Hingga kini, menunggu baginya tak berarti harus bertemu. Ia melarikkan bait puisi tanpa berharap setengah jiwanya kembali. Kepada temaram petang, dia melengkungkan perasaannya yang berumur selamanya. Terkadang, hasratnya menggejolak, menghasutnya untuk melakukan sebuah perjalanan. Meniti jejak di permukaan pelangi. Barangkali, setengah jiwanya berada di sana.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Dua beda
Terkadang luka ada baiknya datang diawal. Agar kau tau bahwa hidup tak hanya tentang cinta. Gemerlap dunia hanya persinggahan yg fana. Me...
-
Aku cemburu… Pada hatimu yang tak lagi satu Pada mata air bahagiamu yang tak lagi karenaku Pada bulir-bulir kesejukanmu yang tak lagi...
-
Just wanna say I miss You so much Maaf aku menangis lagi. Aku hanya merindukanmu,
-
Seperti semuanya ditadirkan sedemikian rupa. Hnh . . . sahabat, maafkan aku yang belum mampu menjangkau semua luka dan sedih kalian, maafkan...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Silahkan tinggalkan jejak dengan sejuta manfaat yang memotivasyifa^_^