk berpegang pada prinsip: aku hanya akan hidup hari ini. Prinsip inilah yang akan menyibukkan diri Anda setiap detik untuk selalu memperbaiki keadaan, mengembangkan semua potensi, dan mensucikan setiap amalan.
 
Dan itu, akan membuat Anda berkata dalam hati, “Hanya hari ini aku berkesempatan untu mengatakan yang baik-baik saja. Tak berucap kotor dan jorok yang menjijikkan, tidak akn pernah mencela, menghardik dan juga membicarakan kejelekan orang lain. Hanya hari ini aku berkesempatan menertibkan rumah dan kantor agar tidak semrawut dan berantakan. Dan karena  hanya ini saja aku akan hidup, maka aku akan memperhatikan kebersihan tubuhku, kerapian penampilanku, kebaikan tutur kata dan tindak tandukku.”
 
Karena hanya akan hidup hari ini, maka aku akan berusaha sekuat tenaga untuk taat kepada Rabb, mengerjakan shalat sesempurna mungkin, membekali diri dengan shalat-shalat sunah nafilah, berpegang teguh pada al-Qur’an, mangkaji dan mencatat segalayang bermanfaat.
 
Aku hanya akan hidup hari ini, karenanya aku akan menanam dalam hatiku semua nilai keutamaan dan mencabut darinya pohon-pohon kejahatan berikut ranting-rantingnya berduri, baik sifat takabur, ujub, riya’, dan buruk sangka.
 
Hanya hari ini aku akan dapat menghirup udara kehidupan, maka aku akan berbuat baik kepada orang lain dan mengulurkan tangan kepada siapapun. Aku akan menjenguk mereka yang sakit, mengantarkan jenazah, menunjukan jalan yang benar bagi yang tersesat, memberi makan orang kelaparan, menolong orang yang sedang kesulitan, membantu yang orang dizalimi, meringankan penderitaan orang yang lemah, mangasihi mereka yang menderita, menghormati orang-orang alim, menyayangi anak kecil, dan berbakti kepada orang tua.
 
Aku hanya akan hidup hari ini, maka aku akn mengucapakan, “Wahai masa lalu yang telah berlalu dan selesai, tenggelamlah seperti mataharimu. Aku tak akan pernah menangisi kepergiannmu, dan kamu tidak akn pernah melihatku termenung sedetik pun untuk mengingatmu. Kamu telah meninggalkan kami semua, pergi dan tak pernah kembali lagi.”
 
“Wahai masa depan, engkau masih dalam kegaiban. Maka, aku tidak akan pernah bermain dengan khayalan dan menjual diri hanya untuk sebuah dugaan. Aku pun tak bakal memburu sesuatu yang belum tentu ada, karena esok hari mungkin tidak ada sesuatu. Esok hari adalah sesuatu yang belum diciptakan dan tidak ada satu pun darinya yang dapat disebutkan.”
 
“Hari ini mili Anda”, adalah ungkapan yang paling indah dalam “kamus kebahagiaan“. Kamus bagi mereka yang menginginkan kehidupanyang paling indah dan menyenangkan.

Sumber: Buku La Tahzaan "Aidh Al Qarni"

27 Sep 2012

~Isyarat

Tanpa ragu tentukan nada lagu
Melantun perlahan senandungkan kata qalbu
Tentang jiwa yang merindu
Pada perjumpaan simpuhku pada yang dituju
;disepertiga malam itu
Meski biru langit kini kelabu
Tanpa rembulan yang meramu
Senyumku jadi bahagiamu
Tangisku jadi selimutmu
Hebat beradu padu
Demi jiwa yang menyatu pada malam yang meluruh

Rabb. . . , peluklah jiwajiwa kami yang rapuh
Agar tiada pernah setitikpun menjauh dari cahaya-Mu
Agar tiada dusta kami mencintai-Mu
Agar tiada jenuh kami merintih belai lembut-Mu
Agar kami belajar makna hakiki
Agar kami sadari arti kata memiliki
Engkau satu kami yakini.
Allaahu Rabbi...

~Bumi Madani~
27.9.12
 

25 Sep 2012

Quote's

Adalah lebih baik diam jika bicara justru memperkeruh suasana. 
Adalah lebih baik mengalah jika menang berarti membuat luka.  
#DDU #NtMS 

~Salim A. Fillah

*So Awesome ^^8

16 Sep 2012

Galau Nikah

Pagi yang cerah diselimuti dengan awan mendung terarah. Dan entah kenapa tiba-tiba pagi ini ingin membahas tentang "Galau Nikah", Galau karena gak nikah-nikah. Yang pasti bukan saya yang galau lhoo ya :D.

Beberapa waktu belakangan ini saya serasa dikelilingi oleh orang-orang galau karena belum nikah-nikah juga. Ada yang karena belum nemu sama sang pujaan hati, ada yang masih ngegantung, ada juga yang nungguin kekasihnya yang udah sejak lama dijanjikan tapi gak terealisasi juga. Ckckckc . . . . ada-ada aja deh kelakuan orang jaman sekarang.

Pernah ada yang nanya sama saya, "Kamu kok biasa aja lu?". Simple saja, "Yakin" cuma itu jawabannya. Kita kudu yakin akan ketentuan Allaah buat kita. Yakin bahwa Allaah udah mengatur semuanya. Yakin bahwa Allaah akan memberikan yang terbaik buat kita. Urusan keyakinan ini sendiri ujung-ujungnya nyambung ke "Tauhid". Nah . . . Kalau "Yakin" kita aja masih belum terkoneksi juga ke Allaah, berarti ada yang salah dengan "Tauhid" kita, yaitu Tauhid ilallaah, keyakinan kita akan qada dan qadarnya Allaah.

Semua dalam kehidupan kita sudah tercatat di Lawul mahfudz. Dan janji Allaah pasti benar. Maka, berharaplah dengan keimanan. Agar tiada kekecewaan melanda ihsan. "Harapan tanpa iman hanyalah kekecewaan", katanya Bang Salim A. Fillah penulis best Seller "Agar Bidadari cemburu Padamu". Bagaimana maksudnya Harapan Tanpa Iman tersebut? Mudah saja, Jika kau berharap pada sesuatu, dan ketika sesuatu itu tak sesuai bayanganmu, lalu kau kecewa, itu artinya kau beraharap bukan kepada-Nya, tapi kepadanya. Karena, ketika kita benar-benar hanya berharap pada Allaah maka ketika semua yang berjalan tak sesuai dengan kehendak kita maka kita bisa menerimanya dengan berlapang dada. Bersabar atas ketentuan-Nya, karena kita menyadari bahwa Allaah sedang mempersiapkan hal lain yang lebih baik untuk kita. Karena Allaah tak pernah butuh persetujuan kita atas ketetapan yang akan diberikan-Nya kepada kita.

Berharap sama manusia? Silahkan! Dan selamat mendapatkan kata "Kecewa". Kenapa? Bcoz No Body's Perfect, Gak ada manusia yang sempurna didunia ini. Kita begitu besarnya menggantungkan harapan kita kepada manusia, sedang ia belum tentu bisa memberikan apa yang kita mau dan inginkan. Dan Allaah lah yang MahaMenentukan. Sehebat apapun kita membuat suatu rencana, namun jika Allaah tidak berkehendak, pasti rencana itu tidak akan terjadi. Begitupun sebaliknya, Sejauh apapun kita menghindari sesuatu (Yang tak kita rencanakan) namun Allaah menghendaki itu terjadi, maka ia akan terjadi. Allaah berkata "Kun Fayakun", dan terjadilah ia.

Kalau ditanya, apakah saya pernah khawatir? Tentu. karna saya manusia biasa. Namun kekhwatiran saya dulu adalah ketika saya tidak terpikir untuk menikah. Disaat orang lain justru sedang digalaukan dengan "Belum nikah-nikah juga", saya justru berada dalam kondisi yang tak terpikir untuk menikah. Hehe. . . awalnya saya cuek. Tapi lambat laun saya jadi resah juga, khawatirnya hal tersebut malah akan berlanjut terus menerus. Sedang menikah itu adalah salah satu sunnah Rasul yang harus kita jalani. Kalau sampai usia lanjut saya gak terpikir untuk menikah, kan bahaya. Bisa habis generasi kita umat islam. (Hihi . . . agak lebay gitu)

Diluar sana, banyak para akhwat-akhwat yang belum nikah, sementara usia mereka sudah sangat lanjut. Sudah sangat terdesak untuk menikah. Sudah wajiblah. Nah disisi lain ada sebagian orang yang justru membuat "Jugdement" yang tidak enak didengar ke akhwat2 yang belum nikah-nikah tersebut. Kalau menurut saya sih, mereka mereka yang mengaum ini adalah "Ikhwan dibarisan sakit hati karena pernah ditolak" hehehe . . . (Pisss wan :D). Kata-kata yang sering terdengar biasanya seperti ini, "Akhwatnya kebanyakan milih sih, atau Akhwatnya sok idealis, atau Akhwatnya banyak maunya, Sok perfect, dan lain-lainnya. Sahabat, ketahuilah bahwa setiap orang itu pasti punya alasan ketika dia melakukan sesuatu. Dan inilah yang banyak tidak disadari oleh kita. Allaah sudah merencanakan setiap kejadian yang ada. Jika ada sampai sekarang seorang akhwat yang belum nikah-nikah juga, maka kita jangan terlalu cepat untuk men-judge mereka. Karna ada hal-hal yang tidak pernah kita tau sebagai orang luar. Dan. . . cerita "Cinta Suci Zahrana" (Smoga gak salah judul, hehe) Punyanya Kang Abik, adalah salah satu hal yang bisa kita ambil pelajaran darinya. Cerita yang dipaparkan merupakan salah satu dari sekian banyak alasan kenapa sampai saat ini banyak akhwat yang belum nikah-nikah juga. This is Real, realita yang ada pada jaman sekarang emang seperti itu.
(*Ini bahasan kok jadi serius gini ya, ckckck

Simpulannya, Just Positive Feeling n Positive Thingking aja sob. "Allaah sesuai persangkaan hamba-Nya". Berprasangka dan berpikirlah yang baik, agar mendapat yang baik pula. Hidup kita bukan untuk bergalau-galau ria. Kita dilahirkan dalam keadaan islam, maka bersyukurlah. Kalau ngakunya islam, katakan tidak pada Galau. Karena kita adalah ummatnya Muhammad, kita ummat terbaik daripada ummat sebelumnya. Kalau urusan hati aja gak kelar-kelar kita menanganinya, dan masih saja kita bergalau-galau ria karenanya, bagaimana kita bisa menyelesaikan masalah ummat???
(*dan saya mulai sok idealis :p)

Takkan lari gunung dikejar, sob. Begitu pepatahnya. Kalu jodoh gak akan kemana, kamu akan menikah diwaktu yang sudah ditentukan Allaah, dengan orang yang telah dipilihkan Allaah untukmu. Dan satu hal lagi yang harus kita sadari, Bahwa Tulang Rusuk tidak akan tertukar. Semua akan berjalan sebagaimana mestinya. Sesuai dengan kehendak-Nya.

Baiklah, sekian dulu sharing saya pagi ini ^^, tulisan kali ini saya tutup dengan kata-kata hikmah. Semoga memberi pencerahan kepada kita semua.

"Ketika kehendakmu tak sejalan dengan kehendak-Nya, biarkan kehendak-Nya yang berjalan atas hidupmu, karena kehendak-Nya adalah kebaikan untukmu. Ketika inginmu tak sesuai dengan ingin-Nya, biarkan ingin-Nya menjadi skenario terbaik bagi hidupmu. karna Allaah Mahatahu segala hal tentang dirimu. Biarkan tangisan mengobati kekecewaanmu, Bukan kecewa pada Rabb-mu. Tapi kekecewaan pada dirimu sendiri karna tak mampu berdiri diatas ingin-Nya. hidup harus tetap dijalani, sesakit apapun itu. Siap ataupun tidak. Karena Rabb-mu tidak pernah butuh persetujuanmu atas kehendak-Nya. Karena Allaah tau apa yang tidak kita ketahui."
Keep Fighting ^^9

1 Sep 2012

*Kita hidup dalam ilusi, kawan...

Kita hidup dalam ilusi, kawan. Kita merasa berkuasa dengan pangkat dan jabatan tertentu, padahal tidak. Kita merasa punya anak buah yg bisa disuruh melakukan apapun, yg kita PD sekali yakin, disuruh makan baut pun mereka mau. Kita bisa memerintah, berteriak marah, memecat, merendahkan, kita merasa sekali. padahal tidak. Demi Allah, semua kekuasaan yg kita miliki hanya titipan.

Kita hidup dalam ilusi, kawan. Kita merasa kaya, dengan segala harta benda, padahal tidak. Kita merasa bisa membeli apapun, memaksa memiliki apapun. Kalau tinggal ditolak, naikan harga tawarannya. Ditolak lagi, naikkan lagi berkali2 lipat harganya, sampai tidak ada yg bisa menolaknya. Kita merasa bisa memiliki dunia dengan uang. padahal tidak. Demi Allah, semua kekayaan yg kita miliki hanya titipan.

Kita hidup dalam ilusi, kawan. Kita merasa pintar, hebat sekali dengan banyak pengetahuan. Bisa membuat orang terpesona dengan kepandaian bicara, menulis, temuan hebat, teknologi. Merasa bisa menulis buku yg merubah dunia. Merasa bisa menemukan teknologi yg membalik jalan sejarah. padahal tidak. Demi Allah, semua kepintaran yg kita miliki hanya pemberian.

Kita hidup dalam ilusi, kawan. Berapa banyak dokter yg pongah merasa dialah yg memberikan kesembuhan? Padahal sehat dan sakit adalah milik Allah. Berapa banyak guru yg sombong merasa dialah sumber ilmu pengetahuan? Padahal ilmu adalah hadiah dari Allah, sebiji atom sj dititipkan ke kita. Berapa banyak polisi, tentara, pegawai yg merasa memegang kerah leher urusan orang lain? Padahal kekuasaan yg diberikan hanya amanah yg harus dijaga. Berapa banyak pesohor, aktor, penulis, yg merasa ngetop sekali, bisa membuat trend, bisa membalik budaya, kebiasaan--seperti gaya rambut, semua orang kenal dia? Padahal ketenaran adalah debu hina titipan Allah.

Kita hidup dalam ilusi, kawan. Maka berhentilah.

Berhentilah merasa lebih berkuasa, merasa lebih pintar, merasa lebih tenar, merasa dibutuhkan, merasa apapun. Karena semua hanya titipan.... benar2 hanya titipan... kita harusnya menangis, berlinang air mata. Ayo, mari pejamkan mata sejenak, bayangkan saat mati tiba. semua diambil dari kita. Apapun itu, semua diambil begitu saja. Persis seperti anak kecil yg diambil mainan kesayangannya. Bedanya, anak kecil itu bisa berteriak marah. Tapi kita, hanya terbujur kaku, bahkan satu kata protes pun tidak bisa lagi.

Duhai Rabb, ya Rahman, benar2 semua ini hanya titipan. Tidak lain, tidak bukan. Maka, please ya Allah, ajarkanlah selalu di hati kami kesadaran: bahwa bahkan diri kami sendiri, diri kami sendiri pun bukan milik kami.

Jauhkanlah perasaan merasa lebih dibanding orang lain. Walau sekecil apapun. Jauhkanlah.

9 Agu 2012

Rencanamu Rencana-Nya

Saat hati berkata "INGIN", namun qadar Allâh Azza Wa Jalla berkata "TUNGGU"...

Saat air mata "MENETES",namun qadar Allâh berkata.. "TERSENYUMLAH"

Saat segalanya terasa.."MEMBOSANKAN",namun qadar Allâh berkata "TERUSLAH MELANGKAH"...

Biidznillaah...Kita merancang sesuatu,Allah Azza Wa Jalla juga merancang sesuatu yang dirahasiakan-NYA buat kita.Namun,Rancangan Allah Azza Wa Jalla itu LEBIH baik. . .yang PALING baik. . .dan yang TERBAIK daripada rancangan kita.

Karena ALLAHU Yaa 'Aliimu Yaa HAKAM (Yang Maha Mengetahui dan Yang Maha Menetapkan)! ! !

Jadi,kita sebagai hamba-NYA. . Jangan pernah PROTES atau PUTUS ASA.

Yakinlah...Allah Azza Wa Jalla ada untukku,untukmu,dan untuk kita semua.

Mungkin rencana kita telah baik,namun harus di ingat bahwa rencana Allah lebih baik lagi.Belum tentu apa yang kita anggap baik di mata kita baik pula di mata Allah

Allah telah Mempersiapkan yang jauh lebih baik untuk kita yang sesuai dengan Akhlak serta Perangai Kita..
Ikhlaskanlah segalanya pada Allah Azza Wa Jalla dan Yakinlah akan janji-Nya...Apapun yang di berikan kepada Kita itulah yang terbaik buat Kita....(QS.Al-Baqoroh:216)

*Pesan Lastri via status di FB

8 Agu 2012

BACALAH INI SEBELUM ANDA MEMPERMAINKAN WANITA ...

Bismillahir-Rahmanir-Rahim ... "Cemburu merupakan sebagian dari iman. Mempermainkan (wanita) merupakan sebagian dari nifak" (HR. Ad Dailami).

Wanita, makhluk paling ajaib yang diciptakan dari tulang rusuk pria ini merupakan ujian terbesar bagi kaum pria.

Wanita, bisa menjadi nikmat yang mampu mengantar pria pada surga dunia dan surga akhirat, pun wanita bisa menjadi bala yang menjerumuskan pria ke neraka dunia dan neraka akhirat.

Kebaikan wanita bisa menegakkan negara, namun keburukannya dapat menghancurkan negara. Daya dan gaya tarik apapun tak ada yang mampu menandingi daya dan gaya tarik wanita.

Itulah salah satu sebab mengapa Allah mengiming–imingi hamba–hambaNya dengan surga yang didalamnya dihadirkan wanita–wanita cantik. Sebab jika sudah berurusan dengan wanita, apapun bisa dilakukan pria, bahkan berkorban nyawa sekalipun.

Tapi dibalik kesuper poweran wanita itu ada sebuah kelemahan [yang sering dimanfaatkan pria], wanita ternyata gampang dibohongi (iya kan?).

Pria, makhluk yang [merasa] punya banyak cinta, sebagiannya selalu tertantang untuk menaklukkan banyak wanita. Pria sanggup memacari banyak wanita sekaligus dalam satu waktu. Dan itu menjadi kebanggaan bagi dirinya.

Hmm, memang pria mana sih yang tidak bangga bila bisa menaklukkan banyak wanita dalam satu waktu pula. Dia akan disebut sebagai pria hebat, lelaki jagoan dan tentu saja banyak yang merasa iri. Semakin banggalah dia dengan prestasi yang membuatnya menjadi titik mata tersebut.

Tapi ternyata kebanggaan itu, puji–pujian itu dan iri hati itu salah tempatnya. Betapa tidak, kePLAYBOYan ternyata amat sangat erat hubungannya dengan keMUNAFIKan.

Keplayboyan merupakan sinergi dari 35% dusta, 30% ingkar janji, 33% khianat dan 2% ketampanan (maaf kalau persentasinya salah, soalnya nggak pengalaman, maklum nggak punya yang 2%, hehehe).

Tanda orang munafik itu ada tiga yaitu, apabila berbicara dusta, apabila berjanji ingkar dan apabila dipercaya khianat (HR. Syaikhan dari Abu Hurairah r.a).

Biasanya seorang playboy dalam melakukan hubungan segi banyaknya selalu dan sering melakukan kebohongan demi kebohongan.

Dari identitas pribadi yang disamarkan, perasaan yang sebenarnya dan berbagai hal yang terkait dengan upaya melanggengkan hubungannya dengan korban.

Pandai membuat janji–janji manis yang bukan untuk diwujudkan tapi hanya sekedar janji gombal untuk mendapat apa yang diinginkan.

Mahir pula mencari alasan–alasan masuk akal untuk membatalkan janji jika ternyata harus bentrok dengan aksi–aksi lainnya. Soal pengkhianatan, tidak usah dijelaskan lagi karena sudah begitu jelas.

Sementara kemunafikan itu sendiri termasuk kebatilan tingkat tinggi dan sangat berbahaya bagi hidup dan kehidupan umat manusia.

Kemunafikan bahkan lebih berbahaya dari kekafiran karena kekafiran akan tampak nyata tapi kemunafikan terselubung oleh kebaikan dan keimanan. Maka patutlah Allah memberi hukuman yang sangat dahsyat untuk para munafikin ini.

"Sungguh, orang–orang munafik itu (ditempatkan) pada tingkatan yang paling bawah dari neraka. Dan kamu tidak akan mendapat seorang penolongpun bagi mereka" (QS. An Nissa 4 : 145).

"Pada hari orang-orang munafik laki-laki dan perempuan berkata kepada orang-orang yang beriman : "Tunggulah kami! Kami ingin mengambil cahayamu". (Kepada mereka) dikatakan : "Kembalilah kamu ke belakang dan carilah sendiri cahaya (untukmu)". Lalu diantara mereka dipasang dinding (pemisah) yang berpintu. Di sebelah dalam ada rahmat dan di luarnya ada azab" (QS. Al-Hadid 57 : 13).

"Orang-orang munafik itu memanggil orang-orang mukmin, "Bukankah kami dahulu bersama kamu?" Mereka menjawab, "Benar, tetapi kamu mencelakakan dirimu sendiri dan kamu hanya menunggu, meragukan (janji Allah) dan ditipu oleh angan-angan kosong sampai datang ketetapan Allah; dan penipu (setan) datang memperdaya kamu tentang Allah" (QS. Al-Hadid 57 : 14).

"Maka pada hari ini tidak akan diterima tebusan dari kamu maupun dari orang-orang kafir. Tempat kamu di neraka. Itulah tempat berlindungmu, dan itulah seburuk-buruk tempat kembali" (QS. Al-Hadid 57 : 15).

Yang masih niat atau yang sedang jadi playboy silakan dipikir sebelum melanjutkan niatnya atau keasyikan menjalani status playboy-nya.

Jika khawatir jatuh menjadi munafik sejati segeralah membelokkan langkah ke jalan kebaikan karena untuk menjadi munafik sejati hanya butuh satu tambahan syarat saja dari tiga syarat yang telah ada.

"Ada empat hal yang jika berada pada diri seseorang maka ia menjadi munafik sesungguhnya dan jika seseorang memiliki kebiasaan salah satu daripadanya, maka berarti ia memiliki satu kebiasaan (ciri) nifak sampai ia meninggalkannya; bila dipercaya ia khianat, jika berbicara ia bohong, jika berjanji ia ingkari dan bila bertengkar ia berkata kotor" (Muttafaqun alaihi).

Jadilah pria terhormat yang menyayangi wanita dan lupakan slogan "mumpung masih laku". Karena sebenarnya itu hanya menipu diri sendiri.

INGATTTTT!!!
ALLAH SELALU MENGAWASI KITA!!!

"Copas"
"Bercerminlah dengan khusyu', maka kamu akan melihat diri kamu sendiri"

25 Jul 2012

#Aurat dan Puasa

Muslimah senantiasa berada dalam kebaikan ramadhan selama ia mengawali berbuka puasa, bukan berbuka aurat :)

kami lihat, banyak yg menanti adzan berbuka, berbuka pula aurat, berbonceng motor pdhl blm akad | "kpd siapakah mereka berpuasa?"


tahankan lapar kuatkan dahaga, niat berharap pahala Allah | buka aurat jalankan juga, lalu apa yang tertinggal pada shaum selain lelah? 


kejar tarawih hingga malam menjelang, saat selesai tangan bergandeng | puasa hasilkan pahala tak berbilang, dihapus dengan tindakan curang 


puasa harusnya lunakkan hati akan nasihat, mudahkan akal akan kebenaran | namun bila pikiran terus buruk lagi jahat, apa guna ramadhan?


puasa namun tak tahankan dosa, ramadhan namun teruskan pacaran, tarawih taat namun juga buka aurat | "karena siapa engkau beribadah?" 


lapar dan haus, makanan dan minuman yang kita tinggalkan, tiada Allah perlukan | justru Allah inginkan ketaatan, itu yg diperhitungkan


bila sanggup kita jalani puasa dan shalat karena Allah, lantas apa yang bedakan dgn perintah tutup aurat dan jaga kesucian karena Allah? 


atau selama ini kita masih memilih-pilah karena kita menganggap diri kita lebih tahu daripada Allah? | merasa lebih pintar? 


pantas saja tiada engkau rasakan nikmat berbuka saat ramadhan kecuali basahnya kerongkongan dan penuhnya lambung | sayang sungguh sayang 


ada kenikmatan yang dapat buatmu meneteskan airmata saat berbuka puasa | ialah kenikmatan pengorbanan karena totalitas taat 


muda bukan artinya murahan, cinta bukan artinya pacaran | yang betul merasa dirinya indah tak perlu dilegitimasi dengan buka aurat


kami mengingatkan bukan benci, namun karena satu hati | bukan karena kami tak suka, melainkan hanya ingin berbagi surga



Ust. Felix Siauw on G+

17 Jul 2012

Seseorang Yang mencintaimu (Untuk Yang belum Nikah)

Seseorang yang mencintaimu, tidak akan mengganggu kehormatanmu, ia akan menjaganya, sampai tiba waktunya...

Seseorang yang mencintaimu, tidak akan berani menatap wajahmu lama2, namun justru ia akan menunduk malu, karna ia merasa berdosa kepada Allaah atas pandangan matanya yang tak terjaga

Seseorang yang mencintaimu, dibalik diamnya ia akan selalu mendoakan kebaikan untukmu tanpa diketahui olehmu ataupun yang lainnya.

Seseorang yang mencintaimu, mungkin saat ini ia tengah mempersiapkan dirinya untuk menjemputmu dari genggaman Rabbuna
mungkin saat ini ia tengah mencari tau tentang dirimu dan memperhatikan sosokmu dari kejauhan dimana kau tak mengetahui hal itu...
"‎(Untuk akhwat.....) Selagi laki laki itu masih manusia, engkau wahai para wanita yang setia dengan kesuciannya. Hendaklah tetap waspada. Sebagus apapun ia kelihatannya, jangan pernah percaya. Sampai ia menyatakan Qabiltu nikahana wa tajwizaha.

 

13 Jul 2012

Rabbi, Luruh juakah dosaku?

Langit begitu membiru
Sedang qalbu terasa gemuruh
Remuk menyaksikan puing-puing cerita lalu
Oh Rabbi . . . . luruh juakah dosaku?

Serenade kisah yang kubunuh dengan waktu
Yang pernah membuatku bagai batu.
O Rabbi . . . . Sirami air-Mu tiada jemu
Agar melebur sesakku,
Lalu kukubur dalam dibawah pengampunan-Mu

Aku tergugu dalam tanya yang kian menghakimi
Dalam suara-suara yang menyandra sanubari.
Oh Rabbi. . . . Luruh juakah dosa ini?


Di Bawah Langit Biru,
13.7.12

8 Jul 2012

Bercerminlah Dengan Khusyu'

"Bercerminlah dengan khusyu', maka kamu akan melihat diri sendiri..."

Kata-kata diatas saya petik dari kumpulan cerpen "Pohon Tumbuh tidak tergesa-gesa" karya Yus R. Ismail. Sungguh menarik bahasa sederhana itu yang sarat akan makna. Kenapa? Selami saja maknanya, Bercerminlah dengan khusyu' maksudnya lihatlah kedalam diri terlebih dahulu dengan sungguh-sungguh. Untuk hal apapun itu, baik untuk urusan ibadah, dakwah, ataupun hal-hal kecil lainnya. Lihatlah kedalam diri sebelum melihat sekitar. Intropeksi, selalu dan selalu terus menerus muhasabah diri. Karena sejatinya ucapan tanpa perbuatan hanyalah angan-angan kosong belaka. Kita melarang, kita pula yang melanggar larangan itu. Kita yang mengingatkan, kita pula yang lalai mengingatkan diri kita sendiri.

".... , Maka kamu akan melihat diri kamu sendiri.." Ya, tentu saja, jika kita khusyu' atau sungguh-sungguh melihat kedalam diri kita, selalu menghisab diri kita sebelum kelak kita dihisab maka kita pun akan tau siapa kita yang sesungguhnya. Seperti apa penilaian kita sendiri akan diri kita. Sehingga akan selalu berhati-hatilah kita dalam berkata-kata, dalam berbicara, dalam menyampaikan suatu argumen ke orang-orang disekitar kita. Karena sejatinya, apa yang kita katakan akan diingat oleh orang lain. Pun bisa menjadi Boomerang bagi diri kita sendiri.

Teringat dengan ucapan seorang teman yanga sangat antipati dengan dunia maya, pernah mengucapkan argumennya pada saya 
"Ukhti ngapain sih sering internetan didunia maya, frendsteran... (waktu itu lg jamannya Friendster) gak ada gunanya ukht, banyak mudharatnya. Ane sih gak mau buat akun2 di internet gitu. Kalau mau dakwah ya gak perlu disitu juga."

#Jleb
and Now.... saat jaman2nya fesbuk, sedikit kaget dengan hadirnya teman saya didunia perfesbukan ini. "Untuk Dakwah" katanya, saya kembali teringat dengan argumen beliau dulu tentang dunia maya. "Waahh...", istiqomah emang sulit. termasuk sama ucapan kita sendiri. Kalau saja argumen yang disampaikan sebelumnya bukanlah sebuah pertentangan tentu hal itu tidak akan menjadi penilaian yang "...." disaya. Namun saya mencoba berprasangka baik kepada beliau. ya... semoga, semoga beliau istiqomah dengan dakwahnya didunia maya, dan tak tersedot dalam pesona fesbuk atau dunia maya.

Wallaahu'Alam...

Sekali lagi, "Bercerminlah dengan khusyu, maka kamu akan melihat diri sendiri"


*Keep Istiqomah & Semangat Perbaikan
*Bercermin pada diri

Dua beda

 Terkadang luka ada baiknya datang diawal. Agar kau tau bahwa hidup tak hanya tentang cinta.  Gemerlap dunia hanya persinggahan yg fana.  Me...