Kamu...
Adalah cakrawala yang menembus dimensi diamku
Adalah sukma yang menelisik masuk lewat nadi derapku
Adalah pijar yang menerangi sisi pekat gelapku
Adalah awan lembut yang meneduhkan gegap langkahku.
Kamu...
Yang diamdiam menyimpan rasa menahun
Yang diamdiam membaca kekata jemariku
Yang diamdiam mengamati, lalu memohon pada Dia Sang penggenggam hati.
Berliku, hingga bermuara di dermaga tambatan hati.
Apa jadinya aku tanpa sabarmu?
Apa jadinya aku tanpa rasa mengalahmu?
Bersamamu aku mampu, tanpa perlu menjadi orang lain di sisimu.
Semoga selamanya, hingga ke Jannah Sang pencipta.
Uhibbuka fillaah, wa hubban lillaah 💜
28 Des 2019
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Dua beda
Terkadang luka ada baiknya datang diawal. Agar kau tau bahwa hidup tak hanya tentang cinta. Gemerlap dunia hanya persinggahan yg fana. Me...
-
Aku cemburu… Pada hatimu yang tak lagi satu Pada mata air bahagiamu yang tak lagi karenaku Pada bulir-bulir kesejukanmu yang tak lagi...
-
PERAYAAN TAHUN BARU ITU SYIAR KAUM KUFFÂR Oleh : Mu h ammad AbÅ« Salmâ “ Tet Tet Tet”, saya mendengar bising suara anak-anak kecil me...
-
Jam mu tertuju angka sepuluh Lelaki muda itu yang duduk didepanku Memandang lusuh keluar jalanan berdebu. Sesekali matanya sayu, mem...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Silahkan tinggalkan jejak dengan sejuta manfaat yang memotivasyifa^_^