Entah kenapa, kertas bernama Proposal buat saya itu "omong kosong"
Salah kah?
Pemikiran seseorang tak selalunya salah, juga tak selalunya benar bukan?! Termasuk saya ini.
Saya juga punya alasan kenapa menurut saya proposal itu omong kosong, sebenarnya hal ini sendiri ditujukan buat saya, karna kenapa? saya terbiasa nulis, bukan hal yang sulit buat saya nulis isi proposal itu sendiri menjadi spektakuler, sangat wah, n bersahaja. Namun hal itu jadi pertanyaan sendiri bagi saya? Benarkah tulisan ini? Jujurkah? Sedang saya bukan orang yang suka memaparkan baik buruk hidup saya diatas kertas. Takut berlebihan, atau malah ini sama sekali bukan saya. Saya tau siapa saya, dan rasanya gak cukup untuk menuliskan sejuta keburukan saya diatas kertas yang maksimal banyaknya hanya tiga lembar.
Pasti ada solusi lain bukan, dari pada hanya lembaran-lembaran proposal?! :)
*Ini postingan sepintas pemikiran, yang mana bisa saja pemikiran itu sendiri suatu saat bisa berubah.
Just thingking-feeling-Writing . . . (mungkin pun sebagian orang akan mencerca saya karna pemikiran saya hari ini. hehehe . . . )
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Dua beda
Terkadang luka ada baiknya datang diawal. Agar kau tau bahwa hidup tak hanya tentang cinta. Gemerlap dunia hanya persinggahan yg fana. Me...
-
Aku cemburu… Pada hatimu yang tak lagi satu Pada mata air bahagiamu yang tak lagi karenaku Pada bulir-bulir kesejukanmu yang tak lagi...
-
PERAYAAN TAHUN BARU ITU SYIAR KAUM KUFFÂR Oleh : Mu h ammad Abū Salmâ “ Tet Tet Tet”, saya mendengar bising suara anak-anak kecil me...
-
Jam mu tertuju angka sepuluh Lelaki muda itu yang duduk didepanku Memandang lusuh keluar jalanan berdebu. Sesekali matanya sayu, mem...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Silahkan tinggalkan jejak dengan sejuta manfaat yang memotivasyifa^_^