5 Okt 2012

Behind the Heart

Nyatanya kesibukan-kesibukan itu tak pernah membunuh perasaanmu dengan benar, tak pernah sungguh-sungguh mematikannya seperti yang kau harapkan. Kau hanya memalingkan muka dari wujud yang ada didepanmu. Tak selamanya bisa seperti itu. Menghindar adalah bukan jalan terbaik. Namun kau terus melakukannya, berharap ia luruh begitu saja tanpa meninggalkan jejak dalam perjalananmu. Begitupun kau tak pernah puas dengan pencapaian kehebatanmu yang sekarang, mereka mengenalmu dengan sangat baik. Tapi, selalu ada yang tersembunyi dibalik itu semua yang tak mereka lihat.

Lalu saat waktu sejenak buatmu membisu, saat isyarat lagu lama terlantun perlahan, kau tersekat dalam bayangmu. Seakan merengek pada Tuhan, berharap kemungkinan-kemungkinan yang ada dalam benakmu dulu tercapaikan. Anganmu membenak pada jutaan detik silam, "Jika masih mungkin, akan kuperbaiki". Kembali kau berandai meski kau tau itu tak bisa.
Dan masih kau tak menyadari, dibalik kerapuhanmu itu justru tersimpan kekuatan terbesarmu. Hanya saja kesombonganmu terlalu angkuh, hingga kau benar-benar terjatuh.
Dan Rabbuna Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. . . .

3 Okt 2012

#Bersabar dan Bersyukur



Bagai buih ombak bergelayut diantara arus air. Memecah karang lewat emosi angin. Menyapu dedaun dan semerbak pasir dalam genggaman. Malam berselimut halimun gelap. Sedang pagi masih ada di ujung mimpi insani. Seolah semua terkubur, oleh hiburan-hiburan semu yang berkulit sendu. Pilu seolah terbenam dalam tawa yang berdusta. Tak sebenarnya pulih dalam kebaikan, meski berpura-pura adalah jawaban. Pun hidup bukan hanya perasaan. Sebab logika berperan dalam perjalanan jauh kehidupan, apapun itu. Tertawa bersama, namun bayangan berurai air mata. Belajar sederhana, belajar menerima. Ini hidup kawan. Jika kau tak mampu bertahan maka kau kan terjatuh. Jika kau tak mampu berdiri, maka mereka akan menginjakmu bagai sampah. Tanpa peduli apa kalian pernah berdiri bersama dalam suka atau cita, tapi mungkin tidak untuk duka. Orang-orang akan meninggalkanmu saat sulitmu menguasai. Namun mereka kan kembali saat kayamu menghampiri. Kebaikanmu kan berbalas kebaikan jua, bila orang yang kau tuju menyadari akan hal itu. Allaah akan membisikkan langsung ke hatinya tentang kebaikanmu, tanpa perlu kau poles dengan kepalsuan apapun.

Beginilah hidup kawan, kau harus bertahan. Jika yang baik telah kau temukan, maka kebaikan itu kan selalu menyertaimu, kan selalu mengawasimu, menyelamatimu dari sisi-sisi jahat orang-orang disekitarmu. Jika kau baik dan masih saja ada orang yang menjahatimu maka percayalah, itu sunnatullaah. Kelak lewat kesabaranmu, meraka pula akan berbuat baik. Atau bisa saja itu uji bagimu. Dan percayalah, yakinlah. . . sesakit apapun yang kau rasakan sekarang, sepedih apapun yang kau rasakan saat ini kelak kau kan berterimakasih dengannya. Melalui kesakitan kau belajar kesabaran dan kesyukuran. Lalu diantara keduanya adalah keikhlasan. Kau kan belajar untuk itu. Karna beginilah hidup kawan, keikhlasan kan mengobrak abrik emosimu, menekan amarahmu, memberaikan airmatamu, menyesakkan dadamu. Keikhlasan kan tertanam jika kau mampu bersabar dan bersyukur atas nikmat yang kau jalani. Entah itu nikmat senang ataupun nikmat susah.

Hidup itu sederhana, sesederhana mengeja hujan yang jatuh membasahi bumi.


~Di ujung malam menuju Pagi

#Tentang T A K D I R

Bayangkan sebutir gandum tergeletak sendirian di lantai, di gudang penyimpanan. Sebutir gandum itu jatuh saat karung-karung ditumpuk. Lantas terkena sepakan kuli-kuli angkut yang beranjak pulang sore hari, terlempar kesana kemari, hingga akhirnya terjepit tersembunyi di sela-sela tegel. Seseorang yang bertugas menyapu lantai gudang menjelang malam meletakkan ember kering persis di atasnya. Sempurna sudah melindungi butir itu dari apapun. Atap gudang penyimpanan itu juga kokoh dan rapi, tidak pernah tampias meski setetes air sepuluh tahun terakhir.

Malam itu hujan deras turun.

Tetapi kering atau basah nasib sebutir gandum itu sudah ditentukan. Tidak peduli seberapa baik atap gudang menahan hujan. Tidak peduli seberapa kokoh ember plastik melindunginya. Tidak peduli seberapa dalam rekahan tegel menutupinya. Kalau malam itu ditentukan basah, maka basahlah ia, kalau ditentukan kering, maka keringlah ia. Begitu pula kehidupan. Robek-tidaknya sehelai daun di hutan paling tersembunyi sekalipun semua sudah ditentukan. Menguap atau menetesnya sebulir embun yang menggelayut di bunga anggrek di dahan paling tinggi, hutan paling jauh…. semua sudah ditentukan.

My dear, kehidupan ini tidak sia-sia. Besar kecil, semua berarti. Semua sudah ada yang menentukan. Kalau urusan sebutir gandum saja sudah ditentukan, bagaimana mungkin urusan manusia yang lebih besar luput dari ketentuan…. Bagi binatang, tumbuh-tumbuhan, dan benda-benda mati kehidupan adalah sebab-akibat. Mereka hanya menjalani hukun alam yang sudah ditentukan. Setandan pisang masak-menguning setelah sekian hari, setangkai bunga melati jatuh-layu setelah sekian hari, seekor buaya ditentukan jenis kelaminnya berdasarkan hangat-dinginnya suhu induk mengerami…. Tidak ada yang melanggar aturan main itu.

Bagi manusia, hidup ini juga sebab-akibat. Bedanya bagi manusia sebab-akibat itu membentuk peta dengan ukuran raksasa. Kehidupanmu menyebabkan perubahan garis kehidupan orang lain, kehidupan orang lain menyebabkan perubahan garis kehidupan orang lainnya lagi dan begitu seterusnya, kemudian entah pada siklus yang keberapa, kembali lagi ke garis kehidupanmu…. Saling mempengaruhi, saling berinteraksi…. Sungguh kalau kulukiskan peta itu, maka ia bagai bola raksasa dengan benang jutaan warna yang saling melilit, saling menjalin, lingkar melingkar. Indah. Sangat indah. Sama sekali tidak rumit.

Itulah mengapa tidak semua orang mengerti apa sebab-akibat kehidupannya. Dengan tidak tahu, maka mereka yang menyadari kalau tidak ada yang sia-sia dalam kehidupan akan selalu berbuat baik. Setiap keputusan yang mereka ambil, setiap kenyataan yang harus mereka hadapi, kejadian-kejadian menyakitkan, kejadian-kejadian menyenangkan, itu semua akan mereka sadari sebagai bagian dari bola raksasa yang indah, yang akan menjadi sebab-akibat bagi orang lain. Dia akan selalu berharap perbuatannya berakibat baik bagi orang lain.

Kecil-besar nilai sebuah perbuatan, langitlah yang menentukan, kecil-besar pengaruhnya bagi orang, langit juga yang menetukan. Bukan berdasarkan ukuran manusia yang amat keterlaluan mencintai dunia ini.

* Tere Liye, novel "Rembulan Tenggelam Di Wajahmu"
 
~Rembulan Tenggelam Di Wajahmu, satu-satunya Novel Tere Liye yang sudah finish kubaca beberapa bulan lalu. Novelnya memaparkan bagaimana berlangsungnya hukum sebab akibat dalam kehidupan kita, hingga kita tak perlu menyalahkan sesuatu. Karena semuanya sudah diatur oleh Sang Maha Pengatur. Sering kita bertanya dalam kehidupan, "Kenapa begini? Kenapa harus aku? Kenapa? dan pertanyaan kenapa yang lainnya. Pun ketika kita menyatakan bahwa "Hidup ini tak adil untuk kita", termasuk dalam bahasan novel tersebut. Pemaparan yang cukup sederhana ala Bang Tere Liye dapat membuat kita mengerti bagaimana seharusnya menyikapi hidup ini, bagaimana seharusnya kita menjalani hidup ini secara sederhana lewat hikmah yang terkandung didalamnya. :) 

2 Okt 2012

#Oktober Ini~ Barakallaah Untukmu. . . :)


Oktober ini banyak orang-orang disekelilingku yang berkurang sisa umur hidupnya di dunia.
Untuk yang Milad hari ini, 

"Barakallahu fii umrik. . . . "

Semoga tercapai segala yang diinginkan dan dicitakan. Mampu meraih kebaikan dalam tiap sisi kehidupan. Slalu dalam penjagaan dan lindungan Allaah. Aamiin.


*Special Give
Untuk kalian yang milad di bulan Oktober ini. Teman, Sahabat, teman sekantor, teman sekolah, teman kuliah, and All My Special friends :)

Cinta sejati selalu menemukan jalan. . .

“Cinta sejati selalu menemukan jalan. Ada saja kebetulan, nasib, takdir, atau apalah sebutannya. Tapi sayangnya, orang-orang yang mengaku sedang dirundung cinta justru sebaliknya, selalu memaksakan jalan cerita, khawatir, cemas, serta berbagai perangai norak lainnya. Jika berjodoh, Tuhan sendiri yang akan memberikan jalan baiknya. Kebetulan yang menakjubkan."

— Tere Liye – novel "Kau, Aku, dan Sepucuk Angpau Merah"
 
My Notes:
Seperti yang selalu kusampaikan pada kalian teman, sekuat apapun kalian berusaha untuk mempertahankan seseorang dalam hidup kalian agar kelak kau dapat hidup bersama dengan orang yang kau cintai itu, namun jika Allaah tak berkehendak, maka selamanya kau takkan pernah bersamanya. Pun sebaliknya, sekeras atau sekuat apapun kau menghindari seseorang, namun jika Allaah berkehendak, maka kau akan bersamanya. Karena Dia MahaPembolakbalik hati. Jodoh itu misterius kawan :)

*Gambar di unduh dari googel image

1 Okt 2012

Life Is Like . . . .

 
Terkadang, kita menjadikan seseorang/sesuatu prioritas utama kita, tapi sebenarnya seseorang/sesuatu tersebut hanya menjadikan kita alternatif pilihan saja.

Terkadang, kita sibuk memikirkan orang lain, tapi orang lain itu malah memikirkan orang lain lagi.

Terkadang, kita membela habis2an, menyayangi segenap jiwa seseorang/sesuatu, tapi sebaliknya seseorang/sesuatu itu hanya menjadikan kita pilihan opsional saja.

Kehidupan persis seperti menaiki sepeda, jika kita tidak bisa menjaga keseimbangan lagi, maka segeralah maju, bergerak ke tempat baru, karena jika terus memaksakan diri berhenti, cepat atau lambat kita akan terbalik.

*Tere Liye

29 Sep 2012

Sepotong Hati Yang Baru

 
"Jika kita memahami cinta adalah perasaan irrasional, sesuatu yang tidak masuk akal, tidak butuh penjelasan, maka cepat atau lambat, luka itu akan kembali menganga. Kita dengan mudah membenarkan apapun yang terjadi di hati, tanpa tahu, tanpa memberikan kesempatan berpikir bahwa itu boleh jadi karena kita tidak mampu mengendalikan perasaan tersebut.

Tidak lebih, tidak kurang."

*Tere Liye, novel "Sepotong Hati Yang Baru"

Dua beda

 Terkadang luka ada baiknya datang diawal. Agar kau tau bahwa hidup tak hanya tentang cinta.  Gemerlap dunia hanya persinggahan yg fana.  Me...