Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan

27 Des 2012

Simfony Kehidupan

Kita masih akan terus berjuang
Dengan sisasisa keyakinan yang terpancang kuat di hati
Dengan sisasisa keberanian yang kita miliki
Dengan sisasisa usia yang kita miliki

Kita masih akan terus berjuang
Dengan tekad semangat yang membara di jiwa
Dengan keteguhan sanubari di dada
Dengan kekuatan dari Sang Raja Semesta

Kita masih akan terus berjuang
Bersama menjadi pemenang


*Bulan Tiga Bulan

18 Des 2012

Ukuran Kesuksesan

Ukuran kesuksesan ada di cara berpikir. Bukan kaya, tinggi posisi, terkenal, dan berkuasa.

Orang-orang yang menggunakan ukuran kaya, tinggi posisi, terkenal, berkuasa maka dia tidak akan pernah tiba di titik sukses 'sejati'. Karena selalu bisa dibandingkan dengan orang lain yang lebih, dan terus merasa kurang, kurang.

Orang-orang yang memahami kesuksesan ada di cara berpikir, meskipun kasar pekerjaannya, kecil rumahnya, maka tetap bisa merasa sukses (dan memang sudah sukseslah dia).

~Tere Liye

#Tentang Motivasi

Orang2 yang tidak bisa melakukan apapun, memilih gagal, mudah menyerah, sedikit2 berputus asa, lazimnya berdiri di atas pondasi argumen-argumen, alasan-alasan. Ada saja jawabannya.

Saat dia tidak bisa menyalahkan siapapun lagi, maka dia memilih menyalahkan Tuhannya--karena sampai kapanpun dia tidak akan pernah menyalahkan diri sendiri.

*sesimpel itu, postingan #4 sepagi ini ttg motivasi diri

~Tere Liye

17 Des 2012

Karena Aku Ingin Menjadi Lebih Baik

Setiap kita pasti merindukan perubahan diri ke arah yang jauuh lebih baik. Banyak target dan rencana yang sudah dibuat, tapi mengapa perubahan itu tak jua terjadi. Masalahnya terkadang kita selalu menunggu momentum terbaik untuk berubah. Ada yang menunggu pergantian tahun, ada yang menunggu momen milad, bahkan ada yang menunggu hingga ramadhan berikutnya dan berbagai momentum lainnya.

Tapi ketika momentum itu hadir pun, kadang perubahan yang kita idamkan tak kunjung terjadi. Mengapa hal ini terjadi?
Sebenarnya tidak salah memanfaatkan suatu momentum tertentu untuk berubah. Misalnya seorang wanita yang ingin berjilbab, karena malu kalau mendadak berjilbab takut dikatakan sok sholeh, maka dia pergi dulu ke luar kota, sepulangnya dari sana dia sudah berjilbab. Diharapkan orang lain pun akan memakluminya. Atau seorang pemuda yang ingin merutinkan sholat berjamaah di masjid memanfaatkan momentum ramadhan, karena di bulan ramadhan sudah lumrah masyarakat sholat berjama’ah di masjid.

Tapi sobat, tahukah bahwa sebetulnya momentum terbaik untuk berubah selalu ada setiap hari. Bahkan di depan mata kita. Perubahan malam menjadi siang, siang berganti malam, itulah momentum terindah yang disediakan Allah SWT untuk hamba-hamba-Nya yang berniat memperbaiki diri secara terus menerus dan berkesinambungan (tidak mendadak berubah seperti Power Ranger: Berubah!!^_^).

“Dan Dia (pula) yang menjadikan malam dan siang silih berganti bagi orang yang ingin mengambil pelajaran atau orang yang ingin bersyukur.” (Al Furqan: 62)

Subhanallah, telah berapa kali kita berkesempatan untuk berjumpa siang dan malam? Tentu sepanjang Allah memberi kita waktu di dunia ini. Ketika kita menjumpai pagi hari, tidak ada yang menjamin kita bertemu sore hari. Maka segeralah beramal selagi kita mempunyai kesempatan itu. Perubahan yang kita idamkan akan segera terwujud bila kita segera melaksanakannya setahap demi setahap pada setiap pergantian waktu siang dan malam yang Allah SWT sediakan untuk kita.

Ibnu Umar ra. berkata, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam memegang pundakku dan bersabda, "Didunia ini, jadilah kamu seperti orang asing atau penyebrang jalan." Ibnu Umar ra berkata, 'Jika kamu di sore hari, jangan menunggu pagi hari; dan jika kamu di pagi hari, jangan menunggu sore hari. Manfaatkan waktu sehatmu sebelum kamu sakit, dan waktu hidupmu sebelum kamu mati." (H.R. Bukhari)

Sahabat,
Hidup sekali, hiduplah yang berarti
Tiada waktu berlalu kan kusesali
Karena kuingin kita menjadi lebih baik

Oleh: Budi Riana, Web In Rumah Zakat

15 Okt 2012

Hari Ini Milik Anda

Jika kamu berada di pagi hari, janganlah menungggu sore tiba. Hari inilah yang akan Anda jalani, bukan hari kemarin yang telah berlalu dengan segala kebaikan dan keburukannya, dan juga bukan esok hari yang belum tentu datang. Hari yang saat ini mataharinya menyinari Anda, dan siangnya menyapa Anda inilah hari Anda.
 
Umur Anda, mungkin tinggal hari ini. Maka, anggaplah masa hidup Anda hnya hari ini, atau seakan-akan Anda dilahirkan hari ini an akan mati hari ini juga. Dengan begitu, hidup Anda tak akan tercabik-cabik duantara gumpalan keresahan, kesedihan dan duka masa lalu dengan bayangan masa depan yang penuh ketidakpastian dan acap kali menakutkan.
 
Pada hari ini pula, sebaiknya Anda mencurahkan seluruh perhatian, kepedulian dan kerja keras. Dan pada hari inilah, Anda harus bertekad mempersembahkan kualitas shalat yang paling khusyu’, bacaan al-Qur’an yang sarat tadabbur, dzikir dengan sepenuh hati, keseimbangan dalam segala hal, keindahan dalam akhlak, kerelaan dengan semua yang Allah berikan, perhatian terhadap keadaan sekitar, perhatian terhadap kesehatan jiwa dan raga, serta perbuatan baik terhadap sesama.
 
Pada hari dimana Anda hidup saat inilah sebaiknya Anda membagi waktu dengan bijak. Jadikanlah setiap menitnya laksana ribuan tahun dan detiknya laksan ratusan bulan. Tanamlah kebaikan sebanyak-banyaknya pada hari itu. Dan, persembahkanlah sesuatu yang paling indah untuk hari itu. Ber-istighfar-lah atas semua dosa, ingatlah selalu kepada-Nya, bersiap-siaplah untuk sebuah perjalanan menuju alam keabadian, dan nikmatilah hari ini dengan segala kesenangan dan kebahagiaan! Terimalah rezeki, isteri, suami, anak-anak, tugas-tugas, rumah, ilmu, dan jabatan Anda hari dengan penuh keridhaan.
 
{Maka berpegangteguhlah dengan apa yang Aku berikan kepadamu dan hendaklah kamu termasuk orang yang bersyukur. }
(QS. AL-A’râf: I44)
 
Hiduplah hari ini tanpa kesedihan, kegalauan, kemarahan, kedengkian dan kebencian.
 
Jangan lupa, hendaklah Anda goreskan pada dinding hati Anda satu kalimat (bila perlu Anda tulis pula di atas meja kerja Anda ) : Harimau adalah hari ini. Yakni, bila hari ini Anda dapat memakan nasi hangat yan harum baunya, maka apakah nasi basi yang telah Anda makan kemarin atau nasi hangat esok hari (yang belum tentu ada) itu akan merugikan Anda?
 
Jika Anda dapat minum air jernih dan segar hari ini, maka mengapa Anda harus bersedih atas air asin yang Anda minum kemarin, atu mengkhawatirkan air hambar dan panas esok hari yang belum tentu terjadi?
 
Jika Anda percaya pada diri sendiri, dengan semangat dan tekad yang kuat Anda, maka akan dapat menundukkan diri untuk berpegang pada prinsip: aku hanya akan hidup hari ini. Prinsip inilah yang akan menyibukkan diri Anda setiap detik untuk selalu memperbaiki keadaan, mengembangkan semua potensi, dan mensucikan setiap amalan.
 
Dan itu, akan membuat Anda berkata dalam hati, “Hanya hari ini aku berkesempatan untu mengatakan yang baik-baik saja. Tak berucap kotor dan jorok yang menjijikkan, tidak akn pernah mencela, menghardik dan juga membicarakan kejelekan orang lain. Hanya hari ini aku berkesempatan menertibkan rumah dan kantor agar tidak semrawut dan berantakan. Dan karena  hanya ini saja aku akan hidup, maka aku akan memperhatikan kebersihan tubuhku, kerapian penampilanku, kebaikan tutur kata dan tindak tandukku.”
 
Karena hanya akan hidup hari ini, maka aku akan berusaha sekuat tenaga untuk taat kepada Rabb, mengerjakan shalat sesempurna mungkin, membekali diri dengan shalat-shalat sunah nafilah, berpegang teguh pada al-Qur’an, mangkaji dan mencatat segalayang bermanfaat.
 
Aku hanya akan hidup hari ini, karenanya aku akan menanam dalam hatiku semua nilai keutamaan dan mencabut darinya pohon-pohon kejahatan berikut ranting-rantingnya berduri, baik sifat takabur, ujub, riya’, dan buruk sangka.
 
Hanya hari ini aku akan dapat menghirup udara kehidupan, maka aku akan berbuat baik kepada orang lain dan mengulurkan tangan kepada siapapun. Aku akan menjenguk mereka yang sakit, mengantarkan jenazah, menunjukan jalan yang benar bagi yang tersesat, memberi makan orang kelaparan, menolong orang yang sedang kesulitan, membantu yang orang dizalimi, meringankan penderitaan orang yang lemah, mangasihi mereka yang menderita, menghormati orang-orang alim, menyayangi anak kecil, dan berbakti kepada orang tua.
 
Aku hanya akan hidup hari ini, maka aku akn mengucapakan, “Wahai masa lalu yang telah berlalu dan selesai, tenggelamlah seperti mataharimu. Aku tak akan pernah menangisi kepergiannmu, dan kamu tidak akn pernah melihatku termenung sedetik pun untuk mengingatmu. Kamu telah meninggalkan kami semua, pergi dan tak pernah kembali lagi.”
 
“Wahai masa depan, engkau masih dalam kegaiban. Maka, aku tidak akan pernah bermain dengan khayalan dan menjual diri hanya untuk sebuah dugaan. Aku pun tak bakal memburu sesuatu yang belum tentu ada, karena esok hari mungkin tidak ada sesuatu. Esok hari adalah sesuatu yang belum diciptakan dan tidak ada satu pun darinya yang dapat disebutkan.”
 
“Hari ini mili Anda”, adalah ungkapan yang paling indah dalam “kamus kebahagiaan“. Kamus bagi mereka yang menginginkan kehidupanyang paling indah dan menyenangkan.

Sumber: Buku La Tahzaan "Aidh Al Qarni"

22 Jul 2012

Ya, AKU BISA !!!!

Jika anda berpikir anda KALAH, maka anda KALAH;
Jika anda pikir anda TIDAK BERANI, maka anda TIDAK BERANI
Jika Anda ingin MENANG, namun anda pikir anda tidak bisa,
Maka hampir dipastikan anda TIDAK akan MENANG.

Jika anda pikir anda KALAH, maka anda KALAH
Karena diluar dunia kita mendapatkan KESUKSESAN dimulai dengan sebuah KEMAUAN, Semua itu berada dalam bentuk PIKIRAN.

Jika anda pikir Anda TIDAK SETARA, maka Anda TIDAK SETARA,
Anda harus berpikir TINGGI untuk BANGKIT
Anda harus YAKIN dengan DIRI Anda, sebelum Anda memenangkan piala.

Medan JUANG KEHIDUPAN tidak selalu diperuntukkan bagi seorang yang lebih KUAT atau lebih CEPAT.
Namun cepat atau lambat, MANUSIA yang MENANG adalah dia yang berpikir bahwa "AKU BISA!!!!"

(Anonimous)
^-^9

21 Jul 2012

Sebab Cinta Maka BerHatiHati-lah

“Sebab cinta adalah kata lain dari memberi...

sebab memberi adalah pekerjaan...

sebab pekerjaan cinta dalam siklus memperhatikan, menumbuhkan, merawat dan melindungi itu berat...

sebab pekerjaan itu harus ditunaikan dalam waktu lama...

sebab pekerjaan berat dalam waktu lama begitu hanya mungkin dilakukan oleh mereka yang memiliki kepribadian kuat dan tangguh.

maka setiap orang hendaklah berhati-hati saat ia akan mengatakan,“Aku mencintaimu.”

Kepada siapapun!”

(Anis Matta)

27 Jun 2012

Harapan Lewat Iman


"Harapan Tanpa Iman Hanyalah Kekecewaan"
-Season Of Hope-

  • Berharaplah . . . . Dengan keimanan yang kau miliki. Dengan tauhidmu kepada Yang Maha Esa.
  • Berharaplah . . . . Dengan keteguhan hatimu yang hakiki. Dengan keyakinanmu yang memancang disanubari.
  • Berharaplah . . . . Dengan ketaqwaanmu pada yang menggenggam kehidupan. Dengan kesungguhanmu menuju perbaikan
  • Berharaplah . . . . Lewat doadoa yang kau jabarkan, lewat kekata yang kau panjatkan, lewat selaksa yang kau hamparkan, lewat asa yang kau tanamkan.
  • Berharaplah . . . . Dalam Semusim Pengharapan__


~Lusia Seftie Arini 

22 Jun 2012

Change...

Suatu masa kesempatan itu datang menghampiri, pintu-pintunya begitu banyak terbuka lebar untuk dimasuki. Didalamnya kau menemukan apa yang kau cari selama ini. Tapi kau hanya boleh memasuki satu pintu saja, untuk kau terus berada didalamnya. Kesempatan yang mungkin takkan datang dilain masa, kesempatan atas pengaharapanmu pada Dia - Ar Rahman.

Kesempatan yang dengannya kau meraih asa dan cita, meninggikan kalimat syahadah, menakbirkan kebesaran-Nya.
Lalu, karena kesempatan-kesempatan itu pula tercipta linangan air di mata. Membuat selaksamu tersekat dalam prasangka. Dan diam-diam dirimu membuat penghakiman atas perilaku durhakamu disuatu masa kepada-Nya. Karna kau menyadari, pintu yang kan kau masuki bukanlah pintu biasa yang pernah kau masuki sebelumnya. Sebab kelak, disanalah semua segala pengharapan-pengharapanmu kembali dibentangkan.

Dan kau pun pahami bahwa kesempatan itu tak datang dua kali, Take it Now, or Never!?!

2 Jun 2012

Cinta dan persepsinya


Bismillah...
mau share artikel, semoga penulisnya ridho tulisannya saya copas disini :)

"Nafsu mengatakan perempuan itu cantik atas dasar rupanya. Akal mengatakan perempuan itu cantik atas dasar ilmu dan kepintarannya. Dan hati mengatakan perempuan itu cantik atas dasar akhlaknya.

Cinta sebenarnya tidak buta. Cinta adalah sesuatu yang murni, luhur dan diperlukan. Yang buta adalah bila cinta itu menguasai dirimu tanpa suatu pertimbangan.

Tanamlah sebatang pohon cinta yang berdaun kesetian, berbunga ketulusan, berakar kejujuran dan siramilah dengan kasih sayang, pupuklah dengan kepercayaan.

Jangan mencintai seseorang seperti bunga, kerana bunga akan mati kala musim berganti. Cintailah seseorang seperti sungai, kerana sungai akan mengalir selamanya.

Cinta tidak pernah meminta, ia senantiasa selalu memberi, cinta membawa penderitaan, tetapi tidak pernah berdendam, tak pernah membalas dendam. Di mana ada cinta di situ ada kehidupan, manakala kebencian membawa kepada kemusnahan.

Dalam sebuah percintaan, janganlah kamu sesali perpisahan tetapi sesalilah pertemuan. Karena tanpa pertemuan tidak akan ada perpisahan. Cinta dimulai dengan senyuman, tumbuh dengan dekapan dan seringkali berakhir dengan air mata.

Cinta bukanlah matematika yang bisa di hitung, Cinta bukanlah PPKN yang selalu di atur oleh pasal, Cinta bukanlah ekonomi yang kadang untung dan rugi, Tanpa cinta kita takan menjadi seperti ini.

Cinta mampu melunakkan besi, menghancurkan batu, membangkitkan yang mati dan meniupkan kehidupan padanya serta membuat budak menjadi pemimpin. Oh dasyatnya cinta !

Bercinta memang mudah. Untuk dicintai juga memang mudah. Tapi untuk dicintai oleh orang yang kita cintai itu tidaklah mudah. Mengenalmu adalah suatu anugerah, Menyakitimu adalah suatu larangan, Mendampingi hidupmu adalah suatu kebahagiaan, Meninggalkanmu adalah suatu kebodohan.

Permulaan cinta adalah membiarkan seseorang yang kamu cintai menjadi dirinya sendiri, dan tidak merubahnya menjadi gambaran yang kamu inginkan. Jika tidak, kamu hanya mencintai pantulan diri sendiri yang kamu temukan di dalam dirinya."


Copas From Fb Aluna Gita Duluvs

Bee Wee


Yakin itu....
Tidak ada sedikitpun keraguan atasnya :)
So.... let's start to be a star

Hope~


Kuatlah...
Dengan sisa kekuatan yang kau miliki
Tangguhlah...
Dengan sisa ketangguhan yang masih menyelimuti.
Keterpurukan kan menjadikanmu satu diantara berjuta yang mampu bertahan
Memapah ketakberdayaan lewat sisasisa keberanian
Kau tau, bahwa hidup ini tidak mudah bukan?!
Namun, kau pun tak perlu mempersulitnya.
Apa adanya, sederhana, dan jalani saja.
Kesulitan hari ini akan menjadi kemudahan diesok hari.
Kau pun tak sepenuhnya sendiri menghadapi liku hidup ini.
Kawan..., kesabaran kita akan kepedihan yang kita rasakan saat ini kelak akan digantikan dengan kebahagiaan yang luar biasa oleh-Nya.
Bukankah pada akhirnya kepahitan akan memunculkan rasa manis?
Hidupmu, hidupku, hidup kita untuk Yang Mahahidup.


~Harapan tanpa iman hanyalah kekecewaan~


2.6.12
Medan 


Sumber Gambar: Google Image

29 Mei 2012

Menyikapi "Penyesalan"


“Jangan pernah menyesali apa yang menjadi pilihan hidup kita, sebab dari sanalah proses kehidupan itu berlangsung, proses hukum sebab akibat antara hidupmu dan hidup orang lain hingga menjadi suatu rentetan cerita indah” :)

Malam ini, entah kenapa tiba-tiba aku menjadi bijak. Baru kusadari setelah kalimat diatas selesai kurangkai. Hehhe.. agak agak narsis nampaknya.
Tadi, orang terdekatku bertanya tentang “Sesal”, tentang boleh apa tidaknya kita menyesali suatu keputusan yang sudah kita ambil. Lalu, aku pun menjawab sederhana, bahwa wajar jika kita menyesal. Karna hal itu Sudah fitrah bagi kita. Jika pertanyaannya “bolehkah?”, agak sulit dengan menjawab “boleh”, karna itu bukan hal boleh atau tidaknya, namun itu memang sudah menjadi suatu keniscayaan. Suatu hal yang memang tidak bisa dihindari dalam kehidupan. Lalu? Mudah saja, tidak masalah jika kita menyesal atas keputusan yang sudah kita pilih, asal kita jangan terus larut pada penyesalan itu. Larut pada penyesalan hanya akan membawa bencana pada diri kita. Membuat kita jadi berandai-andai dan segala macem. Penyesalan yang berlarut pun dapat menjadikan kita sebagai pribadi yang kurang bersyukur atas apa yang sudah kita jalani. :)

Jadikan penyesalan itu sebagai motivasi untuk terus melakukan yang terbaik, menjadi yang terbaik, membuat segalanya menjadi lebih baik, untuk hari ini demi menjemput masa depan, demi meraih impian yang kita punyai. Aamiin~

Aseekkk... tiba2 ini kata-kata jadi motivasi juga bagi diri sendiri ^_^. Paling seru emang kalo udah berkata-kata gini, trus kata2nya bisa memotivasi diri sendiri, semoga juga bisa memotivasi sahabat2 semua yaaa =D

Next time aku sambung...

22 Mei 2012

Kabut Senja ~Belajar Tentang Kehidupan

Belajar tentang kehidupan. Kumulai dari fase kabut senja. Pertanyaannya, kenapa dari fase tersebut? Sederhana saja, mungkin karna ia proses akhir dari pencarian penghidupan. Lalu, kenapa harus kabut? Mudah saja, itu karena beberapa hari ini aku tak melihat jingga menggantung pada langit biru ketika sore hari beranjak petang mengganti malam. Hanya kelabu, kelabu yang berkabut. Tapi dari sana pun aku memperoleh banyak pelajaran dari kehidupan yang berjalan. Meski singkat, namun aku cukup mampu mengambil ibroh dari setiap waktu yang berjalan.

Tentang apa saja?
Hm... tentu saja banyak, hingga aku sulit menguraikan yang bagian mana terlebih dahulu aku paparkan. Baiklah, kita mulai dari kuliah. Tiba-tiba aku teringat seseorang yang bertanya padaku beberapa waktu lalu, “Masih ingin kuliah, lu?”, tanyanya padaku. Masih, jawabku. Tapi... kata “tapi” tentu saja akan menghapus pernyataanku yg sebelumnya. Hhehe.. mau tau “tapi kenapa?” singkat. Masalah biaya. Damn! Teringat, pernah menuliskan dibuku catatan “Langit Senja”ku, usia 24 targetku mendapat gelar S1. Tahun ini, usiaku akan genap mendarat di angka dua empat. Ya, dua-empat. Lalu, bagaimana? S1nya dapatkah? Yah, seperti yang terlihat. Sampai hari ini aku belum melanjutkan kuliahku. Beasiswa? Adakah? Tentu saja sampai saat ini tidak ada, atau mungkin belum ada untuk program D3 ke S1. Eh, jadi teringat, pernah ada yang mengatakan, mereka orang dari dunia maya, “Salah sendiri milih D3”. Cuma bisa tersenyum. Tentu saja, karna yang mengatakan hal tersebut tidak mengetahui proses yang aku lewati, mereka tidak atau mungkin belum memahami bahwa kita memang tak bisa memilih ketika sesuatu itu sudah jelas garis takdirnya.

Kembali melanjutkan potongan tapi..., yup! Kuliah- masih ingin lu? Jawabnya, singkat! Sudah kukubur keinginan itu. Kenapa? Menyerah? Mungkin itu sebagian pertanyaan orang-orang. Jawabku, aku justru sedang berjuang untuknya. Kuliah. Ya! K-U-L-I-A-H. Meski bukan untukku. Lalu? Untuk adikku. Menguliahkan adikku masuk kedalam salah satu list targetku. Sudah 5 tahun ia menjadi pengangguran mahasiswa. Alias belum kuliah. Keinginanku kukubur untuk membangun keinginan lain, aku ingin adikku juga merasakannya. Kenapa bukan orangtuaku saja yang menguliahkannya? Mungkin sebagian orang berpendapat seperti itu. Hey.. jika kau kuliah atas biaya orang tuamu sepenuhnya, maka bersyukurlah karna kau punya orangtua yang kaya karna mampu menyekolahkanmu, so..jangan pernah sia-siakan itu!

Tiba-tiba aku kembali kefase beberapa tahun silam, saat teman es em pe ku mampir kerumah. “Rumahnya gini-gini aja lu?!”, retorik menurutku. Lalu ia melanjutkan lagi celotehnya sambil bercerita tentang keadaan rumahnya yang sudah berubah menjadi lebih bagus. Mungkin dia tidak paham, bahwa aku menjadi sangat sensitif ketika penilaian orang-orang hanya dari segi materi. Materi lagi materi lagi. Aku bosan ketika segala hanya diukur dengan uang. Huh.. padahal aku orang keuangan! Hahaha..

Saat hijrah ke Pulau seribu pelangi dulu, niatku ingin mengumpulkan biaya untuk melanjutkan kuliahku. Namun, jalannya memang tidak seperti apa yang aku bayangkan. Seiring berjalannya waktu, ada saja hal-hal yang membuat sesuatu tidak menjadi sesuatu, namun ia justru menjadi sesuatu yang lain. Sesuatu yang memang sudah digariskan seperti itu kejadiannya. Sesuatu yang akan kita mengerti setelah kita mampu melewati fasenya dengan baik.

Sekarang pun begitu, aku sudah kembali kerutinitasku yang dulu. Bekerja. Ya! Be-Ker-Ja. Hal yang dulu tak pernah terpikir olehku. Karna memang aku sendiri tak ingin menjadi pekerja aktif hingga sampai usia tuaku. Namun, selama aku menjadi seorang yang mandiri, tentu saja aku masih butuh untuk bekerja. Hasil dari pekerjaankupun kelak akan kusisihkan sebagian untuk membiayai kuliah adikku. Semoga ada jalan. Aamiin ya Rabb..
Lalu bagaimana dengan keinginanku yang sebenarnya? Ya! Kupendam dulu sejenak, pasti ada jalan atas niatan yang baik. Bukankah Allaah itu MahaMengetahui lagi MahaBijaksana?! Retorik lagi. Tak perlu ada kekhawatiran untuk semua. Semua sudah ada jalannya masing-masing. Segala kekhawatiran dan kecemasan sesungguhnya tidak nyata, hanya sebentuk perasaan yang ragu atas nikmat Rabb dan penjagaan-Nya atas apa yg kita khawatirkan.

Hm.. tiba-tiba aku teringat akan orang-orang disekitarku yang takut kehilangan atas sesuatu. Entah apapun itu, sesuatu yang mungkin sangat berharga dalam hidup mereka. Pernah kau merasa kehilangan? Aku pernah. Dan dijalan itu aku kembali bermuhasabah. Dari sana aku justru menemukan sesuatu yang selama ini belum pernah aku dapatkan. Ketika kau kaehilangan sesuatu, banyak kemungkinan-kemungkinan yang menjadi sebab akibat darinya. Bagiku, ketika aku merasa kehilangan, saat itu Allaah hendak mengajariku untuk menjadi sederhana dalam langkahku, hendak mengajariku bahwa keimanan-ketauhidan adalah kunci dari setiap penjabaran kehidupan. Ya, aku hebat sekali dulu ketika membicarakan tentang keyakinan, ketauhidan. Karna ia adalah pokok dari keimanan. Materi ketauhidan ala ilmuku yang masih seadanya.

“Kamu kan pintar, lu”, seru seseorang. Tidak! Jawabku fasih. Hahah.. enatah kenapa, aku tidak pernah merasa begitu. Ilmuku yang secetek begini saja sudah dibilang pintar. Tau dari mana ini orang-orang?? Ngawur sajaa kalian. Apakah disebut pintar ketika ditanya dan aku menjawab tidak tau?! Tapi masih mending lah dari pada ditanya trus akunya sok tau. Itu sih namanya sok pintar. Hehehee :p

Kembali belajar tentang kehidupan. Siklus kehidupan menimbulkan hukum sebab akibat dari setiap manusia kepada manusia yang lainnya. Contoh kecilnya, kehadiranku dikantor menjadi sebab bagi hadirnya sahabatku juga disana. Jadi ceritanya kami ini satu kantor, setelah sebelumnya melanglang buana nyari kerja dimana-mana. Hingga akhirnya saat aku mulai Stuck dengan cari mencari pekerjaan, aku dapat info lowongan kerja dari ustadzahku disalah satu perusahaan milik temannya. Alhamdulillaah, lalu melalui aku, kukabarkan berita yang sama seperti yang pernah disampaikan oleh ustadzahku kepada sahabatku perihal lowongan kerja di kantorku. Dan akhirnya, kami pun bersama. Bekerja ditempat yang sama, mengaji pun ditempat yang sama pula. ~Alhamdulillaah ya
 
Belajar tentang kehidupan. Aku suka langit sore yang slalu kutatap saat akan kembali pulang ke gubuk sederhanaku. Langit yang berwarna warni. Selalu, hampir selalu warna-warni itu menghiasi langit kotaku yang indah. Warna warna yg terbentuk pada saat matahari berada di posisi tinggi, lebih tinggi dari 58 derajat dari garis horizon. Ketika cahaya melewati awan cirrus yang tinggi, terkadang awan ini akan dapat menampilkan proses pemecahan cahaya yang membentuk fenomena yang mirip dengan pelangi. Nama lainnya Pelangi api, atau bisa juga disebut awan halo. Hey.. lihat! Kotaku memang bertuah. Sepekan belakangan ini, aku sudah berkali-kali menyaksikannya. Keren.



Belajar tentang kehidupan. Malam semakin menggantung tinggi, gelapnya menggulita. Bintang-bintang tak nampak, pun rembulan. Mungkin kini saatnya ku menidurkan celoteh kecilku, kembali ke senandung alam mimpi. Bercengkrama dengan penduduknya, hingga esok kuterbangun dengan sisa-sisa cerita yang tersisa darinya.

~Semusim Pengharapan
Medan,
20.5.12

Dua beda

 Terkadang luka ada baiknya datang diawal. Agar kau tau bahwa hidup tak hanya tentang cinta.  Gemerlap dunia hanya persinggahan yg fana.  Me...