22 Apr 2015

Waspadai Ghibah Terselubung!


Siang dan malam setan tak pernah bosan untuk menggoda manusia. Tak bisa menggunakan cara ini, dia mencari cara lain untuk bisa melumpuhkan benteng ketakwaan seorang hamba. Imajinasi untuk mencari ide-ide baru, guna menjerumuskan manusia ke dalam nista dan dosa, selalu bergerak dan berkembang.
Bahaya ghibah

Sebagai contoh adalah, salah satu jerat setan yang dinamakan ghibah. Ternyata banyak model ghibah yang sering terjadi dan tidak disadari. Padahal sejatinya itu adalah dosa ghibah. Hanya saja dipoles lebih halus dan kreatif, sehingga tidak disadari sebagai ghibah.

Padahal kita tahu, betapa besar bahaya daripada dosa ghibah ini. Disamping menginjak-injak harga diri saudaranya sesama muslim tanpa hak, juga akan menjadi beban berat di hari kiamat kelak (bila orang yang dighibahi tidak memaafkan). Di saat sedikit pahala amat dibutuhkan untuk menambah beratnya timbangan amal kebaikan, tiba-tiba datang orang yang pernah Anda ghibahi, kemudian dia menuntut untuk mengambil pahala kebaikan Anda, sebagai tebusan atas kezaliman yang pernah Anda lakukan kepadanya. Bila amalan kebaikan tidak mencukupi sebagai tebusan, maka amalan buruknya akan dibebankan kepada Anda. -Na’udzu billah min dzaalik-.

Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda,

مَنْ كَانَتْ لَهُ مَظْلَمَةٌ لِأَخِيهِ مِنْ عِرْضِهِ أَوْ شَيْءٍ فَلْيَتَحَلَّلْهُ مِنْهُ الْيَوْمَ قَبْلَ أَنْ لَا يَكُونَ دِينَارٌ وَلَا دِرْهَمٌ إِنْ كَانَ لَهُ عَمَلٌ صَالِحٌ أُخِذَ مِنْهُ بِقَدْرِ مَظْلَمَتِهِ وَإِنْ لَمْ تَكُنْ لَهُ حَسَنَاتٌ أُخِذَ مِنْ سَيِّئَاتِ صَاحِبِهِ فَحُمِلَ عَلَيْهِ

“Siapa yang pernah menzalimi saudaranya berupa menodai kehormatan (seperti ghibah. pent) atau mengambil sesuatu yang menjadi miliknya, hendaknya ia meminta kehalalannya dari kezaliman tersebut hari ini. Sebelum tiba hari kiamat yang tidak akan bermanfaat lagi dinar dan dirham. Pada saat itu bila ia mempunyai amal shalih maka akan diambil seukiran kezaliman yang ia perbuat. Bila tidak memiliki amal kebaikan, maka keburukan saudaranya akan diambil kemudia dibebankan kepadanya.” (HR. Bukhari no. 2449, hadis Abu Hurairah.

Anda bisa bayangkan, betapa ruginya. Anda yang susah payah beramal, namun orang lain yang memetik buahnya. Orang lain yang berbuat dosa, sedang Anda yang merasakan pahitnya. Dan Allah tidak pernah berbuat zalim sedikitpun terhadap hambaNya. Namun ini adalah disebabkan kesalahan manusia itu sendiri. Ini dalil betapa tingginya harkat martabat seorang muslim, dan betapa besar bahaya daripada dosa ghibah.

Apakah hadis ini mengisyaratkan adanya pertentangan dengan ayat,

وَلَا تَزِرُ وَازِرَةٌ وِزْرَ أُخْرَى

“Dan orang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain” (QS. Fathir: 18)?

Jawabannya adalah, sebagaimana dijelaskan oleh Ibnu Hajar rahimahullah dalam Fathul Baari, tidak ada sedikitpun pertentangan antara hadis tersebut dengan ayat. Karena sejatinya, dia medapatkan hukuman seperti itu karena disebabkan oleh perbuatan dosanya sendiri, bukan karena dosa orang lain yang dibebankan kepadanya begitu saja. Jadi, pahala kebaikan yang dikurangi, dan keburukan orang lain yang dibebankan kepadanya, sejatinya adalah bentuk dari akibat dosa dia sendiri. Dan ini adalah bukti akan keadilan peradilan Allah ta’ala. (Lihat: Fathul Bari jilid 5, hal. 127)

Dalam hadis lain, Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam mengingatkan,

لَمَّا عُرِجَ بِيْ, مَرَرْتُ بِقَوْمٍ لَهُمْ أَظْفَارٌ مِنْ نُحَاسٍ يَخْمِشُوْنَ وُجُوْهَهُمْ وَ صُدُوْرَهُمْ فَقُلْتُ : مَنْ هَؤُلآء يَا جِبْرِيْلُِ؟ قَالَ : هَؤُلآء الَّذِيْنَ يَأْكُلُوْنَ لُحُوْمَ النَّاسَ وَيَقَعُوْنَ فِيْ أَعْرَاضِهِمْ

“Ketika aku dinaikkan ke langit, aku melewati suatu kaum yang memiliki kuku-kuku dari tembaga. Mereka melukai (mencakari) wajah-wajah mereka dan dada-dada mereka. Aku bertanya :”Siapakah mereka wahai Jibril?” Jibril menjawab :”Mereka adalah orang-orang yang memakan daging-daging manusia ( mengumpat ) dan mereka menginjak-injak kehormatan manusia.” (Hadis Sohih Riwayat Ahmad (3/223), Abu Dawud (4879).
Beberapa model ghibah terselubung

Model-model ghibah tersebut adalah:

Pertama, seorang menggunjing saudaranya untuk memeriahkan obrolan. Dia menyadari kalau ghibah ini tidak diteruskan, orang yang dia ajak bicara akan bosan, obrolan menjadi hambar. Untuk itu, dia jadikan ghibah sebagai pemeriah obrolan. Agar lebih manis dan tahan lama obrolannya. Barangkali dia berkilah untuk memupuk keakraban dan membahagiakan saudaranya (yang sedang dia ajak ngobrol).

Kedua, mengumpat saudaranya di hadapan orang lain, untuk mengesankan bahwa dirinya adalah orang yang tidak suka ghibah, padahal sejatinya dia sedang menghibahi saudaranya.

Sebagai contoh perkataan ini,” Bukan tipe saya suka ngomongin aib orang. Saya nda’ biasa ngomongin orang kecuali yang baiknya saja. Cuma, saya ingin berbicara tentang dia apa adanya… Sebenarnya dia itu orangnya baik. Cuma yaa itu.. dia itu begini dan begini (dia sebutkan kekurangannya).”

Padahal sejatinya bermaksud untuk menjatuhkan harga diri saudaranya yang ia umpat. Sungguh ironi, apakah dia kira Allah akan tertipu dengan tipu muslihat yang seperti ini, sebagaimana ia telah berhasil menipu manusia?!

Maha suci Allah dari sangkaan ini.

Ketiga, menyebutkan kekurangan saudaranya, dengan niatan untuk mengangkat martabatnya dan merendahkan kedudukan orang yang dia ghibahi.

Seperti perkataan seorang, “Dari kelas satu SMA sampai kelas tiga, rapornya selalu merah. Kalau saya alhamdulillah, walaupun ngga pernah rangking satu, tapi masuk tiga besar terus.”

Padahal ada maksud terselubung dari ucapan itu. Yaitu untuk mengangkat martabatnya dan menghinakan kedudukan orang lain. Orang yang seperti ini sudah jatuh tertimpa tangga pula; dia sudah melakukan ghibah, disamping itu, dia juga berbuat riya’.

Keempat, ada lagi yang mengumpat saudaranya karena dorongan hasad. Setiap kali ada orang yang menyebutkan kebaikan saudaranya, diapun berusaha untuk menjatuhkannya dengan menyebutkan kekurangan-kekurannya. Orang seperti ini telah terjurumus ke dalam dua dosa besar sekaligus; dosa ghibah dan dosa hasad.

Kelima, menyebutkan kekurangan orang lain, untuk dijadikan bahan candaan. Dia sebutkan aib-aib saudaranya, supaya orang-orang tertawa.

Dan lebih parah lagi, bila yang dijadikan bahan candaan adalah kekurangan guru atau ustadznya. -Nas alullah as-salaamah wal ‘aafiyah-.

Keenam, terkadang ghibah juga muncul dalam bentuk ucapan keheranan, yang terselebung motif menjatuhkan kedudukan orang lain. Semisal ucapan,”saya heran sama dia.. dari tadi dijelaskan oleh ustadznya tapi tidak faham-faham.” atau ucapan lainnya yang semisal.

Ketujuh, mengumpat dengan ungkapan yang seakan-akan mengesankan rasa kasihan. Orang yang mendengarnya menyangka bahwa dia sedang merasa kasihan dengan orang yang ia maksudkan. Padahal sejatinya dia sedang mengumpat saudaranya. Seperti ucapan,” Saya kasihan sama dia. Sudah miskin, tapi tidak mau ikut gotong royong. Kalau ada pengajian juga nda’ pernah datang.. dst”

Kedelapan, mengumpat saat sedang mengingkari suatu maksiat.

Seperti perkataan seorang ketika melihat anak-anak muda yang sedang main gitar di poskamling, “Kalian ini masih muda. Gunakanlah waktu kalian untuk hal-hal yang bermanfaat dan produktif. Supaya masa depan kalian lebih cerah, dan kalian bisa memetik buah manisnya nanti di masa tua. Jangan seperti anaknya pak lurah itu, kerjaannya hanya main kartu, gitaran, minum-minuman….” atau ucapan yang semisal.

Sejatinya pemaparan poin-poin di atas, merujuk kepada pengertian asal daripada ghibah, yang telah digariskan oleh Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam dalam sabda beliau,

Saudaraku yang kami muliakan, demikianlah beberapa praktek ghibah yang sering terjadi dan tidak disadari. Padahal sejatinya ia adalah ghibah yang telah disinggung oleh Nabi shallallahu’alaihiwasallam dalam sabda beliau,

مَا الْغِيْبَةُ ؟ قَالُوْا : اللهُ وَ رَسُوْلُهُ أَعْلَمُ، قَالَ : ذِكْرُكَ أَخَاكَ بِمَا يَكْرَهُ، فَقِيْلَ : أَفَرَأَيْتَ إِنْ كَانَ فِيْ أَخِيْ مَا أَقُوْلُ ؟ قَالَ : إِنْ كَانَ فِيْهِ مِا تَقُوْلُ فَقَدِ اْغْتَبْتَهُ, وَ إِنْ لَمْ يَكُنْ فِيْهِ مِا تَقُوْلُ فَقَدْ بَهَتَّهُ

“Tahukah kaliana apa itu ghibah?”tanya Rasulullah kepada para sahabatnya. Sahabat menjawab : Allah dan Rosul-Nya yang lebih mengetahui. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata : “Yaitu engkau menyebutkan (mengumpat) sesuatu yang tidak disukai oleh saudaramu”, Kemudian ada yang bertanya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,”Bagaimanakah pendapat engkau bila yang disebutkan itu memang benar ada padanya ? Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab : “Kalau memang ia benar begitu berarti engkau telah mengumpatnya. Tetapi jika apa yang kau sebutkan tidak benar maka berarti engkau telah berdusta atasnya” ( HR Muslim no 2589, Abu Dawud no 4874, At-Tirmidzi no 1999.

Semoga Allah ‘azza wa jalla menyelamatkan kita dari dosa ini. Dan senantiasa menambahkan taufik dan hidayahNya untuk kita semua.

Wasallallahu ‘ ala nabiyyina Muhammad wa ‘ ala alihi wa shahbihi wasallam.

**

Catatan:

Tulisan ini kami sadur dari penjabaran Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah mengenai model-model ghibah, yang termaktub dalam Majmu’ Fatawa jilid 28, hal. 236-237. Dikutip oleh Syaikh Abdullah bin Sholih Al-Fauzan dalam buku beliau: al-Fawaidul Majmu’ah fi Syarhi Fushulil Adab wa Makaarimil Akhlaq Al-Masyruu’ah.

Madinah An-Nabawiyyah, 22 Rabi’us Tsani 1436H/ 12 Februari 2015

Ditulis oleh : Ahmad Anshori
Artikel Muslim.Or.Id http://muslim.or.id/akhlaq-dan-nasehat/waspadai-ghibah-terselubung

4 Mei 2013

Karnamu Aku Cemburu (Repost)

Waktu mengajarkanku
untuk menata cemburu
agar sesuai dengan konsep Yang Maha.

Bukan cemburu buta yang tanpa cahaya
Tetapi mencoba meniru cemburu-Nya
terhadap hamba
yang mencoba menyentuh laranganNya

Jadi
Perkenankan aku menyatakan cemburu
Pada detik detik
aku merasa
Allah pun tengah cemburu
Padamu. 


(Asma Nadia. Rumah kita, November 2006)

K.a.m.u

K.a.m.u
Adalah jelmaan kata tersembunyi yang tak terajut oleh alam sadarku di sedia kala
Adalah ruang baca yang tertimbun masa kala terbenam mataharinya
Adalah sebentuk rindu jingga yang merekah kala pagi dan senjanya
Adalah uraian warna pelangi di penghujung rintikan hujan kala redanya
Adalah selaksa terpendam diam-diam dalam doaku di siluet malam gulita
Adalah prasangka lewat cemburu jingga yang perlahan mulai menyapa rasa.

Dan kini, aku mulai mengeja tentang K.a.m.u. dari balik tirai asaku..
Hari ini, esok, dan nanti.


32.13 - 45.13
Till The End

-Waiting Room-

3 Mei 2013

K.a.m.u

K.a.m.u.
Adalah jawaban doa-doaku disepanjang tahun kepada Rabb-ku

K.a.m.u.
Adalah jawaban dr harapan-harapan Ƴɑ̈nƍ kurajut perlahan hingga menguntai ke langit ketujuh

K.a.m.u.
Adalah kumpulan impian yang selama ini kucari dan kunantikan

K.a.m.u.
Adalah masa sekarang dan masa depanku Ƴɑ̈nƍ terwujud dalam harmoni kehidupan

K.a.m.u................................
Adalah penghujung waktu untukmu melabuh pada dermagaku.

Semoga, selamanya....

Aku untukmu, dan K.a.m.u untukku


33.13 35.13
Till The End

-Waiting Room-

1 Mei 2013

K.a.m.u

K.a.m.u
adalah alasanku menunggu

K.a.m.u
adalah alasanku menyisihkan dia yang datang meragu

K.a.m.u
adalah alasanku bertahan dengan sendiriku

K.a.m.u
adalah jelmaan malaikat yang berwujud manusia untuk memapahku dengan sayap sebelahmu

K.a.m.u
adalah alasanku untuk menggenapkan separuh agamaku di sisa usiaku.


36.13 15.13
Till the End

-Waiting Room-


29 Apr 2013

Ketika Rumah Tangga Menghadapi Ujian :)

Ketika rmh tangga di timpa masalah/ujian :
1. Diam, merenung, berfikir, perbanyak sholat & doa, perbanyak komunikasi dgn Allah, perbanyak shaum sunnah, perbanyak shadaqah, perbanyak mohon ampun, perbanyak koreksi diri 


2. Hindari menulis keluh kesah di dinding fesbuk. Jaga aib diri sendiri. Satu kalimat saja sudah bisa memperlihatkan terbukanya aib keluarga & kmbali ke poin no 1


3. Hindari bersegera sms/tlp kpd teman utk curhat. Tahan diri. Kendalikan diri & kmbali ke poin no 1


4. Komunikasikan, diskusikan dgn pasangan. Jgn gengsi utk mminta maaf & bertrimakasih kpd pasangan.


5. Jgn mngedepankan gengsi utk mngajak ato mmulai lebih dulu kpd pasangan utk mbicarakan masalah tsb.


6. Jgn jg mndramatisir ssuatu masalah yg sbenarnya bukan masalah. Tp hnya sdikit ke salah pahaman ato komunikasi yg tdk tepat wktnya


7. Jgn mmindahkan ato mnumpahkan suatu masalah kpd pasangan seolah diri sndiri tdk ada andil dlm permasalahan tsb. Krn rmh tangga adalah terbangun dr 2 isi kpala yg berbeda. Jika mo di paksakan cocok, maka ga akan cocok. Krn dgn adek/kakak kandung yg kluar dr perut ibu yg sama aja ada ke tidak cocokan, bgmn dgn pasangan yg baru ktmu & 1 rmh ktika dewasa. Tp jadikan slaras di jlnNya


8. Jgn mbiasakan diri utk maen krmah teman tanpa ada suatu keperluan dgn alasan BeTe ato kesepian ato jenuh ada drmh. 1x sifat ini dituruti maka akan ada pengulangan lg lg & lg. Cukupkanlah krmh teman/ttangga ktika betul2 ada keperluan misal : mngembalikan buku & buat target wktu maksimal berkunjung 1 jam saja. Krn stiap org punya urusan, stiap org punya keperluan


9. Jgn mbiarkan diri utk ngadu ke ortu & pulang krmh ortu. Cukupkanlah hanya pasangan yg mngetahui permasalahan yg di hadapi & kembali ke poin no 1


10. Jgn ber-mudah2an "nantang" suami dgn mngatakan : ceraikan aku, krn istri yg minta cerai ke suaminya tanpa alasan syar'i maka tdk bs mncium bau SurgaNya


11. Jika upaya no 4 sdh di upayakan tp masalah mmg sangat rumit & mmg mnyangkut urusan hukum syar'i maka datanglah bsama pasangan, minta nasehat kpd seorg ust yg Manhaj & Aqidah nya cukup 


12. Jika ada tanda2 pasangan mpunyai keinginan thadap prempuan laen yg bukan mahrom, ajak bicara scara terbuka & jujur serta ungkapkan agar jika mmg ada niat mbangun rmh tangga baru maka jgnlah sembunyi2 & carilah prempuan yg lurus Aqidah & Manhajnya


13. Jgn perturutkan jengkel, kecewa, marah, ngambek, gengsi ato apapun. Pikirkan jika masih mmelihara ngambek lalu maut mnjemput dlm keadaan demikian.

sumber: Copas Status FB

~~Smoga bermanfaat buat teman-teman sekalian :)

Aku Rasa Aku Jatuh Cinta (Repost)

 
Maaf
Aku Rasa aku Jatuh cinta. 
Pada hati yang bernama cinta. 
Cinta yang kucari selama ini, saat aku bergelut dalam sunyi. 
Jangan aku dihalangi, karena kau takkan bisa mengambilnya dariku. 
Semuanya telah terlanjur . . . 
Aku terlanjur cinta pada hati yang bernama cinta.
Ini pilihanku untuk mencintainya.
Jika kau melihat begitu banyak bunga yang mewarnai tatapanku,
Yakinlah . . . itu semua memang karena cinta. 
Cinta yang semakin mendekatkanku pada Allaah. 
Hingga akhirnya aku benar-benar siap untuk terjun bebas di lautannya.
 
Medan, 3.2.09

Dua beda

 Terkadang luka ada baiknya datang diawal. Agar kau tau bahwa hidup tak hanya tentang cinta.  Gemerlap dunia hanya persinggahan yg fana.  Me...