Riuh rimbun tanah basah
Gemerlap oleh hujan lelangit mengejawantah
Tubuhku remuk tertindih bau sengat mentari
Sudahkah aku boleh menyerah?
Atau masih terus berkelana dengan arus waktu yang menua?!
Lalu aku bicara pada Dia dalam redupnya mata
Meminta-minta dengan harap segera terijabah doadoa
Menyeret-nyeret rasa dengan percuma tanpa jeda
Sungguh Dia lebih tau apa-apa.
Dan pada-Nya kusandar segala lelah
;segala masalah, segala asa, segala masa
Sebab tiada dayaku tanpa-Nya.
Medan
20.12.2012
*Padang-Bukit Tinggi, Jogja-Bromo ~Semoga
20 Des 2012
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Dua beda
Terkadang luka ada baiknya datang diawal. Agar kau tau bahwa hidup tak hanya tentang cinta. Gemerlap dunia hanya persinggahan yg fana. Me...
-
Aku cemburu… Pada hatimu yang tak lagi satu Pada mata air bahagiamu yang tak lagi karenaku Pada bulir-bulir kesejukanmu yang tak lagi...
-
PERAYAAN TAHUN BARU ITU SYIAR KAUM KUFFÂR Oleh : Mu h ammad Abū Salmâ “ Tet Tet Tet”, saya mendengar bising suara anak-anak kecil me...
-
Jam mu tertuju angka sepuluh Lelaki muda itu yang duduk didepanku Memandang lusuh keluar jalanan berdebu. Sesekali matanya sayu, mem...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Silahkan tinggalkan jejak dengan sejuta manfaat yang memotivasyifa^_^