"Mbak"
"Opo"
"Mau tanya"
"Opo"
"Kenapa mbak suka tere?"
"Gue suka gaya tulisannya bukan orangnya. Tulisannya natural, bahasanya sederhana, banyak pesan-pesan/ petuah uang disampaikannya. Just it. Tulisan beliau lingkupnya luas, menyeluruh untuk semua kalangan. Ah gak cukup rasanya kalau cuma ditulis."
"Maksudnya? Apa aku harus jadi penulis kayak apa mbak?"
"Terserah. Lo harus punya ciri. Itu aja. Beri pembaca pesan n kesan yang mendalam untuk tulisan lo"
"Aku mau jadi penulis yang kayak mbak mau. Silahkan dikte."
"Bahas tentang kompleksitas kehidupan. Tentang bagaimana seharusnya kita menyikapinya."
"Itu artinya semua harus gue mulai dan pelajari dari diri gue."
"Yup. Bener banget."
"Berat na"
"Sesuatu yang berasal dari hari maka akan sampai ke hati. Begitu juga dengan tulisan."
"Tuh kata-kata siapa tuh?"
"Lulu Asy Syifa. Hehe . . . penulis yang belum jua mempunyai satu buku sekalipun."
"Hahaha. Iya. Kenapa gua juga belum punya buku. Emang mbak punya cita-cita jadi penulis?"
"Itu cita-cita terpendam. Si anak Introvert ini ternyata punya bakat yang luar biasa dalam tulis menulis. Tapi sayang, keluarganya tidak mendukung penuh."
"Introvert apa tuh? Kenapa keluarga mbak gak dukung?"
"Introvert itu salah satu sifat/ watak manusia. Lo cari di gugel gih. Nah singkatnya, introvert itu orang yang pendiam, suka menyendiri, suka mendem.
"Haha. Emang mbak pendiam? Cereweet gituu."
"Yang terlihat itu tidak selalu seperti kelihatannya, anak muda!"
"Baiklah orangtua. wakakaka. kalau menurut mbak, aku kelihatan seperti apa?"
"Bercerminlah dengan khusyuk maka kau akan melihat dirimu sendiri."
"To the point"
"Ambil kaca gih. Liat sendiri. Gue paling malas nilai orang."
"Tuh kan, orang minta bantu jugaa"
"Lo gak perlu orang lain untuk tau siapa diri lo. Orang lain itu gak objektif dalam menilai. Makanya Bercerminlah dengan khusyuk maka kau akan melihat dirimu sendiri."
" -_____-"
6 Mar 2013
Rembulan Tenggelam Di Wajahmu Quotes
“Kalau Tuhan menginginkannya terjadi, maka sebuah kejadian pasti terjadi. Tidak peduli seluruh isi langit-bumi bersekutu menggagalkannya.
Sebaliknya, kalau Tuhan tidak menginginkannya, maka sebuah kejadian niscaya tidak akan terjadi. Tidak peduli seluruh isi langit-bumi bersekutu melaksanakannya.”
--novel "Rembulan Tenggelam Di Wajahmu", Tere Liye.
"Kau, Aku & Sepucuk Angpau Merah" Quotes
"Banyak sekali orang yang jatuh cinta lantas sibuk dengan dunia barunya itu. Sibuk sekali, sampai lupa keluarga sendiri, lupa teman dekat, lupa sahabat karib. Padahal siapalah orang yang tiba-tiba mengisi hidup kita itu? Kebanyakan orang asing, orang baru."
--Tere Liye, novel 'Kau, Aku & Sepucuk Angpau Merah"
Niat Baik >< Niat Buruk
"Tidak ada niat baik yang boleh dicapai dengan
cara buruk, dan sebaliknya tidak ada niat buruk yang berubah baik meski
dilakukan dengan cara-cara baik."
-- novel "Rembulan Tenggelam di Wajahmu", Tere Liye
-- novel "Rembulan Tenggelam di Wajahmu", Tere Liye
Jujur meski itu Pahit
Maka berkata jujur, terus terang meski itu menyakitkan jauh lebih baik dibanding manis di depan di belakang menusuk.
Maka tampil adanya meski itu tidak bisa menyenangkan orang lain jauh lebih baik dibanding memakai topeng dan semua orang suka.
--Tere Liye
Penjelasan dalam Hidup
Terkadang penjelasan itu sudah ada di depan mata, tapi kita tidak peduli, malah mencari penjelasan yang lebih menyenangkan hati.
--Tere Liye
4 Mar 2013
Novel yang Udah di baca ^^
- Siluet Senja - Pipit Senja
- Secret Admirer - Oleh Solihin
- Ayat-ayat Cinta - Habiburrahman El Shirazy
- Pudarnya Pesona Cleopatra - Habiburrahman El Shirazy
- Rahasia Kaum Falasha - Mahardika Zifana
- Galaksi Kinanthi - Tasharo GK
- Rembulan Tenggelam di wajahmu - Tere Liye
- Sunset Bersama Rosie - Tere Liye
- Perahu Kertas - Dee Lestari
- Aku, Kau, dan Sepucuk Angpao Merah. - Tere Liye
Next mau baca "Sepotong Hati yang Baru" (kemarin baru beli ini Novel di Gramed. hehehe )
Langganan:
Komentar (Atom)
Dua beda
Terkadang luka ada baiknya datang diawal. Agar kau tau bahwa hidup tak hanya tentang cinta. Gemerlap dunia hanya persinggahan yg fana. Me...
-
Aku cemburu… Pada hatimu yang tak lagi satu Pada mata air bahagiamu yang tak lagi karenaku Pada bulir-bulir kesejukanmu yang tak lagi...
-
PERAYAAN TAHUN BARU ITU SYIAR KAUM KUFFÂR Oleh : Mu h ammad Abū Salmâ “ Tet Tet Tet”, saya mendengar bising suara anak-anak kecil me...
-
Jam mu tertuju angka sepuluh Lelaki muda itu yang duduk didepanku Memandang lusuh keluar jalanan berdebu. Sesekali matanya sayu, mem...