Tampilkan postingan dengan label Tafakur. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tafakur. Tampilkan semua postingan

19 Jan 2013

Memiliki Hati

Ibnu Al-Qayyim berkata:
Carilah hatimu pada 3 tempat:
1. Pada waktu mendengarkan al-Qur'an.
2. Pada waktu di majlis ilmu.
3. Pada waktu menyendiri (beribadah/mengingat dosa)
Seandainya engkau tidak mendapatkan hatimu di 3 tempat ini, maka mintalah kepada Alloh hati karena engkau belum memiliki hati.

14 Jan 2013

Sang Penjaga

Kan ku jaga ruang ini tetap kosong
Sampai benar ada yang layak untukku dan aku layak untuknya
Kuharap begitu juga denganmu teman.

”Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal sholih dan saling menasihati supaya menaati kebenaran dan saling menasihati supaya menetapi kesabaran” (QS. Al ‘Ashr).

cc: +Lastri Smart

2 Jan 2013

Aku Capek

Aku capek
Menjadi tersangka dalam lelah
Sedang yang mendakwa selalu merasa benar dengan prasangkanya
;Dusta!


Wahai orang-orang beriman, jauhkanlah dirimu dari banyak berprasangka sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah perbuatan dosa. Dan jangan pula saling memata-matai maupun menggunjing satu sama lain. Adakah salah seorang diantaramu gemar memakan daging mayat saudaramu sendiri? Pastilah kamu merasa jijik! Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Menerima taubat lagi Maha Penyayang.
 
QS Al-Hujurat Ayat 12,

1 Jan 2013

Senja ~ diantara Pagi dan Malam

Adakah pagi kan kujelang, jika malammu selalu menyelinap datang ke paru-paru oksigenku?
Adakah senja kan ku tempuh, jika pagimu selalu meluruh lewat embun daun yang menguap karna cahaya?
Adakah rindu kan berlabuh, pada dermaga-dermaga tua yang penuh kekosongan ilmu?
Adakah malu menguasa jiwa, pada raga-raga yang lalai pada Tuannya?
Adakah rumah tempat berteduh, pada jiwa-jiwa yang ingin singgah sejenak sebab lelahnya?
Adakah kau aamiin-kan tiap asamu, di tujuh masa yang kau serak doa-doa?
Adakah istiqomah terjaga, di relung-relung jiwa penikmat nafsu dunia?

Cabarkan padaku maknamu, Agar kukoyak belatiku lewat bait kata teriakan langit
Ranumkan padaku derumu, Agar tercabik kanvas lukisan qalbuku lewat nadanada melegit

Sudah bolehkah aku redakan sekarang? jika bait hujan saja masih kau eja dengan rintik-rintik pelangi.
Belum bolehkah aku jedakan sekarang? jika awan hitam masih saja menjuntai gelebat menutup diri

Kepada siapa lagikah hendak kusinggahkan lukisan kata ini, jika warnanya pun tertutup kafan putih yang kapan saja siap menghampiri?
Kepada siapa sajakah hendak kusingkirkan rona luka ini, jika pengobatnya pun adalah keyakinan yang telah ternodai sihir bumi?

Atau kusibakkan saja segala rasa yang datang mengulang, menikamnya dengan belati tajam yang baru kuasah tadi siang.
Menerjang-nerjang bagai angin keblingsatan menerpa pepohonan dan bangunan bersama badai di tanah lapang.
Ruang-ruang yang kau masuki pun berbatas dimensi waktu, melongok kesempatan, berjejal berjuta peluang.
Tinggal kau usap-usap bagian yang kau senang
Tinggal kau teriak-teriak dalam hening doamu kepada Sang Penyayang.
Lalu tunggulah barang sejenak, menarilah bersama doa-doa pengharpanmu dengan riang.
Dan akan jelas terlihat pada sengat mentari yang masuk lewat celah jendela kayu.
Pagi adalah kepastian, dan malam adalah keharusan.
Keduanya berada diantara senja.


“Dan suatu tanda (kekuasaan Allah yang besar) bagi mereka adalah malam; kami tanggalkan siang dari malam itu, Maka dengan serta merta mereka berada dalam kegelapan. Dan matahari berjalan ditempat peredarannya. Demikianlah ketetapan yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui. Dan Telah kami tetapkan bagi bulan manzilah-manzilah, sehingga (Setelah dia sampai ke manzilah yang terakhir) kembalilah dia sebagai bentuk tandan yang tua. Tidaklah mungkin bagi matahari mendapatkan bulan dan malampun tidak dapat mendahului siang. dan masing-masing beredar pada garis edarnya”. (QS. Yasin:37-40)

30 Des 2012

K.U.A.T

Aku berlari
Terluka, sendiri
Terjatuh, sendiri
Mengerang, sendiri.
Duka ini tak abadi bukan?!
Hanya masih terus berjuang.
Melawan kerasnya jalan kehidupan
Menentang badai yang menerpa pijakan
Masih harus berlari, meski terjatuh berkali
Masih harus bangkit berdiri, meski melemah pijakan kaki
Masih harus kuat melangkahkan kaki, meski menusuk kawat berduri.
M
E
D
A
N
30 Desember 2012



“Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: "Kami telah beriman", sedang mereka tidak diuji lagi?
Dan sesungguhnya kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta.”
[QS. Al-Ankabut ayat 2-3]

29 Des 2012

Lembayung

Menjejak, berdendang
Hadir dipenghujung badai
Saat kesedihan yang paling kerak menjamah
Saat kesakitan berdekit dipenghujung kematian
;selalu ada pengganti dari apa yang hilang
Datang pergi hilang kembali
Seperti mimpi
Tapi inilah hidup yang harus dijalani.
Siapapun, mengharapkan hadirnya pelangi diujung badai.
Mungkin sama seperti Firman-Nya, "Bersama kesulitan ada kemudahan"
Dan Lembayung Jingga akan terus menawan di Langit-Nya yang terserak.

Sudahkah kita bersyukur akan tarikan nafas hari ini?
"Maka nikmat Rabb yang manakah yang mampu kita dustakan?!"

:)

Dua beda

 Terkadang luka ada baiknya datang diawal. Agar kau tau bahwa hidup tak hanya tentang cinta.  Gemerlap dunia hanya persinggahan yg fana.  Me...