Tampilkan postingan dengan label Little Pinguin. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Little Pinguin. Tampilkan semua postingan

16 Mar 2013

Maafin Aku Yaa . . .


Maafin aku yaa Lipi . . . kamu, aku jual. semoga kamu bermanfaat buat yang mempergunakannya sekarang. Terimakasih yaa sudah menemaniku selama ini, kamu pasrah kuapain aja, nemani dari pagi mpe pagi lagi menyelesaikan ketikan, udah jadi tempat uneg-unegnya aku, ngeliatin aku cekikik-cekikik kayak orang gila sambil mlototin layar monitor kamu, atau bahkan nangis-nangis berurai air mata --masih sambil mlototin kamu juga. Lipi is The Best pokoknya, gak tergantikan selamanya, kamu tetap Lipiku. Meski sudah dimiliki pihak lain. hehe . . . Sayang aku gak berubah kok sama kamu. Nanti sesekali aku bersihin kamu dari debu-debu dan kotoran. Pokoknya kamu harus tetep bersih yaaa . . . n jangan ngulah karna bukan aku lagi yang sekarang megang kamu. Sama majikan kamu yang baru, kamu harus baik, jangan ngambek, harus on Fire terus.

Maafin aku yaa Lipi . . . sekali lagi aku minta maaf karna menjualmu. Aku butuh duit saat ini. Hehe . . .soalnya kamu satu-satunya asetku yang tersisa. Setelah Wipi yang pada akhirnya mati total meninggalkanku. Kalian kenangan terbaikku. Mudah-mudahan suatu saat aku bisa beli yang baru, beli HP dan Laptop baru. Doakan aku ya Lipi . . . :)


Salam sayang,
Ex. Little Pinguin

4 Jun 2012

Learn From The Past


Dalam hidup, suatu saat kau akan merasakan bahwa tiba-tiba saja kau merindukan orang-orang yang pernah hadir dalam hidupmu. Orang-orang yang selama ini mungkin telah kau siakan-menurut mereka. Orang yang dengannya kau pernah tertawa bercanda, bahkan mungkin menangis bersama. Hanya saja mungkin, karena keadaan atau hal lain yang mungkin orang-orang tidak mengerti- maka kau memutuskan untuk pergi darinya. Pergi tanpa memberi kabar sedikitpun. Tanpa penjelasan apapun. Hingga mereka mengumpatimu yang tiba-tiba saja hadir dan tiba-tiba pula menghilang. Mereka mengumpatimu atas laku yang kau tebarkan. Sedikit yang akan memahamimu, sedikit yang akan memberikan permakluman atas sikapmu, dan sedikit pula dari mereka yang tidak akan “memarahimu” saat kau kembali menyapa mereka.

Pernah kah kau menghilang dari orang yang dulu pernah hadir dalam hidupmu? Aku pernah. Dan saat kembalinya ku menyapa, yang kudapat adalah... hm.. seragam tanya untuk penjelasanku atas kepergianku yang tiba-tiba. Lalu setelah itu, lontaran umpatan atau “menyalahkan” di arahkan kepadaku. Aku salah? Tentu, baginya aku yang bersalah. Bagiku? Aku tau aku salah, sebelum benar-benar pergi dari orang tersebut, aku minta maaf padanya. Kenapa aku pergi darinya? kau tau... semua ini di ibaratkan, ketika kau mencari pijar dalam kegelapan, kau merasa saat itu kau membutuhkan cahaya untuk menerangi jalanmu. Kau menemukan sebuah pijar, namun kau tak tau pijar itu milik siapa. Kau mengambilnya, dan membawanya untuk menerangi jalanmu. Namun, ditengah jalan kau tersadar. Karna kau merasa bahwa itu suatu kekeliruan. Kekeliruan yang nyata. Karna pijar yang kau genggam itu bukan milikmu. Dan disaat yang sama kau menemukan Cahaya yang sebenarnya kau cari selama ini. Cahaya yang bercahaya. Yang menerangi jalanmu, Yang menuntunmu perlahan menuju tempat-Nya. Saat kau menemukan Cahaya itu, kau pun mengembalikan pijar itu pada tempatnya. Aku pergi untuk-Nya. Untuk meraih Cahaya-Nya. Jika ia- yang kutinggalkan- tak memahami alasanku, biarlah. Aku yakin Dia lebih baik untuk kutuju. Daripada pesona dunia yang hanya membuatku jauh dari-Nya.

Aku pernah, dipersalahkan atas tindakan yang bukan kulakukan. Menjadi tertuduh atau terdakwa atau apalah namanya.  Bagaimana keadaanku saat itu? Tersudutkah? Terpojokkah atas penyalahan yang sebelah pihak? Singkat. Jawabku T-I-D-A-K. Mungkin yang menyalahkan hanya belum mengerti. Belum memahami sepenuhnya. Doaku hanya satu pada-Nya... “Semoga Dia memberitahumu dengan cara-Nya”.

Entah, apa ia sekarang sudah menemukan hikmahnya atau tidak. Yang pasti, kehidupan ini hanya perputaran. Kesakitanmu hari ini, mungkin kan menjadi kesakitanku dimasa mendatang. Kebahagianmu hari ini, mungkin akan menjadi kebahagiaanku di esok hari. Kehidupan yang kujalani hari ini menjadi sebab akibat dari kehidupan yang kau jalani sekarang. Semua saling berhubungan. Hanya saja kita sering tak menyadarinya. Mungkin, begitupun denganku.

Bukankah akan lebih baik jika kita bersyukur?
Kebahagian akan menjadi milikmu selama kau menginginkannya, kesakitanpun akan terus mengikutimu selama kau tak pernah pergi darinya. sekarang, semua kembali pada dirimu, pilihan ada ditanganmu sobat.

Aku ingin sekali mendengar kau atau kita sama-sama mengucapkan “Selamat tinggal masa lalu, lihatlah aku hari ini, menjadi Luar Biasa karenamu.”

Dan... jika pagi datang, jangan menunggu senja tiba. Sebab harimu adalah hari ini kawan. Kesalahan dimasa lalu jangan pernah diulang, belajarlah darinya. Hari kita adalah SEKARANG. Maka, aku hanya akan hidup hari ini.


*Sang Pembelajar ^^9
4.6.12

(2~Empat | 2~Delapan)

12 Feb 2011

SiNergi Pengharapan


Sinergikan waktu untuk menunggu masa yang berlalu dengan tepat tapi pasti. Kemudian berjalan untuk mengakhiri kata yang dituliskan, menutup gerbang sisi kelam lalu membuka pintu masa depan. Memilih apa yang bisa dipilih, merangkai apa yang bisa dirangkai, melihat apa yang bisa dilihat, mendengar apa yang bisa didengar, tapi cukuplah semua itu adalah sesuatu yang memberikan manfaat. Ketika kosong hanya menjadikan hampa, maka diamlah sejenak untuk merenungkan tiap kekosongannya. Belajar dan terus belajar mencari makna, hingga akhirnya sang waktu menemukan muaranya. Tak ada yang perlu disesalkan, pun ketika harapan dan kenyataan tak sejalan.

29 Jan 2011

HomeSick



Mencoba ditahan dan bertahan
tapi terlalu sakit untuk menahan
tolong..jangan aku dihalang
aku hanya rindu...
rindu ini sungguh tak tertahan,
aku tak memiliki sesiapa disini untuk melepas beban,
menangis takkan cukup.
aku harus segera mengatakan.
Aku ingin Pulang... :'(

19 Jan 2011

Little Pinguin

Tanpa sengaja aku menemukanmu,

Diantara semangatku yang terkapar

Kupungut wajahmu yang menghampar.

Kau sungguh lucu, kataku.

Temani aku pada sisiku yang kosong

Dan dengarkan tiap kalli aku bicara.

Mendekatlah hatimu paaku,

Wahai Little Pinguinku.

Batam

10-01-2011

10 Des 2010

Garfield ( II )

"Kau Baik?"
"Kelihatannya?"
"Hmm... Tidak begitu buruk."
"Ada apa?"
"Hey..kau tidak senang aku datang?"
"Paling nanti kau akan pergi lagi. aku harus senang? untuk apa? percuma!"
"Hm... Aku ingin mengambil barangku yang ketinggalan. bantu aku mencarinya ya..."
"Cari saja sana sendiri!"
"Aih...Galak amat???"
"So...??!!"
"Iya deh, aku cari sendiri."
"Kuncinya mana?"
"Udah dibuang kelaut!"
"..??.."

SiLent

"Kenapa kau tidak mau diam?"
"Aku suka bicara!" sudahlah, kau jangan menyuruhku untuk diam."
"Kau sangat berisik, aku tidak bisa kosentrasi."
"Justru aku yang tak bisa konsentrasi jika ku diam."


Batam
4 Desember 2010

3 Des 2010

Merona Jingga

Cukup lama
waktu memendam rindu
Membuatnya pekat
Lalu berkarat
kemudian ia menguap bersama debu
jadi abu
yang kini layu dimakan ragu
dan kita diam,
aku tergugu dalam nyata
dalam tanda yang tak berirama.
jadi kering jiwa yang lembab karna jamur usia
dimakan masa, ia terbiasa.
terbang tinggi
ke Angkasa.
kembali kesangkar madu
lalu pergi membuat gaduh.
pagi tadi ba'da subuh.
aku tertidur dipangkuan-MU
menyapih bening embun yang menetes diatas daun,
sembab mata berkaca cahaya
mengeja makna yang tak pernah temukan tali pengikatnya
masih,
aku membutuhkan angin untuk menghembuskan galauku
diatas sendu yang merona dan melagu.
kalian, memang orang2 hebat
dilahirkan untuk menghibur selaksa yang tersimpan
milik gadis berkerudung ungu ini.
gundah bersambut tawa.
kini kutau dimana arahnya
meski ujungnya hanyalah fatamorgana.

Marchelia,
3 Desember 2010
Lu'Lu' Asy Syifa'

26 Nov 2010

Bahasa Jiwa (*MUtiara Jingga*)




Ia ibarat kaca yang berdebu
Jangan terlalu keras membersihkannya
Nanti ia mudah retak dan pecah

Ia ibarat kaca yang berdebu

Jangan terlalu lembut membersihkannya
Nanti ia mudah keruh dan ternoda

Ia bagai permata keindahan

Sentuhlah hatinya dengan kelembutan
Ia sehalus sutera di awan
Jagalah hatinya dengan kesabaran

Lemah-lembutlah kepadanya

Namun jangan terlalu memanjakannya
Tegurlah bila ia tersalah
Namun janganlah lukai hatinya

Bersabarlah bila menghadapinya

Terimalah ia dengan keikhlasan
Karena ia kaca yang berdebu
Semoga kau temukan dirinya
Bercahayakan iman

By: Maidani Nasyid

20 Nov 2010

A Poetry




I that you have once enforced
I that have once you arouse
I that have once you give perceive
while are i am awake until my most fall asleep later
up to that I will ever be remember you …
when again I write for you
calligraph my ones before
have once coloured the worl
poem most its beautiful strictly for you
is it possible you cannikin comes back
accompanying I write again
we ford with
poem most beautiful strictly for you



*Puisi-JIkustik
setelah saya sadur kedalam B.inggris^_^

12 Nov 2010

Just a Little Moment


Aku baru saja menemukannya, disela kekosongan hariku.
saat itu aku sendiri, dalam ruang pengap bercahayakan lentera.
lalu ia datang menyapaku
bercerita tentang ini itu.
aku mendengarkannya, dengan antusias.
aku tau dia senang akan responku.
lalu kami bercerita, berkisah...
hingga tanpa kami sadar, waktu tlah teramat larut.
tapi aku belum ingin pergi, sampai akhirnya dialah yang mengakhiri.
meski larut, meski mataku telah mengerut, aku tak ingin mengakhiri percakapan kami kala itu.
aku hanya ingin mencoba menjadi yang terbaik baginya..
mengenalnya adalah anugerah buatku.
mendengarkan ceritanya, adalah keistimewaan buatku.
sebab aku tau, ia bukan orang yang seperti itu.
setidaknya ia berbeda denganku.
saat aku pergi, aku melihat perih didirinya
entah kenapa, rasa sayang dalam diriku begitu cepat mengalir padanya.
rasa dekat, teramat sangat tlah tercipta.
sosoknya adalah sosok yang selama ini belum pernah aku temukan.
ia memandang dunia dengan berbeda, sangat berbeda denganku.
ya, kami memang berbeda.
tapi justru, perbedaan itulah yang membuat kami hingga akhirnya hati ini menyatu.
baru saja kudengar kabar dari temanku, katanya ia sangat merindukanku. tapi aku tak berani bicara padanya tentang kepulanganku yang ternyata masih lama lagi.
cerita itu, cerita antara kami, berawal dari dunia maya a.k.a chating via YM
aku bisa tau karakternya dari dia bercerita padaku. hm...dia lebih nyaman ketika harus bicara lewat chating. semuanya lepas...mungkin satu hal itu yang sama denganku.
saat kami bertemu, kami tak banyak bicara. biarlah cerita hanya mengalun lewat dunia maya.
dan sekarang aku, merindukan sosoknya....

To: Someone- "U r My Bezz Friends", i hope u always remember me.

Dua beda

 Terkadang luka ada baiknya datang diawal. Agar kau tau bahwa hidup tak hanya tentang cinta.  Gemerlap dunia hanya persinggahan yg fana.  Me...