Tampilkan postingan dengan label Celoteh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Celoteh. Tampilkan semua postingan

24 Agu 2019

Tentang Durian

Saya termasuk org yg BIASA aja sama Durian. Kalau lg pengen, ada, ya dimakan. Kalo gak ada ya gak dicari. Kalo lg ada, dan lg gak pengen, ya gak dimakan.
Palingan biasanya suami yg suka nyuruh2in makan 😂. Padahal sayanya lg gak mau.
Trus juga karna biasa aja ama durian, saya termasuk org yg gak suka sama olahan durian. Kalau buahnya doang masih mau makan. Tapi kalo udah diolah jadi kolak durianlah, jd cendol durian lah, apapun itu olahan durian, awak lebih milih utk di SKIP, alias nolak. 😂
Kalau misalnya pas diajak makan es cendol durian,  saya pasti cuma beli es cendolnya doang tanpa durian.
Pernah dibilang Aneh, karna gak gtuu2 amat sama durian. Padahal kan lain lidah lain selera. 😉
Jadi.. Ada baiknya tidak memaksakan selera kita ke selera org lain. Apalagi sampai ngata2in begini dan begitu 😅.
So.. Belajarlah utk menghargai pilihan orang lain dalam hidup ini. 


~Lulu bintu Nurdin
24.8.2019
Medan

9 Agu 2019

Menemukan Catatan Lama yg telah usang



Bismillaah...

Hampir setahun sudah di Medan, dan baru kemarin tanpa sengaja menemukan buku catatan lama yg telah usang. Sebuah catatan saat rutin mengikuti kajian sunnah di Medan. Dan Masya Allaah... Saat membolak balikkan tiap halaman, ketemu dengan salah satu halaman yg berjudul Adab dan Akhlaq, sebuah Dauroh yg pematerinya ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas.
Pikiran mulai menerawang, sembari membatin dalam hati "Eh, benarkah ini dulu aku pernah menghadiri kajian beliau? Apa beliau memang pernah ke Medan ya?"
Karena memang catatannya lengkap, pasti saat kajian berlangsung saya fokus menulis. Kajian yg saya hadiri hampir 10thn lalu.
Saya mencoba mengingat dimana tepatnya kajian ini berlangsung. Sebab memang tak begitu banyak saya menghadiri dauroh pada masa itu. Dauroh masa dulu pastinya tidak sesering dan serutin jaman sekarang.

Nihil. Saya tidak bisa mengingatnya. Yang saya ingat, saya pernah menghadiri tabligh akbar di Mesjid Agung Medan. Tetapi saat itu yg mengisi kajiannya adalah seorang Syaikh dari Timur tengah, bukan ustadz indonesia. Yang saya ingat, saya pernah menghadiri Dauroh yang di Mesjid Al amin Jl. Serdang, Medan. Tapi memang waktu itu tidak ingat siapa pematerinya.
Momen yang saya ingat waktu itu adalah saya pergi dan pulang kajian diantar jemput oleh Papa rahimahullaah. Saat menghantar jemput, Papa rahimahullaah sempat mencandai saya dengan kalimat "Banyak kali kawan terorismu" sambil dia tertawa dan memberikan tangannya utk saya cium pamitan.
Saya tersenyum menyeringai membalas ucapannya "Yee... Enak kali papa bilang teroris. Org mau ngaji kok".
Memang pada saat itu, media berhasil memberi cap "Yang bercadar dan bercelana cingkrang itu teroris". Sehingga kebanyakan masyarakat kita terhasut dengan tagline tersebut.
Tapi tenang, Insya allaah Papa rahimahullaah bukan termasuk org yg mudah dikelabui media. Ia hanya sedang mencandai anak gadisnya saja. 😊
Semoga usahamu mengantar jemput anak gadismu ke kajian sunnah menjadikannya pahala jariyah untukmu, Pa.

Oh iya, sangkin penasarannya saya atas catatan usang itu. Akhirnya saya pun mencoba untuk "Googling" tentang kajian ust Yazid tsb. Dan alhamdulillaah ketemu dihalaman pertama, seperti yang saya capture. Yeaah...ternyata memang benar, dulu saya pernah hadir dikajian beliau, di Medan. Yang memang masya Allaah.. Isi kajian beliau sangat berbobot.
Dulu memang saya tidak mengenal para ustadz yang mengisi tiap kajian. Karena media sosial dahulu tidak seperti sekarang.

Masya allaah tabarakallaah...

Insya allaah saat ada kesempatan, nanti akan saya share isi kajian beliau yang sempat saya catat tempo lalu.
Sebab... Ikatlah ilmu dengan menuliskannya.
Barakallaahufiik


Medan, 9 Agustus 2018
14:34

16 Mar 2013

Maafin Aku Yaa . . .


Maafin aku yaa Lipi . . . kamu, aku jual. semoga kamu bermanfaat buat yang mempergunakannya sekarang. Terimakasih yaa sudah menemaniku selama ini, kamu pasrah kuapain aja, nemani dari pagi mpe pagi lagi menyelesaikan ketikan, udah jadi tempat uneg-unegnya aku, ngeliatin aku cekikik-cekikik kayak orang gila sambil mlototin layar monitor kamu, atau bahkan nangis-nangis berurai air mata --masih sambil mlototin kamu juga. Lipi is The Best pokoknya, gak tergantikan selamanya, kamu tetap Lipiku. Meski sudah dimiliki pihak lain. hehe . . . Sayang aku gak berubah kok sama kamu. Nanti sesekali aku bersihin kamu dari debu-debu dan kotoran. Pokoknya kamu harus tetep bersih yaaa . . . n jangan ngulah karna bukan aku lagi yang sekarang megang kamu. Sama majikan kamu yang baru, kamu harus baik, jangan ngambek, harus on Fire terus.

Maafin aku yaa Lipi . . . sekali lagi aku minta maaf karna menjualmu. Aku butuh duit saat ini. Hehe . . .soalnya kamu satu-satunya asetku yang tersisa. Setelah Wipi yang pada akhirnya mati total meninggalkanku. Kalian kenangan terbaikku. Mudah-mudahan suatu saat aku bisa beli yang baru, beli HP dan Laptop baru. Doakan aku ya Lipi . . . :)


Salam sayang,
Ex. Little Pinguin

10 Mar 2013

Anak Perempuan Harus Gesit

Pernah baca kutipan ini  
"Anak cewek itu harus gesit, cekatan, bisa mengerjakan banyak hal tanpa harus disuruh2, anak cewek itu bukan cuma soal imut. Kalau cuma soal imut, lucu, nggegamasin, lebih baik lihat boneka. Setidaknya boneka nggak ngerepotin.
Yup, kutipan tersebut diambil dari novel 'Eliana'--Tere Liye. Awal baca kutipan ini di FP beliau, saya agak gak mudeng. Dua alis beradu, berkerut, mencoba membacanya dengan perlahan. Hehe . . . waktu itu efek kerja sambil ngeFB, jadilah semacam tak tuntas membacanya. Baiklah, mari kita ke inti persoalan . . . Lets Cekidot.

Kok anak cewek harus gesit? cekatan? Kenapa?--- hm, saya bicara atas sudut pandang saya saat ini ya kawan --- Jaman udah terbalik kan? iya gak sih?! Ah retorik lagii . . . contoh kasus aja deh ya. Saya anak perempuan paling bungsu di rumah, namun bukan berarti saya anak manja yang apa-apa minta sama orangtua. Malah saya malu kalau orangtua masih ngasih duitt, malu kalii lah. Hihihi. . . .
Kenapa anak perempuan harus gesit? --- biar para perempuan itu mandiri. Tidak bergantung sama orang lain. Sama hal kondisinya seperti saya di rumah. Saya berusaha keras supaya bisa bawa kereta (motor) supaya ketika saya butuh sesuatu yang memerlukan kendaraan, saya tidak merepotkan orang lain. Kalau saya gak gesit dan cekatan?! lah bisa-bisa bergantung terus sama orang lain. Sama saudara laki-laki saya tentunya. Terlebih yah, sekarang juga udah gak ada Bang Aan, Papa juga udah gak bisa bawa kereta (motor) jauh-jauh. Banteran paling cuma sampe simpang jalan aja.


Suatu kali saya pernah ngobrol ringan dengan teman saya yang belum mahir bawa kereta (motor) agar dia belajar lagi, belajar bawa kereta ke jalan-jalan besar. Karna kenapa? supaya lebih mandiri, supaya kalau ada kejadian hal-hal yang urgent akan lebih mudah menghadapinya. Misal nih ada kasus pengendara motor, satu nyetir, satu duduk dibelakang. Jika terjadi sesuatu dijalan, yang jalanannya sepi gak ada orang, dan tiba-tiba kecelakaan, si supirnya luka-luka gak bisa bawa kereta. Trus yang dibonceng tidak mengalami cedera apa-apa. Sementara kondisi jalanan sepi, gak ada orang sekitar yang bisa dimintai tolong. Solusi gimana dong? sementara yg dibonceng gak bisa bawa kereta. Ribet kan yah . . . ( nah, itu tadi contoh kasus yang agak ekstremnya). Kalau untuk diri sendiri misalnya, kita mau ke suatu tempat yang sifatnya sangat-sangat urgent, misal terjadi kecelakaan pada orang terdekat kita, mau membeli sesuatu, dsb. Kalau kita bisa naik motor kan jadi efisien kan ya. Lebih cepat sampai ke tujuan yang ingin kita capai.

Lalu, kenapa anak cewek harus gesit dan cekatan? -- Mohon maaf sebelumnya ya untuk kaum lelaki ^^ --- ini adalah karna anak cowok yang lembek melambai, pemalas, dsb. Sudahlah akui sajaa . . . (Eh, ini bukan feminis lho ya. Saya cuma gak respect sama kaum lelaki yang cuma jadi sampah dan menyampah di masyarakat. Menghasilkan enggak, bermanfaat juga enggak, ibarat sampah yang gak bisa di daur ulang lah --- pernyataan ini khusus bagi mereka2 si pemalas ulung!!)

Hemm . . . cukup. . . cukup sebel-sebelannya. Intinya yg namanya perempuan harus gesit, cekatan dan bisa mengerjakan banyak hal. Karena hal ini kelak juga akan bermanfaat untuk kita kedepannya. Karena setiap perempuan adalah calon istri juga calon ibu. Kelak ini berguna untuk menjalankan perannya sebagai ratu sejagad raya dalam istana rumah tangga. :)

Nah, untuk urusan cekatan dan gesit, sepertinya aku masih lebih unggul dibanding Lastri dalam hal mengendarai motor. Hihihi . . . sama2 Yamaha kan yah, tapi aku pake Jupiter loh Las, Selalu terdepan pokoknya. Selalu enak diajak lari-lari. ^^ ( hihihi . . . yang ini Out of Topic)

Menulis Semangat ^_^

Tulisan ini terinspirasi dari tulisan sahabatku Lastri, yang sepertinya mulai terpengaruh sama ocehan-ocehan berhargaku tentang tulisan. Great!!! Tahun ini kutemukan lagi orang yang kelak kan menemaniku menulis, setelah sebelumnya berhasil menyalurkan virus-virus motivasi dari Penulis berbakat yang belum juga punya satu buku ini. Hehe. . . seneng deh dipuji dan disanjung-sanjung gitu. Serasa terbang mencapai bintang. Tapi Hushhh . . . bukan terlena loh ya. Pujian itu akan menjadi positif jika kita mampu menempatkannya dengan benar. Apalagi si Introvert, bagi mereka pujian itu akan membangun kinerja, memberi vitamin semangat yang dobel. Terlebih pujian (baca: semangat) itu datangnya dari orang terdekat yang benar-benar berarti dalam hidup. Orang yang selalu mengamati tulisan-tulisanku, meski tulisan yang tidak ada unsur ilmunya sekalipun. Hehe . . .

Mungkin sempat ada yang pernah tersirat dan komen seperti ini "Tulisan-tulisan Galau, Gak jelas, dsb" pada tulisan yang pernah saya tuliskan. Nah, jika dinilai dari sisi negatif, tentu saja komen itu yang akan muncul, tapi coba deh nilai dari sisi yang lebih positif. Tulisan-tulisan Galau dan Gak jelas itu justru sebenarnya adalah inspirasi. Bagi saya menulis apapun itu, meski mungkin orang lain tidak melihat manfaat apapun dari tulisan tersebut-- tulisan saya tetap bermanfaat bagi diri saya sendiri. Kenapa? Karna saya terus menulis, terus mengasah ketajaman kata per kata yang saya rangkaikan. Dan hal itu tentu saja efeknya buat saya pribadi. Nah . . . orang lain bisa menirukan hal itu. Ada yang bilang, "Banyak-banyaklah menulis agar menjadi penulis" --- tau itu kata-katanya siapa?-- Itu kata-kata saya sendiri. hehe . . . :D

Untuk Lastri sahabatku di Pulau seberang, rajin-rajinlah menulis. Nanti aku pun akan sering mampir pula ke rumah mayamu. Saling berbagi sedikit ilmu kita ya kan?! Buat amal jariyah :)

Oke. . . Keep Writing ^^9

31 Jan 2013

Aku, Lastri dan Pisang

Aku suka pisang. Si Lastri paling tau itu. Penganan apapun yang terbuat dari pisang,sangat aku sukaaai. Pisang asli, pisang goreng, pisang rebus, pisang coklat keju bakar, keripik pisang, cake pisang yang di Batam, dll hmm . . . segala hal tentang pisang lah. Mungkin kecuali juice pisang ya, soalnya belum pernah minum itu juice.

Mumpung sore ini ada temen sekantor yang beli keripik, jadilah keripik pisang ini disantap dengan lahap. hohoho . . .
Jadi pengen keripik pisang rasa coklat sama keju ituuu. . .
HIHI

Nah, yang seru itu, Si Lastri sahabatku kalau ngeliat pisang, pasti keinget sama aku. Dan kalau aku makan pisang, pasgtgi aku keinget si Lastri. Inget banget waktu dulu semasa di Batam sepulang kerja, tau tau udah ada pisang aja di meja kamar. Ternyata si Lastri yang membelikan saat dia tugas di lapangan. Kebetulan waktu itu ia melihat nenek-nenek dengan gerobak pisangnya, trus ada beberapa sisir pisang yang belum laku, Nah. . . gitu ngeliat itu pisang, dia keinget sama aku yang doyan pisang. Jadilah itu pisang diborong sama Lastri. Disamping itu si Lastri juga kasihan melihat si nenek yang jualannya gak habis terjual. ^^, So Sweett . . .
Di rumah, tentu saja aku yang kegirangan. Hm . . . Pisang itu, buah yang selalunya tersedia di rumahku (Medan). Dan tentu saja, aku yang paling banyak menghabiskan :D diomelin sama si Papa juga cuek aja, cuma senyum2 nyengir tak bersalah. Haha . . .

Ini cerita antara Aku, Lastri dan Pisang :)

21 Jan 2013

R


Dulu aku punya teman, teman baik semasa eSeMPe. Inisialnya "R" (*Rahasia) Hahaha . . .
Nah, terakhir kali aku ketemu dia itu 21 April 2006, Lebih dari Enam tahun yang lalu. Itu juga jumpa di jalan. Aku lagi menuju ke tempat Les, dan dia sepertinya baru dari warung. SO, gak sempat nanya ini itu. Cuma saling liat trus senyum. Wes, itu aja. . .
Nyari di Fesbuk pun tak dapat. Parahnya, aku lupa nama lengkapnya. Cuma inget nama panggilannya aja.
Hwee . . . . Baiklah, mungkin emang belum saatnya bisa bertemu temanku yang satu itu. Moga suatu saat bisa bertemu kembali. :)

Doaku . . .


Yang pergi akan kembali,
Yang hilang akan berganti,
Semua sudah sunatullaah.
Bagiku, kau teman yang baik.
semoga kebaikan-Nya selalu menyertai hari-harimu saat ini dan nanti ---

Angkutan Kota,
21.1.13

11 Jan 2013

Penjelasan Tentang #Chapter

Saya buat #chapter, kali kali aja suatu saat terpikir hendak membukukan tulisan saya kedalam bentuk novel. Jadi #chapter ini semacam tulisan hasil imajinasi saya yang terbang dan hinggap entah ke belahan bumi mana. Sengaja saya jadikan Tag "Chapter", supaya kalau nanti benar saya mau membukukannya, saya tinggal gampang ngambil tulisannya dari tag "Chapter" tersebut.

Yuk marii terus menggali informasi . . . eh salah, inspirasi maksudnya. :D

28 Des 2012

Jika kau masih milikku, kau kan kembali :)

Kupikir kau menghilang, pergi meninggalkanku.
Mungkin sudah habis masamu untukku
Pasrah saja saat menyadari ketiadaanmu di sisi.
Dan jemari menyingkap hijab pada diri.
Mencari yang hilang, barangkali ia tersisih
Atau mungkin bersembunyi.

Jika kau masih milikku
Pasti akan kembali
Seperti pagi ini
Saat kilaumu kembali menyapa lagi

Benar aku belum kehilanganmu.
Tiada akan hilang, meski sempat kau pergi.
Dan kini kau kembali ke sisi
Menemani hijabku menghias diri.


 :)


#Setelah merasa kehilangan bros jilbab dengan permata warna jingga bening berbentuk bunga dengan corak keemasan. Kupikir jatuh di jalan saat pulang kerja, petang kemarin. Rupa-rupanya ia jatuh di sekitar area kantor. Dan . . . Saat pagi tadi sampai di kantor, kilatannya terlihat oleh meja di atas meja admin. Alhamdulillaah . . . masih rezeki saya rupanya ini bros ^^
Terimakasih untuk yang sudah menemukan bros Jilbabku ini

27 Des 2012

Sapa Malam #2

Hei . . .
Apa kabar Sapa?
Lama aku tak menjengukmu.
Kau Sehat?
Kuharap begitu.
:)

-----------------------


*Hanya postingan "Rehat" Gar tak jenuh membaca postingan yang sebelumnya.
Terkadang, hal yang aneh itu juga diperlukan untuk menyingkirkan kebosanan.
Dan malam selalu setia menemaniku menutup hari.

Selamat Istirahat
Zzzzzz

17 Des 2012

Pertanyaan Pertanyaan

Ditanyain mulu', "Kapan?"
~Bosan

Bukankah tidak akan pernah meleset segala apa yang telah ditetapkan oleh-Nya?

Tunggu saja kabar baiknya. Allaah tidak pernah tidur bukan?! :)

11 Des 2012

Selamat Pagi Semangat (^o^)/"


Pagi-pagi dapat rezeki :) Alhamdulillaah . . .
Pesannya Ust. Yusuf Mansur kudu terus dilakonin nih, biar Rezekinya makin semakin semakin lancar kayak air terjun. Hehehe . . .

6 Des 2012

Ryu si Gajah

Hey Ryuu. . . . dimana keberadaanmu saat ini??
Rasanya ingin kutimpuk kau dengan tutup botol.

Maaf waktu itu aku meninggalkanmu dengan sengaja ^^v
Sebenarnya aku ingin membawamu juga, tapi aku tak tau harus meletakkanmu dimana.
Satu motor hanya cukup dua orang, jadi lebih baik kau kutinggalkan :)
Hey Ryu si Gajah kecilku,
Kau jangan khawatir, kurasa sekarang kau berada ditempat yang tepat. 
Aku merindukanmu ~Ryuu, sahabat kecilku.
Aku rindu menarik hidung dan telingamu yang aneh. Hahaha . . . hampir saja waktu itu kau ku mutilasi (Oooppss . . .)
Baikla Ryu, jaga dirimu baik-baik ya!
Lipi merindukanmu, ia titip salam untukmu :)



--------------------------------------------------

"Kau bicara dengan siapa?"
"Ryu."

"Siapa Ryu?"
"Temanku."
"Teman? kok aku baru tau."
"Teman khayalanku."
"Dasar aneh."
"Justru kau yang aneh, mau berteman dengan orang aneh."
"Eh?"

"Hhaahhah, kena kau!"
"Timpuk lulu pake pentungan."
"Kasih bola kasti. . .  kaburrrr"

Hidupku, ada apa denganmu?

Ini hidupku, ada apa denganmu? Lagi-lagi menjumpai hal yang sama. Berulang, persis, sama, atau apalah namanya. Allaah, Kau selalu punya rahasia untuk tiap hidupku, bukan hanya aku, tapi kami semua. 

Life is advanture, u know :)
Dari ini semua, aku kan terus belajar. Bila tersalah, jangan salahkan. Namun bimbing aku ke jalan yang benar, arahkan - bukan dipojokkan. Coz I hate it when u judge me when u don't know about me very well. ^^

Poo si Kumbang

Untuk postinganku selanjutnya, aku akan banyak bercerita ketimbang ngutip- kata-katanya Bang Darwis Tere Liye :) hehehe. Bercerita sekedar mengembangkan I-M-A-J-I-N-A-S-I.

Kali inii aku akan bercerita tentang "Poo si Kumbang" :)
Hey . . kau kenal Poo? Kumbang hitam dengan kilatan hijau metalik ditubuhnya. Maaf Poo, aku tidak terlalu begitu mengenalmu. Meski aku lebih dulu berkenalan denganmu dari pada si Penyu. Maaf jika aku tak selalu menyapamu. Seperti yang aku katakan tadi, aku tak begitu mengenalmu. Berkali kau bercerita tentang kehidupan kumbangmu, tapi entah mengapa aku tak begitu tertarik untuk menyimaknya. Sajakmu dan sajakku kulihat berbeda, tiada harmonisasi nada yang terjadi diantara cerita kita. Mungkin karna otak udangku yang tak mampu menjangkau setiap kekata dalam sajakmu.
Aku lebih tertarik menyentuh si kecil Sapa Penyu dari pada kau Poo.
Maaf Poo, aku tak bermaksud mendiamkanmu. Aku sering bingung, nada apa yang harus kuketuk lebih dulu bila menyapamu diawal. Do, re, mi, fa, sol, la, si, atau Poo?? (Hahahhaha. . . .)
Hey Poo, kau tau aku bukan?! :)
Meski aku begitu padamu, kau tetap kumbang hitam kecilku, dengan hijau metalik kilat di cangkangmu. (Eh? Apa kau punya cangkang? ~Kau kan bukan si Penyu -_____-! Aduh duh, apa apan ini aku.

Sapa si Penyu

Ketika Sapa menyapa :)
Hey, tahukah kau . . . Sapa itu teman baruku. Anaknya lucu dan menggemaskan. Ketika ia bercerita, ia selalu memberikan ekspresi yang membuatku jadi senyum-senyum melihatnya. Gaya bicaranya seperti anak kecil (Hey . . . bukan kah dia masih anak kecil?) hahahah . . . *terkadang aku jadi sok tua

Hari ini, Sapa belum menyapaku. Mungkin ia sedang sibuk dengan aktivitasnya :) padahal Sapa udah online. Hmm... ini masih jam kerja, Sapa jarang menyapa di jam-jam kerja seperti ini.
Eh kok aku jadi kecarian Sapa gini yak, xixixi. . . . Sapa itu anaknya lucu. ^^
Senang bisa mengenalmu, eng . . . cocoknya julukan untuknya apa ya?? oh iya, aku menjulukinya si Penyu ^^



*Hm . . . bisa2 dia sedang membaca tulisanku, lalu bingung :D


*foto diambil dari Gugel*

3 Des 2012

Boni

Si Boni menghilang!
"Eh si Boni hilang Ney. Heheh..."
"Ih malah girang bonekanya ilang."
"Lah . . . trus mesti nangeess?? hahaha"

"Ya agak sedih gimana gitu kek."
"Sedih? baru juga boneka yang ilang. Hihi . . . mungkin diambil sama orang. Yoweslah, gpp juga kok. Lagian gak terlalu suka sama boneka. :D"
"Ih aneh-aneh aja ni lah, boneka ilang malah seneng."
"Masih banyak noneka yg lain say, lah si Boni ilang, dapat ganti yang baru, si nyemot cici. Kan jadinya sepsang sama si Yoyo. Itupun udah ntah dimana-mana letak semua boneka, wong dimainin sama ponakan. :D
"Ye lah :D "


25 Nov 2012

Ketemu Ust. Yusuf Mansur

Yip Yaap . . . Akhirnya aku ketemu juga dengan Ust. Yusuf Mansur. Seperti biasa ,  Bahasan beliau selalu saja tentang sedekah - Sedekah dan sedekah. Hehe . . .
Setelah sebelum-sebelumnya sempat mimpi ketemu Ust. Yusuf, akhirnya mimpinya jadi kenyataan.

Meski tubuh mendemam, bahkan mama sempat melarang untuk pergi. Tapi ya namanya juga ini kesempatan langka, Jarang-jarang Ust. Yusuf ada di Medan buat bahas yang beginian, biasa juga ngeliatnya dari TV or denger ceramahnya Via Laptop doang. Hehehe . . . hinggaaa . . . sepulang dari Majelis tersebut demam pun semakin menjadi. Yup, sedang diberi nikmat sakit :)
Sudah saatnya tubuh ini diistirahatkan, setelah sebelumnya selau begadang untuk menyelesaikan kerjaan. Seperti liriknya Muhasabah Cinta - Edcoustic di postingan sebelum ini, "Semoga Sakit yang kurasa menjadi penghapus segala Dosa." Aamiin

Dua beda

 Terkadang luka ada baiknya datang diawal. Agar kau tau bahwa hidup tak hanya tentang cinta.  Gemerlap dunia hanya persinggahan yg fana.  Me...