16 Sep 2008

DUHai Usia....

Usia..

Tak pernah terjaga

Ia selalu menyulam waktu sebagai alurnya

Mengurai benang-benang amal bercorak hitam dan puth

Menjelujur hari yang lurus dan berkelok

Mana yang kau pilih?

Usia…

Menjalar bak epifit yang kian lelah

Medan, 19 Agustus 2008

KeMbaRa JaLaNan

Aku pengembara jalanan

Yang menumpng mandi di sumur air-MU

Membasuh luka goresan

Oleh pedang yang bernama kehidupan

Ku ranumkan embun dzikir dalam mulutku

Lalu kumuntahkan pasir yang ada didalamnya

Kotor..oleh sayatan-sayatan lidah menjelajah

Wajah-wajah nanar ku tatap. Penuh dusta.

Cerminku pada bayangan kupecahkan

Berserakkn bening jiwanya.

Sutra bulu berlafadzkan sejadah kubentang

Ku pijak, dengan kaki kotorku penuh debu

Ku cium, dengan keningu yang berkerut

Ku pijak..

Ku cium lagi

Hingga debu itu menempel disutra bulu biru

Kerut kening mengencang

Tanda tangan dari perjalanan panjang

Kini..,

Aku siap lagi mengembara jaanan.

Medan, 17 Agustus 2008

ZZzzz.....

Tidur…
Terlelap dalam pangkuan keheningan
Membiru dibait benang merah
Sendu sembilu
Tertutup mata, lupakanmua..
Selagi waktu masih memihakku
Takkan terulang lagi.
Medan, 12 Agustus 2008

13 Sep 2008

DUHAI USIA...

Ingatkan aku..
tentang usia yang semakin tua..
dengan Doa, Nasehat, atau kata-kata bijak.
Jangan..
Jangan ucapkan Kata
"Met Ultah" dan yang sejenisnya
Karna aku sendiri tak pernah tau maknanya.
Karna belum tentu
bahwa hari kemarin aku selamat dari dosa.
Begitupun pada moment ini.
Moment yang dulu selalu kunanti dengan gembiranya.
Tapi tak lagi saat ini..
Karna aku memegang amanah baru
Yang lebih berat dari sebelumnya.
Ini yang selalu ku renungkan dan untuk ku jalankan..
berat..sungguh terasa berat...
Semoga ALLAH meneguhkan Hatiku
Untuk tetap berkhidmat di Jalan-Nya.
Aamiin..

"Demi masa, sesungguhnya manusia benar-benar dalam kerugian. kecuali yang beriman dan yang beramal sholeh, dan saling nasehat-menasehati dalam kebenaran dan saling nasehat-menasehati dalam kesabaran."
( Q.S. Al-Ashr)

10 Agu 2008

Surau




Surau...
Terkoyak peluru bengis
membogem mentah pendusta dunia
Parau, suara laki-laki tua mengacau
Mengusik kuping-kuping pecinta dunia
Lalu berbaris layaknya tentara
tiga dan lima berjejer mesra
Mereka yang hidup separuh abad mulai berjama'ah
Sikepala dua, entah dimana
Mereka asyik berdendang pendewa
Untuk ke syurga, katanya!
Tapi lupa pada DIA.

Surau..
Lusuh berdebu
Pak tua sibuk mengapit sapu
Lalu menarikannya beriring dzikir menyeru.
Sejadah panjang menggerutu
Pijakannya benar-benar berbau debu
Tapi ia kagum dengan bocah berusia sepuluh
YAng duduk mahsyuk laiknya berteduh
Matanya menyapih air, deras sekali
Tak peduli liku-liku debu menderu tubuhnya
Masih menyapih, didekapan kalam Tuhan
Lirih berbisik berjanji
Kan ku jaga surau-MU ya Rabbi...
Masih menyapih, bahkan lebih deras lagi
Membasahi lantai surau..
Medan, 9 Agustus 2008

9 Agu 2008

DengaRlah..

Dengarlah...
Takkan kau tau
Aku tidur dibait-bait gerimis
Mengemis kasih dipuing-puing selasih
Medan, 26 Juli 2008

Akhir Tanpa Jejak

Dunia juga tidak lebih indah
Pun kupu-kupu sesak diantara belantara
Berharap jiwa tiada merana!?
Disyurga tempatnya!

Belati paraumu menusuk tanpa reka-reka
Dimana celah ada, kau masuki dengan dera lara

Whuuzh...
Angin menyapa dengan kerasnya
Menghantam raga yang jiwanya entah dimana,
Yang hatinya entah sama siapa.

dicuri!!! penyamun-penyamun hitam dalam gulita
jauh...jauh ia pergi
Terbang, dengan sayap kupu-kupu yang ia rampas kemarin pagi
Hilang, tanpa jejak
Medan, 5 Agustus 2008

Dua beda

 Terkadang luka ada baiknya datang diawal. Agar kau tau bahwa hidup tak hanya tentang cinta.  Gemerlap dunia hanya persinggahan yg fana.  Me...