
“Tegar tapi Rapuh…”
Suatu perumpamaan yang pernah diberikan seseorang pada diri ini.
Ah…Insya Allah kerapuhan itu melahirkan jiwa yang kukuh. Karna kerapuhan sama dengan kehancuran saat melawan musuh.
Tentang hati…
Aku masih bisa berbangga sedikit untuk ini. Karna ternyata aku lebih kuat dibandingkan oramg-orang disekelilingku. Setidaknya seperti itu. Bukan bermaksud menyombongkan diri. Tidak, bukan itu. Hanya saja lebih mengagungkan kebesaran Allah atas kekuatan yang diberikan-NYA pada hati dan diri ini. Subhanallah…thank’s Allah!!!
Pastinya hati ini pernah merasa gundah, risih, jenuh, atau mungkin tersakiti. Tapi setelahnya muncul suatu keberanian,kekuatan dan ketangguhan yang tentunya punya taste yang lebih tinggi lagi..
Apalagi dengan banyaknya ujian daan cobaan yang melanda hati. Yang sempat membuat diri terjatuh, terperosok, dan teerbujur kaku.sehingga hati dan diri ini serasa menjadi seseorang yang lebih tangguh lagi, lebih kuat dan gagah berani. Yang tentunya semua ini diawali dengan muhasabah dan pertaubatab pada Illahi. Berjanji pada diri takkan mengulangi, memulai dari titik nol lagi, dan selalu berusaha menjauhkan diri dari sesuatu yang merusak hati.
Juga…tanamkan pada diri, “Takkan lagi menyakiti dan menzhalimi diri sendiri”
Karna keledai takkan jatuh pada lubang yang sama. Tentunya..!!!
“Masa lalu sudah berlalu dan sudah semakin jauh, kita takkan bisa mengambilnya lagi. Karna masa lalu sudah terkubur layu oleh waktu.”
Setiap kali bermuhasabah, diri selalu teringat sosok yang begitu bersahaja yang telah merindu saudaranya meskipun belum ada didepan mata, yaitu ketika ia mengakhiri masa hidupnya.
Rasulullah…
Terbayang dalam khayalan, beliau menunggu umatnya dipintu syurga dengan pakaian serba putih dan mengarahkan kepintu mana yang akan dimasuki.
Ah…Rasulullah
Betapa malunya diri..betapa sedihnya diri..
Ketika ternyata karna perbuatan zhalim ku dulu malah membuat diri ini terasing dari shafmu dan membuat langkah berbelok kekiri.
Neraka…
Pasti diri lebih dulu memasukinya untuk membersihkan segala dosa. Tak ingin dan tak harap berada disana. Karna pastinya azab disana amat pedih.
Ah..serasa menjerit dalm yangis ketika hanya masih membayangkannya saja.
Pernah bergumam dalam hati “Mungkin ga’ ya, aku menjadi salah seorang dari 70000 orang yang masuk syurga tanpa dihisab?”
Sebuah pertanyaan retorik pasti. Karna jawabannya jelas ga’ mungkin.
Juga teringat akan cintanya Rabi’ah Al’adawiyah kepada Allah, yang membuat dirinya bahkan tak beerhasrat tuk menikah. Karna begitu besarnya cinta beliau kepada Allah.
Kerinduaan akan Rasulku, juga berkumpul disyurga bersamanya kelak
Kecintaan akan Rabi’ah Al’adawiyah kepada Allah…
Menjadi motivasi bagi diri dan perisai bagi hati untuk semakin menguatkan jiwa ini…
![]()
![]()
![]()
“Hai jiwa yang tenang. Kembalilah kepada Tuhan-mu dengan hati yang puas lagi diridhai-NYA. Maka masuklah kedalam jemaah hamba-hamba-KU, dan masuklah kedalam syurga-KU.”
(Q S Al-Fajr: 27-30)
Ayat yang membuat diri ini kuat, tenang dan berusaha untuk selalu siaga terhadap segala sesuatu yang bisa membuat hati dan diri ini kembali terjatuh.
Untuk saudaraku…
Semoga hatimu dikuatkan oleh Allah swt..
Yakinlah atas ketetapan yang diberi oleh-NYA. Sebuah ayat untukmu saudaraku…
![]()
al-akhillaau yawma-idzin ba'dhuhum liba'dhin 'aduwwun illaa almuttaqiina
“Teman-teman akrab pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertakwa.”
(Q
semoga ayat ini bisa menjadi peringantan bagi kita semua. Ingatlah…segala yang kita lakukan semuanya direkam oleh Allah swt dan akan dimintai pertanggungjawabannya diakhirat kelak.

walaa taqfu maa laysa laka bihi 'ilmun inna alssam'a waalbashara waalfu-aada kullu ulaa-ika kaana 'anhu mas-uulaan
“Dan janganlah kamu mengikuti sesuatu yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pelihatan, pendengaran, dan hati semuanya itu akan diminti pertanggung jawabannya.” (Q S Al-Isra’: 36)
Tentang hati…
Jangan membawa perasaan kedalam suatu hubungan (pent:Lawan jenis) yang kita tidak bisa menjamin bahwa hati kita bisa terjaga olehnya. Karna saat kita benar-benar ga bisa mengendalikan hati kita, maka akan sulit juga untuk mengendalikan diri kita sendiri. Ketahuilah..segalanya itu terpaut pada dasar hati kita yang begitu multifungsi terhadap pola diri.
Yang ternyata telah begitu banyak orang yang terjebak didalamnya, namun sangat sulit untuk bisa keluar darinya.
Hanya orang-orang tangguhlah yang bisa dan berhasil melakukannya.
Ingatlah…hanya Allah-lah yang yang berhak dan pantaas menguasai hati dan pikiran kita. Jauhkan hati dan pikiran kita dari segala hal yang hanya membuat diri kita hanyut dalam dosa. Jauhkan hati dan pikiran kita dari segala hal yang membuat kita terpuruk dan tak mampu bangkit lagi.
Sedangkan bayangan syahid begitu menawan hati-hati yang rindu akan Rabb-nya dan Rasul-NYA.
Untuk saudaraku…
Jangan nodai hatimu dan jangan nodai cintamu…
Karna kelak ka nada ketetapan yang diberikan Robbuna untuk kita. Jangan sampai hati kita tercemar sebelum kita mendapatkan ketetapan-NYA.
Kita tentunya ga’ mau
So…Jangan Nodai cinta ya..^_^ !!!!!
Cinta takkan pernah menyakiti. “Karna cinta dapat menghilangkan rasa sakit”
Seperti cinta seorang ibu kepada bayi yang akan dilahirkannya. Rasa sakit yang menderanya
Marilah kita bersama-sama memuji kebesaran Allah azza wa jala.
Subhanallah walhamdulillah walailahailallah wallahuakbar…
Semoga cinta dan kasih sayang-NYA selalu tercurah untuk kita. Daan semoga DIA selalu menguatkan hati-hati kita untuk selalu Istiqomah dijalan-NYA.
Aaamiin ya Rabb…
@@@@@
Sebuah tulisan yang hanya untuk mengingatkan. Terutama bagi diri sendiri. Sebagai bahan muhasabah hari-hari. Semoga
Sebuah tulisan yang ga’ hanya sekedar tulisan, tapi juga harus dipertanggungjawabkan.
Segala perkataan yang telah diurai disini haruslah diimplementasikan didalam kehidupan.
Insya Allah….semoga selalu begitu adanya.
Semoga hari-hari kita selalu ada perubahan yang lebih baik dari sebelumnya..
Jangan lagi terpuruk. Karna terpuruk sama dengan bangkai yang busuk. Jangan lagi rapuh. Karna rapuh sama dengan kehancuran melawan musuh.
Bangkitlah bersama teman-teman….
Teman hidup bernama keimanan
Teman sejati brnama keikhalasan
Teman hati bernama kesabaran
Teman jiwa bernama ketaqwaan
Teman berbagi bernama ketulusan
Teman cerita bernama kedamaian.
Sekarang..
Kepalkan tangan kananmu, bulatkan tekad dan niatmu (hidup mulia atau mati syahid), angkat tanganmua keatas…dan teriakkan ALLAHU AKBAR!!!!!
Akhir kata, dengan memohon ampunan-MU ya Rabb
Astaghfirullah….
Semoga segala yang diurai dapat bermanfaat bagi hati, diri, dan jiwa-jiwa yang hakiki.
Segala salah dan khilaf mohon dimaafkan. Afwan jiddan…..
Haru...
mungkin itu yang kan ku rasa sesaat lagi. Karna tepat tanggal 8 Juni nanti,Insya Allah seorang sahabat baikku akan menikah. Subhanallah...akhirnya waktu itu tiba juga. Usianya saat itu pas 20 tahun. Pernikahan itu akhirnya ada didepan mata. Meski setelah dilangkahi oleh 4 teman sekolahku yang lain. Vivi, Fitri, Novi, dan Melisa.
Namanya Supita Juhaini, kami bersahabat sejak kelas 1 SMA, yang terdiri dari 4 orang.
Aku, yuni, pita, dan ayu.
Frekwensi untuk bertemu dengannya nanti akan semakin sulit. karna pita kan ikut suaminya ke Madina (Mandailing Natal). tinggal kami bertiga deh yang ada di Medan ini.
Ooops...tiba-tiba aja aku teringat dengan cita-cita kecil kami bertiga, kami mau ke Jepang..!!!
hahaha...meskipun terkesan mengada-ada. tapi itulah yang pernah kami harapkan.
entahlah apa sekarang harapan itu masih ada di benak kami masing-masing.,atau malah udah hilang sama sekali.
sedikit cerita tentang pita,
kemarin, tepatnya jum'at tanggal 16 Mei pukul 17.30, aku medapat sms dari yuni yang isinya cukup mengejutkanku.
"Lu kemarilah,pita sakit nih..dia kerasukan.."
Astaghfirullah...aku terkejut bukan main. sambil bergumam dalam hati "kok bisa?"
kuputuskan untuk kerumahnya ba'da Magrib. Jam 19.35 aku berangkat dari rumah, diantar oleh ayahku yang awalnya sempat melarangku pergi menjenguknya.
sesampainya disana, lorong kearah rumahnya begitu gelap,tak ada penerangan sedikitpun. tapi aku tetap memberanikan diri. Akhirnya langkahku berhenti ditujuan, sudah banyak orang yang ada didepan rumahnya. pintunya tertutup rapat,dikunci dari dalam. sekitar 3menit aku berada diluar, pada saat itu aku mendengar jeritan pita yang aku tau itu bukan dia, melainkan jin yang merasuk ditubuhnya. kemudian pintu dibuka dan seseorang menyuruhku masuk kedalam.
(duh menceritakan ini saja aku jadi merinding)
aku keruang TV, tempat dimana pita berada. Banyak orang yang udah mengelilinginya yang dibaringkan diatas tilam busa. kondisi fisiknya lemah kulihat, ia terduduk lunglai disitu. saat aku datang, ia menangis yang kemudian meregangkan tangannya tanda ia ingin kupeluk. Aku memeluknya sambil menyuruhnya untuk bersabar. Sambil menangis ia berkata "Lu tolong aku..tolong aku..bantu doa ya lu"
kemudian aku melepas pelukannya dan sayup terdengar suara orang yang ada disitu "ih..Mau dilepasnya"...
aku sedikit terkejut..sambil bertanya dalam hati "memangnya dia ga mau ngelepas ya?"
aku ngambil posisi duduk didepan pita, ga lama yuni pun datang, hal yang sama, pita memeluknya.
pita mengeluh kepada mamanya kalau dia capek kali,dan ntah dibawa kemana-mana aja sam jin itu. ga lama, dengan posisinya yang lagi duduk ia kerasukan lagi.
astaghfirullah...
aku yang saat itu pas berada didepannya langsung menundukkan kepala dan beristighfar. mengingat kondisiku yang lagi ga sehat, kuputuskan untuk beranjak dari situ. aku keruang tamu.
duduk disitu sambil menenangkan diriku, aku mencoba rileks dengan bertanya tentang pita pada orang yang duduk didekatku. tak lama, kemudian aku memanggil yuni. aku pun bercerita sejenak dengannya.
Astaghfirullah...kondisiku semakin lemah.
"yun..lu udah ga tahan. lu pulang."
aku bergegas keluar dari rumah pita. sampai diluar, aku ngeSMS yuni supaya permisiin kepulanganku ke ortunya pita.
benar-benar ga' tahan...
aku terus istighfar dan baca ayat kursi. ku telpon kerumah, mama yang menjawab telpon.
dengan sedikit kekalutan aku mengatakan "ma..bilang ma papa jemput lu sekarang"
aku menunggu dipinggir jalan..tapi papa belum muncul juga.
perasaanku semakin gundah...tapi aku terus berdzikir padaNYA.
ga' lama, papa datang menjemputku. ia sedikit heran, kenapa aku cepat kali pulangnya.
sampai dirumah tepat pukul 19.50. berarti perjalananku dari rumah sampai balik kerumah lagi hanya 15 menit.
Alhamdulillah sekarang pita udah sembuh, 3 minggu mengalami hal seperti itu ga kebayang banget deh olehku.
tapi sekarang dia udah punya six sence...alias udah bisa ngelihat makhluk halus gitu lah..
aku dan yuni jadi tambah ngeri...iiiii
kalo mau kerumah pita untuk saat ini mesti mikir dulu n ga' berani sendirian. coz takutnya waktu dia ngeliat sesuatu dia kasih tau lagi... ma kami. kan jadi serem..
seharusnya ga' tau gara-gara dia jadi tau deh...
balik lagi ke masalah pernikahan...
kami sekarang masih mikir kado apa yang akan kami beri nanti ke pita. secara....dia sahabat kami..( SYLA GanK....!!! hehehe....) ni nama Gank kami.
Supita
Yuni
Lulu
Ayu
eh....BTW, klo dilihat dari urutan namanya yang pertama nikah kan Pita,trus selanjutnya Yuni dunkz...
hehehe.... Aaamiiin..........
mudah-mudahan deh yuni yang selanjutnya. Coz dari segi usianya dia yang paling dewasa diantara kami n udah layak banget buat nikah.
yun...aku tunggu ya,...kabarnya
n tunggu juga kabarku
hihiiiii...(^_^)
"disini ku kan mendoakanmu selalu teman...yakinlah!!!"
karna persahabatan kita, kan tetap ada dihati ini
meski esok kau tak lagi disini
bersamaku..mengarungi mimpi-mimpi
-Untuk SahaBaT yang Tak selalunya Kutemui Kau di sudut kota ini-
Terlukis lagi dalam kisah
Yang tak ku tau maknanya
Membuncah..,mendongak cakrawala
Mengikis padang fatamorgana
Embun bergerombol diatas pelita
Menjadikannya buliran-buliran mesra
Atas nama cinta
Ditaman bunga-bunga
Mekar diatas gulita
Medan, 19 Mei 2008
Rumput hijau itu
Tumbuh diantara bebatu
Meski mentari membakar kulitnya yang rapuh
Ia tetap kokoh berdiri memaku
Hujan pun Belum mau menyentuh
Menyegarkannya yang kehausan sejak seminggu
Rumput hijau itu
Masih menunggu..
Sesiapa yang melindunginya utuh..
Medan, 19 Mei 2008
Diantara muara sunyi
Aku memintamu memelukku
Menggenggem tanganku yang kala itu kedinginan
Mendekap hatiku dengan syairmu yang syahdu
Menenangkan aku dalm kekalutan yang baku
Karna kau tau cara hilangkan senduku
Dengan sinar terang dari senyuman dibibirmu
Yang cukup meneduhkanku..
Medan, 19 Mei 2008
Nasehat yang hadir
Terasa bagai ocehan-ocehan sampah
Mungkin aku terlalu capek bergeming
Mengeluh bosan, jenuh dan jemu
Sekali lagi aku menari dalam kebimbangan
Berputar diatas roda tanpa diameter
Ada apa dengan bumi ini?
Gundahnya beringas lari kesana kemari
Tak mau diam
Karna cinta tak hanya diam..
Medan, 20 Mei 2008
Sunyi..
Terasa sunyi dalam bunyi
Riakan-riakan kecil yang dulu
Hilang dalam gaung angin yang tertimpa waktu
Akhirnya waktu itu tiba jua
Waktu yang ku rangkai sepuluh tahun yang lalu
Yang kucinta pergi membawa rindu
Meski sesekali kembali dihadapanku
Tapi tetap saja sunyi itu sendiriku
Dengan bayang-bayang suara merdu
Atau sayup-sayup wajah dalam imajiku
Sunyiku merindu
Menghasrat diQalbu..
Medan, 16 April 2008
Beban itu sekarang ada dipundakku
Ia bercokol..
Menyemai benihnya
Yang kemudian tumbuh dan berkembang
menjadi banyak.
Ku pikir habis sampai disitu
Ternyata cabang itu membentuk ranting
Lalu tumbuh tangkai-tangkai kecil memucuk daun
Hijau..
Lalu menguning
Kemudian gugur, lalu tumbuh lagi.
Begitu seterusnya
Sampai batas yang menerpa
kokohnya yang tak berdaya
Medan, 25 April 2008
Kotak kecil berwarna saga
Tertutup rapat tanpa celah
Terbungkus rapi dengan kunci ganda
Beberapa mencoba mengambilnya
Lalu menyerah..
Sebab duri tajam lebih dulu menyapa mereka.
Beberapa yang lain membuka dengan memaksa
Namun terjepit lalu berdarah
Ya RaBB...
Kotak kecil berwarna saga itu milik-MU
untuk-MU
dan bukan mereka.
Medan, 25 April 2008
Terkadang luka ada baiknya datang diawal. Agar kau tau bahwa hidup tak hanya tentang cinta. Gemerlap dunia hanya persinggahan yg fana. Me...