Kehilangan itu rasanya seperti ini. Kau tau?! seperti puzzle yang tertata rapi, namun satu persatu puzzle itu terlepas hingga menyisakan ruang hampa dalam kotaknya. Kita merasa kehilangan karena kita merasa pernah memilikinya. Dari rasa kehilangan itu kita belajar untuk menerima, penerimaan yang tulus. Belajar untuk ikhlas, keihklasan yang lurus. Kita belajar bahwa sesuatu yang kita miliki bukanlah sesungguhnya milik kita. Kita menginginkan sesuatu, meminta dengan rengekan kepada Allaah, namun Allaah tak memberi, bukan berarti Allaah tak mengabulkan doa-doa kita. Tapi Allaah punya sesuatu yang lebih indah daripada yang kita minta pada-Nya. Allaah tau apa yang terbaik buat kita hamba-Nya. Dan kewajiban kita adalah menerima itu semua dengan berprasangka baik pada-Nya.
Mungkin kan ada raut wajah cemberut, atau bahkan tangisan air mata ketika apa yg kita dapatkan tak sesuai dengan apa yang kita harapkan. Percayalah bahwa Allaah selalu punya rencana indah untukmu, untuk kebaikan hidupmu. Dia lebih tau dari siapapun, karna hanya Dialah yang berhak mengatur hidupmu.
Cukup kau yakin akan janji-Nya. Hal Jazaa ul ihsan illal ihsan, "Tiada balasan kebaikan melainkan dengan kebaikan juga", begitupun sebaliknya.
Dan Allaah akan menggantikan setiap kehilangan kita dengan ganti yang lebih baik.
Dont be afraid, Innallaaha ma'ashobirin
*Selalu ada doa bagimu yang tulus dalam kesederhanaannya





nikah itu bukan untuk satu dua hari, tapi untuk seumur hidup.
berapa umurmu?






.
Ada begitu banyak cerita dan kenangan, memori indah dalam ingatan.
Suatu saat nanti aku akan merindukan jalanan kota Batam, rindu
membawakan motor saat pergi ke kantor, rindu menatap langit senja di
ujung barelang, menengok ke Langit-rindu lukisan alam yang
digambarkan-Nya. Hem...Semua akan tersimpan dalam kenangan indah yang
takkan terlupakan.

Sunrise, Bukit Kemuning, Tj. Pyayu- Batam
Merindukan neng yuni T^T


