Seperti menunggu pohon jambu didepan rumah berbuah. Aku sudah tak sabar ingin memetiknya, atau menjoloknya pakai galah yang disangkutkan plastik atau kain sebagai penampungnya. Jambu berwarna merah muda agak pucat, manis, besar, beda dengan pohon jambu yang ada disekitar, bahkan langka. Lain daripada yang lainnya.
Jika ada di ranting yang masih bisa diraih dengan tangan, dan memungkinkan untuk memanjat pohon itu, maka dengan segera memanjatnya. Dengan sedikit kekhawatiran, dan juga harapan untuk meraih si merah jambu. Tidak usah turun kebawah untuk menyantap jambu yang sudah digenggam ditangan, santai saja duduk dicabang yang melintang. Dengan tak lupa memluk cabang lain agar tetap seimbang. Tak perlu pula mencuci si merah jambu yang dipetik langsung dari pohonnya, "Anggap saja vitamin" dan kau kan merasakan kenikmatan yang sungguh luar biasa.
#Kenangan itu memang manis, semanis si Merah Jambu. Mungkin kelak begitu juga kisah kita. :)
~Selamat Tinggal masa lalu :)
(Semoga kelak menemukan pohon jambu yang sama sepertimu, manisnya Semanis Si Merah Jambu
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Dua beda
Terkadang luka ada baiknya datang diawal. Agar kau tau bahwa hidup tak hanya tentang cinta. Gemerlap dunia hanya persinggahan yg fana. Me...
-
Aku cemburu… Pada hatimu yang tak lagi satu Pada mata air bahagiamu yang tak lagi karenaku Pada bulir-bulir kesejukanmu yang tak lagi...
-
PERAYAAN TAHUN BARU ITU SYIAR KAUM KUFFÂR Oleh : Mu h ammad Abū Salmâ “ Tet Tet Tet”, saya mendengar bising suara anak-anak kecil me...
-
Jam mu tertuju angka sepuluh Lelaki muda itu yang duduk didepanku Memandang lusuh keluar jalanan berdebu. Sesekali matanya sayu, mem...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Silahkan tinggalkan jejak dengan sejuta manfaat yang memotivasyifa^_^