Kamu...
Adalah cakrawala yang menembus dimensi diamku
Adalah sukma yang menelisik masuk lewat nadi derapku
Adalah pijar yang menerangi sisi pekat gelapku
Adalah awan lembut yang meneduhkan gegap langkahku.
Kamu...
Yang diamdiam menyimpan rasa menahun
Yang diamdiam membaca kekata jemariku
Yang diamdiam mengamati, lalu memohon pada Dia Sang penggenggam hati.
Berliku, hingga bermuara di dermaga tambatan hati.
Apa jadinya aku tanpa sabarmu?
Apa jadinya aku tanpa rasa mengalahmu?
Bersamamu aku mampu, tanpa perlu menjadi orang lain di sisimu.
Semoga selamanya, hingga ke Jannah Sang pencipta.
Uhibbuka fillaah, wa hubban lillaah π
28 Des 2019
24 Agu 2019
Tentang Durian
Saya termasuk org yg BIASA aja sama Durian. Kalau lg pengen, ada, ya dimakan. Kalo gak ada ya gak dicari. Kalo lg ada, dan lg gak pengen, ya gak dimakan.
Palingan biasanya suami yg suka nyuruh2in makan π. Padahal sayanya lg gak mau.
Trus juga karna biasa aja ama durian, saya termasuk org yg gak suka sama olahan durian. Kalau buahnya doang masih mau makan. Tapi kalo udah diolah jadi kolak durianlah, jd cendol durian lah, apapun itu olahan durian, awak lebih milih utk di SKIP, alias nolak. π
Kalau misalnya pas diajak makan es cendol durian, saya pasti cuma beli es cendolnya doang tanpa durian.
Pernah dibilang Aneh, karna gak gtuu2 amat sama durian. Padahal kan lain lidah lain selera. π
Jadi.. Ada baiknya tidak memaksakan selera kita ke selera org lain. Apalagi sampai ngata2in begini dan begitu π .
So.. Belajarlah utk menghargai pilihan orang lain dalam hidup ini.
Palingan biasanya suami yg suka nyuruh2in makan π. Padahal sayanya lg gak mau.
Trus juga karna biasa aja ama durian, saya termasuk org yg gak suka sama olahan durian. Kalau buahnya doang masih mau makan. Tapi kalo udah diolah jadi kolak durianlah, jd cendol durian lah, apapun itu olahan durian, awak lebih milih utk di SKIP, alias nolak. π
Kalau misalnya pas diajak makan es cendol durian, saya pasti cuma beli es cendolnya doang tanpa durian.
Pernah dibilang Aneh, karna gak gtuu2 amat sama durian. Padahal kan lain lidah lain selera. π
Jadi.. Ada baiknya tidak memaksakan selera kita ke selera org lain. Apalagi sampai ngata2in begini dan begitu π .
So.. Belajarlah utk menghargai pilihan orang lain dalam hidup ini.
~Lulu bintu Nurdin
24.8.2019
Medan
Lontong Medan di kota perantauan
Pernah beberapa kali tinggal diluar kota Medan, diluar Sumut tentunya. Kalo pas lagi kangen sama lontong Medan, biasanya selalu nyari tempat sarapan pagi yg ada Lontong medannya.
Namun sayangnya... Belum ada kede lontong medan di tempat yg awak singgahi tsb yg rasanya mirip dgn lontong2 kayak di Medan.
Rata2 rasanya udah penyesuaian dgn daerah setempat.
Ada yg sayurnya berganti jd sayur gori (sayur nangka)- cubadak kata lainnya, ada yg kerasa bgt bumbu lengkuasnya (kayaknya lengkuas ikut digiling, bukan digeprek), ada yg rasa bubuk koya π, ada yg kuahnya kerasa asem2nya (kayaknya dikasih asam jawa atau semacamnya), dan lain2nya.
Kalau udh bgtu biasanya berujung dengan kecewa π
Namun sayangnya... Belum ada kede lontong medan di tempat yg awak singgahi tsb yg rasanya mirip dgn lontong2 kayak di Medan.
Rata2 rasanya udah penyesuaian dgn daerah setempat.
Ada yg sayurnya berganti jd sayur gori (sayur nangka)- cubadak kata lainnya, ada yg kerasa bgt bumbu lengkuasnya (kayaknya lengkuas ikut digiling, bukan digeprek), ada yg rasa bubuk koya π, ada yg kuahnya kerasa asem2nya (kayaknya dikasih asam jawa atau semacamnya), dan lain2nya.
Kalau udh bgtu biasanya berujung dengan kecewa π
-Lulu bintu Nurdin
24.8.2019
9 Agu 2019
Menemukan Catatan Lama yg telah usang
Bismillaah...
Hampir setahun sudah di Medan, dan baru kemarin tanpa sengaja menemukan buku catatan lama yg telah usang. Sebuah catatan saat rutin mengikuti kajian sunnah di Medan. Dan Masya Allaah... Saat membolak balikkan tiap halaman, ketemu dengan salah satu halaman yg berjudul Adab dan Akhlaq, sebuah Dauroh yg pematerinya ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas.
Pikiran mulai menerawang, sembari membatin dalam hati "Eh, benarkah ini dulu aku pernah menghadiri kajian beliau? Apa beliau memang pernah ke Medan ya?"
Karena memang catatannya lengkap, pasti saat kajian berlangsung saya fokus menulis. Kajian yg saya hadiri hampir 10thn lalu.
Saya mencoba mengingat dimana tepatnya kajian ini berlangsung. Sebab memang tak begitu banyak saya menghadiri dauroh pada masa itu. Dauroh masa dulu pastinya tidak sesering dan serutin jaman sekarang.
Nihil. Saya tidak bisa mengingatnya. Yang saya ingat, saya pernah menghadiri tabligh akbar di Mesjid Agung Medan. Tetapi saat itu yg mengisi kajiannya adalah seorang Syaikh dari Timur tengah, bukan ustadz indonesia. Yang saya ingat, saya pernah menghadiri Dauroh yang di Mesjid Al amin Jl. Serdang, Medan. Tapi memang waktu itu tidak ingat siapa pematerinya.
Momen yang saya ingat waktu itu adalah saya pergi dan pulang kajian diantar jemput oleh Papa rahimahullaah. Saat menghantar jemput, Papa rahimahullaah sempat mencandai saya dengan kalimat "Banyak kali kawan terorismu" sambil dia tertawa dan memberikan tangannya utk saya cium pamitan.
Saya tersenyum menyeringai membalas ucapannya "Yee... Enak kali papa bilang teroris. Org mau ngaji kok".
Memang pada saat itu, media berhasil memberi cap "Yang bercadar dan bercelana cingkrang itu teroris". Sehingga kebanyakan masyarakat kita terhasut dengan tagline tersebut.
Tapi tenang, Insya allaah Papa rahimahullaah bukan termasuk org yg mudah dikelabui media. Ia hanya sedang mencandai anak gadisnya saja. π
Semoga usahamu mengantar jemput anak gadismu ke kajian sunnah menjadikannya pahala jariyah untukmu, Pa.
Oh iya, sangkin penasarannya saya atas catatan usang itu. Akhirnya saya pun mencoba untuk "Googling" tentang kajian ust Yazid tsb. Dan alhamdulillaah ketemu dihalaman pertama, seperti yang saya capture. Yeaah...ternyata memang benar, dulu saya pernah hadir dikajian beliau, di Medan. Yang memang masya Allaah.. Isi kajian beliau sangat berbobot.
Dulu memang saya tidak mengenal para ustadz yang mengisi tiap kajian. Karena media sosial dahulu tidak seperti sekarang.
Masya allaah tabarakallaah...
Insya allaah saat ada kesempatan, nanti akan saya share isi kajian beliau yang sempat saya catat tempo lalu.
Sebab... Ikatlah ilmu dengan menuliskannya.
Barakallaahufiik
Medan, 9 Agustus 2018
14:34
Aku Rapuh
Sedalam ini remukku
Saat terasa benar aku kehilanganmu
Dalam tatapku,
Dalam dekapku,
Padahal pernah kumerasa begitu dekat denganmu
*saat saat rindu begitu pilu
Saat terasa benar aku kehilanganmu
Dalam tatapku,
Dalam dekapku,
Padahal pernah kumerasa begitu dekat denganmu
*saat saat rindu begitu pilu
18 Jul 2019
Hopeless
Semusim...
Berjalan begitu lamban
Tanpa kepastian
Sedang aku menunggu jenuh
Memasrahkan semua impianku
Yang mungkin tak sejalan dengan iramamu
Hingga kadang hariku goyah
Tatap kosong tentang esok
Duh tuan!
Asaku remuk lg
Rinduku binasa jadi abu.
Medan, 18.7.2019
15 Jul 2019
Ketika
Ketika
Seketika kabar menghunus diri
Lewat lagu sendu penyejuk qalbu
Lidah kelu
Saat kata hampir bisu
Lalu ingatan membawa diri pada memori beribu waktu ttg ibu dimasa dulu
Oh Rabbi...
Inikah buah dr kesabarannya yg dipupuknya dahulu
Meski bukan melaluiku, atau dua saudara perempuanku yg lainya
Kau beri lewat jalan lain yg tak disangka2 olehku..
Bulir2 air haru jatuh
Isak memburu
Duhai Rabbi...
Senduku menderu
Bahagiaku membiru lewat senyum sendu ibu
Diusianya yg kini telah sepu
Hingga kinipun lidahku masih kelu
Tak sanggup membayangkan perjumpaannya kelak dgn rumahmu..
Yg tlah lama memanggil manggil berseru..
Rabbi...
Medan, 15 Juli 2019
Seketika kabar menghunus diri
Lewat lagu sendu penyejuk qalbu
Lidah kelu
Saat kata hampir bisu
Lalu ingatan membawa diri pada memori beribu waktu ttg ibu dimasa dulu
Oh Rabbi...
Inikah buah dr kesabarannya yg dipupuknya dahulu
Meski bukan melaluiku, atau dua saudara perempuanku yg lainya
Kau beri lewat jalan lain yg tak disangka2 olehku..
Bulir2 air haru jatuh
Isak memburu
Duhai Rabbi...
Senduku menderu
Bahagiaku membiru lewat senyum sendu ibu
Diusianya yg kini telah sepu
Hingga kinipun lidahku masih kelu
Tak sanggup membayangkan perjumpaannya kelak dgn rumahmu..
Yg tlah lama memanggil manggil berseru..
Rabbi...
Medan, 15 Juli 2019
Langganan:
Komentar (Atom)
Dua beda
Terkadang luka ada baiknya datang diawal. Agar kau tau bahwa hidup tak hanya tentang cinta. Gemerlap dunia hanya persinggahan yg fana. Me...
-
Aku cemburu… Pada hatimu yang tak lagi satu Pada mata air bahagiamu yang tak lagi karenaku Pada bulir-bulir kesejukanmu yang tak lagi...
-
PERAYAAN TAHUN BARU ITU SYIAR KAUM KUFFΓR Oleh : Mu h ammad AbΕ« SalmΓ’ “ Tet Tet Tet”, saya mendengar bising suara anak-anak kecil me...
-
Jam mu tertuju angka sepuluh Lelaki muda itu yang duduk didepanku Memandang lusuh keluar jalanan berdebu. Sesekali matanya sayu, mem...

