Kita masih akan terus berjuang
Dengan sisasisa keyakinan yang terpancang kuat di hati
Dengan sisasisa keberanian yang kita miliki
Dengan sisasisa usia yang kita miliki
Kita masih akan terus berjuang
Dengan tekad semangat yang membara di jiwa
Dengan keteguhan sanubari di dada
Dengan kekuatan dari Sang Raja Semesta
Kita masih akan terus berjuang
Bersama menjadi pemenang
*Bulan Tiga Bulan
Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan
27 Des 2012
18 Des 2012
Ukuran Kesuksesan
Ukuran kesuksesan ada di cara berpikir. Bukan kaya, tinggi posisi, terkenal, dan berkuasa.
Orang-orang yang menggunakan ukuran kaya, tinggi posisi, terkenal,
berkuasa maka dia tidak akan pernah tiba di titik sukses 'sejati'.
Karena selalu bisa dibandingkan dengan orang lain yang lebih, dan terus
merasa kurang, kurang.
Orang-orang yang memahami kesuksesan
ada di cara berpikir, meskipun kasar pekerjaannya, kecil rumahnya, maka
tetap bisa merasa sukses (dan memang sudah sukseslah dia).
~Tere Liye
#Tentang Motivasi
Orang2
yang tidak bisa melakukan apapun, memilih gagal, mudah menyerah,
sedikit2 berputus asa, lazimnya berdiri di atas pondasi argumen-argumen,
alasan-alasan. Ada saja jawabannya.
Saat dia tidak bisa
menyalahkan siapapun lagi, maka dia memilih menyalahkan Tuhannya--karena
sampai kapanpun dia tidak akan pernah menyalahkan diri sendiri.
*sesimpel itu, postingan #4 sepagi ini ttg motivasi diri
~Tere Liye
17 Des 2012
Karena Aku Ingin Menjadi Lebih Baik
Setiap
kita pasti merindukan perubahan diri ke arah yang jauuh lebih baik.
Banyak target dan rencana yang sudah dibuat, tapi mengapa perubahan itu
tak jua terjadi. Masalahnya terkadang kita selalu menunggu momentum
terbaik untuk berubah. Ada yang menunggu pergantian tahun, ada yang
menunggu momen milad, bahkan ada yang menunggu hingga ramadhan
berikutnya dan berbagai momentum lainnya.
Tapi ketika momentum itu hadir pun, kadang perubahan yang kita idamkan tak kunjung terjadi. Mengapa hal ini terjadi?
Sebenarnya
tidak salah memanfaatkan suatu momentum tertentu untuk berubah.
Misalnya seorang wanita yang ingin berjilbab, karena malu kalau mendadak
berjilbab takut dikatakan sok sholeh, maka dia pergi dulu ke luar kota,
sepulangnya dari sana dia sudah berjilbab. Diharapkan orang lain pun
akan memakluminya. Atau seorang pemuda yang ingin merutinkan sholat
berjamaah di masjid memanfaatkan momentum ramadhan, karena di bulan
ramadhan sudah lumrah masyarakat sholat berjama’ah di masjid.
Tapi
sobat, tahukah bahwa sebetulnya momentum terbaik untuk berubah selalu
ada setiap hari. Bahkan di depan mata kita. Perubahan malam menjadi
siang, siang berganti malam, itulah momentum terindah yang disediakan
Allah SWT untuk hamba-hamba-Nya yang berniat memperbaiki diri secara
terus menerus dan berkesinambungan (tidak mendadak berubah seperti Power
Ranger: Berubah!!^_^).
“Dan
Dia (pula) yang menjadikan malam dan siang silih berganti bagi orang
yang ingin mengambil pelajaran atau orang yang ingin bersyukur.” (Al
Furqan: 62)
Subhanallah,
telah berapa kali kita berkesempatan untuk berjumpa siang dan malam?
Tentu sepanjang Allah memberi kita waktu di dunia ini. Ketika kita
menjumpai pagi hari, tidak ada yang menjamin kita bertemu sore hari.
Maka segeralah beramal selagi kita mempunyai kesempatan itu. Perubahan
yang kita idamkan akan segera terwujud bila kita segera melaksanakannya
setahap demi setahap pada setiap pergantian waktu siang dan malam yang
Allah SWT sediakan untuk kita.
Ibnu
Umar ra. berkata, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam memegang
pundakku dan bersabda, "Didunia ini, jadilah kamu seperti orang asing
atau penyebrang jalan." Ibnu Umar ra berkata, 'Jika kamu di sore hari,
jangan menunggu pagi hari; dan jika kamu di pagi hari, jangan menunggu
sore hari. Manfaatkan waktu sehatmu sebelum kamu sakit, dan waktu
hidupmu sebelum kamu mati." (H.R. Bukhari)
Sahabat,
Hidup sekali, hiduplah yang berarti
Tiada waktu berlalu kan kusesali
Karena kuingin kita menjadi lebih baik
Hidup sekali, hiduplah yang berarti
Tiada waktu berlalu kan kusesali
Karena kuingin kita menjadi lebih baik
Oleh: Budi Riana, Web In Rumah Zakat
15 Okt 2012
Hari Ini Milik Anda
Jika kamu berada di pagi hari, janganlah
menungggu sore tiba. Hari inilah yang akan Anda jalani, bukan hari kemarin yang
telah berlalu dengan segala kebaikan dan keburukannya, dan juga bukan esok hari
yang belum tentu datang. Hari yang saat ini mataharinya menyinari Anda, dan
siangnya menyapa Anda inilah hari Anda.
Umur Anda, mungkin tinggal hari ini. Maka,
anggaplah masa hidup Anda hnya hari ini, atau seakan-akan Anda dilahirkan hari
ini an akan mati hari ini juga. Dengan begitu, hidup Anda tak akan
tercabik-cabik duantara gumpalan keresahan, kesedihan dan duka masa lalu dengan
bayangan masa depan yang penuh ketidakpastian dan acap kali menakutkan.
Pada hari ini pula, sebaiknya Anda
mencurahkan seluruh perhatian, kepedulian dan kerja keras. Dan pada hari
inilah, Anda harus bertekad mempersembahkan kualitas shalat yang paling
khusyu’, bacaan al-Qur’an yang sarat tadabbur,
dzikir dengan sepenuh hati, keseimbangan dalam segala hal, keindahan dalam
akhlak, kerelaan dengan semua yang Allah berikan, perhatian terhadap keadaan
sekitar, perhatian terhadap kesehatan jiwa dan raga, serta perbuatan baik
terhadap sesama.
Pada hari dimana Anda hidup saat inilah
sebaiknya Anda membagi waktu dengan bijak. Jadikanlah setiap menitnya laksana
ribuan tahun dan detiknya laksan ratusan bulan. Tanamlah kebaikan
sebanyak-banyaknya pada hari itu. Dan, persembahkanlah sesuatu yang paling
indah untuk hari itu. Ber-istighfar-lah
atas semua dosa, ingatlah selalu kepada-Nya, bersiap-siaplah untuk sebuah
perjalanan menuju alam keabadian, dan nikmatilah hari ini dengan segala
kesenangan dan kebahagiaan! Terimalah rezeki, isteri, suami, anak-anak,
tugas-tugas, rumah, ilmu, dan jabatan Anda hari dengan penuh keridhaan.
{Maka
berpegangteguhlah dengan apa yang Aku berikan kepadamu dan hendaklah kamu
termasuk orang yang bersyukur. }
(QS. AL-A’râf: I44)
Hiduplah hari ini tanpa kesedihan, kegalauan,
kemarahan, kedengkian dan kebencian.
Jangan lupa, hendaklah Anda goreskan pada dinding hati
Anda satu kalimat (bila perlu Anda tulis pula di atas meja kerja Anda ) : Harimau adalah hari ini. Yakni, bila
hari ini Anda dapat memakan nasi hangat yan harum baunya, maka apakah nasi basi
yang telah Anda makan kemarin atau nasi hangat esok hari (yang belum tentu ada) itu akan merugikan Anda?
Jika Anda dapat minum air jernih dan segar hari ini,
maka mengapa Anda harus bersedih atas air asin yang Anda minum kemarin, atu
mengkhawatirkan air hambar dan panas esok hari yang belum tentu terjadi?
Jika Anda percaya pada diri sendiri, dengan semangat
dan tekad yang kuat Anda, maka akan dapat menundukkan diri untuk berpegang pada
prinsip: aku hanya akan hidup hari ini. Prinsip inilah yang akan menyibukkan
diri Anda setiap detik untuk selalu memperbaiki keadaan, mengembangkan semua
potensi, dan mensucikan setiap amalan.
Dan itu, akan membuat Anda berkata dalam hati, “Hanya
hari ini aku berkesempatan untu mengatakan yang baik-baik saja. Tak berucap
kotor dan jorok yang menjijikkan, tidak akn pernah mencela, menghardik dan juga
membicarakan kejelekan orang lain. Hanya hari ini aku berkesempatan menertibkan
rumah dan kantor agar tidak semrawut dan berantakan. Dan karena hanya ini saja aku akan hidup, maka aku akan
memperhatikan kebersihan tubuhku, kerapian penampilanku, kebaikan tutur kata
dan tindak tandukku.”
Karena hanya akan hidup hari ini, maka aku akan
berusaha sekuat tenaga untuk taat kepada Rabb,
mengerjakan shalat sesempurna mungkin, membekali diri dengan shalat-shalat
sunah nafilah, berpegang teguh pada
al-Qur’an, mangkaji dan mencatat segalayang bermanfaat.
Aku hanya akan hidup hari ini, karenanya aku akan
menanam dalam hatiku semua nilai keutamaan dan mencabut darinya pohon-pohon
kejahatan berikut ranting-rantingnya berduri, baik sifat takabur, ujub, riya’, dan buruk sangka.
Hanya hari ini aku akan dapat menghirup udara
kehidupan, maka aku akan berbuat baik kepada orang lain dan mengulurkan tangan
kepada siapapun. Aku akan menjenguk mereka yang sakit, mengantarkan jenazah,
menunjukan jalan yang benar bagi yang tersesat, memberi makan orang kelaparan,
menolong orang yang sedang kesulitan, membantu yang orang dizalimi, meringankan
penderitaan orang yang lemah, mangasihi mereka yang menderita, menghormati
orang-orang alim, menyayangi anak kecil, dan berbakti kepada orang tua.
Aku hanya akan hidup hari ini, maka aku akn
mengucapakan, “Wahai masa lalu yang telah berlalu dan selesai, tenggelamlah
seperti mataharimu. Aku tak akan pernah menangisi kepergiannmu, dan kamu tidak
akn pernah melihatku termenung sedetik pun untuk mengingatmu. Kamu telah
meninggalkan kami semua, pergi dan tak pernah kembali lagi.”
“Wahai masa depan, engkau masih dalam kegaiban. Maka,
aku tidak akan pernah bermain dengan khayalan dan menjual diri hanya untuk
sebuah dugaan. Aku pun tak bakal memburu sesuatu yang belum tentu ada, karena
esok hari mungkin tidak ada sesuatu. Esok hari adalah sesuatu yang belum
diciptakan dan tidak ada satu pun darinya yang dapat disebutkan.”
22 Jul 2012
Ya, AKU BISA !!!!
Jika anda berpikir anda KALAH, maka anda KALAH;
Jika anda pikir anda TIDAK BERANI, maka anda TIDAK BERANI
Jika Anda ingin MENANG, namun anda pikir anda tidak bisa,
Maka hampir dipastikan anda TIDAK akan MENANG.
Jika anda pikir anda KALAH, maka anda KALAH
Karena diluar dunia kita mendapatkan KESUKSESAN dimulai dengan sebuah KEMAUAN, Semua itu berada dalam bentuk PIKIRAN.
Jika anda pikir Anda TIDAK SETARA, maka Anda TIDAK SETARA,
Anda harus berpikir TINGGI untuk BANGKIT
Anda harus YAKIN dengan DIRI Anda, sebelum Anda memenangkan piala.
Medan JUANG KEHIDUPAN tidak selalu diperuntukkan bagi seorang yang lebih KUAT atau lebih CEPAT.
Namun cepat atau lambat, MANUSIA yang MENANG adalah dia yang berpikir bahwa "AKU BISA!!!!"
(Anonimous)
^-^9
21 Jul 2012
Sebab Cinta Maka BerHatiHati-lah
“Sebab cinta adalah kata lain dari memberi...
sebab memberi adalah pekerjaan...
sebab pekerjaan cinta dalam siklus memperhatikan, menumbuhkan, merawat dan melindungi itu berat...
sebab pekerjaan itu harus ditunaikan dalam waktu lama...
sebab pekerjaan berat dalam waktu lama begitu hanya mungkin dilakukan oleh mereka yang memiliki kepribadian kuat dan tangguh.
maka setiap orang hendaklah berhati-hati saat ia akan mengatakan,“Aku mencintaimu.”
Kepada siapapun!”
(Anis Matta)
27 Jun 2012
Harapan Lewat Iman
-Season Of Hope-
- Berharaplah . . . . Dengan keimanan yang kau miliki. Dengan tauhidmu kepada Yang Maha Esa.
- Berharaplah . . . . Dengan keteguhan hatimu yang hakiki. Dengan keyakinanmu yang memancang disanubari.
- Berharaplah . . . . Dengan ketaqwaanmu pada yang menggenggam kehidupan. Dengan kesungguhanmu menuju perbaikan
- Berharaplah . . . . Lewat doadoa yang kau jabarkan, lewat kekata yang kau panjatkan, lewat selaksa yang kau hamparkan, lewat asa yang kau tanamkan.
- Berharaplah . . . . Dalam Semusim Pengharapan__
~Lusia Seftie Arini
22 Jun 2012
Change...
Suatu masa kesempatan itu datang menghampiri, pintu-pintunya begitu banyak terbuka lebar untuk dimasuki. Didalamnya kau menemukan apa yang kau cari selama ini. Tapi kau hanya boleh memasuki satu pintu saja, untuk kau terus berada didalamnya. Kesempatan yang mungkin takkan datang dilain masa, kesempatan atas pengaharapanmu pada Dia - Ar Rahman.
Kesempatan yang dengannya kau meraih asa dan cita, meninggikan kalimat syahadah, menakbirkan kebesaran-Nya.
Lalu, karena kesempatan-kesempatan itu pula tercipta linangan air di mata. Membuat selaksamu tersekat dalam prasangka. Dan diam-diam dirimu membuat penghakiman atas perilaku durhakamu disuatu masa kepada-Nya. Karna kau menyadari, pintu yang kan kau masuki bukanlah pintu biasa yang pernah kau masuki sebelumnya. Sebab kelak, disanalah semua segala pengharapan-pengharapanmu kembali dibentangkan.
Dan kau pun pahami bahwa kesempatan itu tak datang dua kali, Take it Now, or Never!?!
Kesempatan yang dengannya kau meraih asa dan cita, meninggikan kalimat syahadah, menakbirkan kebesaran-Nya.
Lalu, karena kesempatan-kesempatan itu pula tercipta linangan air di mata. Membuat selaksamu tersekat dalam prasangka. Dan diam-diam dirimu membuat penghakiman atas perilaku durhakamu disuatu masa kepada-Nya. Karna kau menyadari, pintu yang kan kau masuki bukanlah pintu biasa yang pernah kau masuki sebelumnya. Sebab kelak, disanalah semua segala pengharapan-pengharapanmu kembali dibentangkan.
Dan kau pun pahami bahwa kesempatan itu tak datang dua kali, Take it Now, or Never!?!
2 Jun 2012
Cinta dan persepsinya
Bismillah...
mau share artikel, semoga penulisnya ridho tulisannya saya copas disini :)
mau share artikel, semoga penulisnya ridho tulisannya saya copas disini :)
"Nafsu mengatakan perempuan itu cantik atas dasar rupanya. Akal
mengatakan perempuan itu cantik atas dasar ilmu dan kepintarannya. Dan hati
mengatakan perempuan itu cantik atas dasar akhlaknya.
Cinta sebenarnya tidak buta. Cinta adalah sesuatu yang murni, luhur dan diperlukan. Yang buta adalah bila cinta itu menguasai dirimu tanpa suatu pertimbangan.
Tanamlah sebatang pohon cinta yang berdaun kesetian, berbunga ketulusan, berakar kejujuran dan siramilah dengan kasih sayang, pupuklah dengan kepercayaan.
Jangan mencintai seseorang seperti bunga, kerana bunga akan mati kala musim berganti. Cintailah seseorang seperti sungai, kerana sungai akan mengalir selamanya.
Cinta tidak pernah meminta, ia senantiasa selalu memberi, cinta membawa penderitaan, tetapi tidak pernah berdendam, tak pernah membalas dendam. Di mana ada cinta di situ ada kehidupan, manakala kebencian membawa kepada kemusnahan.
Dalam sebuah percintaan, janganlah kamu sesali perpisahan tetapi sesalilah pertemuan. Karena tanpa pertemuan tidak akan ada perpisahan. Cinta dimulai dengan senyuman, tumbuh dengan dekapan dan seringkali berakhir dengan air mata.
Cinta bukanlah matematika yang bisa di hitung, Cinta bukanlah PPKN yang selalu di atur oleh pasal, Cinta bukanlah ekonomi yang kadang untung dan rugi, Tanpa cinta kita takan menjadi seperti ini.
Cinta mampu melunakkan besi, menghancurkan batu, membangkitkan yang mati dan meniupkan kehidupan padanya serta membuat budak menjadi pemimpin. Oh dasyatnya cinta !
Bercinta memang mudah. Untuk dicintai juga memang mudah. Tapi untuk dicintai oleh orang yang kita cintai itu tidaklah mudah. Mengenalmu adalah suatu anugerah, Menyakitimu adalah suatu larangan, Mendampingi hidupmu adalah suatu kebahagiaan, Meninggalkanmu adalah suatu kebodohan.
Permulaan cinta adalah membiarkan seseorang yang kamu cintai menjadi dirinya sendiri, dan tidak merubahnya menjadi gambaran yang kamu inginkan. Jika tidak, kamu hanya mencintai pantulan diri sendiri yang kamu temukan di dalam dirinya."
Cinta sebenarnya tidak buta. Cinta adalah sesuatu yang murni, luhur dan diperlukan. Yang buta adalah bila cinta itu menguasai dirimu tanpa suatu pertimbangan.
Tanamlah sebatang pohon cinta yang berdaun kesetian, berbunga ketulusan, berakar kejujuran dan siramilah dengan kasih sayang, pupuklah dengan kepercayaan.
Jangan mencintai seseorang seperti bunga, kerana bunga akan mati kala musim berganti. Cintailah seseorang seperti sungai, kerana sungai akan mengalir selamanya.
Cinta tidak pernah meminta, ia senantiasa selalu memberi, cinta membawa penderitaan, tetapi tidak pernah berdendam, tak pernah membalas dendam. Di mana ada cinta di situ ada kehidupan, manakala kebencian membawa kepada kemusnahan.
Dalam sebuah percintaan, janganlah kamu sesali perpisahan tetapi sesalilah pertemuan. Karena tanpa pertemuan tidak akan ada perpisahan. Cinta dimulai dengan senyuman, tumbuh dengan dekapan dan seringkali berakhir dengan air mata.
Cinta bukanlah matematika yang bisa di hitung, Cinta bukanlah PPKN yang selalu di atur oleh pasal, Cinta bukanlah ekonomi yang kadang untung dan rugi, Tanpa cinta kita takan menjadi seperti ini.
Cinta mampu melunakkan besi, menghancurkan batu, membangkitkan yang mati dan meniupkan kehidupan padanya serta membuat budak menjadi pemimpin. Oh dasyatnya cinta !
Bercinta memang mudah. Untuk dicintai juga memang mudah. Tapi untuk dicintai oleh orang yang kita cintai itu tidaklah mudah. Mengenalmu adalah suatu anugerah, Menyakitimu adalah suatu larangan, Mendampingi hidupmu adalah suatu kebahagiaan, Meninggalkanmu adalah suatu kebodohan.
Permulaan cinta adalah membiarkan seseorang yang kamu cintai menjadi dirinya sendiri, dan tidak merubahnya menjadi gambaran yang kamu inginkan. Jika tidak, kamu hanya mencintai pantulan diri sendiri yang kamu temukan di dalam dirinya."
Copas From Fb Aluna Gita Duluvs
Hope~
Kuatlah...
Dengan sisa kekuatan
yang kau miliki
Tangguhlah...
Dengan sisa ketangguhan
yang masih menyelimuti.
Keterpurukan kan
menjadikanmu satu diantara berjuta yang mampu bertahan
Memapah ketakberdayaan
lewat sisasisa keberanian
Kau tau, bahwa hidup ini
tidak mudah bukan?!
Namun, kau pun tak perlu
mempersulitnya.
Apa adanya, sederhana,
dan jalani saja.
Kesulitan hari ini akan
menjadi kemudahan diesok hari.
Kau pun tak sepenuhnya
sendiri menghadapi liku hidup ini.
Kawan..., kesabaran kita
akan kepedihan yang kita rasakan saat ini kelak akan digantikan dengan
kebahagiaan yang luar biasa oleh-Nya.
Bukankah pada akhirnya
kepahitan akan memunculkan rasa manis?
Hidupmu, hidupku, hidup
kita untuk Yang Mahahidup.
~Harapan tanpa iman
hanyalah kekecewaan~
2.6.12
Medan
Sumber Gambar: Google Image
29 Mei 2012
Menyikapi "Penyesalan"
“Jangan
pernah menyesali apa yang menjadi pilihan hidup kita, sebab dari sanalah proses
kehidupan itu berlangsung, proses hukum sebab akibat antara hidupmu dan hidup
orang lain hingga menjadi suatu rentetan cerita indah” :)
Malam ini, entah kenapa tiba-tiba
aku menjadi bijak. Baru kusadari setelah kalimat diatas selesai kurangkai. Hehhe..
agak agak narsis nampaknya.
Tadi, orang terdekatku bertanya
tentang “Sesal”, tentang boleh apa tidaknya kita menyesali suatu keputusan yang
sudah kita ambil. Lalu, aku pun menjawab sederhana, bahwa wajar jika kita menyesal.
Karna hal itu Sudah fitrah bagi kita. Jika pertanyaannya “bolehkah?”, agak
sulit dengan menjawab “boleh”, karna itu bukan hal boleh atau tidaknya, namun
itu memang sudah menjadi suatu keniscayaan. Suatu hal yang memang tidak bisa
dihindari dalam kehidupan. Lalu? Mudah saja, tidak masalah jika kita menyesal
atas keputusan yang sudah kita pilih, asal kita jangan terus larut pada
penyesalan itu. Larut pada penyesalan hanya akan membawa bencana pada diri
kita. Membuat kita jadi berandai-andai dan segala macem. Penyesalan yang
berlarut pun dapat menjadikan kita sebagai pribadi yang kurang bersyukur atas
apa yang sudah kita jalani. :)
Jadikan
penyesalan itu sebagai motivasi untuk terus melakukan yang terbaik, menjadi
yang terbaik, membuat segalanya menjadi lebih baik, untuk hari ini demi
menjemput masa depan, demi meraih impian yang kita punyai. Aamiin~
Aseekkk... tiba2 ini kata-kata
jadi motivasi juga bagi diri sendiri ^_^. Paling seru emang kalo udah
berkata-kata gini, trus kata2nya bisa memotivasi diri sendiri, semoga juga bisa
memotivasi sahabat2 semua yaaa =D
Next time aku sambung...
22 Mei 2012
Kabut Senja ~Belajar Tentang Kehidupan
Belajar tentang kehidupan.
Kumulai dari fase kabut senja. Pertanyaannya, kenapa dari fase tersebut? Sederhana
saja, mungkin karna ia proses akhir dari pencarian penghidupan. Lalu, kenapa
harus kabut? Mudah saja, itu karena beberapa hari ini aku tak melihat jingga
menggantung pada langit biru ketika sore hari beranjak petang mengganti malam.
Hanya kelabu, kelabu yang berkabut. Tapi dari sana pun aku memperoleh banyak
pelajaran dari kehidupan yang berjalan. Meski singkat, namun aku cukup mampu
mengambil ibroh dari setiap waktu yang berjalan.
Tentang apa saja?
Hm... tentu saja banyak, hingga
aku sulit menguraikan yang bagian mana terlebih dahulu aku paparkan. Baiklah,
kita mulai dari kuliah. Tiba-tiba aku teringat seseorang yang bertanya padaku
beberapa waktu lalu, “Masih ingin kuliah, lu?”, tanyanya padaku. Masih,
jawabku. Tapi... kata “tapi” tentu saja akan menghapus pernyataanku yg
sebelumnya. Hhehe.. mau tau “tapi kenapa?” singkat. Masalah biaya. Damn!
Teringat, pernah menuliskan dibuku catatan “Langit Senja”ku, usia 24 targetku
mendapat gelar S1. Tahun ini, usiaku akan genap mendarat di angka dua empat. Ya,
dua-empat. Lalu, bagaimana? S1nya dapatkah? Yah, seperti yang terlihat. Sampai
hari ini aku belum melanjutkan kuliahku. Beasiswa? Adakah? Tentu saja sampai saat
ini tidak ada, atau mungkin belum ada untuk program D3 ke S1. Eh, jadi
teringat, pernah ada yang mengatakan, mereka orang dari dunia maya, “Salah
sendiri milih D3”. Cuma bisa tersenyum. Tentu saja, karna yang mengatakan hal
tersebut tidak mengetahui proses yang aku lewati, mereka tidak atau mungkin
belum memahami bahwa kita memang tak bisa memilih ketika sesuatu itu sudah
jelas garis takdirnya.
Kembali melanjutkan potongan tapi..., yup! Kuliah- masih ingin lu? Jawabnya, singkat! Sudah kukubur keinginan itu. Kenapa? Menyerah? Mungkin itu sebagian pertanyaan orang-orang. Jawabku, aku justru sedang berjuang untuknya. Kuliah. Ya! K-U-L-I-A-H. Meski bukan untukku. Lalu? Untuk adikku. Menguliahkan adikku masuk kedalam salah satu list targetku. Sudah 5 tahun ia menjadi pengangguran mahasiswa. Alias belum kuliah. Keinginanku kukubur untuk membangun keinginan lain, aku ingin adikku juga merasakannya. Kenapa bukan orangtuaku saja yang menguliahkannya? Mungkin sebagian orang berpendapat seperti itu. Hey.. jika kau kuliah atas biaya orang tuamu sepenuhnya, maka bersyukurlah karna kau punya orangtua yang kaya karna mampu menyekolahkanmu, so..jangan pernah sia-siakan itu!
Kembali melanjutkan potongan tapi..., yup! Kuliah- masih ingin lu? Jawabnya, singkat! Sudah kukubur keinginan itu. Kenapa? Menyerah? Mungkin itu sebagian pertanyaan orang-orang. Jawabku, aku justru sedang berjuang untuknya. Kuliah. Ya! K-U-L-I-A-H. Meski bukan untukku. Lalu? Untuk adikku. Menguliahkan adikku masuk kedalam salah satu list targetku. Sudah 5 tahun ia menjadi pengangguran mahasiswa. Alias belum kuliah. Keinginanku kukubur untuk membangun keinginan lain, aku ingin adikku juga merasakannya. Kenapa bukan orangtuaku saja yang menguliahkannya? Mungkin sebagian orang berpendapat seperti itu. Hey.. jika kau kuliah atas biaya orang tuamu sepenuhnya, maka bersyukurlah karna kau punya orangtua yang kaya karna mampu menyekolahkanmu, so..jangan pernah sia-siakan itu!
Tiba-tiba aku kembali kefase
beberapa tahun silam, saat teman es em pe ku mampir kerumah. “Rumahnya
gini-gini aja lu?!”, retorik menurutku. Lalu ia melanjutkan lagi celotehnya
sambil bercerita tentang keadaan rumahnya yang sudah berubah menjadi lebih
bagus. Mungkin dia tidak paham, bahwa aku menjadi sangat sensitif ketika
penilaian orang-orang hanya dari segi materi. Materi lagi materi lagi. Aku bosan
ketika segala hanya diukur dengan uang. Huh.. padahal aku orang keuangan! Hahaha..
Saat hijrah ke Pulau seribu
pelangi dulu, niatku ingin mengumpulkan biaya untuk melanjutkan kuliahku. Namun,
jalannya memang tidak seperti apa yang aku bayangkan. Seiring berjalannya
waktu, ada saja hal-hal yang membuat sesuatu tidak menjadi sesuatu, namun ia
justru menjadi sesuatu yang lain. Sesuatu yang memang sudah digariskan seperti
itu kejadiannya. Sesuatu yang akan kita mengerti setelah kita mampu melewati
fasenya dengan baik.
Sekarang pun begitu, aku sudah
kembali kerutinitasku yang dulu. Bekerja. Ya! Be-Ker-Ja. Hal yang dulu tak
pernah terpikir olehku. Karna memang aku sendiri tak ingin menjadi pekerja
aktif hingga sampai usia tuaku. Namun, selama aku menjadi seorang yang mandiri,
tentu saja aku masih butuh untuk bekerja. Hasil dari pekerjaankupun kelak akan
kusisihkan sebagian untuk membiayai kuliah adikku. Semoga ada jalan. Aamiin ya
Rabb..
Lalu bagaimana dengan keinginanku
yang sebenarnya? Ya! Kupendam dulu sejenak, pasti ada jalan atas niatan yang
baik. Bukankah Allaah itu MahaMengetahui lagi MahaBijaksana?! Retorik lagi. Tak
perlu ada kekhawatiran untuk semua. Semua sudah ada jalannya masing-masing. Segala
kekhawatiran dan kecemasan sesungguhnya tidak nyata, hanya sebentuk perasaan
yang ragu atas nikmat Rabb dan penjagaan-Nya atas apa yg kita khawatirkan.
Hm.. tiba-tiba aku teringat akan
orang-orang disekitarku yang takut kehilangan atas sesuatu. Entah apapun itu, sesuatu
yang mungkin sangat berharga dalam hidup mereka. Pernah kau merasa kehilangan? Aku
pernah. Dan dijalan itu aku kembali bermuhasabah. Dari sana aku justru
menemukan sesuatu yang selama ini belum pernah aku dapatkan. Ketika kau
kaehilangan sesuatu, banyak kemungkinan-kemungkinan yang menjadi sebab akibat
darinya. Bagiku, ketika aku merasa kehilangan, saat itu Allaah hendak
mengajariku untuk menjadi sederhana dalam langkahku, hendak mengajariku bahwa
keimanan-ketauhidan adalah kunci dari setiap penjabaran kehidupan. Ya, aku
hebat sekali dulu ketika membicarakan tentang keyakinan, ketauhidan. Karna ia
adalah pokok dari keimanan. Materi ketauhidan ala ilmuku yang masih seadanya.
“Kamu kan pintar, lu”, seru
seseorang. Tidak! Jawabku fasih. Hahah.. enatah kenapa, aku tidak pernah merasa
begitu. Ilmuku yang secetek begini saja sudah dibilang pintar. Tau dari mana
ini orang-orang?? Ngawur sajaa kalian. Apakah disebut pintar ketika ditanya dan
aku menjawab tidak tau?! Tapi masih mending lah dari pada ditanya trus akunya
sok tau. Itu sih namanya sok pintar. Hehehee :p
Kembali belajar tentang
kehidupan. Siklus kehidupan menimbulkan hukum sebab akibat dari setiap manusia
kepada manusia yang lainnya. Contoh kecilnya, kehadiranku dikantor menjadi
sebab bagi hadirnya sahabatku juga disana. Jadi ceritanya kami ini satu kantor,
setelah sebelumnya melanglang buana nyari kerja dimana-mana. Hingga akhirnya
saat aku mulai Stuck dengan cari
mencari pekerjaan, aku dapat info lowongan kerja dari ustadzahku disalah satu
perusahaan milik temannya. Alhamdulillaah, lalu melalui aku, kukabarkan berita
yang sama seperti yang pernah disampaikan oleh ustadzahku kepada sahabatku
perihal lowongan kerja di kantorku. Dan akhirnya, kami pun bersama. Bekerja
ditempat yang sama, mengaji pun ditempat yang sama pula. ~Alhamdulillaah ya
Belajar tentang kehidupan. Aku suka
langit sore yang slalu kutatap saat akan kembali pulang ke gubuk sederhanaku.
Langit yang berwarna warni. Selalu, hampir selalu warna-warni itu menghiasi
langit kotaku yang indah. Warna warna yg terbentuk pada saat matahari berada di
posisi tinggi, lebih tinggi dari 58 derajat dari garis horizon. Ketika cahaya
melewati awan cirrus yang tinggi, terkadang awan ini akan dapat menampilkan
proses pemecahan cahaya yang membentuk fenomena yang mirip dengan pelangi. Nama
lainnya Pelangi api, atau bisa juga disebut awan halo. Hey.. lihat! Kotaku memang
bertuah. Sepekan belakangan ini, aku sudah berkali-kali menyaksikannya. Keren.
Belajar tentang kehidupan. Malam semakin
menggantung tinggi, gelapnya menggulita. Bintang-bintang tak nampak, pun
rembulan. Mungkin kini saatnya ku menidurkan celoteh kecilku, kembali ke
senandung alam mimpi. Bercengkrama dengan penduduknya, hingga esok kuterbangun
dengan sisa-sisa cerita yang tersisa darinya.
~Semusim Pengharapan
Medan,
20.5.12
Langganan:
Postingan (Atom)
Dua beda
Terkadang luka ada baiknya datang diawal. Agar kau tau bahwa hidup tak hanya tentang cinta. Gemerlap dunia hanya persinggahan yg fana. Me...
-
Aku cemburu… Pada hatimu yang tak lagi satu Pada mata air bahagiamu yang tak lagi karenaku Pada bulir-bulir kesejukanmu yang tak lagi...
-
Just wanna say I miss You so much Maaf aku menangis lagi. Aku hanya merindukanmu,
-
Seperti semuanya ditadirkan sedemikian rupa. Hnh . . . sahabat, maafkan aku yang belum mampu menjangkau semua luka dan sedih kalian, maafkan...


