matanya berbinar
bukan ria..
tapi itu lara
curam, penuh tatapan kelam.
berparas ratapan
bersuara sesenggukkan
begitu layu...begitu rapuh.
tak satupun sanggup merayu
tersungkur batu menahan pilu
meringkukkan tangan diantara bahu
malu mengeluh
berdiam dari semua yang begitu semu
berhati dalam menjabarkan laku
pasrah terjamah waktu
semakin terjatuh meluluh
jenuh..berubah suhu tubuh
tersadar dibalik bayangmu
Rasulku....maafkan aku
Rabb-ku...ampuni aku
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Silahkan tinggalkan jejak dengan sejuta manfaat yang memotivasyifa^_^