5 Nov 2012

Murothal . . .

Senandung itu bernama murothal. . .
Dengan segala kelembutan dan kedamaian nada yang dibawanya. Pernah kau merasakan begitu sesaknya perasaanmu, lalu murothal menjadi pilihan dengarmu untuk sekedar melepas sesakmu itu. Sebab kau tau, Surat-surat cinta-Nya selalu mampu memberimu kedamaian. Yang mana dengannya kau pun menjatuhkan embun dimatamu. Mengadukan semua kesusahan hatimu, menghempaskan semua rasamu, lewat lagu cinta Sang Pencipta kepada hamba-Nya.
Ar Rahman . . . Dialah Yang Maha Pengasih, dengan Kasih-Nya tercurahlah segala rasa cinta dan sayang dari-Nya untuk kita hamba-Nya. Maka nikmat Rabb mana kah yang kita dustakan?
Duhai qalbu . . .
Mencairlah dari beku,
Tidakkah engkau merindu?

Hujan . . .

Hujan . . .
Dan aku semakin kehilangan harapan yang tak bertuan
Termangu dalam keramaian yang seolah semu
Waktu seolah menindih begitu pilu
Ada apa gerangan diluar pintu?
Sedang hasrat terus mengeras jadi batu
Tiada sesuatu pun yang menau
Hidup pun seolah bisu.

Kotak Putih,
5.11.12

3 Nov 2012

~Beda

Mereka itu sama. Tiada berbeda. Dan memanglah bukan hal mudah untuk menemukan yang berbeda.
Tapi pasti ada. Meski hanya satu banding seribu.

2 Nov 2012

Proposal x Omong kosong

Deadline: Ahad.
pencet keyboard>>> Ctrl+ P >>> enter >>>> Selesai


Udah?
Beloom.

Deadline!!!
Aaah


*Ini serasa sedang perang dalam ruangan

. . . . . . . . . . .

Masih dengan sosok yang sama, duduk menyendiri di tepi telaga.

------------------
"Mancing om?"
Senyum
"Kan ikannya gak ada!"

Senyum, lalu memalingkan muka ke awan.
-Hening-

Lalu Alif kecil pun berlari-lari.

Sosok kecil itu terbayang lagi. Mungkin itu rindu seorang ibu.


-Postingan Gaje =D
Gak ada manfaat dan cuma ngebingungin orang yang ngebaca. Efek sakit kepala yang belum juga reda.

1 Nov 2012

Proposal = Omong Kosong

Entah kenapa, kertas bernama Proposal buat saya itu "omong kosong"

Salah kah?
Pemikiran seseorang tak selalunya salah, juga tak selalunya benar bukan?! Termasuk saya ini.
Saya juga punya alasan kenapa menurut saya proposal itu omong kosong, sebenarnya hal ini sendiri ditujukan buat saya, karna kenapa? saya terbiasa nulis, bukan hal yang sulit buat saya nulis isi proposal itu sendiri menjadi spektakuler, sangat wah, n bersahaja. Namun hal itu jadi pertanyaan sendiri bagi saya? Benarkah tulisan ini? Jujurkah? Sedang saya bukan orang yang suka memaparkan baik buruk hidup saya diatas kertas. Takut berlebihan, atau malah ini sama sekali bukan saya. Saya tau siapa saya, dan rasanya gak cukup untuk menuliskan sejuta keburukan saya diatas kertas yang maksimal banyaknya hanya tiga lembar.


Pasti ada solusi lain bukan, dari pada hanya lembaran-lembaran proposal?! :)

*Ini postingan sepintas pemikiran, yang mana bisa saja pemikiran itu sendiri suatu saat bisa berubah.
Just thingking-feeling-Writing . . . (mungkin pun sebagian orang akan mencerca saya karna pemikiran saya hari ini. hehehe . . . )

~Sajak Daun


Pesta belum dimulai, namun jauh disudut ruang sudah ada yang begitu gelisah. Ingin pergi, tapi kemana? Seolah semua pijakan sama saja. Selalu mencari tujuan baru, mengenal orang baru, meski itu tak sepenuhnya mengobati. Lagi, terdiam ditempat yang baru. Padahal seharusnya disana adalah saat-saat yang menyenangkan. Bukankah disana hanya pelarian? hingga tak perlu hingar bingar dengan riuhnya suara-suara para penjual di pasar.
Jika bumi yang kupijak saat ini tidak memberikan ketenangan, itu karena ada ruang disudut qalbuku yang menggelegar. Kenapa? Entah. . .

Beginilah hidup, seharusnya aku lebih bijak. Dan menyadari bahwa diam tak selamanya emas, bahwa diam berarti melepas kesempatan, karena diam bukan menunggu, tak semua orang dapat berlaku seperti itu. Diam adalah beku.

Dan saat menyadari sepenuh arti, embun tlah menguap dalam genggaman daun. Esok pagi, kan kujelang kembali embun yang lain. Semoga akhirnya kuraih tarian sang embun diatas daunku.

*Rabb. . . masih bolehkah harap ini pada-Mu?



~Season Of Hope~

Dua beda

 Terkadang luka ada baiknya datang diawal. Agar kau tau bahwa hidup tak hanya tentang cinta.  Gemerlap dunia hanya persinggahan yg fana.  Me...